Kota Bandung Menuju Kota Mati?

6 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Banjir di salah satu wilayah Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Banjir di salah satu wilayah Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

‘Taman-taman satu-satu lenyap

Pompa bensin datang mengganti

Sawah-sawah satu satu musnah

Pabrik-pabrik datang

Pohon-pohon satu satu roboh

Gunung-gunung satu satu rubuh

Rumah pongah bertolak pinggang

Pada bukit bukit sekarat

Orang-orang satu satu resah

Air air malu mengalir

Cita-cita satu satu tumbang

Iman-iman satu satu gersang

Jalan-jalan satu satu lobang

Orang-orang rajin menggali

Tutup satu gali lagi satu

Tradisi kotaku tercinta

Dulu kau bernama "Paris van Java"

Senyum bunga menyapa ramah

Bandungku sayang, Bandungku yang malang

Nafasku semakin sesak’

Bandungku Sayang ... Bandungku Malang

 Lirik - Ritta Ruby Hartland

***

Dengan banyak memliki pusat kebudayaan  dan perguruan tinggi yang kompeten mengembangkan pembangunan kota serta pola pikir masyarakatnya yang lebih maju ternyata Kota Bandung gagal total untuk masuk sepuluh besar  berdasarkan  pemeringkatan UI GreenCityMetric, inisiatif keberlanjutan yang digagas oleh Universitas Indonesia sejak  tahun 2022.  

Kota Surabaya, Semarang dan  Medan adalah Kota-Kota yang biasanya dianggap sepadan dengan Bandung, ketiganya malah berada dijajaran lima besar pada pemeringkatan tahun 2025 sekarang ini.   

Kegagalan Bandung masuk dalam daftar sepuluh besar bahkan Bandung berada  diurutan ke 20 dari 71 Kota dan Kabupaten paling berkelanjutan versi UI GreenCityMetric bukan hanya  sekedar urusan citra dan gengsi, melainkan wajib dijadikan cermin peringatan keras tentang kondisi ekologis atau lingkungan hidup dan tata kelola perkotaan yang semakin mengkhawatirkan.

Apakah Bandung yang dahulu dijuluki "Parijs van Java" perlahan sedang menuju status “Kota mati” akibat kegagalan  pengelolaan diberbagai kategori yang ditetapkan oleh pemeringkatan UI tersebut. UI GreenCityMetric menilai Kota dan Kabupaten berdasarkan enam kategori utama.

Pertama  kategori Penataan Ruang dan Infrastruktur, ternyata kota Bandung belum berhasil karena kawasan permukiman meluas ke daerah resapan air dan lereng perbukitan serta alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan komersial tanpa perencanaan matang. Seperti yang terjadi di kawasan Bandung Utara yang seharusnya menjadi daerah konservasi justru banyak dibangun vila dan perumahan mewah.

Kekurangan utama Bandung dalam penataan ruang dan infrastruktur adalah ketidakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan kapasitas kota, perencanaan ruang yang belum konsisten, serta minimnya integrasi antar sektor (transportasi, drainase, dan tata lingkungan).

Dalam kategori Energi dan Perubahan Iklim masalah energi dan perubahan iklim di Kota Bandung berpangkal pada ketergantungan terhadap energi fosil, minimnya ruang hijau, dan rendahnya adopsi energi bersih. Akibatnya, Bandung menghadapi ancaman suhu panas perkotaan, banjir akibat perubahan iklim, dan polusi udara yang meningkat.

Sebagian besar energi di Bandung masih bergantung pada sumber fosil yaitu bensin, solar, dan listrik dari PLTU. Penggunaan energi di sektor transportasi dan rumah tangga sangat besar. Contohnya kemacetan lalu lintas di pusat dan pinggiran kota menyebabkan pemborosan bahan bakar dan peningkatan CO₂.  Kendaraan bermotor menjadi penyumbang utama emisi gas rumah kaca.  Jumlah kendaraan terus meningkat, sementara transportasi publik belum optimal.

Kemudian Tata Kelola Sampah dan Limbah, kegagalan tata kelola sampah dan limbah di Kota Bandung disebabkan oleh ketergantungan pada sistem pembuangan akhir, minimnya infrastruktur pengolahan, rendahnya kesadaran masyarakat, serta lemahnya koordinasi dan penegakan kebijakan lingkungan.

Tanpa perubahan sistemik dan kolaborasi antara pemerintah dan warga, masalah ini akan terus menjadi ancaman bagi kebersihan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan kota. Salah satu masalahnya  Kota Bandung menghasilkan lebih dari 1.500 ton sampah per hari, namun kapasitas pengangkutan dan pengolahan tidak sebanding.

