Reysa Raditya Putra, Raih Prestasi Hoki lewat Pilihan Kedua

8 menit baca
Ainna Raihana Hanifah
Ditulis oleh Ainna Raihana Hanifah diterbitkan
Reysa Raditya Putra, Ujung Sebelah Kanan (Sumber: Reysa Raditya Putra)
Reysa Raditya Putra, Ujung Sebelah Kanan (Sumber: Reysa Raditya Putra)

Reysa Raditya Putra, siswa asal SMA Mekar Arum ini menorehkan kebanggaan yang gemilang lewat prestasinya di cabang olahraga hoki. Hoki yang ia anggap layaknya obat pelipur lara saat ia gagal masuk anggota paskibraka.

Lewat hoki yang ia pikir adalah pilihan kedua, tapi dari hoki lah yang justru pembuka awal baginya untuk bertumbuh dan menemukan passion yang ia cinta. Lewat Hoki Reysa atau yang akrab disapa Rey ini berhasil meraih juara 2 Invitasi Hockey kategori U-19 Putra Bupati Cup 2025.

“Sebenernya awalnya itu hoki itu second choice. Awalnya aku itu fokusnya di paskibraka. cuman sayang banget nggak lolos dan patah hati,  jadi diobati sama hoki, jadi hoki itu berarti banget buat aku dan yang ngasih aku banyak prestasi sejauh ini” Jelasnya.

Perhatian dari guru olahraga Rey yang menjadi batu loncatan pertemuannya dengan hoki. Saat itu ia masih duduk dibangku kelas 10 semester 1. Sudah menjadi hal lumrah bagi seorang guru untuk memperhatikan setiap potensi siswanya tanpa terlewat sedikitpun, meski hanya skill yang masih terbilang kecil, tapi dengan adanya perhatian lebih, bukan tak mungkin kelak dikemudian hari akan menjadi pembuka prestasi. Rey yang kala itu diajak oleh guru olahraganya untuk mencoba bermain hoki, karena dirasa sayang jika kemampuan Rey hanya diperuntukkan bermain sepak bola.

“Pas baru masuk kesini pas kelas 10. Nah pas kelas 10 aku punya guru olahraga Aku tuh di bidang futsal agak mencolok. Cuman kata beliau ‘kayanya kamu sayang deh kalo misalnya difutsal’. Terus aku diajak hoki. Pas pertama kali aku nyoba pas kelas 10 semester 1. Dirasa-rasa kayanya seru deh. Aku mulai ngerasa ada passionya” Ujarnya.

Reysa Raditya Putra Juara 1 Men U-15 Category Bandung Indoor Hockey Championship International Tournament (Sumber: Instagram sma_mekar_arum)
Reysa Raditya Putra Juara 1 Men U-15 Category Bandung Indoor Hockey Championship International Tournament (Sumber: Instagram sma_mekar_arum)

Sejak SMP Rey sudah mengenal eksistensi cabang olahraga ini, hanya ia merasa, jalan dan kesempatan terasa nihil dari cabang olahraga yang memang untuk saat ini masih terasa asing.

“Sebenernya dari SMP juga udah tau, cuman kayanya, dimana ya kalo mau latihan hoki, belum dapet jalannya” Tambahnya.

Keberadaan hoki yang masih asing di Indonesia yang justru menurutnya semakin memperluas kesempatan untuk mencapai prestasi-prestasi di cabang olahraga ini. Kurangnya popularitas menjadikan alasan Rey, karena baginya ini bisa ia jadikan strategi karena minimnya peminat sehingga memudahkan Rey setiap kali ada proses seleksi masuk tim hoki.

“Pertama karena hoki itu di Indonesia belum terlalu rame, jadi kesempatan jadi atlit itu tinggi lah. Masih banyak kesempatannya, jadi aku mending take a risk lah, jadi mending aku ambil aja. Jadi kalo ada seleksi gitu saingannya nggak terlalu banyak. Kalau sepak bola mah kan udah mainstream lah ya. Kalo ini mah kan kaya cabang olahraga yang masih mau berkembang” Tuturnya.

Skill mumpuni Rey rupanya terdengar sampai telinga seorang pelatih hoki. Pelatih hoki tersebut merupakan kakak dari guru olahraganya. Pelatih tersebut biasanya akan mengadakan seleksi untuk tim yang akan mewakili kota Bandung dalam turnamen hoki.

