Mari Membenahi Kota Bandung

5 menit baca
Eli Rusli
Ditulis oleh Eli Rusli diterbitkan
Tidak masuknya Kota Bandung ke dalam 10 Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan Tahun 2025 tidak mengherankan apabila keadaan kota masih seperti yang penulis uraikan di atas. (Sumber: Pexels/RESA GUMILAR)
Tidak masuknya Kota Bandung ke dalam 10 Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan Tahun 2025 tidak mengherankan apabila keadaan kota masih seperti yang penulis uraikan di atas. (Sumber: Pexels/RESA GUMILAR)

Universitas Indonesia (UI) telah merilis 10 Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan Tahun 2025. Dari daftar 10 kabupaten/kota tidak satu pun dari daerah Bandung Raya yang masuk ke dalam daftar tesebut.

Kota Bandung berada di peringkat ke-20, Kota Cimahi ke-28, Kabupaten Bandung ke-38, sedangkan Kabupaten Bandung Barat tidak tercantum dalam 71 kabupaten/kota dari 23 provinsi yang turut serta.

Mengapa tidak satu pun dari kabupaten/kota di Bandung Raya, khususnya Kota Bandung tidak masuk ke dalam 10 besar Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan Tahun 2025. Padahal Kota Bandung termasuk salah satu kota yang menarik wisatawan dari luar kota.

Dari enam kategori penilaian yaitu penataan ruang dan infrastrukrur, energi dan perubahan iklim, tata kelola sampah dan limbah, tata kelola air, akses dan mobilitas, dan tata pamong/governance, penulis hanya akan menguraikan berdasarkan pengalaman dan sudut pandang penulis sebagai warga Kota Bandung.

Di jaman Ridwan Kamil menjadi Walikota Bandung, ruang terbuka hijau dan fasilitas bagi masyarakat dibuka di beberapa wilayah Kota Bandung. Taman-taman tematik berdiri dan menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas warga Kota Bandung. Berdasarkan survei tahun 2017, indeks kebahagiaan Kota Bandung meningkat. Namun seiring waktu taman-taman itu kurang terawat dan perlahan-lahan mulai ditinggalkan.

Satu masalah yang tidak tuntas hingga sekarang adalah pengelolaan lahan bekas Palaguna Plaza di seberang alun-alun Kota Bandung. Lokasinya yang berada di tengah-tengah kota tentu menjadi titik poin bagi penilaian tata ruang kota. Pemkot Bandung dan Pemda Jabar, sebagai pemilik lahan harus segera menyelesaikan masalah ini. Sok atuh rék dijieun naon? Yang penting buat kepentingan warga Kota Bandung.

Mengapa Kota Bandung tidak sesejuk dulu? Tahun 1988 ketika penulis menginap di kosan kakak di Ledeng tidak berani mandi pagi. Sebagai urang Ciamis yang bercuaca panas, mandi di Kota Bandung seperti mandi dengan air kulkas. Pun demikian ketika penulis kuliah di IKIP/UPI pertengahan tahun 90-an. Air tanah mengalir dengan deras dan dingin. Namun pada tahun ini juga menulis mulai menyaksikan pembangunan pemukiman di kawasan Dago. Sawah-sawah dan kebun yang menghampar di kawasan Cipaku perlahan-lahan menjadi kawasan perumahan elite.

Perubahan iklim di Kota Bandung tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang melegalkan pembangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU). Kawasan Bandung Utara yang dulunya hijau kini bertebaran vila-vila, pemukiman, dan perkebunan. Rék teu hareudang kumaha atuh cicing di Bandung. Acan mun hujan, cileuncang jeung banjir dimana-mana.

Masalah sampah? Bandung mah juara, beberapa kali Kota Bandung menjadi lautan sampah? Setiap kali TPA Sarimukti ada ‘masalah’ pasti akan berimbas kepada tumpukan sampah di Kota Bandung. Pemkot Bandung sebenarnya tidak diam, ada program Kang Pisman, mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Rumah Maggot, dan lain-lain. Namun bertambahnya penduduk dan partisipasi warga Kota Bandung dalam mengelola sampah masih kurang. Masih ada warga nu miceun runtah sangeunahna. Ini yang mungkin mengurangi penilaian terhadap Kota Bandung.

