'Brain Rot' dan Bioskop 10 Menit di Media Sosial

3 menit baca
Dary Fikriyyah
Ditulis oleh Dary Fikriyyah diterbitkan
Brain Rot Illustration (Source: Canva | Photo: Made by Canva)
Brain Rot Illustration (Source: Canva | Photo: Made by Canva)

Istilah “brain rot” ini menjadi salah satu kata baru yang banyak disebutkan di media sosial. Heaton (2024) menggambarkan brain rot sebagai efek negatif dari konten berkualitas rendah dan remeh yang tersebar di berbagai platform digital.

Fenomena ini mencakup dampak teknologi terhadap cara berpikir manusia dan kelelahan otak akibat konsumsi konten yang cepat, terus-menerus, serta minim refleksi.

Salah satu contohnya adalah video pendek yang berisi cuplikan film, spoiler ending, atau potongan scene.

Jalan Pintas Menuju 'Ending'

Video resume film menyajikan ringkasan poin-poin penting dari film berdurasi 1,5 - 2 jam dalam versi super singkat.

Biasanya video resume dikemas dalam durasi 15-30 menit. Inti film dapat dimengerti tanpa perlu menonton secara utuh.

Beberapa faktor pendorong video jenis ini banyak diminati yakni: memberikan pemahaman alur cerita secara instan; kemasan video yang ciamik; penyampaian narasi yang membuat kita merasa didongengi sehingga lebih menghibur; hingga terbukanya ruang diskusi di kolom komentar.

Hasilnya, kita merasa cukup tahu untuk bisa ikut mengikuti diskusi di media sosial maupun dunia nyata hanya bermodalkan ringkasan. 

Kepuasan Semu dan Dampaknya pada Otak

Platform media sosial saat ini membuat kita terbiasa menikmati konten dalam format pendek dan cepat. Informasi disampaikan dengan cara yang ringan dalam durasi sesingkat-singkatnya.

Tidak sedikit beberapa video dibagi menjadi “part-part” demi menjaga durasi tidak terlalu panjang. Lama-lama, ini bisa menciptakan kepuasan semu.

Kita dibuat merasa sudah tahu jalan cerita film, padahal belum benar-benar mengalami dinamika cerita secara penuh, seperti pembangunan karakter, emosi, dan sinematografi yang membentuk pengalaman secara utuh.

Apalagi, saat ini spoiler bukan lagi dianggap pelanggaran etika. Akibatnya, permintaan terhadap jenis konten ini terus meningkat dan menciptakan pasar baru bagi kreator konten.

Apa Dampaknya bagi Kita?

Salah satu karakter anomali brainrot, Tralalero tralala. (Sumber: Istimewa)
Salah satu karakter anomali brainrot, Tralalero tralala. (Sumber: Istimewa)

Menonton film bukan hanya hiburan, namun melibatkan emosi, fokus, dan kesabaran. Menyaksikan film di bioskop selama 1,5–2 jam dengan atmosfer gelap, layar lebar, dan aturan untuk tidak memainkan gadget, secara tidak langsung mampu “memaksa” kita untuk fokus dan tenggelam dalam cerita.

Emosi penonton dibangun perlahan seiring alur film, menciptakan keterlibatan yang lebih mendalam. Sebaliknya, kebiasaan menonton hanya dari video singkat bisa membuat kita terbiasa dengan pola pikir instan. Kita jadi lebih fokus pada hasil akhir, bukan proses.

Gao et al., (2025) menemukan bahwa bagian otak bernama OFC (orbitofrontal cortex) berperan dalam pengambilan keputusan impulsif dan pencarian kesenangan cepat. Saat menonton video pendek, bagian ini bisa teraktivasi lebih kuat karena kontennya sangat sesuai dengan minat kita. Volume OFC yang meningkat menunjukkan otak makin responsif terhadap gratifikasi instan.

Selain itu, DLPFC (dorsolateral prefrontal cortex)—bagian otak yang bertugas mengatur emosi, fokus, dan kontrol diri—juga bisa terganggu karena terlalu sering distimulasi oleh konten cepat. Akibatnya, kita bisa jadi lebih impulsif dan sulit fokus.

Apakah Kebiasaan Ini Selalu Buruk?

Konten resume film juga memiliki nilai positif. Misalnya, bisa membantu orang memutuskan apakah sebuah film layak ditonton, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau akses ke bioskop.

Bagi kreator, maraknya video resume dan review film mampu menarik audiens lebih luas yang ingin menikmati film secara utuh setelah resumenya dirasa menarik.

Namun, perlu diingat bahwa beberapa konten resume film berisi spoiler dan bahkan bisa melanggar hak cipta dan etika, terlebih jika film tersebut masih tayang di bioskop. 

Menjadi Penonton Bijak

Pada akhirnya, pilihan ada di tangan kita. Fenomena konten video resume film menunjukkan perubahan perilaku dalam menikmati film. Tidak ada yang salah dengan mencari efisiensi.

Namun sebuah karya seni akan lebih sempurna jika dinikmati secara utuh. Selain itu diperlukan peran pemerintah sebagai pembuat regulasi untuk menaruh perhatian terhadap fenomena ini agar karya kreatif tetap terlindungi.

Lebih dari itu, menonton film secara utuh, baik di bioskop atau layanan streaming adalah dapat menjadi momen untuk refreshing atau me time.

Karena, dalam era yang serba cepat ini, melambat sejenak dan menikmati proses bisa jadi bentuk perlawanan kecil terhadap budaya instan. (*)


Daftar Pustaka

  • Gao, Y., Hu, Y., Wang, J., Liu, C., Im, H., Jin, W., ... & Wang, Q. (2025). Neuroanatomical and functional substrates of the short video addiction and its association with brain transcriptomic and cellular architecture. NeuroImage, 307, 121029.

  • Heaton, B., 2024. “Brain Rot” Named Oxford Word of the Year 2024. Oxford University Press. https://corp.oup.com/news/brain-rot-named-oxford-word-of-the-year2024/. June 21st .

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)