Dialog Menyentuh Kang Mus dan Kang Bahar di 'Preman Pensiun 1'

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Ilustrasi Kang Mus. (Sumber: Istimewa)
Ilustrasi Kang Mus. (Sumber: Istimewa)

EPY KUSNANDAR alias Muslihat alias Kang Mus,i Rabu, 3 Desember 2025, lalu telah meninggalkan kita menghadap Yang Mahakuasa. Kepergiannya tidak saja ditangisi keluarganya dan keluarga besar “Preman Pensiun”, tetapi juga menjadi duka mendalam bagi jutaan para penggemarnya.  

Di usia 61 tahun, Kang Mus--aktor watak kelahiran Garut itu--menyusul bosnya, Kang Bahar alias  Kang Didi Petet, seniornya, yang sudah “pergi” terlebih dahulu--meninggal 15 Mei 2015 di usia 58 tahun--ke alam baka. Jika dicari di Youtube, ada beberapa adegan atau dialog keduanya di video “Preman Pensiun” episode lawas yang sangat menyentuh. Adegan itu memperlihatkan bagaimana kepemimpinan Kang Bahar yang tegas dan berwibawa serta kesetiaan Kang Mus sebagai anak buah sekaligus pelaksana di lapangan.

Meskipun keduanya preman, tapi tindakannya kadang-kadang di beberapa adegan “berhati emas”. Dalam tiga dialog di bawah ini, diperlihatkan bagaimana Kang Bahar membela serta memuliakan perempuan dan bagaimana seharusnya adab seorang suami kepada istrinya. Diakhiri adegan yang dinilai “sasmita” oleh netizen di mana Kang Mus ingin “ikut menyusul” kepada Kang Bahar.

Dialog 1

Suatu hari Istri mendiang Kang Maman Suherman menghadap Kang Bahar. Sambil menangis, istri Kang Maman mengadukan nasibnya yang mengalami KDRT ke Kang Bahar.

“Kenapa muka kamu?” tanya Kang Bahar.

“Dipukul suami saya,” jawab istri Kang Maman.

“Kenapa dipukul?”

Istri Kang Maman menjelaskan: “Saya meninggalkan rumah, tapi saya sudah bilang sama suami saya. Sudah minta izin. Saya tahu, kalau suami saya gak kasih izin, saya gak mungkin pergi. Saya ada urusan jadi panitia reuni SMA. Waktu saya mau pergi rapat di rumah teman, saya mampir ke tukang bakso sama teman SMA dulu.

“Laki-laki, dia bilang lapar, kebetulan masih ada waktu pulangnya. Waktu keluar dari tukang bakso, tahu-tahu ada Kang Maman. Saya dipaksa pulang. Saya coba jelasin, tapi Kang Maman gak percaya. Saya malah dipukul. Terus saya kabur. Saya takut Kang Maman pasti nyari saya.”

“Kenapa kamu gak pulang ke rumah orang tua kamu?”

“Kang Maman pasti nyusul.”

“Kenapa gak lapor polisi?”

“Saya takut urusannya jadi panjang.”

Mendengar penjelasan Istri Kang Maman, Kang Bahar segera menelpon Kang Mus, “Si Maman. bawa ke sini!” 

“Saya sudah telepon si Maman, tapi gak bisa. Di tempat dia biasa kumpul juga gak ada, tapi pasti dia ketemu.”

“Cari si Maman bawa ke sini.”

“Urusan Si Maman dan soal pedagang kaki lima yang mau digusur Pemkot biar saya yang handle.”

“Cari si Maman bawa ke sini.”

“Akang gak percaya sama saya?”

“Bukan soal pedagang kaki lima, tapi si Maman mukul istrinya. Cari dia, bawa ke saya.

Kang Mus baru sadar kalau salah paham.

Rupanya Kang Maman sedang curhat kepada Ujang.

“Kenapa Kang Kok kelihatannya sedih gitu?” tanya Ujang.

“Iya emang saya lagi sedih. Jang. Saya tuh sudah tanya istri saya siapa laki-laki itu? Dia bilang teman sekolahnya dulu. Saya tanya kamu selingkuh atau enggak? Dia bilang enggak, tapi saya enggak percaya, Jang. Terus saya paksa ngaku.”

“Dia ngaku?”

“Enggak, lalu saya pukul. Dia kabur.. Tapi saya takut. Takut Istri saya minta cerai. Kalaupun istri saya salah, saya mah mau maafin dia tapi saya takut istri saya gak mau maafin saya Saya nyesel sudah mukul dia. Saya takut kehilangan dia, Jang. Kamu tahu enggak sih cinta saya sama dia tuh seperti apa? Luar biasa tahu.”

Lagi asyik curhat. Datang Kang Mus. Lalu, Kang Maman dibawa Kang Mus menghadap Kang Bahar.

Di markas Preman di bilangan Kiaracondong, Kang Bahar berdiri tegak. Di hadapannya berdiri membungkuk Kang Mus dan Kang Maman.

“Dulu, saya pernah membaca sebuah syair yang sampai sekarang saya masih Ingat,” kata Kang Bahar. “Perempuan diciptakan dari tulang rusuk pria. Bukan dari kepalanya untuk dijadikan atasannya, bukan dari kakinya untuk dijadikan alasnya, tapi dari sisinya untuk dijadikan teman hidupnya. Dia dekat dengan lengan untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai. Kamu tahu tulang rusuk ada di mana, Maman? Ka dieu, saya n kasih tahu di mana tempatnya.”

Kang Maman maju mendekatiKang Bahar.

“Buk! Buk! Buk!”

“Tolong dia,” kata Kang Bahar kepada Kang Mus. “Mungkin tiga tulang rusuknya patah. Bawa ke Cimande!” 

Kang Mus alias Epi Kusnandar. (Sumber: Bion Studio)
Kang Mus alias Epi Kusnandar. (Sumber: Bion Studio)

Dialog 2

Suatu waktu Kang Mus sedang menghadap Kang Bahar. Tiba-tiba teleponnya berdering. Kang Mus mengeluarkan hp nya. Dilihat sebentar, tapi dimatikan lagi.

“Kenapa ga diangkat? Kenapa ga diangkat?” tanya Kang Bahar

“Istri saya,” jawab Kang Mus bergetar.

“Kenapa ga diangkat?” Kang Bahar marah.

“Nanti aja.”

“Siapa tahu ada yang penting.”

“Ga ada.”

“Dari mana kamu tahu ga ada? Kamu kan belum angkat teleponnya?”

“Biarin aja.”

“Itu istri kamu. Barangkali dia ada perlu sama kamu. Angkat teleponnya?” Kang Bahar semakin marah. 

Sudah terlanjur di-reject.

“Telepon balik. Telepon balik.” Perintah Kang Bahar.

“Iya, Kang, maaf. Sebentar.”

Dialog 3

Suatu waktu, Kang Mus menghadap Kang Bahar. Ia menyampaikan niatnya untuk pensiun dari dunia preman. Banyak netizen menyebut dialog ini sebagai “sasmita” kepergian Kang Mus yang akan menyusul Kang Bahar.

“Kamu baru saja menyelesaikan banyak masalah di bisnis ini. Saya ingatkan ke kamu ini belum selesai. Justru baru saja dimulai,” kata Kang Bahar.

“Kang, saya mau ikut Akang menempuh jalan baru.”

“Kamu punya jalan sendiri,” jawab Kang Bahar sambil berlalu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)