Kecamatan Lengkong adalah ruang hidup yang terus bergerak, menyimpan potensi wisata dan bisnis yang menjanjikan, sekaligus menjadi cermin keberagaman dan kreativitas warganya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Kecamatan Lengkong adalah ruang hidup yang terus bergerak, menyimpan potensi wisata dan bisnis yang menjanjikan, sekaligus menjadi cermin keberagaman dan kreativitas warganya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Dalam hal akses dan mobilitas, Kota Bandung masih seperti benang pajeujeut. Bahkan TomTom Traffic menjatuhkan vonis Kota Bandung sebagai kota termacet nomor satu di Indonesia dan temacet ke-12 di dunia tahun 2024. Tahun 90-an dimana angkutan kota masih merajai jalanan Kota Bandung, titik-titik macet tidak sebanyak sekarang. Penulis masih bisa menghitung dengan tepat harus pergi jam berapa supaya sampai tepat waktu di tempat yang dituju. Sekarang menghitung seperti itu tidak bisa dilakukan.

Contoh terbaru kemarin pada saat ada acara Pasar Seni ITB 2025 dan Karnaval Asia Afrika 2025. Karena banyak pengunjung dan penutupan jalan terjadi kepadatan lalu lintas. Sekedar pembanding, dulu ketika Persib bermain di Stadion Siliwangi, ada acara musik di Gasibu/Gedung Sate, dan acara di Saparua, sama-sama terjadi kemacetan tetapi tidak seperti ini. Yang membedakan, dulu warga Kota Bandung datang ke sebuah acara itu kebanyakan menggunakan angkutan umum sehingga kemacetan tidak melebar kemana-mana.

Sekarang, saking melubernya kendaraan pribadi di jalanan Kota Bandung kemacetan hampir terjadi setiap hari di beberapa titik kota. Berbagai kebijakan seperti ajakan supaya warga Kota Bandung kembali menggunakan angkutan umum sepertinya kurang digubris. Padahal kunci utama untuk mengurangi bahkan menghilangkan kemacetan di Kota Bandung adalah dengan menggunakan angkutan umum. Jalan layang ditambah atau melebarkan jalan tetap tidak akan menyelesaikan masalah kemacetan di Kota Bandung karena volume kendaraan juga semakin bertambah.

Dalam Koran Sunda Galura edisi III Oktober 2025, wartawan senior Abdullah Mustappa dalam kolom Bakekok, mengajak kembali menggunakan sepeda. Selain mengurangi polusi juga dapat mengurangi kemacetan. Namun beliau sangsi, kebiasaan naik sepeda yang populer di negara-negara eropa tidak akan bisa diterapkan di Kota Bandung. Alasannya, pertama sifat gumenak masih melekat pada bangsa kita. Kelas status sosial yang tinggi diukur dengan besarnya materi, contohnya memiliki kendaraan. Kedua sifat gengsi jika bepergian harus menggunakan kendaraan umum.

Tambahan untuk Pemkot Bandung, tolong lihat jalur sepeda yang tahun lalu digali buat penanaman kabel bawah tanah. Meski sudah ditutup, angger wé jalanna rarinjul tidak seperti dulu lagi. Lihatlah jalur sepeda di Jalan Aceh, seperti rata padahal tidak rata. Picilakaeun.

Tidak masuknya Kota Bandung ke dalam 10 Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan Tahun 2025 tidak mengherankan apabila keadaan kota masih seperti yang penulis uraikan di atas. Perlu regulasi yang tepat serta kesadaran warga agar merasa memiliki Kota Bandung. Cing atuhlah ari nyaah ka Kota Bandung mah minimal tong miceun runtah sangeunahna, trotoar dipaké parkir, dan lain-lain.

Meski penulis kurang mengetahui detail indikator penilaian untuk memperoleh penghargaan tersebut, dengan tidak masuknya Kota Bandung ke dalam 10 besar menjadi warning buat Kang Farhan dan Kang Erwin. Bahwa Kota Bandung menjadi tujuan wisata memang betul tetapi masih banyak yang harus dibenahi.

Semoga hasil penilaian ini memacu pemkot dan masyarakat Kota Bandung untuk lebih peduli lagi dengan kotanya. Dan sebagai warga Kota Bandung kita tidak usah berkecil hati karena meski tidak masuk ke dalam sepuluh besar, Kota Bandung tetap nomor satu di antara kabupaten/kota se-Bandung Raya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Eli Rusli
Tentang Eli Rusli
Menulis cerita pendek dan opini dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!