Merawat Kenangan, Menguatkan Kebersamaan: Catatan Reuni 37 Tahun SMAN 4 Bandung Angkatan 1989

3 menit baca
kurniawan abuwijdan
Ditulis oleh kurniawan abuwijdan diterbitkan
Foto bersama SMAN 4 Bandung Angkatan 1989. (Sumber: Dokumentasi panitia reuni)
Foto bersama SMAN 4 Bandung Angkatan 1989. (Sumber: Dokumentasi panitia reuni)

Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa, 37 tahun telah berlalu sejak kami meninggalkan bangku SMAN 4 Bandung pada tahun 1989. Dari remaja berseragam putih abu-abu, kini kami telah melewati banyak fase kehidupan: membangun keluarga, meniti karier, menghadapi jatuh bangun usaha, serta belajar memaknai keberhasilan dan kegagalan.

Reuni Angkatan 89 sebenarnya sudah beberapa kali diselenggarakan di beberapa lokasi. Namun bagi saya pribadi, inilah reuni pertama yang saya ikuti. Ada perasaan campur aduk antara antusias, haru, dan sedikit gugup. Wajah-wajah yang terasa tidak asing namun samar, membuat pikiran bekerja keras mengingat nama-nama lama. Saat bersalaman, saya sesekali melirik pin nama yang diberikan panitia saat registrasi—sebuah penolong kecil yang memecah kekakuan dan membuka percakapan.

Reuni kali ini digelar di Café Riung Panyileukan, Jalan Taman Cibeuying Selatan No. 37, Kota Bandung. Tema yang diusung sangat bermakna: “Reuni 37 Tahun SMAN 4 Bandung Angkatan 1989: Merawat Kenangan, Menguatkan Kebersamaan.” Menariknya, angka 37 seolah hadir sebagai kebetulan yang mengikat antara usia reuni dan alamat lokasi acara.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, doa bersama, serta sambutan ketua panitia. Suasana berubah hening ketika layar proyektor menampilkan foto-foto rekan kami yang telah berpulang. Tercatat sekitar 34 orang dari total 525 siswa Angkatan 89—yang dahulu terbagi dalam empat kelas fisika, lima kelas biologi, dan dua kelas sosial—telah meninggalkan kita. Doa dipanjatkan bersama, menghadirkan rasa haru sekaligus kesadaran bahwa waktu adalah amanah yang sangat berharga. Di titik inilah reuni tidak lagi sekadar temu kangen, tetapi menjadi momentum syukur karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan merajut kembali kenangan.

Agenda berikutnya adalah pengukuhan Ketua Ikatan Alumni SMAN 4 Bandung Angkatan 89 yang baru, Agustiana Hendrajat dari kelas Fisika 4 sebagai formatur tunggal. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan visi untuk memperkuat rasa bangga terhadap almamater, menghidupkan komunikasi melalui grup WhatsApp, memperbanyak kegiatan bersama, membuka ruang pertukaran informasi dan relasi bisnis antaralumni, serta menggalang dana sosial—baik untuk membantu rekan yang tertimpa musibah maupun beasiswa bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Visi ini disambut optimisme sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan kebersamaan.

Acara semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Ahmad Humaedi, M.Si., seorang dai dan akademisi. Beliau mengingatkan bahwa pada usia di atas 50 tahun, manusia perlu membuat komitmen hidup yang lebih serius. Mengutip hadis bahwa rata-rata usia umat Nabi Muhammad berada pada rentang 60–70 tahun, beliau menekankan tiga komitmen utama: menjadi pribadi yang lebih baik, merencanakan kebaikan, dan menjaga kebersamaan.

Menurut beliau, hidup di dunia tidaklah panjang. Jika dahulu masih banyak kekurangan saat muda, maka kini adalah saatnya memperbaiki diri. Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari kemarin, sedangkan orang yang merugi adalah yang hari ini lebih buruk dari kemarin. Merencanakan kebaikan menjadikan hidup lebih bermakna dan bernilai amal. Sementara menjaga kebersamaan akan memperpanjang manfaat persahabatan lintas waktu.

Lebih jauh, Ustadz Ahmad Humaedi menekankan beberapa langkah konkret untuk merawat kebersamaan: keikhlasan dalam berkontribusi tanpa pamrih, membiasakan mendoakan kebaikan sesama teman, serta menjaga akhlak. Kejujuran, saling menghormati, tidak iri dengki, dan tidak merendahkan profesi atau kondisi orang lain menjadi fondasi kepercayaan. Bahkan dalam reuni, beliau mengingatkan agar semua titel, jabatan, dan status sosial ditanggalkan, agar semua kembali setara sebagai sahabat lama.

Menjelang waktu ishoma, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama sambil meneriakkan tagline, "Merawat Kenangan dan Menguatkan Kebersamaan.” Dilanjutkan foto per kelas dan makan siang bersama dengan aneka hidangan. Obrolan mengalir ringan: mengenang masa sekolah, menanyakan kabar teman yang belum hadir, hingga saling berbagi cerita kehidupan.

Baca Juga: Catatan Reuni Angkatan 95 Pendidikan Ekonomi IKIP Bandung

Sesi santai setelah makan siang diisi dengan ngopi, camilan, pengundian doorprize, serta permainan seru yang dipandu MC. Beberapa hadiah merupakan kontribusi alumni yang memiliki usaha sendiri—sebuah bentuk dukungan nyata antar sesama.

Secara keseluruhan, acara berlangsung lancar dan meriah berkat kerja keras panitia serta dukungan para donatur alumni. Apresiasi pun diberikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi demi terselenggaranya reuni ini dengan baik.

Pada akhirnya, reuni bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan kepedulian, memperbaiki diri, dan membangun jejaring yang bermanfaat bagi masa kini dan masa depan. Di sanalah kenangan dirawat, dan kebersamaan terus dikuatkan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

kurniawan abuwijdan
Network Marketer dan Peternak Pemula

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!