Belasan Bayi dari Kabupaten Bandung Dijual Rp16 Jutaan ke Singapura, Sindikat Gunakan Dokumen Bodong

3 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Ilustrasi. (Sumber: Unsplash | Foto: md rifat)
Ilustrasi. (Sumber: Unsplash | Foto: md rifat)

AYOBANDUNG.ID - Jika di Kabupaten Bandung Barat marak kasus pembuangan bayi karena alasan ekonomi, maka di Kabupaten Bandung sedang geger kasus penjualan belasan bayi ke Singapura.

Kasus yang sedang viral ini melibatkan jaringan sindikat yang lihai menyulap dokumen palsu agar aksinya bisa lolos dari pengawasan.

Polisi menyebut, setidaknya 25 bayi menjadi korban dalam jaringan ini. Dari jumlah tersebut, 15 bayi diketahui telah dibawa ke Singapura dengan iming-iming adopsi oleh pasangan suami istri dari negara tersebut. Harga yang ditawarkan untuk satu bayi? Antara Rp10 juta hingga Rp16 juta.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar sudah menangkap 13 pelaku. Mereka terdiri dari 12 perempuan dan satu pria. Tiga pelaku lainnya kini masuk daftar pencarian orang (DPO), dan satu di antaranya sudah kabur ke luar negeri.

Dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Kamis, 17 Juli 2025, seluruh tersangka dihadirkan. Mereka tampil dengan tangan diborgol, wajah tertunduk, dan sesekali menutup muka dari jepretan kamera wartawan. Suasana sunyi sesaat berubah ricuh saat salah satu pelaku perempuan melontarkan umpatan.

“Saya benci orang tuanya! Dia yang jual, dia juga yang lapor!” bentaknya, membuat suasana ruangan sesak oleh bisik-bisik kaget.

Ternyata, kasus ini memang bermula dari laporan penculikan yang dilayangkan oleh orang tua bayi. Tapi belakangan, penyelidikan polisi justru membongkar kenyataan berbeda: si pelapor sendiri menjual anaknya karena merasa dibayar lebih murah dari kesepakatan awal.

Pelaku utama berinisial AF mengaku menjalankan perekrutan lewat media sosial. Dia biasanya menyasar ibu muda atau keluarga yang sedang kesulitan ekonomi. Dengan dalih ingin mengadopsi anak karena belum dikaruniai keturunan, AF lalu membangun komunikasi lebih intens melalui WhatsApp.

Setelah terjadi kesepakatan, AF akan membawa sang ibu hamil ke bidan untuk memeriksa kehamilan. Jika waktu persalinan tiba, bayi langsung diserahkan ke tangan pelaku lain dalam jaringan, yang siap menampung dan mengurus dokumen.

Dari Kabupaten Bandung, para bayi digeser ke Jakarta, lalu ke Pontianak, Kalimantan Barat. Di sana, sindikat memalsukan berbagai dokumen seperti akta lahir, Kartu Keluarga, hingga paspor. Nama bayi dimasukkan ke KK palsu, seolah-olah mereka adalah anak kandung dari “orang tua sewaan”.

“Dokumen-dokumen ini dibuat di Pontianak oleh pelaku berinisial S,” ujar Kombes Pol Surawan, Direktur Ditreskrimum Polda Jabar.

Menurut Surawan, tersangka S juga punya tugas merekrut warga yang mau berpura-pura menjadi orang tua bayi. Mereka diberi imbalan antara Rp5 juta hingga Rp6 juta per bayi yang diurus.

Setelah dokumen rampung, para bayi dibawa ke Jabodetabek dan diterbangkan ke Singapura. Proses ini dilakukan berulang-ulang hingga akhirnya polisi berhasil membongkar jaringan dan menangkap 13 pelaku.

Pihak Imigrasi mengaku akan melakukan pemeriksaan internal. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyebut perlunya audit keterlibatan petugas di lapangan. "Mesti didalami apakah ada petugas kita yang terlibat atau tidak," ujarnya saat mengunjungi Kantor Imigrasi Bandung.

Dia juga mengakui bahwa modus yang digunakan para pelaku tergolong cerdik karena berkedok adopsi. "Itu yang membuat pengawasan menjadi lebih sulit," tambahnya.

Kini, pemerintah melalui Kementerian Imigrasi berjanji akan berkoordinasi lebih ketat dengan kepolisian agar ketiga DPO bisa segera ditangkap. Termasuk mengejar satu pelaku yang sudah lolos ke luar negeri.

Sementara itu, perhatian kini juga tertuju pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di Pontianak. Polda Jabar menyatakan akan memeriksa internal dinas tersebut, karena diduga dokumen palsu dibuat berulang tanpa terdeteksi.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyebut sudah ada perintah dari Menteri Dalam Negeri agar semua keterlibatan oknum Disdukcapil ditindak tegas.

"Ini sudah ada atensi dari Mendagri. Bila ada yang terlibat, harus segera ditindak. Dan permintaan itu juga ditujukan kepada kepolisian," tegas Hendra.

Saat ini, polisi masih melacak keberadaan empat bayi lain yang disebut-sebut sudah sempat dijual tapi gagal diberangkatkan ke luar negeri. Nasib keempat bayi ini masih menjadi misteri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)