Penjual Dompet Sukaregang Garut ‘Nyelip’ di Tengah Penjual Oleh-Oleh Yogyakarta

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Penjual itu namanya Mang Tarsa (55 tahun). Ia mengaku dari Sukaregang, Garut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penjual itu namanya Mang Tarsa (55 tahun). Ia mengaku dari Sukaregang, Garut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

YOGYAKARTA adalah kota yang benar-benar sebagai kota wisata. Kota yang bersejarah bagi Indonesia itu ternyata banyak menyimpan destinasi wisata, seperti Keraton, Malioboro, Pasar Beringharjo, Sentra Batik, daster, kaus khas Yogya, Pengrajin Perak Kota Gede, Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, hingga wisata kulinernya: Gudeg, Bakpia, Salak, Bakmi Jawa, Wingko, Jenang, dll.

Di masa liburan ini kota yang ngangenin ini “marema” dari wisatawan baik itu wisatawan dari dalam negeri maupun mancanegara. Tempat-tempat wisata dipenuhi pengunjung. Hotel, homestay, losmen penuh dengan pelancong yang akan menghabiskan liburan dan uangnya di kota ini.

Puluhan bus setiap harinya datang dan pergi silih berganti mengantar wisatawan ke tempat wisata di kota ini. Misalnya di daerah Pathuk, tempat bakpia khas Yogya dibuat di pabriknya. Bus baru tiba saja di parkiran, wisatawan baru keluar, para pedagang asongan langsung menyerbu wisatawan. Ada penjual salak, bakpia, wingko, beureum, camilan, bajuk, gantungan kunci, dan lain-lain. Para pedagang itu dengan agresif menawarkan dagangannya. 

“Ayo, salak Rp35 ribu per 5 kg”; “Bakpia ini lebih murah daripada di pabriknya”; “Wingko Rp50 ribu 6 bungkus”; dll. Tapi, di antara pedagang oleh-oleh Yogya itu, terselip seorang pedagang dompet, ikat pinggang, gantungan kunci kulit, dan tas pinggang yang berjualan pakai motor. Ia terdengar berbeda dengan yang lain--berbahasa Sunda.

“Ini rombongan dari Bandung? Ti mana Bandungna? Abdi ti Sukaregang Garut. Ini dari kulit sapi asli. Dijujal murah, Rp175 ribu,” katanya sambil memperlihatkan tas pinggang hitam. “Nu ieu dompet imitasi. Imitasi. Abdi mah jujur. Dari kulit dari kulit, imitasi imitasi. Moal ngabohong.”

Penjual itu namanya Mang Tarsa (55 tahun). Ia mengaku dari Sukaregang, Garut. Jauh-jauh dari Garut jualan di Yogyakarta di tengah-tengah penjual oleh-oleh khas Yogyakarta. Ia merasa bangga dengan produk Sukaregang yang menurutnya kualitasnya tidak memalukan, tapi justru membanggakan. “Produk Sukaregang laku di sini,” katanya bersemangat.

Ya, iyalah membanggakan karena kerajinan kulit Sukaregang Garut kini resmi ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat tahun 2025. Penetapan bersejarah ini melibatkan proses seleksi ketat yang melibatkan berbagai pihak ahli budaya dan tokoh masyarakat lokal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat saat itu, masih Benny Bachtiar, yang bersama Tim WBTB Jawa Barat pada Januari 2025 secara resmi mengumumkan penetapan ini dalam acara khusus yang dihadiri para pengrajin dan tokoh masyarakat Garut.

Kawasan Sukaregang yang berlokasi strategis di Kecamatan Garut Kota kini menjadi sorotan nasional sebagai pusat kerajinan kulit berkualitas tinggi yang telah bertahan selama puluhan dekade.

Baca Juga: Orang Bandung Bermalam di Yogya, Pagi-Pagi Sarapan ‘Bubur Kerecek’

Kawasan Sukaregang di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah tersohor sebagai sentra kerajinan kulit yang sudah melegenda sejak era kolonial Belanda dan terus berkembang hingga kini menjadi industri rumahan yang menghasilkan produk berkualitas ekspor.

Sejarah panjang kerajinan kulit ini tidak terlepas dari keahlian turun-temurun para pengrajin lokal yang mempertahankan teknik tradisional namun tetap mengikuti perkembangan zaman.

Keunggulan kerajinan kulit Sukaregang tidak hanya terletak pada teknik pembuatan yang diwariskan secara turun-temurun. Tetapi juga pada kualitas bahan baku kulit pilihan dan desain yang mampu bersaing di pasar internasional dengan produk-produk dari berbagai negara. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)