Bandung 'Lautan Kendaraan': Salah Pemkot atau Memang Takdir Kota Wisata?

3 menit baca
Iwan Fauzi
Ditulis oleh Iwan Fauzi diterbitkan
Kemacetan di jalan Soekarno Hatta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Iwan Fauzi))
Kemacetan di jalan Soekarno Hatta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Iwan Fauzi))

Bandung saat akhir pekan rasanya sudah tidak lagi nyaman untuk sekadar jalan-jalan atau belanja santai. Mata kita hanya akan kenyang melihat antrean kendaraan yang macet parah di hampir semua jalan utama. Suara klakson yang berisik dan asap knalpot kini menggantikan udara sejuk yang dulu selalu kita cari.

Perjalanan yang harusnya cuma butuh beberapa menit, sekarang bisa molor jadi berjam-jam yang bikin emosi di jalan. Kemacetan ini sepertinya sudah jadi hal mingguan yang pasti terjadi setiap hari Sabtu dan Minggu. Baik warga asli maupun turis sama-sama dibuat lelah fisik dan pikiran gara-gara kondisi jalanan ini.

Situasi lalu lintas yang kacau ini bikin banyak orang bertanya-tanya dengan penuh rasa kesal. Apakah ini murni salah Pemkot yang lambat memperbaiki jalan raya yang memang sudah tua dan sempit? Atau jangan-jangan ada hal lain di luar kuasa pemerintah yang bikin macet ini makin ruwet?

Kita harus jujur mengakui kalau jalanan di Bandung memang sudah tidak muat menampung kendaraan. Orang yang beli motor dan mobil baru jauh lebih cepat nambahnya daripada pembangunan jalan baru. Pemerintah seperti kalah cepat, sementara serbuan kendaraan terus membanjiri kota ini setiap harinya tanpa henti.

Jujur saja, siapa sih warga Bandung yang sekarang bangga dan nyaman naik angkot? Selain hobi ngetem lama yang bikin tua di jalan, rute bus juga belum masuk sampai ke gang-gang perumahan. Jangan salahkan warga kalau mereka lebih betah duduk manis di mobil pribadi yang ber-AC daripada harus desak-desakan.

Tengok sedikit ke arah Dago atau jalan naik ke Lembang, isinya dominan mobil pelat B semua. Bandung seolah jadi "rumah kedua" warga ibu kota buat buang penat di akhir pekan. Sayangnya, jalanan Bandung yang sempit warisan Belanda ini dipaksa menelan volume kendaraan yang gila-gilaan, sampai akhirnya lumpuh tak bergerak.

Kemacetan di jalan Buah Batu pada Weekend yang didominasi kendaraan luar Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Iwan Fauzi)
Kemacetan di jalan Buah Batu pada Weekend yang didominasi kendaraan luar Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Iwan Fauzi)


Kelakuan pengendara yang mau menang sendiri juga ikut andil bikin jalanan makin semrawut dan macet. Masih banyak orang parkir seenaknya di bahu jalan sempit yang bikin jalan makin ciut. Rasa tidak sabaran dan kurangnya disiplin lalu lintas jadi bumbu pelengkap kemacetan parah di lapangan.

Kini, beban berat ada di pundak Walikota Bandung M. Farhan untuk membereskan masalah menahun ini. Warga Bandung menaruh harapan sangat tinggi pada kepemimpinan Walikota M. Farhan agar ada solusi yang benar-benar terasa. Orang nomor satu di Bandung ini ditunggu gebrakan beraninya untuk menyelamatkan wajah kota dari kemacetan.


Orang nomor 1 di Kota Bandung itu harus berani memprioritaskan perbaikan angkutan umum agar nyaman dan murah bagi semua kalangan. Tim kerja Walikota M. Farhan perlu merancang ulang rute angkutan agar nyambung satu sama lain dengan rapi. Tanpa angkutan umum yang layak, mustahil warga mau meninggalkan kunci motor atau mobil mereka di rumah.

Selain itu, mantan penyiar tersebut perlu memutar otak agar tempat wisata tidak tumplek di tengah kota saja. Beliau bisa mempromosikan wisata di pinggiran kota untuk memecah keramaian orang dan kendaraan. Cara ini bakal sangat membantu mengurangi beban jalan pusat kota yang sudah "lampu merah" kondisinya.

Warga juga menunggu ketegasan Pria yang akrab dipanggil Kang Farhan tersebut dalam menindak parkir liar yang makan badan jalan. Beliau harus tegas menyuruh petugasnya untuk menertibkan mobil atau motor yang parkir sembarangan. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu agar jalan raya kembali berfungsi untuk lewat, bukan untuk parkir.

Mungkin, Pria kelahiran Bogor, 25 Febuari 1970 itu perlu memikirkan aturan "pahit" seperti ganjil-genap yang lebih ketat atau pembatasan mobil. Keberanian Walikota M. Farhan benar-benar diuji untuk mengambil keputusan sulit demi kebaikan kota jangka panjang. Meski mungkin diprotes di awal, langkah ini perlu diambil demi menyelamatkan nafas lalu lintas Bandung.

Sebagai Walikota juga, Kang Farhan tidak boleh bosan mengajak warganya untuk mengubah kebiasaan bertransportasi sehari-hari. Beliau bisa memberi contoh untuk jalan kaki atau bersepeda jika jarak tujuannya dekat. Jika pemimpinnya memberi contoh nyata, warga pasti akan lebih mudah tergerak untuk ikut berubah.

Kita semua tentu ingin melihat Pemerintahan Farhan sukses membawa perubahan nyata di jalanan kota ini. Macet bukan takdir, tapi PR besar yang harus diselesaikan Walikota Bandung bareng sama warganya. Ayo kita dukung terus usaha Kang Farhan biar Bandung bisa nyaman lagi buat ditinggali. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Iwan Fauzi
Tentang Iwan Fauzi
Digital Public Relation Student at Telkom University and Head of Digital Strategy & Development at DIG Indonesia

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)