Bekerjalah dengan Hati: Kisah Inspiratif Lina Herlinawati, Sosok Pemimpin yang Humanis

5 menit baca
Tantia  Nurwina
Ditulis oleh Tantia Nurwina diterbitkan
Lina Herlinawati saat menerima piagam penghargaan dari Baznas Jawa Barat (Sumber: Dari Lina Herlinawati, setelah sesi wawancara selesai | Foto: Bagian media Baitulmaal Muamalat)
Lina Herlinawati saat menerima piagam penghargaan dari Baznas Jawa Barat (Sumber: Dari Lina Herlinawati, setelah sesi wawancara selesai | Foto: Bagian media Baitulmaal Muamalat)

Di balik keberhasilan berbagai program sosial yang dijalankan Baitulmaal Muamalat (BMM) Jawa Barat, ada sosok perempuan tangguh yang memimpin dengan hati dan menebarkan kehangatan di setiap langkahnya. Ia adalah Lina Herlinawati, perempuan asal Bogor, berdarah Jerman dan Pakistan yang lahir pada tahun 1977. 

Siang itu, suasana kantor BMM Jawa Barat terasa hangat. Di tengah ruangan sederhana yang dipenuhi canda, tawa dan aroma makanan, Lina duduk di antara para stafnya. Sesekali ia menyendok lauk sambil menimpali obrolan ringan tentang kegiatan hari itu. Tak ada jarak antara pemimpin dan staf, semua larut dalam kebersamaan, menikmati momen sederhana dengan perbincangan yang mengalir tanpa rasa canggung. 

Menurut Rini, salah satu staf BMM, Lina dikenal sebagai sosok yang mampu menghadirkan kenyamanan bagi siapa pun di sekitarnya. Ada ketenangan yang terasa setiap kali ia berbicara dan kehangatan yang muncul dari caranya bersikap. Tak heran jika para staf BMM kerap menjadikannya tempat berbagi cerita, bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga persoalan pribadi.

Gaya kerja Bu Lina cenderung hangat dan membimbing. Dengan sifatnya yang keibuan, Bu Lina mampu menciptakan suasana kerja yang nyaman dan penuh empati. Ia mengutamakan kerja sama, komunikasi terbuka dan perhatian terhadap kesejahteraan tim, sehingga setiap anggota merasa dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi dengan maksimal.

Ucapannya menggambarkan bagaimana Lina menyeimbangkan ketegasan seorang pemimpin dengan kelembutan seorang pembimbing, membuat siapa pun di bawah arahannya merasa dihargai sekaligus didorong untuk berkembang. 

Di balik wajahnya yang teduh dan penuh ketenangan, Lina menyimpan perjalanan hidup yang kaya pengalaman. Sejak kecil ia tumbuh bersama sang nenek, ditempa oleh didikan disiplin dan nilai kemandirian yang membentuk karakternya hingga kini. Ia terbiasa hidup sederhana dan bertanggung jawab, belajar bahwa setiap perjuangan membawa pelajaran. Saat beranjak dewasa, Lina sering berpindah kota mengikuti pekerjaan sang ayah. Perjalanan itu menumbuhkan keteguhan hati dan empati yang kini menjadi fondasi kepemimpinannya. 

Bertahun-tahun ia berkarier di dunia perbankan hingga mencapai posisi mapan. Namun di tengah kesibukan itu, hatinya terpanggil untuk menempuh jalan sosial. “Saya sudah berjanji, di usia 50 tahun saya harus terjun ke dunia sosial untuk membantu sesama. Karena, selain bekal duniawi, bekal akhirat juga harus saya persiapkan,” ungkapnya. Pengalaman panjang di dunia kerja membuatnya peka terhadap realitas dimana banyak orang yang membutuhkan bantuan, tapi belum tersentuh oleh pemerintah maupun mereka yang berkecukupan. Niat tulus itulah yang akhirnya membawa ia untuk bergabung dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) Jawa Barat, lembaga yang kini menjadi rumahnya dalam menebar kebaikan. 

Menariknya, baru tiga bulan bekerja di bagian Funding, Lina sudah menunjukkan dedikasi dan etos kerja yang tinggi. Sikapnya yang disiplin, lembut, tegas dan penuh empati membuatnya dipercaya menjadi Ketua BMM Jawa Barat. Selain itu, menurut Dini, salah satu staf BMM, Lina merupakan sosok yang senantiasa memberikan contoh dan menebarkan energi positif.

Beliau selalu mengingatkan untuk bekerja dengan hati dan selalu semangat dalam menebar kebaikan. Beliau juga memberikan contoh lewat dirinya yang penuh semangat dan menularkan energi positif.

