Warung Viral di Bandung yang Jadi Tempat Nongkrong Favorit Anak Muda

Nabillah Luthfiyana
Ditulis oleh Nabillah Luthfiyana diterbitkan Kamis 06 Nov 2025, 17:10 WIB
Meski awalnya dikenal karena popularitas film, warung Bi Eem kini telah melangkah lebih jauh. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Meski awalnya dikenal karena popularitas film, warung Bi Eem kini telah melangkah lebih jauh. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di tengah padatnya deretan rumah di kawasan Perumahan Jalan Panaitan Nomor 22, Kebon Pisang, Sumur Bandung, berdiri sebuah kafe yang kini tengah naik daun di kalangan anak muda, warung Bi Eem.

Sekilas, warung kali ini tampak seperti cafe, bukan warung biasa untuk nongkrong.

Namun siapa sangka, tempat yang terlihat sederhana namun estetik ini pernah menjadi lokasi syuting film legendaris “Dilan”, yang otomatis membuatnya viral di berbagai media sosial. Dari situlah, warung Bi Eem mulai dikenal luas, terutama oleh para pecinta film romantis Indonesia.

Meski awalnya dikenal karena popularitas film, warung Bi Eem kini telah melangkah lebih jauh. Suasana nyaman, desain unik, dan nuansa khas Bandung membuat warung ini menjadi pilihan utama banyak anak muda untuk sekadar nongkrong, mengerjakan tugas, atau menikmati waktu santai.

Menurut Dafi, salah satu pengunjung setia warung Bi Eem, tempat ini memiliki suasana yang benar-benar bikin betah.

“Tempatnya nyaman banget buat nongkrong dan nugas. Walaupun cuacanya lagi panas, di sini tetap berasa adem karena banyak pepohonan di sekitar dan konsep tempatnya juga terbuka. Jadi suasananya sejuk banget,” ujarnya (12/10/2025).

Memang, keunggulan warung Bi Eem bukan hanya pada sejarah viralnya, tapi juga pada konsep ruang yang memadukan nuansa alam dan kota. Area duduk yang dikelilingi pepohonan membuat udara terasa segar, ditambah dengan desain interior yang khas Bandung: sedikit retro, sedikit artsy, tapi tetap terasa hangat dan sederhana.

Setiap sudutnya instagramable dari dinding bercat krem dengan sentuhan mural, hingga kursi-kursi kayu yang menambah kesan homey. Tak heran, banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk menyeruput kopi, tapi juga untuk berfoto ria.

Selain suasana yang nyaman, menu warung Bi Eem juga cukup beragam. Dari makanan berat seperti nasi goreng, pizza, dan chicken steak, hingga camilan ringan seperti french fries dan roti bakar semuanya tersedia. Untuk minuman, kafe ini menyediakan berbagai pilihan mulai dari milky series seperti milky blush, milky breeze, sampai minuman kekinian seperti es matcha latte dan matchafogato.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Tidak bisa dibilang murah, tapi juga tidak mahal standar kafe anak muda Bandung. Dengan kisaran harga mulai dari belasan ribu hingga sekitar tiga puluh ribuan, pengunjung sudah bisa menikmati suasana yang cozy lengkap dengan cita rasa kopi yang nikmat.

Warung Bi Eem bukan hanya sekadar tempat nongkrong, tapi juga simbol gaya hidup anak muda Bandung masa kini. Di tengah hiruk pikuk kota, mereka mencari tempat yang bisa memberi ketenangan, ruang untuk produktif, sekaligus tetap estetik. Dan warung Bi Eem berhasil memenuhi semua itu.

Tidak heran jika setiap sore hingga malam, hampir semua meja terisi oleh kelompok anak muda ada yang sibuk dengan laptopnya, ada yang asyik mengobrol, dan ada pula yang hanya menikmati waktu dengan segelas kopi sambil mendengarkan musik indie yang lembut mengalun.

