Menyelami Dunia Café Hopping & Hidden Gem Hunters di Kalangan Remaja

2 menit baca
Arinaa Ayu Sabila Pramadyta
Ditulis oleh Arinaa Ayu Sabila Pramadyta diterbitkan
Suasana hangat di salah satu kafe bergaya klasik di kawasan Jl. Pasir Kaliki, Kota Bandung, (01/11/2025), dengan pencahayaan temaram dan gemericik air mancur. (Sumber: Arinaa Ayu Sabila Pramadyta)
Suasana hangat di salah satu kafe bergaya klasik di kawasan Jl. Pasir Kaliki, Kota Bandung, (01/11/2025), dengan pencahayaan temaram dan gemericik air mancur. (Sumber: Arinaa Ayu Sabila Pramadyta)

Malam itu menghadirkan suasana yang syahdu. Lampu-lampu temaram memantul di dinding bata merah, sementara bunyi lembut air mancur mengiringi percakapan santai para pengunjung. Dari meja ke meja, aroma kopi dan rempah berpadu dengan tawa kecil, menciptakan harmoni yang hangat di kafe bernuansa klasik di kawasan Jl. Pasir Kaliki No. 176, Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung (01/11/2025).

Tren café hopping kegiatan berpindah dari satu kafe ke kafe lain untuk menikmati suasana, estetika, dan pengalaman berbeda kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan cara anak muda merawat diri di tengah rutinitas yang padat. Bagi banyak remaja, kafe bukan hanya tempat nongkrong, tetapi menjadi ruang untuk berhenti sejenak, mencari inspirasi, dan menikmati keheningan yang sederhana melalui suasana temaram dan musik lembut yang menenangkan.

Di balik tren tersebut, muncul kelompok anak muda yang gemar menjelajahi sudut kota untuk menemukan kafe dengan suasana personal mereka menyebut diri sebagai hidden gem hunters. Mereka menelusuri gang-gang kecil, bangunan lama, hingga rooftop tersembunyi demi menemukan tempat yang memberi rasa “temuan pribadi,” hangat, tenang, dan jauh dari hiruk-pikuk.

Salah satunya adalah Aulia, mahasiswi yang hampir setiap akhir pekan berburu kafe baru demi suasana yang berbeda.

“Kadang bukan kopinya yang dicari, tapi suasananya,” ujarnya.

Baginya, kafe kecil yang belum viral memberikan ruang tenang di mana ia bisa merasakan waktu berjalan lebih lambat.

Di sisi lain, Reifansyah melihat café hopping sebagai cara mengenal karakter Bandung dari sudut yang lebih intim.

“Setiap kafe punya cerita,” ungkap dia.

Dari tempat homey hingga modern yang ramai, semuanya memberikan warna berbeda yang membuat kota ini terasa terus hidup.

Pertanyaan pun muncul: apakah gaya hidup ini boros? Aulia mengakui bahwa bisa saja terasa berat jika dilakukan tanpa batasan. Namun, ia menyesuaikannya dengan memilih menu sederhana dan tidak terlalu sering berpindah kafe. Reifansyah juga punya strategi, seperti mengajak teman untuk berbagi biaya atau memilih kafe yang lebih terjangkau bagi mahasiswa.

Bagi mereka, kuncinya berada pada keseimbangan. Selama dilakukan secukupnya, café hopping justru menjadi bentuk self-care ruang kecil untuk memulihkan energi, mengurangi stres, dan menikmati Bandung dari sisi yang lebih lembut.

“Yang penting dijalanin sesuai kemampuan, nggak harus ikut tren terus,” ujar Reifansyah, menjadi kutipan ketiga sekaligus terakhir dalam artikel ini.

Pada akhirnya, dari meja marmer hangat hingga percakapan santai di tengah malam Bandung, mereka menemukan kebahagiaan kecil yang autentik: menikmati waktu, tempat, dan kebersamaan yang apa adanya. Sebuah perjalanan sederhana, namun cukup untuk membuat hari terasa lebih hidup. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arinaa Ayu Sabila Pramadyta
Mahasiswi Digital PR Telyu 2024

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)