Merawat Kenangan, Menguatkan Kebersamaan: Catatan Reuni 37 Tahun SMAN 4 Bandung Angkatan 1989

kurniawan abuwijdan
Ditulis oleh kurniawan abuwijdan diterbitkan Senin 19 Jan 2026, 13:54 WIB
Foto bersama SMAN 4 Bandung Angkatan 1989. (Sumber: Dokumentasi panitia reuni)

Foto bersama SMAN 4 Bandung Angkatan 1989. (Sumber: Dokumentasi panitia reuni)

Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa, 37 tahun telah berlalu sejak kami meninggalkan bangku SMAN 4 Bandung pada tahun 1989. Dari remaja berseragam putih abu-abu, kini kami telah melewati banyak fase kehidupan: membangun keluarga, meniti karier, menghadapi jatuh bangun usaha, serta belajar memaknai keberhasilan dan kegagalan.

Reuni Angkatan 89 sebenarnya sudah beberapa kali diselenggarakan di beberapa lokasi. Namun bagi saya pribadi, inilah reuni pertama yang saya ikuti. Ada perasaan campur aduk antara antusias, haru, dan sedikit gugup. Wajah-wajah yang terasa tidak asing namun samar, membuat pikiran bekerja keras mengingat nama-nama lama. Saat bersalaman, saya sesekali melirik pin nama yang diberikan panitia saat registrasi—sebuah penolong kecil yang memecah kekakuan dan membuka percakapan.

Reuni kali ini digelar di Café Riung Panyileukan, Jalan Taman Cibeuying Selatan No. 37, Kota Bandung. Tema yang diusung sangat bermakna: “Reuni 37 Tahun SMAN 4 Bandung Angkatan 1989: Merawat Kenangan, Menguatkan Kebersamaan.” Menariknya, angka 37 seolah hadir sebagai kebetulan yang mengikat antara usia reuni dan alamat lokasi acara.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, doa bersama, serta sambutan ketua panitia. Suasana berubah hening ketika layar proyektor menampilkan foto-foto rekan kami yang telah berpulang. Tercatat sekitar 34 orang dari total 525 siswa Angkatan 89—yang dahulu terbagi dalam empat kelas fisika, lima kelas biologi, dan dua kelas sosial—telah meninggalkan kita. Doa dipanjatkan bersama, menghadirkan rasa haru sekaligus kesadaran bahwa waktu adalah amanah yang sangat berharga. Di titik inilah reuni tidak lagi sekadar temu kangen, tetapi menjadi momentum syukur karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan merajut kembali kenangan.

Agenda berikutnya adalah pengukuhan Ketua Ikatan Alumni SMAN 4 Bandung Angkatan 89 yang baru, Agustiana Hendrajat dari kelas Fisika 4 sebagai formatur tunggal. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan visi untuk memperkuat rasa bangga terhadap almamater, menghidupkan komunikasi melalui grup WhatsApp, memperbanyak kegiatan bersama, membuka ruang pertukaran informasi dan relasi bisnis antaralumni, serta menggalang dana sosial—baik untuk membantu rekan yang tertimpa musibah maupun beasiswa bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Visi ini disambut optimisme sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan kebersamaan.

Acara semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Ahmad Humaedi, M.Si., seorang dai dan akademisi. Beliau mengingatkan bahwa pada usia di atas 50 tahun, manusia perlu membuat komitmen hidup yang lebih serius. Mengutip hadis bahwa rata-rata usia umat Nabi Muhammad berada pada rentang 60–70 tahun, beliau menekankan tiga komitmen utama: menjadi pribadi yang lebih baik, merencanakan kebaikan, dan menjaga kebersamaan.

Menurut beliau, hidup di dunia tidaklah panjang. Jika dahulu masih banyak kekurangan saat muda, maka kini adalah saatnya memperbaiki diri. Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari kemarin, sedangkan orang yang merugi adalah yang hari ini lebih buruk dari kemarin. Merencanakan kebaikan menjadikan hidup lebih bermakna dan bernilai amal. Sementara menjaga kebersamaan akan memperpanjang manfaat persahabatan lintas waktu.

Lebih jauh, Ustadz Ahmad Humaedi menekankan beberapa langkah konkret untuk merawat kebersamaan: keikhlasan dalam berkontribusi tanpa pamrih, membiasakan mendoakan kebaikan sesama teman, serta menjaga akhlak. Kejujuran, saling menghormati, tidak iri dengki, dan tidak merendahkan profesi atau kondisi orang lain menjadi fondasi kepercayaan. Bahkan dalam reuni, beliau mengingatkan agar semua titel, jabatan, dan status sosial ditanggalkan, agar semua kembali setara sebagai sahabat lama.

Menjelang waktu ishoma, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama sambil meneriakkan tagline, "Merawat Kenangan dan Menguatkan Kebersamaan.” Dilanjutkan foto per kelas dan makan siang bersama dengan aneka hidangan. Obrolan mengalir ringan: mengenang masa sekolah, menanyakan kabar teman yang belum hadir, hingga saling berbagi cerita kehidupan.

Baca Juga: Catatan Reuni Angkatan 95 Pendidikan Ekonomi IKIP Bandung

Sesi santai setelah makan siang diisi dengan ngopi, camilan, pengundian doorprize, serta permainan seru yang dipandu MC. Beberapa hadiah merupakan kontribusi alumni yang memiliki usaha sendiri—sebuah bentuk dukungan nyata antar sesama.

Secara keseluruhan, acara berlangsung lancar dan meriah berkat kerja keras panitia serta dukungan para donatur alumni. Apresiasi pun diberikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi demi terselenggaranya reuni ini dengan baik.

Pada akhirnya, reuni bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan kepedulian, memperbaiki diri, dan membangun jejaring yang bermanfaat bagi masa kini dan masa depan. Di sanalah kenangan dirawat, dan kebersamaan terus dikuatkan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

kurniawan abuwijdan
Network Marketer dan Peternak Pemula

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)