Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Mewujudkan Asa Bandung Teknopolis 

Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan Jumat 05 Des 2025, 21:20 WIB
Hangar machining Pudak Group di kawasan industri Gedebage Bandung yang memproduksi komponen pesawat terbang pesanan Airbus dan Boeing (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Hangar machining Pudak Group di kawasan industri Gedebage Bandung yang memproduksi komponen pesawat terbang pesanan Airbus dan Boeing (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Walikota Bandung Muhammad Farhan telah menjalani jam kerjanya sepanjang sepuluh bulan. Ada sederet asa yang perlu diwujudkan untuk menjadikan Bandung sesuai dengan kondisi obyektif dan potensinya. Salah satunya adalah mewujudkan Bandung sebagai teknopolis.

Menjadikan Bandung sebagai kota teknopolis dalam kondisi negeri yang disana-sini tampak diwarnai dengan gejala deindustrialisasi oleh sementara pihak dianggap sebagai hal yang bombastis. Karena di negeri ini telah mulai terjadi deindustrialisasi untuk klaster industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Menyebabkan industri ini banyak yang tutup dan terjadi PHK massal terhadap pekerjanya.

Inisiatif Bandung Teknopolis sudah ada sejak dekade 80-an. Sudah ada rencana untuk Kota Bandung menjadi seperti Silicon Valley di Amerika Serikat. Sebenarnya di Bandung raya telah memiliki basis produksi untuk menuju teknopolis. Sebagai contoh produk elektronika dan manufacturing lainya. Namun beberapa kluster industri elektronika beberapa diantaranya telah tutup. Padahal kluster tersebut pernah menjadi kebanggaan sebagai kluster industri elektronika nasional subsektor industri perangkat telekomunikasi dan subsektor industri komponen.

Penulis bersama Hendro Wangsanegara pendiri Pudak Group (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Penulis bersama Hendro Wangsanegara pendiri Pudak Group (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Walikota Farhan tidak perlu berkecil hati, ternyata masih ada klaster industri yang padat teknologi tinggi masih eksis dan berkembang dengan baik. Di kawasan industri Gedebage ada entitas industri yang masih memberikan asa Bandung teknopolis. Bahkan perusahaan itu telah menggenggam kepercayaan dari raksasa industri penerbangan di Eropa dan Amerika untuk membuat beberapa komponen pesawat terbang. Itulah Pudak Group, selain membuat komponen pesawat terbang dan komponen alutsiswa, ternyata selama ini melegenda sebagai industri peralatan sekolah dan kantor, alat peraga pendidikan dan laboratorium,handmade glassware dan roasting machine.

Kumpul dan ngopi bareng para insinyur di Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Kumpul dan ngopi bareng para insinyur di Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Kumpul dan Ngopi Bareng Insinyur

Akhir pekan di kawasan industri Gedebage saya merasa bersyukur karena sejak pagi hingga sore bisa kumpul dan ngopi bareng para Insinyur.  Tuan rumahnya adalah Pak Hendro Wangsanegara, beliau pendiri dan pemilik Pudak Group. Yang hadir para insinyur lulusan ITB, ITI, Delft Belanda, Waseda Jepang, OHIO University.

Diawali tepat pukul sembilan pagi dengan perkenalan, diskusi pembuka,  lalu field trip di semua fasilitas dan unit produksi Pudak. Membahas tentang mesin-mesin CNC yang kini sedang getol mengerjakan kontrak aircraft part pesanan Airbus dan Boeing, hingga fasilitas produksi lain untuk membuat alat pendidikan, alat laboratorium, alat vokasi hingga produk-produk handmade glassware eksotik dan roasting machine berlabel SUJI.

Field trip sambil diskusi di antara mesin-mesin CNC milik Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Field trip sambil diskusi di antara mesin-mesin CNC milik Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Setelah makan siang, dilanjut dengan FGD terkait masalah SMK, khususnya SMK go Global yang merupakan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini “dipangku” oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar. Bertujuan untuk mengatasi masalah laten lulusan SMK yang saat ini menurut BPS memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi. 

Akar masalah SMK dibahas menurut kacamata dunia industri dan keinsinyuran. Masing-masing hadirin mengemukakan pengalaman dan pemikiran tentang masalah SMK.

