Nongkrong di Malabar, Rasa Tenang Lebih dari Sekadar

3 menit baca
Jelita Maheswari
Ditulis oleh Jelita Maheswari diterbitkan
Puing sisa bangunan Stasiun Radio Malabar berlokasi di Jl. Gn. Puntang, Pasirmulya, Kec. Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa barat, 2 November 2025. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Jelita Maheswari)
Puing sisa bangunan Stasiun Radio Malabar berlokasi di Jl. Gn. Puntang, Pasirmulya, Kec. Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa barat, 2 November 2025. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Jelita Maheswari)

Udara dingin yang memeluk lembut berpadu dengan keindahan alam yang menyejukkan pandangan. Di antara Gunung Malabar dan Gunung Haruman,  tersimpan harta sejarah yang kini hidup kembali lewat langkah generasi muda yang mencari ketenangan. Siapa sangka, di balik hijaunya pepohonan, tersimpan sisa Stasiun Radio Malabar. Terletak di Jl.. Gn. Puntang, Pasirmulya, Kec. Banjaran, Kabupaten Bandung, bersejarah yang kini menjadi ruang bagi generasi muda untuk kembali terkoneksi dengan alam.

Seiring waktu, kawasan Stasiun Radio Malabar kini menjadi saksi tumbuhnya budaya baru di kalangan muda. Puing-puing bangunannya yang tersisa berpadu dengan hijaunya alam Gunung Puntang, menghadirkan suasana tenang yang kerap dijadikan tempat melepas penat.Bukan lagi pusat transmisi seperti masa jayanya dahulu, area ini kini bertransformasi menjadi ruang pertemuan antara sejarah dan kebiasaan modern.

Kaum muda datang dengan secangkir kopi, kamera di tangan, dan cerita di kepala. Mereka duduk bersandar di bawah rindangnya pepohonan, berbagi tawa, atau sekadar menikmati sunyi. Di sini, nongkrong bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan cara baru untuk merasakan kedekatan dengan alam dan sejarah yang masih bernafas di antara reruntuhan Stasiun Radio Malabar.

Mayla, salah satu pengunjung Stasiun Radio Malabar, mengaku terkesan dengan pemandangan alam yang memanjakan mata dan menenangkan hati. Sisa puing-puing bangunan yang kini tak lagi berdiri megah dinilainya bukan sebagai gangguan, melainkan sebagai nilai tambah yang justru menjadi keunikan dari wisata alam tersebut. Baginya, di balik reruntuhan itu tersimpan kisah panjang tentang kejayaan masa lalu yang kini berpadu dengan ketenangan alam pegunungan, menciptakan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain.

“Jujur unik sih karena kan disini ngopi tapi bisa sambil liat-liat juga disana ada apa, kalo bosen duduk disini bisa juga pindah duduk di sisa puing bangunan itu,” ujarnya pada Minggu (2/10/2025).

Menempuh jarak sekitar satu jam tiga puluh menit dari pusat kota, perempuan berambut merah tersebut mengaku perjalanannya menuju Stasiun Radio Malabar dilandasi keinginan untuk kembali terhubung dengan alam sekaligus menenangkan pikirannya dari hiruk pikuk kehidupan kota. Ia bercerita, selama perjalanan menuju kawasan pegunungan itu, hamparan hijau pepohonan dan udara sejuk yang perlahan menyapa membuatnya merasa seperti sedang meninggalkan beban kota sedikit demi sedikit. 

Pengunjung Stasiun Radio Malabar berlokasi di Jl. Gn. Puntang, Pasirmulya, Kec. Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa barat, 2 November 2025. (Sumber: Pribadi | Foto: Jelita Mahesawari)
Pengunjung Stasiun Radio Malabar berlokasi di Jl. Gn. Puntang, Pasirmulya, Kec. Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa barat, 2 November 2025. (Sumber: Pribadi | Foto: Jelita Mahesawari)

Baginya, ada perbedaan yang nyata antara sekadar nongkrong di tengah keramaian kota dan duduk santai di alam terbuka. Di kota, setiap percakapan sering terselip oleh notifikasi dan suara kendaraan, sementara di alam, keheningan justru menghadirkan kedekatan yang lebih tulus. Ia menilai bahwa nilai lebih dari suasana di Stasiun Radio Malabar terletak pada ketiadaan sinyal yang membuatnya bisa melamun tanpa distraksi, tertawa lebih lepas, dan berbagi cerita hangat bersama teman-temannya di bawah langit yang tenang.

“Lebih berasa deket sama temen-temen terus ada ruang buat diri sendiri yang nggak mikirin kehidupan kota sih,” ceritanya dengan penuh kesenangan.

Tatang Setiadi, pengelola wisata Stasiun Radio Malabar, berpendapat bahwa meningkatnya minat pengunjung tak lepas dari kehadiran kedai kopi Berg yang dikelola pihak swasta di bawah Perhutani Alam Wisata. Menurutnya, kedai tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena mampu menghadirkan suasana yang akrab dan hangat di tengah kesejukan alam pegunungan. Namun, Tatang menekankan bahwa nilai utama dari wisata Stasiun Radio Malabar bukan sekadar tempat bersantai, melainkan bagaimana pengunjung dapat kembali terkoneksi dengan alam dan berbincang lebih intim dengan sesama.

“Kenapa rame? ya balik lagi ke filosofi dan fungsi dari Nagara Puntang, hangat untuk mengobrol dan menikmati alam,” ujar Tatang.

Di tengah derasnya arus kehidupan modern, Stasiun Radio Malabar seolah menjadi ruang jeda bagi siapa pun yang ingin bernafas lebih pelan. Tempat ini mengingatkan bahwa ketenangan tak selalu harus dicari jauh, kadang cukup dengan duduk, menyeruput kopi, dan mendengar bisu sejarah yang masih bergaung di antara pepohonan. Di Malabar, waktu seolah melambat, membiarkan setiap pengunjung menata pikirannya, sambil menyadari bahwa diam pun bisa menjadi cara lain untuk berbicara dengan alam.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)