Fenomena 'Street Photography' antara Batas Seni dan Privasi

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi Street Photography (Sumber: Gemini AI)
Ilustrasi Street Photography (Sumber: Gemini AI)

Fenomena fotografer "Ngamen" atau jalanan bisa kita temui pada beberapa event olahraga lari. Jika melihat keberadaannya hal ini bukan fenomena baru. Namun setelah cuitan dari Ismail Fahmi yaitu founder dari drone emprit viral--cerita ini akhirnya memantik pembicaraan di ruang digital dan menuai berbagai macam respon dari berbagai kalangan.

Ismail awalnya menceritakan pengalamannya ketika berlari di sekitar Palembang Icon Mall banyak sejumlah fotografer yang mendekatinya untuk memotret. Namun Ismail akhirnya merasa risih ketika fotografer tersebut melibatkan istrinya.

Saya pribadi pun pernah bersinggungan dengan fotografer ngamen itu saat mengikuti event lari yang diadakan oleh Yayasan Darul Hikam pada tahun 2024. Awalnya saya pikir fotografer tersebut sengaja disewa untuk kebutuhan dokumentasi para peserta lari. Namun setelah membaca spanduk atau tulisan dalam kertas yang tidak terlalu besar saya baru mengetahui bahwa ini adalah sebuah profesi.

Tak hanya itu bahkan saya menemui fotografer seperti ini ketika solo trip ke pantai yang ada di Yogjakarta. Niat liburan dan healing sejenak dari rutinitas orang-orang dan pekerjaan, justru kenyamanan terhadap liburan itu sendiri jadi hilang.

Beberapa fotografer bahkan terus mengikuti saya sambil terus menawarkan jasanya. Sampai pada akhirnya saya mengiyakan dan harus membayar sejumlah uang Rp.200.000 untuk semua foto yang sudah di potret. Gondoknya harga tersebut diberikan diakhir sesi foto karena fotografer yang bersangkutan selalu berkata "Iyah gampang mba soal harga mah nanti aja".

Kebanyakan dari fotografer tersebut terafiliasi dengan salah satu aplikasi atau web bernama FotoYu. Sebuah platform marketplace yang dibuat untuk sistem jual-beli foto dengan menggunakan teknologi AI. Teknologi ini akan membantu para pengguna untuk menemukan wajah dalam event tertentu yang pernah mereka ikuti.

Fotografi sebagai Seni

Fotografi bisa diartikan sebagai seni ketika setiap jepretan kamera bisa menyampaikan narasi dalam bentuk visual yang kaya rasa, sarat makna dan penuh dengan pengalaman. Fotografi memiliki kekuatan untuk menyampaikan informasi sekaligus emosi tanpa memerlukan kata-kata.

Dalam media sosial fotografi juga menjadi sebuah kebutuhan yang bisa menarik atensi dibandingkan dengan teks. Terlepas kebutuhan tersebut hanya untuk estetika belaka atau untuk tujuan komersial.

Selain itu fotografi juga bisa digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran mengenai beberapa isu penting seperti lingkungan dan kemanusiaan. Foto-foto mengenai kemiskinan yang terpotret oleh kamera di Afrika menunjukkan bagaimana kondisi masyarakat yang kelaparan di sebuah negara. Bagaimana foto-foto mengenai kejahatan kemanusiaan di Palestina memiliki efek yang besar untuk menggugah kepedulian seluruh masyarakat yang ada dunia.

Baca Juga: Dari Iseng Jadi Healing, Memukan Bahagia di Setiap Langkah Berlari

Dulu mungkin seorang fotografer akan memotret objek berwujud manusia ketika diminta oleh klien atau dalam sesi dokumentasi beberapa event yang dilaksanakan. Namun hari ini beberapa fotografer mencoba peruntungan lewat memotret objek manusia dalam ruang publik dengan harapan orang yang bersangkutan bisa membeli hasil karyanya.

FotoYu sebagai salah satu platform jual-beli foto memang tidak luput dari berbagai perhatian beberapa kalangan. Salah satunya yang membahas perihal enkripsi, meskipun FotoYu selalu membanggakan penggunaan enkripsinya, pihak FotoYu mengklaim bahwa beberapa teknisi terbaiknya masih bisa mengakses data dari akun pengguna.

Bahkan yang sangat menghawatirkan ketika FotoYu tidak menggunakan konsep keamanan zero-trust yang paling mendasar terutama untuk data berharga seperti biometrik.

Sejauh ini sebetulnya sudah ada peraturan perihal tidak boleh memotret tanpa izin terlebih jika dikomersilkan. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang No.28 Tahun 2018 tentang Hak Cipta. Dalam peraturan ini dijelaskan segala bentuk pengambilan foto tanpa izin dikategorikan sebagai pelanggaran hak privasi orang lain.

Hal ini juga sejalan dengan pelanggaran data privasi yang termasuk ke dalam Undang-Undang ITE Pasal 32 ayat 2 yang berisi pelarangan penyebaran konten tanpa izin sebagai bentuk intervensi terhadap data seseorang tanpa izin.

Meski seni adalah bentuk ekspresi jiwa yang paling bebas tapi manusia adalah objek yang memiliki nyawa dan tentunya memiliki hak untuk menolak untuk didokumentasikan terutama yang berkaitan dengan wajah seseorang.

Bahkan Ditjen Wasdig Komdigi telah wanti-wanti pra fotografer jalanan bisa terancam pidana jika melanggar batas hak privasi.

Setiap bentuk pemprosesan data pribadi, mulai dari pengambilan, penyimpanan, hingga penyebarluasan harus memiliki dasar hukum yang jelas, misalnya melalui persetujuan eksplisit dari subjek data. Alexander Sabar

Hal ini juga direspon oleh Gubernur Jakarta yaitu Pramono Anung yang mengatakan bahwa kegiatan memotret itu tidak memili larangan, hanya saja jika sudah memaksa orang lain maka ini bernilai melanggar batas privasi.

Fenomena yang didukung perkembangan teknologi AI memang dapat membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi generasi muda yang lebih mengedepankan pekerjaan dengan gaya fleksibilitas. Fenomena ini menciptakan lapangan pekerjaan baru karena foto-foto yang terkumpul bisa dijual melalui aplikasi.

Permasalahannya foto yang terlanjur dipotret bisa memiliki potensi penyalahgunaan dari oknum yang tidak bertanggung jawab untuk dijadikan fantasi seks. Terlebih sangat disayangkan ketika olahraga banyak didominasi oleh perempuan yang lagi-lagi menjadi bahan objek seksual.

Mungkin bagi fotografer setiap pelari merupakan kesempatan yang memiliki nilai jual. Namun bagi platform bisa saja foto tersebut dijadikan sebagai data mining yang tentu memiliki dampak positif dan negatifnya.

Meski kita harus pintar membaca peluang tapi jangan lupakan juga batas privasi orang lain-- apalagi untuk tujuan komersial. Meminta izin memang sepele tapi memiliki dampak yang besar bagi mereka yang menjadi subjek foto. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)