Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Menyalakan Api Kehidupan

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Kamis 01 Jan 2026, 20:01 WIB
Suasana malam pergantian tahun di kawasan Braga, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Suasana malam pergantian tahun di kawasan Braga, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Selama ini perayaan tahun baru identik dengan petasan kembang api. Pesta pora di tempat (panggung musik) hiburan. Turun ke jalan-jalan menggunakan mobil, motor, konvoi sambil meniup terompet. Kumpul bareng keluarga, kolega, saudara sambil bakar-bakar ikan, ayam, daging dan jagung.

Dalam liputan Kompas bertajuk Tahun Baru, Pesta Kembang Api, dan Kontroversinya dijelaskan meski indah dan menarik, kembang api memiliki dampak besar terhadap kesehatan, lingkungan, dan satwa liar.

Kembang api digunakan sebagai simbol kemegahan untuk menandai momen penting, khususnya pergantian tahun. Sejumlah sejarawan menilai tradisi ini lahir dari keinginan universal manusia untuk mengakhiri tahun dengan rasa takjub dan memulai tahun baru dengan kegembiraan.

Untuk di Indonesia, kembang api tidak hanya hadir saat tahun baru, termasuk dalam konser musik, pesta pernikahan, khitanan, hingga peluncuran produk dan tempat baru.

Ribuan masyarakat menyaksikan aksi kembang api saat malam tahun baru 2024 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Rasyad Yahdiyan)
Ribuan masyarakat menyaksikan aksi kembang api saat malam tahun baru 2024 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Rasyad Yahdiyan)

Sisi Gelap Pesta Kembang Api

Namun, perayaan Tahun Baru 2026 di Bumi Pertiwi berlangsung berbeda. Pasalnya, sejumlah pemerintah kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta membatalkan pesta kembang api pada malam 31 Desember 2025 hingga dini hari 1 Januari 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk solidaritas, kepedulian terhadap para korban bencana di Sumatera, Aceh dan daerah lain. Meskipun, di tingkat masyarakat, kembang api tetap digunakan secara luas dengan ukurannya yang kecil, mudah dinyalakan, relatif dianggap aman, yang digemari anak-anak hingga orang dewasa.

Rupanya di balik keindahannya, pesta kembang api justru memicu kontroversi serius, terutama berdampak terhadap lingkungan. Jutaan kembang api yang dibakar secara bersamaan dapat memicu kebakaran hutan dan polusi udara. Riset selama 37 tahun di Amerika Serikat mencatat lebih dari 11.000 kebakaran hutan dipicu kembang api.

Polusi dari kebakaran ini dapat naik ke atmosfer tinggi, menyebar hingga ribuan kilometer, dan dapat meningkatkan kadar racun di udara. Ironisnya, sebagian polutan kembang api bertahan jauh lebih lama dibandingkan asap dan suara ledakannya.

Parahnya, dampak kembang api ini dirasakan oleh satwa liar. Suara ledakan keras membuat anjing ketakutan dan mengganggu pola tidur burung, bahkan memaksa mereka mengungsi. Dalam beberapa kasus ekstrem, pesta kembang api menyebabkan kematian massal burung. Misalnya di Roma pada Tahun Baru 2021 dan di Arkansas, AS, pada 2011, ribuan burung jalak mati karena terbang panik di malam hari hingga menabrak pohon dan bangunan.

Dengan demikian, fakta-fakta ini menunjukkan di balik kemeriahan kembang api, justru terdapat konsekuensi serius bagi kesehatan, lingkungan dan makhluk hidup lainnya. (Kompas, 31 Desember 2025 19:31 WIB).

Menu hidangan alakadarnya saat pergantian akhir tahun 2025. (Sumber: Istimewa | Foto: Kaka Fia)
Menu hidangan alakadarnya saat pergantian akhir tahun 2025. (Sumber: Istimewa | Foto: Kaka Fia)

Melingkar Menutup Jangkar

Malam mulai terasa dingin akibat hujan yang mengguyur sejak sore. Genangan air di tanah, jalan, lantai masih terlihat menetes dari genteng dan plafon rumah.

Untuk di lingkungan Babakan Dangdeur Pasir Biru Cibiru ada yang mengisi pergantian tahun baru ini dengan melaksanakan pengajian, doa bersama di masjid Ar Rahman. Sambil muhasabah diri dan memohon pertolongan dari Allah SWT atas segala musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatra, Aceh.

Pergantian tahun di keluarga kecil kami tidak dipenuhi dentuman suara kembang api, hiruk-pikuk keramaian, termasuk lalu-lalang motor. Penutup akhir tahun 2025 justru dihabiskan di rumah saja, bersama keluarga. Tahun baru 2026 disambut dengan cara yang sederhana.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya selalu ada acara bakar-bakaran menggunakan tungku tanah, oleh-oleh khas dari Yogyakarta. Untuk tahun ini kami cukup membakar jagung, sosis, dan daging di atas kompor gas. Hujan yang terus turun membuat kayu basah, bara (arang) sudah mulai sulit didapatkan di warung tetangga.

Tepat di halaman depan kamar, kompor kecil mulai menyala. Jagung, daging, dan sosis tersusun rapi, siap dibakar. Asap tipis mengepul ke udara, membawa aroma yang kian akrab dan menenangkan jiwa, hati, pikiran. Tawa ringan terdengar silih berganti, bercampur dengan suara hembusan angin menerpa daun pisang, desis api dan cipratan mentega. Setiap anggota keluarga memiliki peran masing-masing. Istri membolak-balik bakaran jagung, sosis, dan daging. Kaka Fia menyiapkan bumbu sambil membalur kecap dan mentega. Aa Akil dan Kakang lebih banyak duduk, bercerita, dan menikmati suasana. Sesekali terjadi keributan kecil soal olesan bumbu, termasuk yang ditunggu-tunggu saat sosis matang lebih dulu, lalu langsung dicicipi. Enak Bah!

Baca Juga: Bandung yang Tenang tanpa Gangguan Modus Penipuan

Malam itu, lelah dari rutinitas kerja seakan-akan luruh bersama asap bakaran yang sederhana. Penat yang selama ini dipendam perlahan mencair dalam obrolan ringan. Ya tentang hari-hari yang telah dilewati, tantangan yang berhasil dilalui, harapan kecil untuk tahun yang akan datang. Sungguh tak ada yang terburu-buru. Waktu terasa berjalan lebih pelan, memberi ruang untuk saling mendengarkan, menerima, dan benar-benar hadir satu sama lain.

Saat jam mendekati pergantian tahun, jagung bakar, daging dan sosis hangat tersaji di piring. Kami duduk bersama, menikmati hasil bakaran dengan senyum puas. Bukan soal mewah atau megahnya perayaan, melainkan rasa kebersamaan yang terasa utuh. Menjelang tengah malam, satu per satu terlelap karena kantuk yang tak tertahankan. Kakang lebih dulu, disusul istri, Aa, dan Kaka. Efek kawaregan teuing yeuh! Tinggallah sendiri, mengucap harap dan doa dengan hati yang lebih ringan.

Tahun baru datang tanpa gegap gempita, justru penuh makna dan membekas. Suasana malam yang sunyi, sepi dan sederhana itu mengingatkan ihwal kebahagiaan hidup sering kali hadir dan perlu diciptakan sendiri, dimulai dari yang paling dekat (rumah, keluarga, dan kebersamaan). Semuanya itu diharapkan dapat mengobati penat dari segala aktivitas kerja yang panjang demi hidup yang lebih baik dan terarah. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)