Mulai dari adanya krisis Guru Produktif, masalah kualitas rata-rata lulusan SMK dilihat dari kebutuhan sektor industri, masalah kurangnya peralatan dan workshop dan beberapa alternatif dan solusi yang akan disampaikan kepada pemangku kepentingan.

Kapabilitas mesin CNC Pudak yang memproduksi komponen pesawat terbang (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Kapabilitas mesin CNC Pudak yang memproduksi komponen pesawat terbang (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Saya bersyukur, hari itu berdiskusi dan curah pikir dengan sejawat insinyur yakni Rinaldi Malimin, Ani Dwi Octavia, Agus Hasyim Prawira, Budi Atmoko Widodo, Stanley Wangsanegara, Ganesa Purwanto dan Pak Hendro Wangsanegara.

Mereka semua memiliki pengalaman industri yang komplit, praktek keinsinyuran nya luar biasa, praktik negosiasi yang hebat, profesionalisme dan etika yang dijunjung tinggi serta memiliki ilmu komunikasi yang jempolan.  Kalau boleh, semua itu saya berikan nilai A plus.

Budi Atmoko yang pakar Aerodinamika lulusan Teknik Mesin dan Penerbangan ITB menyatakan bahwa sekarang sedang terjadi krisis guru dan peralatan praktek di SMK. Terutama di SMK penerbangan. Perlu segera mencari solusi agar siswa tidak semakin frustrasi.

Teknisi Pudak sedang bekerja dengan mesin CNC (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Teknisi Pudak sedang bekerja dengan mesin CNC (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

 Kemampuan Engineering Tinggi

Pudak berhasil meraih sertifikasi internasional seperti AS9100 Rev. D, ISO 9001:2015, dan NADCAP, yang menjamin kualitas produknya. PT Pudak juga memiliki fasilitas produksi yang luas, dengan area seluas 3,2 hektare dan bangunan seluas 12.000 m2

Dalam acara field trip itu saya merasa kagum dengan Ani Dwi Octavia yang merupakan ikon lulusan SMK yang sukses. Saat ini berhasil memimpin perusahaan di bidang alat ukur dan instrumentasi. Wanita yang memiliki sebutan Iron Lady itu adalah lulusan Institut Teknologi Indonesia (ITI). Ani sangat intens diskusi terkait teknologi industri yang menjadi profesinya. Pikirannya mengalir deras saat diskusi dan curah pikir di Pudak.

Ani pernah terlibat langsung dalam program nasional energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga angin (wind power), jadi kalau ada netizen Ayo Bandung yang ingin daerahnya "memanen" angin, silahkan diskusi dengan dia. Wanita yang juga ketua cabor bola volley di Tangsel ini paham sekali mengukur angin dan urusan dengan instrumentasi dan bermacam sensor canggih.

Ani Dwi Octavia sedang berdiskusi dengan Pak Hendro Wangsanegara tentang produktivitas (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ani Dwi Octavia sedang berdiskusi dengan Pak Hendro Wangsanegara tentang produktivitas (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Setelah field trip di seluruh hangar produksi Pudak, Rinaldi Malimin lulusan Waseda University Jepang memberikan pendapat bahwa Pudak sangat memahami prinsip-prinsip dasar produksi dan kemampuan engineeringnya tinggi.

Sebagai pensiunan karyawan PT Dirgantara Indonesia, penulis melihat bahwa kapabilitas produksi Pudak tidak kalah dengan industri yang didirikan oleh BJ.Habibie itu. Kondisi aktual machining shop di Pudak untuk  part manufacturing sangat bagus. Sequence operation dari hanggar Cell A hingga Cell terakhir sangat baik sesuai dengan standar global.

Beberapa kali mengunjungi Pudak, penulis melihat ada asa yang mencerahkan bahwa Pudak dan beberapa perusahaan lain di Kota Bandung yang selama ini mampu bersaing secara global merupakan salah satu pilar untuk mewujudkan impian teknopolis. Apalagi Kawasan Gedebage kini telah berkembang pesat dengan infrastruktur kereta cepat Whoosh dan juga kawasan Summarecon yang telah menjadi pusat bisnis, pengembangan Iptek dan startup, semakin meneguhkan Bandung ke arah teknopolis. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)