Halte Bus Bandung: Wajah Buram Transportasi Publik

3 menit baca
tsaqifa dhiyaul hawa
Ditulis oleh tsaqifa dhiyaul hawa diterbitkan
Kondisi halte yang basah dan minim pencahayaan pada malam hari di Halte Tegalgea, Jl. Moch. Toha, Kec. Regol, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tsaqifa Dhiyaul Hawa)
Kondisi halte yang basah dan minim pencahayaan pada malam hari di Halte Tegalgea, Jl. Moch. Toha, Kec. Regol, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tsaqifa Dhiyaul Hawa)

Di era gempuran transportasi umum, masyarakat Kota Bandung juga ingin merasakan hal yang sama. Sayangnya, transportasi umum di Kota Bandung masih belum layak untuk beroperasi. Sejak peluncuran inovasi baru Teman Bus pada tanggal 27 Desember 2021 hingga saat ini masih banyak halte bus yang jauh dari kata layak, tidak memenuhi standar yang seharusnya seperti pada halte Tegalega, Jl. Moch. Toha, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat.

Keterbatasan fasilitas publik seperti halte yang tidak terawat menunjukkan bahwa Kota Bandung tidak memberikan perhatian yang cukup kepada pengguna transportasi umum. Hadirnya program Bandung Smart City dan dorongan kepada masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, dengan buruknya keadaan titik transit ini, membuat masyarakat enggan untuk menggunakan transportasi umum. 

Masalah utama yang sangat terlihat oleh saya saat menggunakan Trans Metro Jabar adalah kondisi fisik halte yang sangat memprihatinkan. Halte tidak memiliki atap bahkan dinding sekalipun hanya ada kursi yang basah dan dipenuhi oleh dedaunan basah, sehingga fungsi halte sebagai tempat singgah dan berlindung pun hilang.

Data juga menunjukkan bahwa skala pada masalah ini cukup besar, dengan jumlah halte di Kota Bandung yang berlimpah yaitu dengan jumlah keseluruhan mencapai 228 unit halte dengan berbagai macam kondisi yang mayoritas halte dilaporkan buruk dan kurang terakses oleh masyarakat (Sumber: Data Dinas Perhubungan Kota Bandung).

Bahkan penanda bus stop pun kurang diperhatikan, seperti posisi nya di area ramai, atau penanda bus stop yang terhalang pohon. Dengan angka yang besar ini menunjukkan bahwa upaya revitalisasi harus dilakukan secara masif dan terstruktur. 

Faktor keamanan menjadi masalah besar berikutnya, terutama keadaan halte pada malam hari. Banyak halte bus yang ditelantarkan begitu saja tanpa lampu. Keadaan seperti ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kejahatan, seperti perampokan hingga pelecehan yang membuat penumpang terutama wanita dan orang tua merasa was-was dan terancam. 

Wali Kota Bandung, M. Farhan juga melupakan aksesibilitas. Hampir sebagian besar halte di Kota Bandung tidak memiliki fasilitas yang ramah penyandang disabilitas, seperti jalur khusus kursi roda atau ramp. Ini menunjukkan bahwa perencanaan fasilitas publik tidak dirancang dengan baik, seolah-olah layanan publik hanya untuk orang-orang yang bertubuh sempurna. 

Bus Damri di halte Jalan Elang Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Bus Damri di halte Jalan Elang Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Halte-halte di Kota Bandung juga dianggap tidak memberikan informasi yang cukup. Jadwal kedatangan yang tidak ada membuat penumpang tidak bisa memprediksi kapan bus selanjutntya akan datang. Halte seharusnya mempunyai waktu akurat kapan bus tiba bukan membuat penumpang menunggu dengan ketidakpastian. 

Dengan kondisi halte yang buruk secara tidak langsung menciptakan kesan negatif kepada masyarakat yang menjadikan minat masyarakat terhadap transportasi umum berkurang. Meskipun pemerintah kota sudah berupaya keras agar masyarakat mengurangi kendaraan pribadi dan mulai menggunakan transportasi umum agar tingkat kemacetan berkurang, masyarakat akan enggan menggunakan transportasi umum yang mereka anggap tidak aman dan kurang terawat.

Sebagai kepala Kota Bandung, M. Farhan seharusnya memandang revitalisasi halte sebagai investasi penting, bukan sekadar biaya operasional. Halte yang terawat dan nyaman adalah hak masyarakat dan halte yang nyaman juga merupakan indikator kemajuan serta keberpihakan sebuah kota terhadap layanan publik yang berkualitas.

Baca Juga: DAMRI Bukan Bus Sultan, tapi Padat Merayap seperti Cintaku Padamu

Langkah perbaikan harus dilakukan secara total dan komprehensif. Memperbaiki halte secara fisik, memberi pencahayaan yang seharusnya, dan menambahkan kamera CCTV untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang. 

Selain itu, pria kelahiran 1970 ini perlu melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses evaluasi dan perawatan halte. Partisipasi masyarakat melalui sistem pelaporan cepat, forum warga, atau aplikasi pengaduan akan membantu Wali Kota Bandung mendapatkan informasi secara real time dan lebih akurat. Dengan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, revitalisasi halte tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menumbuhkan rasa memiliki di kalangan masyarakat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

tsaqifa dhiyaul hawa
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)