Warga Bandung Risau, Taman Lansia Tak Ramah bagi Lansia

2 menit baca
Fadya Rahma Syifa
Ditulis oleh Fadya Rahma Syifa diterbitkan
Taman Lansia menjadi titik fokus ditengah hijau kota Bandung. Citarum, Kota Bandung, Jumat 28 November 2025. (Sumber: Fadya Rahma Syifa | Foto: Fadya Rahma Syifa)
Taman Lansia menjadi titik fokus ditengah hijau kota Bandung. Citarum, Kota Bandung, Jumat 28 November 2025. (Sumber: Fadya Rahma Syifa | Foto: Fadya Rahma Syifa)

Wali Kota Bandung M. Farhan resmi membuka kembali Taman Lansia pada November 2025 setelah proses revitalitas selesai. Meskipun telah diperbaiki, sejumlah warga Bandung menyampaikan kekhawatiran taman ini karena belum sepenuhnya ramah bagi para lanjut usia di Jl. Cisangkuy, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung.

Bayu Juanda, selaku penjual yang sudah bertahun-tahun di kawasan Taman Lansia mengamati lansung kesulitan pengunjung lansia.

“Setiap hari saya melihat lansia kesulitan melangkah di jalur licin dan sempit,” ujar pria ini.

Ia melihat banyak pengunjung tua berjalan pelan sambil beberapa kali berhenti karena merasa jalur yang tersedia belum benar‑benar ramah.

Sejumlah pengunjung lansia yang datang pada hari-hari pertama pembukaan menilai pengalaman mereka di taman tersebut masih jauh dari ideal. Mereka mengeluh jalur yang belum sepenuhnya bersahabat, fasilitas duduk yang kurang nyaman, serta suasana keamanan yang dianggap belum benar-benar menenteramkan.

Tempat duduk taman tersusun rapi dan modern, namun material keras dan tidak ada sandaran membuat pengunjung lansia merasa cepat pegal. “Bangku yang keras dan tidak punya pegangan membuat lansia tidak nyaman beristirahat lama di sini,” keluh pria berbaju terang ini.

Selain itu, jarak di area tempat duduk dengan toilet dinilai terlalu jauh bagi para pengunjung lanjut usia. Mereka mesti berjalan cukup lama sehingga keluarga yang mendampingi  mengurangi durasi kunjungan agar orang tua tidak kelelahan. Oleh sebab itu, penempatan bangku istirahat tambahan beserta pegangan di jalur ke toilet sangat esensial untuk mencegah lansia mengalami kelelahan.

Suasana yang tenang di Taman Lansia ini semakin sepi pengunjung, Citarum Kota Bandung, Jumat 28 November 2025 (Sumber: Fadya Rahma Syifa | Foto: Fadya Rahma Syifa)
Suasana yang tenang di Taman Lansia ini semakin sepi pengunjung, Citarum Kota Bandung, Jumat 28 November 2025 (Sumber: Fadya Rahma Syifa | Foto: Fadya Rahma Syifa)

Dari sisi lain, keamanan suasana taman juga belum sepenuhnya membuat pengunjung merasa tenang dan aman, terutama ketika sepi menjelang sore. Penerangan di beberapa sudut taman masih belum merata sehingga menimbulkan kerisauan bagi lansia yang berjalan pulang. Karenanya, perlu diterapkan pencahayaan yang merata, pengawasan petugas sepanjang waktu, dan pemasangan kamera pengintai untuk mencegah gangguan dari oknum. “

Pernah ada oknum datang meminta uang dengan cara tidak sopan, hal seperti itu jelas bikin orang takut kembali lagi,” ucap pria tersebut.

Warga sekitar menilai dengan besarnya anggaran revitalisasi, seharusnya Taman Lansia bisa menjadi contoh ruang publik yang benar-benar ramah lansia. Warga Bandung mengharapkan Wali Kota Bandung M. Farhan perbaikan lanjutan yang fokus pada aksesibilitasi jalur, kenyamanan pengunjung, jarak fasilitas pendukung, dan penguatan pengamanan di lapangan.

Melihat berbagai catatan tersebut, Masyarakat dan pelaku usaha kecil di sekitar taman berharap pemerintah kota membuka ruang dialog dengan komunitas lansia. Mereka ingin Taman Lansia tidak hanya indah di foto peresmian, tetapi juga sungguh-sungguh fungsional bagi orang tua yang ingin beristirahat dan bersosialisasi dengan tenang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fadya Rahma Syifa
Mahasiswi S1 Digital Public Relations 2024 Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)