“Biasanya tuh coachnya adain seleksi. Misalnya nanti kamis ada seleksi buat turnamen. Kebetulan  Pelatihnya itu kakaknya dari guru olahraga aku” Imbuhnya.

Jalan masa depannya sudah memberikan setitik tujuan utama yang harus ia capai di hidupnya. Maka kesempatan ini tak boleh ia sia-siakan. Rey mau tak mau harus menyeimbangkan waktu sekolahnya dengan Latihan. Membaginya semaksimal mungkin agar keduanya tidak saling merugikan di kemudian hari, menjaga agar seimbang dan tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.

“Kebetulan Latihan hokinya tuh dari pulang sekolah biasanya jam 16.30 atau jam 17.00. Biasanya beresnya jam 08.00 atau jam 09.00 malem. Jadi pulang sekolah, sekolah kan pulang jam 2 siang. Jam 2 biasanya aku makan dulu, kalo ada tugas dikerjain dulu sedikit, lalu aku langsung Latihan. Nah abis latihan lantujin lagi tugas, jam 10.00 nya tidur, repeat. Latihannya kebetulan aku tuh kan ada dua tempat, yang pertama ada di SMA 27 Bandung, sama di gor Cikutra” Jelasnya.

Pertandingan demi pertandingan mulai Rey sambangi. Berbagai event pertandingan hoki menjadi cikal bakal bukan hanya untuk menguji kelihaiannya bermain hoki, namun  juga merupakan ajang bagi mental di jiwanya. Rasa takut gagal, takut mengecewakan kawan satu tim membungbung menjadi satu. Maka disinilah Rey merasakan arti kegagalan.

Kali pertama ia mengikuti turnamen. Rey sadar bahwa dirinya orang baru di timnya, sensasi baru mengikuti sebuah pertandingan hoki yang tak pernah sekalipun ada dalam benaknya menghadirkan perasaan yang tak biasa. Pengalaman yang selama ini ia peroleh belum cukup untuk mengeluarkan potensinya dengan maksimal. Ia pun tak memungkiri pada saat itu kekurangnya ini berujung hanya bisa mendapatkan penghargaan perunggu.

“Kegagalan pasti selalu meliputi, kegagalan yang bener-bener aku anggep gagal tuh pas pertama kali aku ikut turnamen. Karena aku tuh kan orang baru disana, belum terlalu terbiasa, jadi aku masih banyak kurangnya. Alhasil karena aku kurang pengalaman, jadi aku kalah di semifinal dan cuman dapet perunggu. Kebetulan eventnya di adain di SMA 27 Bandung. Itu juga antar kota”. Ungkapnya.

Kekurangan Rey tak ia jadikan persoalan untuk membuatnya terpuruk meratapi kegagalan yang telah lewat. Kegagalan ini ia jadikan pemantik api dalam dirinya untuk semakin terus menggali dan mencari apa yang salah. Tak ragu ia meminta sang pelatih untuk memberinya Latihan tambahan. Meski berisiko membuat fisiknya lebih Lelah dan menyita waktu yang seharusnya ia gunakan untuk berlibur. Beginilah cara yang ia gunakan untuk bangkit dari kegagalan.

“Cara aku bangkit lagi, setelah banyak kesalahan yang aku lakuin setelah event itu, kan harusnya libur dulu, aku langsung minta ke coach aku secara japri, boleh minta latihan tambahan nggak buat aku, karena aku ngerasa kurang puas. Kalo misalnya abis gagal tuh aku selalu minta latihan tambahan. Biasanya cuman aku sendiri” Jelasnya.

Selain kegagalan, perjuangan juga memberinya arti bahwa lelahnya latihan selama ini belum tentu cukup untuk menandingi kehebatan tim-tim dari kota lain. Rey mengira bahwa dirinya dan kawan-kawan sudah cukup ketika latihan. Tapi siapa yang berani bertaruh kalau tim dari kota lain mungkin berlatih lebih keras sehingga kehebatannya seakan sulit untuk dikalahkan.

“Perjuangannya sih capek-capek menyenangkan. Udah mah kan lawan-lawannya udah pada jago-jago. Disana lawannya ada banyak, ada Tangerang, ada Tangerang selatan, terus banyak. Kayanya si perjalannya susah gitu, padahal kita pas latihan udah ngerasa cukup, tapi pas disana ternyata kita masih banyak kurangnya juga” Tambahnya.

Salah satu momen tak terlupakannya adalah saat event yang di adakan di Universitas Negeri Jakarta. Saat itu Rey menjadi penjaga gawang. Momen saat ia dan timnya melawan kota Kudus.