Viral karena film Dilan mungkin menjadi awal dari ketenaran warung Bi Eem, tapi yang membuatnya bertahan hingga kini adalah kenyamanan dan atmosfer khas Bandung yang jarang ditemukan di tempat lain.

Warung ini berhasil menggabungkan kenangan sinematik dengan kehangatan interaksi nyata. Banyak yang datang karena penasaran dengan “lokasi Dilan”, tapi kembali lagi karena suasana yang bikin rindu. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nabillah Luthfiyana
nothing impossible

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Apr 2026, 12:45

Tentang Radio, Bukan AI Setelah Lebaran Usai

Radio tetap menjadi ruang komunikasi paling autentik yang menjaga emosi, kepercayaan, dan partisipasi warga di tengah maraknya konten berbasis AI, termasuk pada momen Lebaran tahun ini.

Ilustrasi radio. (Sumber: Pexels | Foto: Đặng Thanh Tú)
Sejarah 01 Apr 2026, 12:02

Hikayat Selat Hormuz, Pintu Sempit yang Selalu Jadi Titik Panas Geopolitik Dunia

Sejak era perdagangan kuno hingga konflik modern, Selat Hormuz selalu menjadi titik strategis ekonomi dan geopolitik dunia.

Selat Hormuz, Iran.
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 10:05

Beda Pendapat kok Dituding Antek Asing?

Kritik dibalas stempel "antek asing" dan teror fisik. Demokrasi kita kian gagal napas.

Narasi persatuan belakangan ini baunya mulai anyir. Sering kali, ia terasa lebih mirip ancaman ketimbang pelukan yang tulus. (Sumber: Pexels | Foto: Diana)
Linimasa 01 Apr 2026, 08:45

Cerita Warga Perbatasan Bandung Barat yang Lebih Memilih Hidup di Ciwidey

Warga Desa Mekarwangi lebih memilih beraktivitas ke Ciwidey karena akses lebih dekat dan mudah dibandingkan ke pusat Bandung Barat.

Desa Mekarwangi, tempat di mana warganya lebih terhubung dengan Ciwidey alih-alih Bandung Barat. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Mar 2026, 18:28

Memupuk Kerukunan, Menjaga Keharmonisan

Memupuk kerukunan dan menjaga keharmonisan menjadi keharusan dalam kerangka penguatan tiga pilar utama.

Masyarakat Adat Kampung Cireundeu Kota Cimahi saat menggelar Tradisi Tutup Taun 1957 dan Ngemban Taun 1 Sura 1958, Sabtu 3 Agustus 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Mar 2026, 17:02

Ketika Drainase Jalan Menjadi Hazard bagi Pemotor saat Banjir

Drainase jalan seharusnya menjadi solusi saat banjir. Namun dalam beberapa kasus, justru berubah menjadi sumber bahaya tersembunyi bagi pemotor.

Luapan saluran drainase menyebabkan arus banjir deras menggenangi badan jalan di Cianjur. (Sumber: Dok. Satlantas Polres Cianjur)
Beranda 31 Mar 2026, 16:35

Merangkai Kepercayaan Diri Remaja Difabel, Langkah Kecil Menuju Mandiri

Di Percik Insani, remaja difabel belajar membangun kepercayaan diri melalui aktivitas sederhana misalnya memasak hingga bermusik sebagai langkah kecil menuju kemandirian.

Livia bersama teman-temannya berlatih memainkan alat musik untuk membangun kepercayaan diri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Linimasa 31 Mar 2026, 16:03

Chuan Jianguo, Olokan Sarkastik Warganet China untuk Kamerad Trump

Warganet China menciptakan julukan Chuan Jianguo sebagai bentuk humor politik yang mengkritik dampak kebijakan Donald Trump.

