Indonesia dan Premanisme, Saat Taraf Hidup Meningkat maka Tekananan akan Datang

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi Aksi Premanisme di Pasar. (Sumber: Gambar oleh AI)
Ilustrasi Aksi Premanisme di Pasar. (Sumber: Gambar oleh AI)

Saya selalu merasa hidup di Indonesia itu penuh dengan serba salah. Ketika miskin hidup sangat jauh dari kesejahteraan. Jangankan mengharapkan akses pendidikan dan kesehatan yang layak, untuk sekedar mendapat makan sehari 1 kali juga sudah bersyukur. Tapi ketika masyarakat berusaha meningkatkan taraf hidup lewat berdagang maka ancaman tekanan dari berbagai pihak akan datang.

Seringnya pemerintah abai dengan fakta masyarakat yang jauh dari kata sejahtera. Namun ketika masyarakat mulai mencari cara sendiri untuk hidup lebih baik, maka pemerintah mendadak muncul dan berwujud melalui tagihan kantor pajak. Tidak cukup sampai disana, tekanan juga muncul dari masyarakat kalangan bawah yang tidak memiliki pekerjaan.

Sebagian tindakan dari mereka yang berstatus sebagai pengangguran melalui aksi kekerasan dan pungutan liar sering dikatakan sebagai premanisme. Berbagai tindakan seperti penganiayaan, pemerasan, perampasan, pemalakan, pengeroyokan hingga intimidasi menjadi ciri khas yang dilakukan oleh preman-preman tersebut.

Berdasarkan video yang dilansir dari tiktok ayobandung.com, memperlihatkan aksi premanisme yang dialami oleh warung makan milik aktor Epy Kusnandar dalam film Preman Pensiun. Dalam video tersebut terlihat istri dari Epy sempat adu mulut dengan seorang pria yang diduga sebagai preman. Di tengah warung yang baru dirintisnya selama beberapa hari tersebut, Karina menangis karena usaha dan jerit payahnya diganggu oleh aksi premanisme.

Fenomena itu menyiratkan bahwa aksi premanisme di Indonesia memang nyata dan hampir menerpa semua kalangan. Mulai tingkat terkecil saat membuat surat pengantar Rt/Rw ada uang untuk rokok. Membuka warung kecil-kecilan didatangi sejumlah orang yang meminta uang keamanan. Saat melamar kerja terdapat sejumlah calo yang meminta uang pelicin dengan janji penerimaan kerja.

Ilusrtasi premanisme. (Sumber: Pexels/Pixabay)
Ilusrtasi premanisme. (Sumber: Pexels/Pixabay)

Supir angkot yang ditodong untuk membayar sejumlah permen dan botol air kemasan meski tidak memesan. Premanisme menjelma menjadi tukang parkir yang memberikan tarif tidak masuk akal contohnya tukang parkir warung bu imas yang meminta uang parkir sebanyak Rp. 30.000. Hingga tingkat perguruan tinggi premanisme tetap saja hadir. Ia hanya berubah wujud dan berlindung dibalik biaya konsumsi ujian tapi terkirim ke rekening atas nama pribadi.

Dilansir dari kompas.com istilah premanisme sebetulnya sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Saat itu preman di kenal dengan istilah jagoan. Pada zaman tersebut di tengah perkebunan di Medan, kehadiran vjirman (preman) saat itu sangat ditakuti oleh para pengusaha Belanda. Preman secara sengaja dikembangkan oleh para pekerja perkebunan untuk melawan kesewenang-wenangan para pengusaha dengan cara tidak manusiawi.

Namun istilah preman mulai bergeser ke arah negatif sejak orde baru di tahun 70-an. Kondisi perekonomian yang sulit membuat sejumlah preman melakukan pemerasan kepada masyarakat secara umum. Narasi preman yang awalnya sebagai perlawanan berubah menjadi dunia yang identik dengan kriminal dan kekerasan.

Premanisme seolah sudah mendarah daging menjelma menjadi budaya yang sering dinormalisasi keberadaannya karena sebuah ketakutan. Banyak dari masyarakat akhirnya diam dan mengamini permintaan para preman karena memilih untuk tidak berkonflik. Padahal diam tidak selamanya emas karena kadang kelompok tersebut menilai kita takut dan tidak bisa melawan. Pada akhirnya aksi premanisme akan terus berlanjut dan diturunkan kepada generasi selanjutnya.

Saya pribadi pernah memiliki pengalaman berhadapan dengan para preman di tempat usaha. Kelompok ini biasanya datang secara berkelompok dengan penampilan yang sedikit memberikan tekanan kepada lawan bicaranya. Preman tersebut meminta dana uang keamanan kalau usaha yang saya jalankan mau terbebas dari razia polisi.

Mereka mengaku akan menjadi backing jika terjadi sesuatu dengan usaha yang sedang saya jalankan. Meski sedikit gemetar saya coba untuk menolak tawaran tersebut karena saya merasa bahwa usaha yang saya jalankan sudah sesuai dengan aturan dinas terkait dan tidak melakukan aksi buruk yang sempat dituduhkan. Preman tersebut masih berusaha menanyakan sejumlah nama obat-obat tertentu (obat yang rawan disalahgunakan) yang bisa dijadikan sebagai alasan untuk mem-backing usaha saya.

Namun dengan tegas saya mengatakan tidak menjual obat-obat yang dimaksudkan dan menolak segala bentuk backingan karena saya merasa tidak butuh dengan semua itu. Selama usaha yang saya jalankan sesuai dengan aturan dinas terkait tentunya saya tidak akan pernah tersandung kasus razia yang mereka biasa bicarakan.

Melawan di tengah ketakutan memang tidak mudah. Perlu sikap tenang untuk melawan aksi-aksi premanisme yang menjamur di lingkungan. Setelah debat yang cukup panjang terjadi akhirnya mereka menyerah dan tidak pernah kembali untuk melakukan aksi premanisme.

Aksi premanisme juga bisa dilawan dengan cara menanyakan setiap acara atau kegiatan yang mereka atas namakan dengan proposal. Membaca proposal secara kritis bisa membuat kita tidak memberikan uang secara cuma-cuma. Jika acaranya memang terlihat tidak masuk akal maka kita harus berani menolak memberikan bantuan. Bukan karena kita tidak empati tapi supaya kelompok yang bersangkutan tidak menganggap semua pihak yang mendapat iming-iming proposal mudah mereka bohongi.

Sejauh ini aksi premanisme memang tidak akan pernah selesai jika kita mengharapkan sejumlah aparat dan pejabat negara. Karena aksi premanisme memang sudah mengakar dari hulu hingga ke hilir. Satu-satunya cara yang paling realistis adalah sikap kita sebagai masyarakat yang belajar untuk menolak segala bentuk kesewenang-wenangan dengan berkata tidak.

Kesadaran dari setiap individu yang ada di masyarakat sangat diperlukan untuk memutus tindak premanisme yang selama ini sudah dinormalisasi. Perubahan seringkali membuat kita menggebu-gebu untuk melakukan perubahan yang besar. Padahal perubahan besar tidak akan pernah ada tanpa perubahan kecil yang dimulai sejak dini.

Spirit untuk menolak ketidakadilan lambat-laun akan berjalan dari hal-hal kecil menuju hal-hal yang besar. Mulai saat ini mari bersama-sama bersinergi memutus rantai tindak premanisme dari lingkungan terkecil yang ada dalam keluarga dan lingkungan sekitar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)