AYOBANDUNG.ID – Kontribusi jaringan penerbangan Singapore Airlines (SIA) Group, melalui layanan full-service Singapore Airlines dan maskapai biaya rendah Scoot, semakin krusial dalam mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
Sinergi jaringan ini terbukti efektif dalam memfasilitasi tingginya minat perjalanan dari pasar Singapura yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Baca Juga: Transformasi KrisFlyer Menjadi Rekan Setia Para Pelancong Modern
Indonesia Sebagai Pasar Utama
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup, Grace Fu, dalam pidatonya di Tourism Industry Conference 2025, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta pariwisata regional.
Ia menyebutkan bahwa Indonesia, bersama China dan Australia, merupakan pasar penerimaan pariwisata (tourism receipt) utama bagi Singapura.
Ia juga mencatat adanya pertumbuhan sehat pada kedatangan pengunjung dari berbagai pasar kunci, termasuk Indonesia, yang didorong oleh campuran kuat antara pengunjung jarak dekat hingga jarak jauh. Hubungan timbal balik yang kuat ini mempertegas pentingnya konektivitas udara yang solid antara kedua negara.
Ekspansi Jaringan SIA dan Scoot
Guna mendukung arus wisatawan tersebut, SIA Group telah membangun jaringan yang luas ke berbagai pintu masuk utama di Indonesia. Singapore Airlines fokus melayani rute ke Jakarta (CGK), Denpasar (DPS), Medan (KNO), dan Surabaya (SUB).
Sementara itu, anak perusahaannya, Scoot, memperluas jangkauan ke 14 destinasi, termasuk kota-kota lapis kedua dan destinasi wisata berkembang. Rute Scoot mencakup Balikpapan, Bali-Denpasar, Jakarta, Kertajati, Labuan Bajo-Komodo, Lombok, Makassar, Manado, Padang, Palembang, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta (YIA).
Luasnya jaringan Scoot ini memberikan akses langsung bagi wisatawan Singapura untuk menjelajahi kekayaan alam Indonesia di luar Bali dan Jakarta.

Pertumbuhan Signifikan Kunjungan Wisman
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Desember 2025 menunjukkan performa pariwisata yang impresif. Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia secara kumulatif hingga Oktober 2025 mencapai 12.759.172 kunjungan, meningkat 10,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Khusus untuk pasar Singapura, kontribusinya tetap signifikan dengan pangsa pasar sebesar 9,4 persen dari total kunjungan pada Oktober 2025. Pertumbuhan wisman asal Singapura pada Oktober 2025 tercatat sebesar 17,70 persen secara tahunan (year-on-year) dan 4,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month).
Wisatawan Singapura terpantau masuk melalui beberapa pintu utama, dengan Batam mencatat angka tertinggi (147.577 kunjungan), diikuti oleh Soekarno-Hatta (41.130), Kualanamu (18.572), Ngurah Rai (14.291), dan Juanda (10.103).
Di tengah kompetisi destinasi kawasan yang kian ketat, konektivitas bukan lagi sekadar urusan frekuensi penerbangan, melainkan soal bagaimana jaringan udara mampu membuka akses, mempercepat mobilitas, dan memperluas pilihan pengalaman bagi wisatawan.
