Mewujudkan Asa Bandung Teknopolis 

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Hangar machining Pudak Group di kawasan industri Gedebage Bandung yang memproduksi komponen pesawat terbang pesanan Airbus dan Boeing (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Hangar machining Pudak Group di kawasan industri Gedebage Bandung yang memproduksi komponen pesawat terbang pesanan Airbus dan Boeing (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Walikota Bandung Muhammad Farhan telah menjalani jam kerjanya sepanjang sepuluh bulan. Ada sederet asa yang perlu diwujudkan untuk menjadikan Bandung sesuai dengan kondisi obyektif dan potensinya. Salah satunya adalah mewujudkan Bandung sebagai teknopolis.

Menjadikan Bandung sebagai kota teknopolis dalam kondisi negeri yang disana-sini tampak diwarnai dengan gejala deindustrialisasi oleh sementara pihak dianggap sebagai hal yang bombastis. Karena di negeri ini telah mulai terjadi deindustrialisasi untuk klaster industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Menyebabkan industri ini banyak yang tutup dan terjadi PHK massal terhadap pekerjanya.

Inisiatif Bandung Teknopolis sudah ada sejak dekade 80-an. Sudah ada rencana untuk Kota Bandung menjadi seperti Silicon Valley di Amerika Serikat. Sebenarnya di Bandung raya telah memiliki basis produksi untuk menuju teknopolis. Sebagai contoh produk elektronika dan manufacturing lainya. Namun beberapa kluster industri elektronika beberapa diantaranya telah tutup. Padahal kluster tersebut pernah menjadi kebanggaan sebagai kluster industri elektronika nasional subsektor industri perangkat telekomunikasi dan subsektor industri komponen.

Penulis bersama Hendro Wangsanegara pendiri Pudak Group (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Penulis bersama Hendro Wangsanegara pendiri Pudak Group (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Walikota Farhan tidak perlu berkecil hati, ternyata masih ada klaster industri yang padat teknologi tinggi masih eksis dan berkembang dengan baik. Di kawasan industri Gedebage ada entitas industri yang masih memberikan asa Bandung teknopolis. Bahkan perusahaan itu telah menggenggam kepercayaan dari raksasa industri penerbangan di Eropa dan Amerika untuk membuat beberapa komponen pesawat terbang. Itulah Pudak Group, selain membuat komponen pesawat terbang dan komponen alutsiswa, ternyata selama ini melegenda sebagai industri peralatan sekolah dan kantor, alat peraga pendidikan dan laboratorium,handmade glassware dan roasting machine.

Kumpul dan ngopi bareng para insinyur di Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Kumpul dan ngopi bareng para insinyur di Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Kumpul dan Ngopi Bareng Insinyur

Akhir pekan di kawasan industri Gedebage saya merasa bersyukur karena sejak pagi hingga sore bisa kumpul dan ngopi bareng para Insinyur.  Tuan rumahnya adalah Pak Hendro Wangsanegara, beliau pendiri dan pemilik Pudak Group. Yang hadir para insinyur lulusan ITB, ITI, Delft Belanda, Waseda Jepang, OHIO University.

Diawali tepat pukul sembilan pagi dengan perkenalan, diskusi pembuka,  lalu field trip di semua fasilitas dan unit produksi Pudak. Membahas tentang mesin-mesin CNC yang kini sedang getol mengerjakan kontrak aircraft part pesanan Airbus dan Boeing, hingga fasilitas produksi lain untuk membuat alat pendidikan, alat laboratorium, alat vokasi hingga produk-produk handmade glassware eksotik dan roasting machine berlabel SUJI.

Field trip sambil diskusi di antara mesin-mesin CNC milik Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Field trip sambil diskusi di antara mesin-mesin CNC milik Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Setelah makan siang, dilanjut dengan FGD terkait masalah SMK, khususnya SMK go Global yang merupakan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini “dipangku” oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar. Bertujuan untuk mengatasi masalah laten lulusan SMK yang saat ini menurut BPS memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi. 

Akar masalah SMK dibahas menurut kacamata dunia industri dan keinsinyuran. Masing-masing hadirin mengemukakan pengalaman dan pemikiran tentang masalah SMK.