Ucapan itu bukan sekadar pujian, melainkan gambaran nyata tentang sosok pemimpin yang menuntun dengan teladan. Dengan ketulusan dan semangat yang ia pancarkan, Lina menjadikan suasana kerja di BMM bukan sekadar ruang profesional, melainkan lingkungan yang hangat dan penuh makna. 

Kedekatannya dengan staf tidak membuatnya kehilangan wibawa. Lina tetap tegas dan konsisten terhadap prinsip, tapi selalu menyampaikannya dengan cara yang lembut. Bagi para staf, ia merupakan sosok ibu yang mendidik anaknya juga sebagai kepala yang memposisikan dirinya yang pengertian, perhatiaan, tegas dan disiplin.

Filosofi hidup yang dipegangnya sederhana tapi mendalam, pemimpin tidak boleh kehilangan hati. Baginya, lembaga sosial bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ladang pahala dan ruang ibadah.

Bekerjalah dengan hati, karena yang dilakukan dengan hati akan sampai ke hati orang lain.

Kalimat itu menjadi napas kepemimpinannya di setiap kegiatan, baik di kantor maupun di lapangan. Ketika ditanya siapa sosok yang menjadi panutan dalam kepemimpinannya, Lina tidak ragu menyebut nama Rasulullah saw. Baginya, Rasul adalah teladan sejati yang memimpin dengan hati, lembut, adil dan penuh kasih. Ia berusaha meneladani cara Rasulullah memperlakukan umatnya. Mendengarkan dengan empati, menegur dengan kasih dan bekerja bersama tanpa merasa lebih tinggi.

Saya ingin seperti Rasulullah, menjadi seorang pemimpin yang tidak hanya dihormati, tapi juga dicintai

Nilai-nilai itu yang kemudian ia bawa ke BMM, memimpin bukan untuk disegani, tapi untuk menumbuhkan semangat dan kebaikan dalam setiap hati yang ia bimbing.  Kepemimpinan Lina juga terlihat dari keberaniannya menembus batas. Di bawah arahannya, BMM Jawa Barat menjalankan berbagai program sosial yang menyentuh kelompok-kelompok yang jarang diperhatikan, seperti halnya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), komunitas punk, ojek online, hingga para veteran. Ia tak sekadar memberi instruksi, tapi turun langsung ke lapangan, bahkan ke pelosok yang sulit dijangkau.

Bu Lina bukan tipe pemimpin yang hanya menyuruh, tapi membersamai. Beliau turun langsung, memastikan semuanya berjalan dengan baik

Dari sana tumbuh semangat baru di tubuh BMM, semangat untuk tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi membangun hubungan kemanusiaan yang adil dan tulus. Lina memimpin dengan kelembutan yang berakar pada ketegasan. Wajahnya yang teduh, tutur katanya yang lembut, dan senyumnya yang hangat menciptakan suasana kerja yang nyaman. Tak heran jika banyak yang menggambarkan Lina sebagai pemimpin dengan energi positif yang menular ke semua orang di sekelilingnya. 

Kalau beliau menegur, caranya halus tapi mengena. Kita jadi introspeksi tanpa merasa disalahkan

Di balik gaya kepemimpinannya yang humanis, Lina juga berhasil meraih beberapa penghargaan, di antaranya sertifikasi Kepala PWK, Nazhir Wakaf dan penghargaan sebagai “Amil Teramah” julukan yang pas menggambarkan karakternya. Namun bagi Lina, penghargaan sejati bukan plakat di dinding, melainkan senyum dari penerima manfaat.

Kini, setelah lebih dari empat tahun memimpin BMM Jawa Barat, Lina Herlinawati menjadi simbol kepemimpinan yang humanis di dunia filantropi Islam. Ia membuktikan bahwa ketegasan dan kelembutan bisa berjalan berdampingan, bahwa menjadi pemimpin bisa dilakukan dengan kasih seorang ibu. Dari wajahnya yang teduh dan tutur katanya yang lembut, terpancar ketulusan yang membuat siapa pun merasa nyaman berada di dekatnya. Sosok seperti Lina bukan hanya menginspirasi karena jabatannya, tetapi karena caranya menebarkan kebaikan tulus dan sampai ke hati.

Kita ini bukan hanya bekerja untuk lembaga, tapi untuk menebar kebaikan pada sesama. Karena kebaikan yang datang dari hati akan kembali ke hati

Melalui kepemimpinan yang hangat dan penuh inspirasi, Lina Herlinawati telah menanamkan nilai keikhlasan, keteladanan dan semangat kekeluargaan yang akan terus hidup di BMM, bahkan setelah masa jabatannya usai. Ia mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang dicapai, tetapi dari seberapa dalam jejak kebaikan yang ditinggalkan di hati orang lain. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Tantia  Nurwina
Tentang Tantia Nurwina
Seorang mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang aktif menulis berita, artikel dan feature di media digital.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)