Gambar Chuan Jianguo, Kamerad Donald Trump di Weibo. (Sumber: Weibo)
Sejarah 31 Mar 2026, 14:07

Sejarah Cirebon Dijuluki Kota Udang

Julukan Kota Udang di Cirebon berakar dari sejarah panjang udang rebon sebagai komoditas utama yang membentuk identitas pesisir sejak dulu.

Ilustrasi julukan Cirebon sebagai Kota Udang. (Sumber: Shutterstock)
Beranda 31 Mar 2026, 12:44

Harimau Huru dan Hara, Dua Nyawa yang Melayang di Tengah Ketidakpastian Bandung Zoo

Kematian dua anak harimau di Bandung Zoo mengungkap rapuhnya pengelolaan di tengah konflik berkepanjangan. Di baliknya, muncul pertanyaan besar tentang keselamatan satwa dan masa depan konservasi.

Huru dan Hara mati akibat terinfeksi virus feline panleukopenia. Hara lebih dulu mati pada 24 Maret 2026, disusul Huru pada 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 31 Mar 2026, 11:26

Melanjutkan Lebaranomics, Membuka Pintu Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Lebaranomics telah memompa pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2026 di angka 5,4–5,5 persen

Ilustrasi kegiatan masyarakat pesisir (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Arditya Pramono)
Ayo Netizen 31 Mar 2026, 10:01

Mars Renced Bergema di Lapas Majalengka

D'Renced adalah band yang secara terbuka melalui karyanya akan terus membawa ide, kritik dan gagasan yang berkelanjutan

 (Foto: TIM Media Lapas Kelas II B Majengka)
Beranda 31 Mar 2026, 09:18

Tergusur Kemajuan Teknologi, Loper Koran di Ambang Kepunahan

Penurunan pembeli yang drastis membuat mereka bertahan di batas, menjalani hari sambil menunggu nasib profesi ini yang perlahan mendekati kepunahan.

Loper koran tetap berjalan menyusuri antrean kendaraan, meski kini orang terbiasa mencari informasi lewat ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 31 Mar 2026, 09:16

Victory Water Park Soreang, Gabungan Wisata Air dengan Kebun Binatang

Objek wisata Bandung dengan kolam ombak, arus, hingga mini zoo di Victory Water Park Soreang. Cocok untuk liburan keluarga dengan tiket terjangkau.

Objek wisata Bandung Victory Water Park Soreang. (Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 31 Mar 2026, 08:49

Macet Jadi Rutinitas, Forum Warga Desak Transformasi Transportasi Umum Kota Bandung

Kemacetan yang kian menjadi rutinitas mendorong warga Bandung bersuara. Melalui forum diskusi, mereka mendesak transformasi transportasi umum yang lebih terintegrasi, manusiawi, dan benar-benar berdam

Kemacetan mengular di kawasan Dago, Kota Bandung, menjadi potret keseharian yang kian akrab bagi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Mar 2026, 08:35

Tradisi ‘Ngadem’ dan Cara Kita Menjemput Langkah Baru di Tanah Kelahiran

Kembali berkativitas setelah menjalankan beberapa ritual di hari Lebaran.

Pantai Pangandaran. (Sumber: Pexels | Foto: laylia)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 19:45

Ganti Profesi Usai Lebaran, Mencari yang Lebih Cocok dengan Semangat Zaman

Banyak lulusan sekolah atau perguruan tinggi yang tidak langsung cocok dengan pekerjaan atau profesi pertamanya.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 30 Mar 2026, 17:03

The Hallway Space: Menyulap Pasar Tradisional Jadi Ruang Bisnis Kreatif Anak Bandung

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem.

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 16:24

Anomali Saat Lebaran Tahun 1980-an

Pada hari Lebaran banyak orang-orang yang terlibat dalam permainan lotre atau judi padahal kbaru saja menjalani shaum Ramadan

Masjid Agung Bandung (Alun-Alun) pada tahun 1980-an. (Sumber: Twitter | Foto: @arbainrambey)