Mulai dari adanya krisis Guru Produktif, masalah kualitas rata-rata lulusan SMK dilihat dari kebutuhan sektor industri, masalah kurangnya peralatan dan workshop dan beberapa alternatif dan solusi yang akan disampaikan kepada pemangku kepentingan.

Kapabilitas mesin CNC Pudak yang memproduksi komponen pesawat terbang (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Kapabilitas mesin CNC Pudak yang memproduksi komponen pesawat terbang (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Saya bersyukur, hari itu berdiskusi dan curah pikir dengan sejawat insinyur yakni Rinaldi Malimin, Ani Dwi Octavia, Agus Hasyim Prawira, Budi Atmoko Widodo, Stanley Wangsanegara, Ganesa Purwanto dan Pak Hendro Wangsanegara.

Mereka semua memiliki pengalaman industri yang komplit, praktek keinsinyuran nya luar biasa, praktik negosiasi yang hebat, profesionalisme dan etika yang dijunjung tinggi serta memiliki ilmu komunikasi yang jempolan.  Kalau boleh, semua itu saya berikan nilai A plus.

Budi Atmoko yang pakar Aerodinamika lulusan Teknik Mesin dan Penerbangan ITB menyatakan bahwa sekarang sedang terjadi krisis guru dan peralatan praktek di SMK. Terutama di SMK penerbangan. Perlu segera mencari solusi agar siswa tidak semakin frustrasi.

Teknisi Pudak sedang bekerja dengan mesin CNC (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Teknisi Pudak sedang bekerja dengan mesin CNC (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

 Kemampuan Engineering Tinggi

Pudak berhasil meraih sertifikasi internasional seperti AS9100 Rev. D, ISO 9001:2015, dan NADCAP, yang menjamin kualitas produknya. PT Pudak juga memiliki fasilitas produksi yang luas, dengan area seluas 3,2 hektare dan bangunan seluas 12.000 m2

Dalam acara field trip itu saya merasa kagum dengan Ani Dwi Octavia yang merupakan ikon lulusan SMK yang sukses. Saat ini berhasil memimpin perusahaan di bidang alat ukur dan instrumentasi. Wanita yang memiliki sebutan Iron Lady itu adalah lulusan Institut Teknologi Indonesia (ITI). Ani sangat intens diskusi terkait teknologi industri yang menjadi profesinya. Pikirannya mengalir deras saat diskusi dan curah pikir di Pudak.

Ani pernah terlibat langsung dalam program nasional energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga angin (wind power), jadi kalau ada netizen Ayo Bandung yang ingin daerahnya "memanen" angin, silahkan diskusi dengan dia. Wanita yang juga ketua cabor bola volley di Tangsel ini paham sekali mengukur angin dan urusan dengan instrumentasi dan bermacam sensor canggih.

Ani Dwi Octavia sedang berdiskusi dengan Pak Hendro Wangsanegara tentang produktivitas (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ani Dwi Octavia sedang berdiskusi dengan Pak Hendro Wangsanegara tentang produktivitas (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Setelah field trip di seluruh hangar produksi Pudak, Rinaldi Malimin lulusan Waseda University Jepang memberikan pendapat bahwa Pudak sangat memahami prinsip-prinsip dasar produksi dan kemampuan engineeringnya tinggi.

Sebagai pensiunan karyawan PT Dirgantara Indonesia, penulis melihat bahwa kapabilitas produksi Pudak tidak kalah dengan industri yang didirikan oleh BJ.Habibie itu. Kondisi aktual machining shop di Pudak untuk  part manufacturing sangat bagus. Sequence operation dari hanggar Cell A hingga Cell terakhir sangat baik sesuai dengan standar global.

Beberapa kali mengunjungi Pudak, penulis melihat ada asa yang mencerahkan bahwa Pudak dan beberapa perusahaan lain di Kota Bandung yang selama ini mampu bersaing secara global merupakan salah satu pilar untuk mewujudkan impian teknopolis. Apalagi Kawasan Gedebage kini telah berkembang pesat dengan infrastruktur kereta cepat Whoosh dan juga kawasan Summarecon yang telah menjadi pusat bisnis, pengembangan Iptek dan startup, semakin meneguhkan Bandung ke arah teknopolis. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)