10 Netizen Terpilih Desember 2025: Catatan Warga untuk Wali Kota Bandung

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Satpol PP Kota Bandung membongkar lapak pedagang yang berdiri semi permanen di atas trotoar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Satpol PP Kota Bandung membongkar lapak pedagang yang berdiri semi permanen di atas trotoar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

AYOBANDUNG.ID -- Redaksi Ayobandung.id pada 5 Januari 2026 resmi mengumumkan sepuluh penulis terbaik yang berhasil menorehkan karya-karya berkualitas di kanal Ayo Netizen sepanjang Desember 2025.

Pada edisi penutup tahun 2025 ini, tema "Catatan Warga untuk Wali Kota Bandung" menjadi wadah bagi warga Kota Bandung untuk menyampaikan pengalaman, keluhan, kritikan, dan apresiasi tentang layanan publik dan kondisi kota.

Semua catatan ditulis berdasarkan apa yang benar-benar dirasakan warga, dengan kritik yang disampaikan secara berimbang dan berbasis data.

Proses kurasi dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh artikel yang terbit selama periode tersebut, memastikan setiap tulisan yang terpilih merepresentasikan standar mutu yang dijunjung kanal ini.

Untuk menentukan para pemenang, tim redaksi menerapkan dua parameter utama dan satu faktor pendukung:

  • Pertama, kualitas tulisan yang mencakup kekuatan narasi, serta relevansi isu yang diangkat.
  • Kedua, jumlah pembaca akumulatif yang berhasil diraih setiap penulis—sebuah indikator penting mengenai sejauh mana tulisan mereka menjangkau publik.
  • Ketiga, produktivitas penulis dalam menerbitkan karya sepanjang Desember 2025.

Ketiga parameter tersebut diolah oleh redaksi untuk menentukan penulis dengan performa terbaik. Keputusan akhir yang ditetapkan tim redaksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Kemacetan bukan sekadar gangguan lalu lintas, tapi cerminan tata kelola kota yang belum sepenuhnya adaptif terhadap lonjakan urbanisasi dan perubahan perilaku mobilitas warganya. (Sumber: Ayobandung.id)
Kemacetan bukan sekadar gangguan lalu lintas, tapi cerminan tata kelola kota yang belum sepenuhnya adaptif terhadap lonjakan urbanisasi dan perubahan perilaku mobilitas warganya. (Sumber: Ayobandung.id)

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta:

Daftar Pemenang

1. Iwan Fauzi

Bandung 'Lautan Kendaraan': Salah Pemkot atau Memang Takdir Kota Wisata?

2. Abah Omtris

Surat Cinta untuk Bandung

3. Dudung Ridwan

Menagih Janji Saat Kampanye Kang Farhan: Mengapa Kota Bandung Raih Gelar Kota Termacet No. 1 di Indonesia?

4. Ibn Ghifarie

Mengeja Bandung Utama, Merawat Keragaman Agama

5. Kurniawan Abuwijdan

Ketika Sungai Tak Lagi Mampu Menampung Langit

6. Totok Siswantara

Mewujudkan Asa Bandung Teknopolis

7. Sukron Abdilah

DAMRI Bukan Bus Sultan, tapi Padat Merayap seperti Cintaku Padamu

8. Vito Prasetyo

Good Government dan Clean Government Bukan Sekadar Narasi bagi Pemkot Bandung

9. Shafwan Harits A

Nasib Naas Warga Sekitar Podomoro Park, Banjir Kiriman Jadi Rutinitas Musim Hujan

10. Fadya Rahma Syifa

Warga Bandung Risau, Taman Lansia Tak Ramah bagi Lansia

Selamat kepada seluruh pemenang! Terima kasih telah berkontribusi memberikan catatan kritis dan konstruktif untuk kemajuan Kota Bandung.

Resolusi untuk Bandung 2026 (Tema Januari)

Sejumlah bocah menaiki perahu saat banjir di Baleendah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Sejumlah bocah menaiki perahu saat banjir di Baleendah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)

Sebagai warga Bandung Raya—baik yang lahir, tinggal, bekerja, atau sekadar mencintai wilayah ini—kita semua punya mimpi tentang Bandung yang lebih baik. Mungkin jalan yang bebas macet, ruang publik yang lebih hijau, ekonomi kreatif yang makin berkembang, atau sekadar tetangga yang lebih ramah.

Ayo Netizen, pada Januari ini, mengajak kamu untuk menuangkan segala ihwal dalam tema besar: Resolusi untuk Bandung 2026.

Apa yang Bisa Kamu Tulis?

  • Perubahan apa yang ingin kamu lihat?
  • Kontribusi apa yang bisa kamu berikan?
  • Harapan apa yang kamu punya untuk Bandung kita?

Bentuk Tulisan

Tulis resolusimu dalam bentuk:

  • Opini tentang isu yang perlu diperhatikan
  • Cerita pengalaman atau observasimu di Bandung
  • Ide konkret yang bisa kita wujudkan bersama
  • Ajakan untuk gerakan positif di komunitas

Tidak perlu muluk-muluk. Kadang perubahan besar dimulai dari resolusi kecil—seperti komitmen untuk tidak buang sampah sembarangan, lebih peduli UMKM lokal, atau aktif di komunitas lingkungan, dan pelbagai hal baik lainnya.

Mari bersama-sama membuat Bandung 2026 lebih baik, dengan resolusi yang akan diwujudkan kemudian!

Tertarik bergabung dengan komunitas Ayo Netizen? Panduan lengkapnya dapat dilihat di halaman yang telah disediakan.

Kirimkan karya terbaik dan raih kesempatan menjadi penulis pilihan pada periode berikutnya.

Untuk informasi tambahan, saran, maupun kendala teknis, silakan menghubungi redaksi melalui email: [email protected]. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)