Konektivitas Singapore Airlines Group Jadi Motor Penggerak Pariwisata Inbound Indonesia

2 menit baca
Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan Sabtu 21 Feb 2026, 21:53 WIB
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: singaporeair)

Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: singaporeair)

AYOBANDUNG.ID – Kontribusi jaringan penerbangan Singapore Airlines (SIA) Group, melalui layanan full-service Singapore Airlines dan maskapai biaya rendah Scoot, semakin krusial dalam mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Sinergi jaringan ini terbukti efektif dalam memfasilitasi tingginya minat perjalanan dari pasar Singapura yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Baca Juga: Transformasi KrisFlyer Menjadi Rekan Setia Para Pelancong Modern

Indonesia Sebagai Pasar Utama

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup, Grace Fu, dalam pidatonya di Tourism Industry Conference 2025, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta pariwisata regional.

Ia menyebutkan bahwa Indonesia, bersama China dan Australia, merupakan pasar penerimaan pariwisata (tourism receipt) utama bagi Singapura.

Ia juga mencatat adanya pertumbuhan sehat pada kedatangan pengunjung dari berbagai pasar kunci, termasuk Indonesia, yang didorong oleh campuran kuat antara pengunjung jarak dekat hingga jarak jauh. Hubungan timbal balik yang kuat ini mempertegas pentingnya konektivitas udara yang solid antara kedua negara.

Ekspansi Jaringan SIA dan Scoot

Guna mendukung arus wisatawan tersebut, SIA Group telah membangun jaringan yang luas ke berbagai pintu masuk utama di Indonesia. Singapore Airlines fokus melayani rute ke Jakarta (CGK), Denpasar (DPS), Medan (KNO), dan Surabaya (SUB).

Sementara itu, anak perusahaannya, Scoot, memperluas jangkauan ke 14 destinasi, termasuk kota-kota lapis kedua dan destinasi wisata berkembang. Rute Scoot mencakup Balikpapan, Bali-Denpasar, Jakarta, Kertajati, Labuan Bajo-Komodo, Lombok, Makassar, Manado, Padang, Palembang, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta (YIA).

Luasnya jaringan Scoot ini memberikan akses langsung bagi wisatawan Singapura untuk menjelajahi kekayaan alam Indonesia di luar Bali dan Jakarta.

Pertumbuhan Signifikan Kunjungan Wisman

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Desember 2025 menunjukkan performa pariwisata yang impresif. Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia secara kumulatif hingga Oktober 2025 mencapai 12.759.172 kunjungan, meningkat 10,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Khusus untuk pasar Singapura, kontribusinya tetap signifikan dengan pangsa pasar sebesar 9,4 persen dari total kunjungan pada Oktober 2025. Pertumbuhan wisman asal Singapura pada Oktober 2025 tercatat sebesar 17,70 persen secara tahunan (year-on-year) dan 4,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month).

Wisatawan Singapura terpantau masuk melalui beberapa pintu utama, dengan Batam mencatat angka tertinggi (147.577 kunjungan), diikuti oleh Soekarno-Hatta (41.130), Kualanamu (18.572), Ngurah Rai (14.291), dan Juanda (10.103).

Di tengah kompetisi destinasi kawasan yang kian ketat, konektivitas bukan lagi sekadar urusan frekuensi penerbangan, melainkan soal bagaimana jaringan udara mampu membuka akses, mempercepat mobilitas, dan memperluas pilihan pengalaman bagi wisatawan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 06 Jun 2026, 12:29

Sasapedahan

Saatnya memberi kesempatan kepada sepeda untuk menunjukkan kemampuannya.

Asyiknya bermain sepeda. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 20:28

Tanara Berarti Tanah Merah

Toponim Tanara merujuk pada keadaan kawasan tersebut, yaitu tanah yang berwarna merah.

SD Negeri Tanara di Kampung Cibolang, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 19:09

Antara Batik dan Jas: Gaya Berpakaian Pribumi di Batavia

Evolusi berpakaian pribumi di Batavia pada tahun 1900-1942.

Kumpulan pribumi menggenakan jas dan sarung batik. (Sumber: Koleksi Digital Universitas Leiden)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:32

Obsesi Nasi: Hilangnya Diversitas Pangan Pokok Indonesia & Lingkaran Setan Food Estate

Membedah kebijakan penguasa membuat rakyat Indonesia ketergantungan beras dan kehilangan keragaman pangan lokal.

Presiden Soeharto panen padi perdana di Desa Jatimulya, Kec. Pusakanegara, Kabupaten Subang, Jawa Barat (8/7/1987). (Sumber: Perpusnas | Foto: Perpusnas)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:05

10 Netizen Terpilih Mei 2026 dan Format Baru untuk Bulan Berikutnya

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Warga beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 17:04

Bahan Bakar Plastik Menyisakan Risiko Lingkungan

Sampah dapat berkurang, tapi pencemarannya belum tentu hilang. Inilah sisi lain dari pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang jarang dibahas.

Tumpukan sampah plastik di Indonesia. (Sumber: pexels | Foto: Tom Fisk)