Pentingkah Green City Metric bagi Clean Government?

6 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)

Salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Universitas Indonesia dengan mencetus UI Green City Metric perlu diapresiasi, agar program-program pembangunan di kota/kabupaten di Indonesia, bisa lebih terukur dan sistematis.

Lantas, kenapa perlu diadakan pemeringkatan untuk kota/kabupaten tersebut? Pemeringkatan ini tentu tidak semata diukur dengan adanya pembangunan berskala besar. Tetapi menggunakan sebuah indikator standar yang akhirnya kota/kabupaten tersebut layak disebut sebagai berkelanjutan.

UI Green City Metric adalah pemeringkatan oleh Universitas Indonesia yang menilai keberlanjutan kota/kabupaten di Indonesia, menggunakan enam indikator utama:

  1. Penataan ruang & infrastruktur
  2. Energi & perubahan iklim
  3. Tata kelola sampah & limbah
  4. Tata kelola air
  5. Akses & mobilitas
  6. Tata pamong / governance (pemerintahan, partisipasi, transparansi).

Berikut 10 besar dari UI Green City Metric rangking 2024 beserta beberapa catatan penting masing‑masing:

  1. Kota Kediri, memimpin dalam pemeringkatan 2024. (detail praktik spesifik untuk Kediri belum sebanyak Surabaya/Semarang dipublikasikan, tapi skor tinggi menunjukkan kinerja baik di indikator ruang, mobilitas, pengelolaan air / limbah).
  2. Kota Madiun peringkat tinggi: menunjukkan kota ini sudah melakukan transformasi dalam beberapa aspek keberlanjutan.
  3. Kota Blitar, menunjukkan keberhasilan di pengelolaan sampah, ruang kota, mungkin mobilitas.
  4. Kota Semarang, banyak diketahui memiliki praktik konkret: green building codes, transportasi publik (Trans Semarang), revitalisasi kota lama, jalur hijau, program mangrove, dan lain-lain.
  5. Kabupaten Wonogiri, unggul di indikator “energi & perubahan iklim”. Artinya kabupaten ini melakukan langkah‑langkah konkret dalam adaptasi/mitigasi iklim.
  6. Kota Pariaman, memiliki praktik seperti Mangrove Park & penangkaran penyu yang dikembangkan sebagai bagian dari ekowisata & konservasi.
  7. Kota Banjarbaru, kota dari Kalimantan Selatan ini menunjukkan performa yang baik di UI Green City Metric, terutama dalam aspek lingkungan & sosial.
  8. Kota Salatiga, termasuk kota menengah yang performanya konsisten baik di indikator ruang, mobilitas, governance.
  9. Kota Medan , kota besar yang menghadapi tantangan besar, tapi tersertifikasi dalam 10 besar menunjukkan ada kemajuan dalam pengelolaan kota sehingga lebih berkelanjutan.
  10. Kota Jambi, memenuhi berbagai indikator hingga masuk 10 besar.

Baca Juga: Bandung dan Paradoks Keberlanjutan: Antara Data, Fakta, dan Kesadaran Warga

Dari beberapa kota di atas, berikut adalah detail praktik nyata yang memperlihatkan bagaimana keberlanjutan dijalankan:

Kota Surabaya dipilih sebagai kota paling berkelanjutan versi UI Green City Metric Award 2025. Pengelolaan sampah sangat baik: angka pengelolaan sampah mencapai sekitar 99,13%. Ada juga model komunitas, bank sampah, dan kampung zero waste.

Surabaya dijadikan kota percontohan untuk proyek SETI (Sustainable Energy Transition in Indonesia), terutama pada efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan di bangunan.

Infrastruktur publik diperluas, pelayanan administrasi semakin digital, program‑sosial untuk lansia dan anak yatim dikuatkan.

Kota Semarang dengan Green building codes diimplementasikan, dengan target penghematan energi & air dalam bangunan. Transportasi publik diperkuat: Trans Semarang memiliki beberapa koridor utama, feeder, dan regulasi alokasi anggaran untuk subsidi transportasi publik minimal 5%.

Revitalisasi Kota Lama dengan konsep ramah pejalan kaki, upaya pengurangan kendaraan bermotor di area heritage, dukungan terhadap mobilitas hijau. Program mangrove, penghijauan, urban farming, inovasi material kemasan ramah lingkungan (contoh: penggunaan bioplastik dalam program Perdu Semerbak) sebagai upaya memperkuat ketahanan ekologis dan keamanan pangan lokal.

Lokasi pembangunan rumah deret (rudet) Tamansari hasil penggusuran warga. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Lokasi pembangunan rumah deret (rudet) Tamansari hasil penggusuran warga. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)

Meskipun banyak kemajuan, masih ada tantangan yang harus dihadapi:

  1. Skala & distribusi — Kota besar/mekarpolotan punya masalah sampah, polusi, kepadatan, banjir, yang kompleks. Kota menengah / kabupaten terkadang tidak punya kapasitas sumber daya keuangan / teknis sebanyak kota besar.
  2. Perubahan perilaku masyarakat — Kebiasaan membuang sampah sembarangan, penggunaan kendaraan pribadi, pemakaian air dan energi yang tidak efisien membutuhkan partisipasi aktif warga.
  3. Pendanaan & investasi — Teknologi hijau, infrastruktur ramah lingkungan, transportasi publik memerlukan biaya tinggi.
  4. Regulasi & koordinasi — Antar perangkat daerah, pemerintah pusat dan lokal, masyarakat, sektor swasta harus sinkron, regulasi yang jelas dan penegakan yang konsisten diperlukan.

