Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Bekerjalah dengan Hati: Kisah Inspiratif Lina Herlinawati, Sosok Pemimpin yang Humanis

Tantia  Nurwina
Ditulis oleh Tantia Nurwina diterbitkan Selasa 04 Nov 2025, 09:21 WIB
Lina Herlinawati saat menerima piagam penghargaan dari Baznas Jawa Barat (Sumber: Dari Lina Herlinawati, setelah sesi wawancara selesai | Foto: Bagian media Baitulmaal Muamalat)

Lina Herlinawati saat menerima piagam penghargaan dari Baznas Jawa Barat (Sumber: Dari Lina Herlinawati, setelah sesi wawancara selesai | Foto: Bagian media Baitulmaal Muamalat)

Di balik keberhasilan berbagai program sosial yang dijalankan Baitulmaal Muamalat (BMM) Jawa Barat, ada sosok perempuan tangguh yang memimpin dengan hati dan menebarkan kehangatan di setiap langkahnya. Ia adalah Lina Herlinawati, perempuan asal Bogor, berdarah Jerman dan Pakistan yang lahir pada tahun 1977. 

Siang itu, suasana kantor BMM Jawa Barat terasa hangat. Di tengah ruangan sederhana yang dipenuhi canda, tawa dan aroma makanan, Lina duduk di antara para stafnya. Sesekali ia menyendok lauk sambil menimpali obrolan ringan tentang kegiatan hari itu. Tak ada jarak antara pemimpin dan staf, semua larut dalam kebersamaan, menikmati momen sederhana dengan perbincangan yang mengalir tanpa rasa canggung. 

Menurut Rini, salah satu staf BMM, Lina dikenal sebagai sosok yang mampu menghadirkan kenyamanan bagi siapa pun di sekitarnya. Ada ketenangan yang terasa setiap kali ia berbicara dan kehangatan yang muncul dari caranya bersikap. Tak heran jika para staf BMM kerap menjadikannya tempat berbagi cerita, bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga persoalan pribadi.

Gaya kerja Bu Lina cenderung hangat dan membimbing. Dengan sifatnya yang keibuan, Bu Lina mampu menciptakan suasana kerja yang nyaman dan penuh empati. Ia mengutamakan kerja sama, komunikasi terbuka dan perhatian terhadap kesejahteraan tim, sehingga setiap anggota merasa dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi dengan maksimal.

Ucapannya menggambarkan bagaimana Lina menyeimbangkan ketegasan seorang pemimpin dengan kelembutan seorang pembimbing, membuat siapa pun di bawah arahannya merasa dihargai sekaligus didorong untuk berkembang. 

Di balik wajahnya yang teduh dan penuh ketenangan, Lina menyimpan perjalanan hidup yang kaya pengalaman. Sejak kecil ia tumbuh bersama sang nenek, ditempa oleh didikan disiplin dan nilai kemandirian yang membentuk karakternya hingga kini. Ia terbiasa hidup sederhana dan bertanggung jawab, belajar bahwa setiap perjuangan membawa pelajaran. Saat beranjak dewasa, Lina sering berpindah kota mengikuti pekerjaan sang ayah. Perjalanan itu menumbuhkan keteguhan hati dan empati yang kini menjadi fondasi kepemimpinannya. 

Bertahun-tahun ia berkarier di dunia perbankan hingga mencapai posisi mapan. Namun di tengah kesibukan itu, hatinya terpanggil untuk menempuh jalan sosial. “Saya sudah berjanji, di usia 50 tahun saya harus terjun ke dunia sosial untuk membantu sesama. Karena, selain bekal duniawi, bekal akhirat juga harus saya persiapkan,” ungkapnya. Pengalaman panjang di dunia kerja membuatnya peka terhadap realitas dimana banyak orang yang membutuhkan bantuan, tapi belum tersentuh oleh pemerintah maupun mereka yang berkecukupan. Niat tulus itulah yang akhirnya membawa ia untuk bergabung dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) Jawa Barat, lembaga yang kini menjadi rumahnya dalam menebar kebaikan. 

Menariknya, baru tiga bulan bekerja di bagian Funding, Lina sudah menunjukkan dedikasi dan etos kerja yang tinggi. Sikapnya yang disiplin, lembut, tegas dan penuh empati membuatnya dipercaya menjadi Ketua BMM Jawa Barat. Selain itu, menurut Dini, salah satu staf BMM, Lina merupakan sosok yang senantiasa memberikan contoh dan menebarkan energi positif.

Beliau selalu mengingatkan untuk bekerja dengan hati dan selalu semangat dalam menebar kebaikan. Beliau juga memberikan contoh lewat dirinya yang penuh semangat dan menularkan energi positif.

