Perlu Terobosan Kebijakan, Bagaimana Mengukuhkan Bandung sebagai Kota Talenta?

3 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Bandung juga menjadi tuan rumah bagi talenta-talenta kreatif. (Sumber: Pexels/Heru Dharma)
Bandung juga menjadi tuan rumah bagi talenta-talenta kreatif. (Sumber: Pexels/Heru Dharma)

Bandung sejak lama dikenal sebagai kota pendidikan. Dari masa kolonial Belanda ketika mendirikan sekolah teknik pertama, hingga hari ini, deretan perguruan tinggi ternama hadir di kota kembang. Namun, di tengah derasnya perubahan zaman, sekadar menyandang gelar kota pendidikan tidaklah cukup. Pertanyaannya, bagaimana Bandung bisa mengukuhkan diri bukan hanya sebagai kota pendidikan, tetapi juga kota talenta?.

Untuk menjawab tantangan itu, Bandung membutuhkan ekosistem kebijakan yang sehat, di mana gagasan akademik, kreativitas warga, dan kebutuhan publik bisa bertemu dalam rancangan kebijakan yang efektif. Kualitas kebijakan tidak bisa hanya dibangun oleh birokrasi, melainkan harus ditopang oleh analisis independen dan kolaborasi lintas sektor.

Bandung memiliki modal besar. Kehadiran ITB, UPI, Unpad, Telkom University, dan puluhan perguruan tinggi lainnya menjadikan kota ini sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Bandung juga menjadi tuan rumah bagi talenta-talenta kreatif, seperti yang telah diakui UNESCO pada 2015, ketika menetapkan Bandung sebagai Kota Kreatif Dunia Bidang Desain. Predikat tersebut adalah prestasi kolektif yang membanggakan.

Namun, potensi besar ini acap kali berbenturan dengan tantangan kebijakan. Talenta ada, tetapi belum sepenuhnya terserap dalam pembangunan. Ide-ide brilian lahir, namun sering terhambat oleh birokrasi yang kurang responsif. Kualitas kebijakan publik menjadi penentu, mampukah Bandung melakukan lompatan dari kota pendidikan menuju kota talenta?

Hasil pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Pemerintah Daerah Tahun 2023 oleh Lembaga Administrasi Negara menunjukan variasi capaian di Jawa Barat. Kabupaten Bogor menempati peringkat kedua nasional dengan nilai 90,53 (sangat baik), disusul Provinsi Jawa Barat di peringkat ketiga dengan skor 87,36 (sangat baik), serta Kota Cimahi dan Kabupaten Sukabumi yang masuk 15 besar nasional.

Sebaliknya, Kota Bandung berada pada peringkat 113, menunjukan adanya tantangan besar dalam memastikan konsistensi mutu kebijakan, tantangan yang kini kembali diuji melalui pengukuran IKK di tahun 2025 yang sedang berlangsung.

Variasi kualitas ini menandakan perlunya pendampingan yang lebih intensif. Dalam konteks ini, analis kebijakan di daerah dan laboratorium kebijakan memiliki peran strategis untuk memperkuat proses perumusan kebijakan berbasis data dan partisipatif.

Salah satu contoh aktor strategis yaitu Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional (Pusjar SK Tasnas) di Jatinangor. Unit kerja di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang dapat menjadi mitra bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan kapasitas serta mendukung inovasi kebijakan.

Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)

Kolaborasi menjadi kunci. Sejumlah inisiatif yang dilakukan Pusjar SK Tasnas, misalnya pemetaan kompetensi untuk jabatan pimpinan tinggi pratama, pelatihan ASN, pendampingan desa, hingga forum diskusi kebijakan bersama akademisi dan praktisi kebijakan. Contoh tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi bisa menjembatani jarak antara analisis akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan.

Ke depan, bentuk kolaborasi bisa semakin luas, mulai dari riset bersama, penyusunan policy brief, policy paper, naskah akademik, hingga advokasi kebijakan publik lainnya. Meski begitu, dinamika pendampingan kebijakan tidak sederhana. Otonomi daerah memberi kewenangan luas bagi pemerintah daerah untuk berinovasi, sekaligus melahirkan variasi kualitas kebijakan. Keterbatasan data, perbedaan prioritas, hingga resistensi birokrasi masih menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Di titik inilah terobosan kebijakan menjadi penting. Bukan hanya soal inovasi di tataran program, tetapi kemampuan membangun jejaring pengetahuan yang menghubungkan birolrasi, akademisi, komunitas, media, dan sektor swasta. Dengan ekosistem kebijakan yang kolaboratif, arah pembangunan bisa lebih selaras, potensi lokal lebih optimal, dan kebijakan publik lebih adaptif terhadap perubahan.

Jika kualitas kebijakan publik meningkat, dampaknya akan terasa langsung pada masyarakat. Program pembangunan menjadi lebih tepat sasaran, talenta lokal lebih mudah terfasilitasi, dan Bandung menjadi magnet bagi inovasi serta investasi.

Oleh karena itu, predikat kota pendidikan tidak lagi hanya simbol, melainkan pijakan menuju masa depan. Bandung berpeluang tampil bukan hanya sebagai kota pendidikan, tetapi juga sebagai kota talenta dengan kebijakan publik yang cerdas, adaptif, dan partisipatif. Sebuah kota yang bukan hanya melahirkan gagasan, tetapi meastikan gagasan itu hidup dalam kebijakan publik yang sejalan dengan agenda reformasi birokrasi berdampak. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)