Lalu Tata Kelola Air kegagalannya pengelolaan tata kelola air di Kota Bandung disebabkan oleh pencemaran sungai, eksploitasi air tanah berlebihan, drainase buruk, dan alih fungsi daerah resapan air. Sungai Cikapundung menjadi simbol nyata dari ketidakseimbangan antara pembangunan kota dan pelestarian sumber daya air. Tanpa upaya terpadu antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Bandung akan menghadapi krisis air bersih dan bencana ekologis yang semakin parah di masa depan.

Berikutnya kategori Tata Pamong atau Governance, penyebab kegagalan utama tata pamong Kota Bandung terletak pada kesenjangan antara kebijakan/formalitas dengan pelaksanaan & dampak nyata. Struktur dan sistem sering sudah ada, tapi efektifitas, integritas, koordinasi, dan hasil bagi publik masih belum optimal. Tanpa memperbaiki bagian pelaksanaan-lapangan (aksi, pengawasan, kolaborasi), tata pamong yang baik hanya akan menjadi slogan.

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jembatan Layang Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung, Jumat 19 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jembatan Layang Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung, Jumat 19 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kategori terakhir yaitu Akses dan Mobilitas ternyata Bandung berhasil menunjukkan adanya perubahan dan kemajuan positif dalam aspek pergerakan Masyarakat dan aksesnya lebih mudah atau banyak dibandingkan  dengan kota-kota lainnya. Meskipun Bandung berhasil di kategori ini, tetap ada banyak tantangan mobilitas di kota seperti kemacetan berat, kepadatan kendaraan, dan kebutuhan infrastruktur transportasi massal yang lebih kuat.

Dalam indikator akses & mobilitas, Bandung relatif unggul, namun belum berarti semua aspek mobilitas sudah optimal — masih diperlukan peningkatan.  Melihat bagaimana   transportasi publik, jalur sepeda, dan pejalan kaki diintegrasikan dalam tata kota.

Istilah Kota mati atau Nekropolis bukan berarti Bandung akan hilang dari peta, melainkan menjadi metafora bagi matinya nilai-nilai ekologis dan kemanusiaan di ruang perkotaan. Kota mati adalah kota yang kehilangan napas hijau, kehilangan harmoni antara manusia dan alam.  Jika pola pembangunan ini terus berlanjut tanpa perubahan paradigma, maka Bandung akan kehilangan karakter ekologisnya dan benar-benar menjadi Kota mati tidak karena bencana alam, tetapi karena kegagalan moral manusia yang mengelolanya.

Untuk mencegah skenario kelam itu, Bandung perlu membangun kembali jiwa etika lingkungan atau environmental ethic dalam setiap lapisan masyarakat. Jiwa etika lingkungan bukan sekadar slogan hijau, melainkan kesadaran moral bahwa manusia adalah bagian dari ekosistem, bukan penguasanya.

Pemerintah Kota Bandung perlu menjadikan etika lingkungan sebagai dasar perumusan kebijakan. Setiap proyek pembangunan harus melewati ethical impact assessment, bukan hanya environmental impact assessment. Artinya, setiap kebijakan harus diuji secara moral: apakah membawa manfaat bagi manusia dan alam secara berkelanjutan ?

Kesadaran ekologis tidak bisa lahir dari regulasi semata. Dibutuhkan pendidikan moral sejak dini yang menanamkan rasa cinta lingkungan. Di sinilah peranan sekolah menjadi sangat penting.

Sekolah memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial. Pendidikan lingkungan tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus menjadi pola hidup yang terinternalisasi. Sekolah dapat menjadi mitra aktif Pemkot Bandung dalam kampanye kebersihan dan konservasi, misalnya dengan kegiatan “Satu Sekolah Satu Sungai” untuk mengadopsi dan merawat aliran sungai terdekat.

Program seperti eco-brick project, bank sampah sekolah, vertical garden, dan adopsi pohon bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi sarana menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap alam.

Pendidikan etika lingkungan juga menyangkut perubahan perilaku kecil misalnya tidak membuang sampah sembarangan, membawa botol minum sendiri, menghemat listrik, dan menghargai makhluk hidup di sekitar. Perubahan kecil yang dilakukan banyak orang akan membentuk budaya ekologis baru di kota.

Kota Bandung tidak akan berkelanjutan hanya karena penghijauan atau teknologi pintar. Keberlanjutan sejati lahir dari kesadaran moral kolektif bahwa bumi adalah warisan bersama.

Bandung, dengan sejarahnya yang sarat nilai perjuangan dan pendidikan, memiliki semua modal sosial untuk bangkit kembali sebagai kota berjiwa hijau. Jika masyarakat, sekolah, dan pemerintah mau bersatu dalam semangat keberlanjutan, maka Bandung tidak akan menjadi kota mati melainkan kota yang hidup kembali, hijau, adil, dan beradab.

Dengan jiwa moralitas lingkungan yang stabil maka masyarakat Kota Bandung tidak akan pernah lagi bersama-sama menyanyikan lirik lagu tertulis di atas … Bandungku sayang … Bandungku yang malang … (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)