Masih banyak peluang untuk mengadopsi model‑kolaboratif seperti Surabaya (Hexa Helix: pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, media, dan sebagainya).

Pemanfaatan energi terbarukan, pembangunan bangunan hijau, konservasi alam, mangrove, ruang terbuka hijau. Transportasi hijau, mobilitas berkelanjutan, integrasi angkutan umum, koridor hijau.

Selain Surabaya dan Semarang, berikut ini yang masuk 10 rangking UI Green City Metric adalah:

Kota Madiun, memiliki kelebihan atau keunggulan:

  1. Penghargaan di banyak kategori. Madiun meraih empat penghargaan sekaligus di UI Green City Metric 2025: sebagai Kota paling berkelanjutan peringkat kedua nasional, serta penghargaan khusus di bidang Energi & Perubahan Iklim (peringkat tiga), Tata kelola sampah & limbah (peringkat kedua), dan Akses & Mobilitas (peringkat pertama). Ini menunjukkan bahwa Madiun tak hanya kuat di satu aspek, tapi cukup seimbang di berbagai indikator.
  2. Implementasi TPA berkelanjutan & wisata edukatif. TPA Winongo dikembangkan menjadi TPA yang ramah lingkungan dan edukatif. Pengunjung bisa melihat pengelolaan sampah, tidak hanya sebagai fasilitas pembuangan, tapi juga sebagai sarana pembelajaran. Kolaborasi dengan akademisi (seperti ITS) untuk memperkuat pengelolaan sampah, pemilahan sampah, pengendalian kualitas air/udara, dan manajemen lingkungan.
  3. Smart City & Perencanaan Partisipatif: Madiun cukup cepat dalam mengimplementasikan program Smart City. Nilai evaluasi Smart City‑nya cukup tinggi dalam konteks nasional. Pemerintah daerah rutin melakukan musyawarah rencana pembangunan, konsultasi publik, dan mengikutsertakan masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Isu strategis yang disusun mencakup kualitas SDM, transformasi ekonomi, tata kelola pemerintahan yang baik, dan infrastruktur yang berkelanjutan.
  4. Target lingkungan & pengelolaan sampah yang ambisius. Target “Madiun Bebas Sampah 2027” yang melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, masyarakat, dan OPD terkait. Program pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber, serta edukasi kepada masyarakat.

Di samping itu, tantangan yang perlu ditingkatkan:

  1. Skala dan pemeliharaan infrastruktur. Meskipun smart city dan infrastruktur sudah diprioritaskan, tantangan sering muncul dalam pemeliharaan jangka panjang, operasional dan pembiayaan berkelanjutan dari fasilitas yang sudah dibangun. Ini umum terjadi di banyak kota yang berkembang pesat. Belum ada data spesifik publik tentang isu kegagalan layanan, tapi perlu dipastikan ketersediaan anggaran & SDM untuk operasional.
  2. Perlunya peningkatan kesadaran & partisipasi masyarakat secara meluas. Meskipun ada program sampah dan edukasi, agar target seperti bebas sampah dan manajemen limbah berjalan efektif, keterlibatan masyarakat di tingkat RT/RW dan rumah tangga sangat penting. Perubahan perilaku (misalnya pemilahan sampah, konsumsi plastik sekali pakai) sering kali butuh waktu dan konsistensi.
  3. Akses & Mobilitas: Madiun menang di kategori akses dan mobilitas, tetapi sebagai kota kecil/middle scale, mobilitas publik yang intensif & ramah lingkungan (transportasi umum, jalur pejalan kaki / sepeda, fasilitas publik yang mudah diakses) perlu terus dikembangkan agar bisa skala besar. Misalnya, jumlah rute transportasi publik, kualitas dan kenyamanan angkutan, integrasi antar moda, dan pengelolaan kemacetan.
  4. Lingkungan cuaca, kebersihan udara, dan mitigasi perubahan iklim. Walaupun sudah ada penghargaan di bidang energi dan perubahan iklim, kota‑kota seperti Madiun tetap harus menghadapi isu polusi udara, siklus hujan ekstrem, banjir sesaat, manajemen drainase, dan urban heat island. Adaptasi iklim (misalnya ruang terbuka hijau, pohon peneduh, sistem saluran air yang baik) harus terus diperkuat.

Baca Juga: Permasalahan Sampah Styrofoam di Kota Bandung

Di samping 3 kota dalam paparan ini, masih ada 7 kota lainnya, yang masuk daftar pemeringkatan UI Green City Metric. Tetapi tentunya kota atau kabupaten lainnya yang bersaing untuk bisa masuk dalam rangking 10.

Kita berharap agar Kota Bandung yang dikenal sebagai kota bunga atau juga Kabupaten Bandung, di tahun depan dapat bersaing masuk dalam kategori 10 besar. Tetapi ini semua bergantung bagaimana pemerintahan daerah mendorong dan mendukung ke arah itu.

Lantas, untuk mendorong ke arah itu tentu sangat bergantung kepada kebijakan-kebijakan politik para pemangku kepentingan. Dalam hal ini, bagaimana kesiapan infrastruktur dan suprastruktur yang ada. Dalam sudut pandang masyarakat, pemerintahan yang bersih (clean government) adalah kunci untuk merealisasikan rencana dan program pembangunan daerah.

Maka, penciptaan Green City Metric itu juga sangat berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan pemerintah daerah. Yang akhirnya, dalam analisis logika bisa menciptakan kondisi pemerintahan yang bersih. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)