Suatu Malam yang Syahdu Menikmati ‘Sate Sadu’ Soreang yang Legendaris

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Sate Sadu di Soreang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ulasan Pengguna Google)
Sate Sadu di Soreang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ulasan Pengguna Google)

SUATU malam yang syahdu, selepas Maghrib, kami bertujuh—pulang menjenguk kawan yang sakit di RS Hermina di Soreang—tidak langsung pulang. Kami berkeliling naik Avanza merah marun ke sekitar kota Soreang, Kabupaten Bandung, mencari makanan yang hangat-hangat. Sudah lama kami tidak jalan-jalan di sekitar Alun-Alun Soreang, semenjak kepindahan rumah sakitnya ke daerah Gading Tutuka.

Keluar dari rumah sakit Hermina, mobil kami belok kiri hingga perempatan. Dari perempatan, belok kiri lagi ke arah pusat kota di Soreang. Sasaran kuliner pertama kami adalah tampaknya pas jika di malam yang syahdu dan dingin itu menyeruput segelas bajigur atau bandrek hangat yang legendaris dengan camilan makanan tradisional: bugis, comro, dan goreng kacang yang renyah.

Ya, ada warung bajigur di depan Borma Soreang. Warung bajigur itu adalah langganan keluarga saya sejak merantau ke ibu kota Kabupaten Bandung itu, hampir tiga puluh tahun yang lalu.

Setelah bertanya ke tukang parkir, rupanya kami belum berjodoh dengan si teteh penjaga warung bajigur itu. Warung bajigur itu tutup dan kami memutuskan akan sekalian makan berat saja. Mobil terus lurus melewati Alun-Alun Soreang dan berbelok kiri menuju arah Ciwidey. Di daerah Sadu, mobil kami belok kiri ke jalan baru Sadu. Nah, sekitar 100 meter di sebelah kiri, mobil kami menepi. Di warung “Sate dan Gule Sadu” kami merapat.

Aroma sate yang dibakar tercium. Untunglah serombongan pengunjung baru saja pulang. Tinggallah sekelompok bapak-bapak kami bertujuh yang duduk-duduk di warung itu menunggu sate pesanan. 

“Sate kambingnya tinggal 10 lagi. Tapi, sate sapi dan ayam masih ada. Gulainya habis. Sebentar lagi kami akan tutup, Pak,” kata pelayan yang masih muda dan berkulit bersih.

Kami memesan sate kambing yang tersisa ditambah sate sapi dan sate ayam. Harga seporsinya (10 tusuk) Rp40.000 dan 7 porsi nasi. Ada juga gule harga seporsinya Rp50.000. Bisa juga beli setengah porsi Rp25.000.

Sate Sadu di Soreang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ulasan Pengguna Google)
Sate Sadu di Soreang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ulasan Pengguna Google)

Saya sudah beberapa kali ke warung sate Sadu ini. Pemiliknya Pak Asep. Sudah buka dari tahun 2001 dengan satu cabang di seberang jalan, masih di jalan baru. “Yang di Seberang sekarang sudah tutup, Pak. Rupanya lokasinya terlalu dekat ke warung ini, Pak,” kata pelayan yang menggeber sate.

Asap dari sate yang dibakar mengepul ke udara tertiup angin malam. Aroma harum sate yang dibakar semakin membuat kami lapar. Duh.

Tak lama, pesanan pun tersaji. Masing-masing kami mendapat 5 tusuk sate bertoping bumbu kacang yang kental dan kecap manis serta seporsi nasi putih pulen. Tak lupa ditemani kerupuk blek putih. Dalam sekejap, makanan habis. Keempukan daging, kegurihan rasa, menyatu. Sate Sadu memang legendaris.

Malam pun semakin larut. Kami pulang dengan perut kenyang ke arah Soreang. Mobil-mobil dari arah Ciwidey sing belesat kencang karena jalananan kosong. Mobil kami melewati RS Hermina lagi. “Semoga lekas sembuh, Kawan,” kata kami dalam hati.

Kami berjanji kapan-kapan akan datang lagi ke warung sate Sadu ini karena penasaran ingin mencicipi gule kambingnya yang konon katanya enak. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)