“Eventnya kebetulan di UNJ, nah eventnya tuh besar banget, aku di semifinal lawan kota Kudus, kebetulan dapat penalti kota Kudusnya, kebetulan aku kan kiper, aku berhasil nepis, sumpah kaya pengen nangis banget, untung nggak gol. Kalo masuk ya gagal final” Tuturnya.

Hoki mungkin saat ini memilki arti besar di hidup Rey. Peran-peran orang terdekatnya pun tak pernah surut membersamai Rey. Dari guru olahraganya, yang walaupun sudah tidak mengajar di sekolahnya, beliau tetap memberinya support moral dan nasihat-nasihat yang Rey akan ingat baik-baik di benaknya. Beliau percaya bahwa kesempatan Rey jauh lebih banyak. Lolosnya Rey untuk maju di ajang PORPROV 2026 menandakan bahwa harapan itu ada. PON pun Rey jadikan salah satu impian di hidupnya.

“Pertama dari guru olahraga aku di sekolah, walaupun udah nggak ngajar lagi, tapi tetep support aku, beliau bilang ‘kesempatan kamu masih banyak, kamu PORPROV juga ikutan, berarti PON juga berarti bisa’. Kebetulan aku juga udah seleksi buat PORPROV 2026 dan alhamdulillah lolos. Sama dari pelatih kiper aku, beliau juga bilang ‘terus Rey, aa disini ngelatih kamu supaya dapet pencapaian tertinggi sampai kamu masuk timnas” Ujarnya dengan bangga.

Hoki yang dalam permainannya bermain dengan bentuk tim juga memberikan arti lain dalam hidup Rey selain ambisinya untuk menjadi seorang atlet. Kawan-kawan yang kompak, solid, saling mengusahakan komunikasi satu sama lain berjalan lancar. Aris, Abay dan Taufik, kawan setim Rey, mereka yang menjadikan Rey merasa diterima kehadirannya, merangkul dan membuat Rey tak terasingkan karena mereka sama-sama memiliki tujuan dan impian yang sama.

“Komunikasi didalam lapangan atau di luar lapangan. Bahkan dengan komunikasi yang udah ada ciri khasnya pake kode-kode, karena kita dilapangan kompak, selalu kumpul, selalu bareng-bareng, nggak ada masalah pribadi, masalah keluarga dibawa kelapangan, jadi kita main dalam keadaan fresh. Terus juga ada temen yang berarti buat aku, Aris, Abay, Taufik. Soalnya mereka pertama kali aku kesana kenal sama mereka, mereka itu open sama aku. Jadi seru” Jelasnya.

Orang tua yang sudah barang tentu mensupport sang anak. Awalnya Rey merasa kesulitan untuk meyakinkan kedua orang tuanya karena mereka menginginkan Rey untuk fokus pada hal akademik. Tapi Rey meyakinkan mereka bukan hanya dengan kata-kata manis namun ia juga membuktikan bahwa jika ia memiliki hal yang  ingin ia tunjukkan dan banggakan kepada orang tuanya bahwa non akademik pun tetap bisa diseimbangkan. Apresiasi dari sekolah pun tak absen untuk Rey. Sekolah pun memberi beasiswa berupa gratis spp untuk memberi support atas jerih payah Rey mengharumkan nama sekolah dan kotanya.

“Alhamdulillah aku dapet beasiswa, gratis spp, dari orang tua selalu nyemangatin walaupun awalnya nyuruh aku buat fokus akademik, tapi aku berusaha ngeyakinin mereka bahwa akademik sama non akademik bisa diseimbangin” Ujarnya dengan bersemangat.

Langkah-langkah Rey kedepannya sudah sedikit demi sedikit tergambar, bahwa ia ingin berkarir di cabang olahraga hoki. Motivasinya ini berangkat dari pemain pemain hoki kota Bandung yang sudah melebarkan sayapnya di berbagai negara.

“Kan banyak banget pemain bandung yang udah banyak banget ke luar negeri. Udah ada yang main Thailand dan China. Terus aku peluang buat ikut PON itu tinggi, soalnya umur aku pas PON 2028 tuh bener-bener pas” Pungkasnya.

Hoki mungkin jadi pilihan kedua, tapi dari hoki lah seorang Reysa Raditya Putra bisa membuka gerbang masa depannya untuk semakin banyak memperoleh prestasi yang membanggakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)