Ucapan itu bukan sekadar pujian, melainkan gambaran nyata tentang sosok pemimpin yang menuntun dengan teladan. Dengan ketulusan dan semangat yang ia pancarkan, Lina menjadikan suasana kerja di BMM bukan sekadar ruang profesional, melainkan lingkungan yang hangat dan penuh makna. 

Kedekatannya dengan staf tidak membuatnya kehilangan wibawa. Lina tetap tegas dan konsisten terhadap prinsip, tapi selalu menyampaikannya dengan cara yang lembut. Bagi para staf, ia merupakan sosok ibu yang mendidik anaknya juga sebagai kepala yang memposisikan dirinya yang pengertian, perhatiaan, tegas dan disiplin.

Filosofi hidup yang dipegangnya sederhana tapi mendalam, pemimpin tidak boleh kehilangan hati. Baginya, lembaga sosial bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ladang pahala dan ruang ibadah.

Bekerjalah dengan hati, karena yang dilakukan dengan hati akan sampai ke hati orang lain.

Kalimat itu menjadi napas kepemimpinannya di setiap kegiatan, baik di kantor maupun di lapangan. Ketika ditanya siapa sosok yang menjadi panutan dalam kepemimpinannya, Lina tidak ragu menyebut nama Rasulullah saw. Baginya, Rasul adalah teladan sejati yang memimpin dengan hati, lembut, adil dan penuh kasih. Ia berusaha meneladani cara Rasulullah memperlakukan umatnya. Mendengarkan dengan empati, menegur dengan kasih dan bekerja bersama tanpa merasa lebih tinggi.

Saya ingin seperti Rasulullah, menjadi seorang pemimpin yang tidak hanya dihormati, tapi juga dicintai

Nilai-nilai itu yang kemudian ia bawa ke BMM, memimpin bukan untuk disegani, tapi untuk menumbuhkan semangat dan kebaikan dalam setiap hati yang ia bimbing.  Kepemimpinan Lina juga terlihat dari keberaniannya menembus batas. Di bawah arahannya, BMM Jawa Barat menjalankan berbagai program sosial yang menyentuh kelompok-kelompok yang jarang diperhatikan, seperti halnya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), komunitas punk, ojek online, hingga para veteran. Ia tak sekadar memberi instruksi, tapi turun langsung ke lapangan, bahkan ke pelosok yang sulit dijangkau.

Bu Lina bukan tipe pemimpin yang hanya menyuruh, tapi membersamai. Beliau turun langsung, memastikan semuanya berjalan dengan baik

Dari sana tumbuh semangat baru di tubuh BMM, semangat untuk tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi membangun hubungan kemanusiaan yang adil dan tulus. Lina memimpin dengan kelembutan yang berakar pada ketegasan. Wajahnya yang teduh, tutur katanya yang lembut, dan senyumnya yang hangat menciptakan suasana kerja yang nyaman. Tak heran jika banyak yang menggambarkan Lina sebagai pemimpin dengan energi positif yang menular ke semua orang di sekelilingnya. 

Kalau beliau menegur, caranya halus tapi mengena. Kita jadi introspeksi tanpa merasa disalahkan

Di balik gaya kepemimpinannya yang humanis, Lina juga berhasil meraih beberapa penghargaan, di antaranya sertifikasi Kepala PWK, Nazhir Wakaf dan penghargaan sebagai “Amil Teramah” julukan yang pas menggambarkan karakternya. Namun bagi Lina, penghargaan sejati bukan plakat di dinding, melainkan senyum dari penerima manfaat.

Kini, setelah lebih dari empat tahun memimpin BMM Jawa Barat, Lina Herlinawati menjadi simbol kepemimpinan yang humanis di dunia filantropi Islam. Ia membuktikan bahwa ketegasan dan kelembutan bisa berjalan berdampingan, bahwa menjadi pemimpin bisa dilakukan dengan kasih seorang ibu. Dari wajahnya yang teduh dan tutur katanya yang lembut, terpancar ketulusan yang membuat siapa pun merasa nyaman berada di dekatnya. Sosok seperti Lina bukan hanya menginspirasi karena jabatannya, tetapi karena caranya menebarkan kebaikan tulus dan sampai ke hati.

Kita ini bukan hanya bekerja untuk lembaga, tapi untuk menebar kebaikan pada sesama. Karena kebaikan yang datang dari hati akan kembali ke hati

Melalui kepemimpinan yang hangat dan penuh inspirasi, Lina Herlinawati telah menanamkan nilai keikhlasan, keteladanan dan semangat kekeluargaan yang akan terus hidup di BMM, bahkan setelah masa jabatannya usai. Ia mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang dicapai, tetapi dari seberapa dalam jejak kebaikan yang ditinggalkan di hati orang lain. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Tantia  Nurwina
Seorang mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang aktif menulis berita, artikel dan feature di media digital.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)