Menyalakan Api Kehidupan

4 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Suasana malam pergantian tahun di kawasan Braga, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Suasana malam pergantian tahun di kawasan Braga, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Selama ini perayaan tahun baru identik dengan petasan kembang api. Pesta pora di tempat (panggung musik) hiburan. Turun ke jalan-jalan menggunakan mobil, motor, konvoi sambil meniup terompet. Kumpul bareng keluarga, kolega, saudara sambil bakar-bakar ikan, ayam, daging dan jagung.

Dalam liputan Kompas bertajuk Tahun Baru, Pesta Kembang Api, dan Kontroversinya dijelaskan meski indah dan menarik, kembang api memiliki dampak besar terhadap kesehatan, lingkungan, dan satwa liar.

Kembang api digunakan sebagai simbol kemegahan untuk menandai momen penting, khususnya pergantian tahun. Sejumlah sejarawan menilai tradisi ini lahir dari keinginan universal manusia untuk mengakhiri tahun dengan rasa takjub dan memulai tahun baru dengan kegembiraan.

Untuk di Indonesia, kembang api tidak hanya hadir saat tahun baru, termasuk dalam konser musik, pesta pernikahan, khitanan, hingga peluncuran produk dan tempat baru.

Ribuan masyarakat menyaksikan aksi kembang api saat malam tahun baru 2024 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Rasyad Yahdiyan)
Ribuan masyarakat menyaksikan aksi kembang api saat malam tahun baru 2024 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Rasyad Yahdiyan)

Sisi Gelap Pesta Kembang Api

Namun, perayaan Tahun Baru 2026 di Bumi Pertiwi berlangsung berbeda. Pasalnya, sejumlah pemerintah kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta membatalkan pesta kembang api pada malam 31 Desember 2025 hingga dini hari 1 Januari 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk solidaritas, kepedulian terhadap para korban bencana di Sumatera, Aceh dan daerah lain. Meskipun, di tingkat masyarakat, kembang api tetap digunakan secara luas dengan ukurannya yang kecil, mudah dinyalakan, relatif dianggap aman, yang digemari anak-anak hingga orang dewasa.

Rupanya di balik keindahannya, pesta kembang api justru memicu kontroversi serius, terutama berdampak terhadap lingkungan. Jutaan kembang api yang dibakar secara bersamaan dapat memicu kebakaran hutan dan polusi udara. Riset selama 37 tahun di Amerika Serikat mencatat lebih dari 11.000 kebakaran hutan dipicu kembang api.

Polusi dari kebakaran ini dapat naik ke atmosfer tinggi, menyebar hingga ribuan kilometer, dan dapat meningkatkan kadar racun di udara. Ironisnya, sebagian polutan kembang api bertahan jauh lebih lama dibandingkan asap dan suara ledakannya.

Parahnya, dampak kembang api ini dirasakan oleh satwa liar. Suara ledakan keras membuat anjing ketakutan dan mengganggu pola tidur burung, bahkan memaksa mereka mengungsi. Dalam beberapa kasus ekstrem, pesta kembang api menyebabkan kematian massal burung. Misalnya di Roma pada Tahun Baru 2021 dan di Arkansas, AS, pada 2011, ribuan burung jalak mati karena terbang panik di malam hari hingga menabrak pohon dan bangunan.

Dengan demikian, fakta-fakta ini menunjukkan di balik kemeriahan kembang api, justru terdapat konsekuensi serius bagi kesehatan, lingkungan dan makhluk hidup lainnya. (Kompas, 31 Desember 2025 19:31 WIB).

Menu hidangan alakadarnya saat pergantian akhir tahun 2025. (Sumber: Istimewa | Foto: Kaka Fia)
Menu hidangan alakadarnya saat pergantian akhir tahun 2025. (Sumber: Istimewa | Foto: Kaka Fia)

Melingkar Menutup Jangkar

Malam mulai terasa dingin akibat hujan yang mengguyur sejak sore. Genangan air di tanah, jalan, lantai masih terlihat menetes dari genteng dan plafon rumah.

Untuk di lingkungan Babakan Dangdeur Pasir Biru Cibiru ada yang mengisi pergantian tahun baru ini dengan melaksanakan pengajian, doa bersama di masjid Ar Rahman. Sambil muhasabah diri dan memohon pertolongan dari Allah SWT atas segala musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatra, Aceh.

Pergantian tahun di keluarga kecil kami tidak dipenuhi dentuman suara kembang api, hiruk-pikuk keramaian, termasuk lalu-lalang motor. Penutup akhir tahun 2025 justru dihabiskan di rumah saja, bersama keluarga. Tahun baru 2026 disambut dengan cara yang sederhana.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya selalu ada acara bakar-bakaran menggunakan tungku tanah, oleh-oleh khas dari Yogyakarta. Untuk tahun ini kami cukup membakar jagung, sosis, dan daging di atas kompor gas. Hujan yang terus turun membuat kayu basah, bara (arang) sudah mulai sulit didapatkan di warung tetangga.

Tepat di halaman depan kamar, kompor kecil mulai menyala. Jagung, daging, dan sosis tersusun rapi, siap dibakar. Asap tipis mengepul ke udara, membawa aroma yang kian akrab dan menenangkan jiwa, hati, pikiran. Tawa ringan terdengar silih berganti, bercampur dengan suara hembusan angin menerpa daun pisang, desis api dan cipratan mentega. Setiap anggota keluarga memiliki peran masing-masing. Istri membolak-balik bakaran jagung, sosis, dan daging. Kaka Fia menyiapkan bumbu sambil membalur kecap dan mentega. Aa Akil dan Kakang lebih banyak duduk, bercerita, dan menikmati suasana. Sesekali terjadi keributan kecil soal olesan bumbu, termasuk yang ditunggu-tunggu saat sosis matang lebih dulu, lalu langsung dicicipi. Enak Bah!

Baca Juga: Bandung yang Tenang tanpa Gangguan Modus Penipuan

Malam itu, lelah dari rutinitas kerja seakan-akan luruh bersama asap bakaran yang sederhana. Penat yang selama ini dipendam perlahan mencair dalam obrolan ringan. Ya tentang hari-hari yang telah dilewati, tantangan yang berhasil dilalui, harapan kecil untuk tahun yang akan datang. Sungguh tak ada yang terburu-buru. Waktu terasa berjalan lebih pelan, memberi ruang untuk saling mendengarkan, menerima, dan benar-benar hadir satu sama lain.

Saat jam mendekati pergantian tahun, jagung bakar, daging dan sosis hangat tersaji di piring. Kami duduk bersama, menikmati hasil bakaran dengan senyum puas. Bukan soal mewah atau megahnya perayaan, melainkan rasa kebersamaan yang terasa utuh. Menjelang tengah malam, satu per satu terlelap karena kantuk yang tak tertahankan. Kakang lebih dulu, disusul istri, Aa, dan Kaka. Efek kawaregan teuing yeuh! Tinggallah sendiri, mengucap harap dan doa dengan hati yang lebih ringan.

Tahun baru datang tanpa gegap gempita, justru penuh makna dan membekas. Suasana malam yang sunyi, sepi dan sederhana itu mengingatkan ihwal kebahagiaan hidup sering kali hadir dan perlu diciptakan sendiri, dimulai dari yang paling dekat (rumah, keluarga, dan kebersamaan). Semuanya itu diharapkan dapat mengobati penat dari segala aktivitas kerja yang panjang demi hidup yang lebih baik dan terarah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)