Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

3 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Sabtu 11 Apr 2026, 08:51 WIB
Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, arus kendaraan hampir tak pernah berhenti. Motor dan mobil melintas cepat sejak pagi hingga sore hari. Di tengah padatnya lalu lintas itu, sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO) berdiri sebagai jalur aman bagi pejalan kaki, terutama pelajar yang setiap hari harus menyeberang.

Namun, kondisi jembatan itu jauh dari kata aman.

Pelat besi di beberapa bagian lantai terlihat berkarat, berlubang, dan keropos. Saat hujan turun, permukaan lantai menjadi licin karena atap yang sudah rusak dan menganga dibiarkan terbuka. Di sisi lain, beberapa bagian jaring pengaman sudah terbuka dan berkarat. Ada lintangan kabel menjuntai yang entah milik siapa, menghalangi para pengguna JPO dan tidak estetis. Meski begitu, jembatan ini masih digunakan setiap hari.

Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Amir Machmud berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung sehingga membahayakan pengguna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Amir Machmud berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung sehingga membahayakan pengguna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Salah satu pengguna JPO tersebut adalah Nazril Gian Herdiana (17), siswa kelas XI yang kerap melewati jembatan itu sepulang sekolah.

“Kalau pulang sekolah dan lagi enggak bawa kendaraan, saya biasanya lewat sini. Lumayan sering lewat JPO ini,” kata Nazril saat ditemui di lokasi.

Ia mengaku kondisi jembatan sudah rusak sejak lama. Bahkan, menurutnya, kerusakan itu sudah ada sejak ia masih duduk di bangku SMP.

“Dari dulu juga sudah rusak. Waktu saya masih SMP, sekitar kelas satu, lubangnya sudah ada. Sekarang saya kelas dua SMA, jadi sudah sekitar tiga tahun lebih kondisinya begini,” ujarnya.

Menurut Nazril, bagian paling berbahaya adalah lantai jembatan yang berlubang.

“Yang paling bahaya jelas bagian yang berlubang ini. Sama jaring-jaringnya juga ada yang sudah terbuka. Kadang kalau orang enggak hati-hati bisa kepeleset,” katanya.

Ia bahkan pernah melihat seseorang hampir mengalami kecelakaan di jembatan itu.

“Saya pernah lihat ada orang hampir jatuh. Dia kepeleset, terus hampir masuk ke lubang itu. Kakinya hampir masuk ke dalam,” katanya.

Kondisi jembatan yang bergetar ketika kendaraan besar melintas di bawahnya juga membuat sebagian pengguna merasa khawatir.

“Kalau kendaraan di bawah lagi banyak, jembatan suka terasa getar. Itu yang kadang bikin takut juga,” ujarnya.

Meski demikian, Nazril tetap memilih menggunakan JPO dibanding menyeberang langsung di jalan raya.

“Soalnya di bawah mobil sama motor pada ngebut. Enggak ada zebra cross juga. Jadi kalau nyebrang langsung bahaya,” katanya.

Ia berharap pemerintah setempat memperbaiki kondisi jembatan tersebut.

“Kalau bisa diperbaiki lagi. Atapnya diganti, bagian yang rusak diperbaiki. Soalnya JPO ini penting, terutama buat orang tua atau anak kecil yang mau nyebrang,” ujarnya.

Kondisi JPO dengan kondisi atap yang memprihatinkan terutama saat hujan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Kondisi JPO dengan kondisi atap yang memprihatinkan terutama saat hujan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Hal serupa juga dirasakan Elisa Marum Bewas (17), seorang pelajar asal Raja Ampat yang kini bersekolah di Bandung. Ia mengatakan JPO tersebut menjadi jalur yang hampir setiap hari ia gunakan.

“Iya, saya sering lewat sini juga. Kalau lagi ke sekolah atau pulang biasanya lewat jembatan ini,” kata Elisa.

Meski begitu, kondisi jembatan yang sudah rusak membuatnya beberapa kali merasa khawatir, terutama ketika cuaca sedang hujan.

“Kadang-kadang sih takut juga kalau lewat sini. Apalagi kalau hujan, soalnya lantainya jadi basah dan licin,” ujarnya.

Menurut Elisa, bagian yang paling berbahaya justru berada di tangga jembatan yang sering menjadi sangat licin ketika terkena air hujan.

“Biasanya yang paling bahaya itu di tangganya. Waktu naik atau turun suka licin kalau habis hujan, jadi harus hati-hati banget,” katanya.

Elisa menilai kondisi jembatan saat ini sebenarnya sudah tidak layak dan butuh perhatian dari pemerintah untuk perbaikan.

“Menurut saya sudah tidak aman. Kalau bisa diperbaiki saja, karena sayang kalau dibiarkan rusak,” katanya.

Meski kondisinya memprihatinkan, jembatan itu masih menjadi satu-satunya pilihan bagi banyak warga untuk menyeberangi padatnya lalu lintas di Jalan Amir Machmud. Uniknya, jembatan ini berada tepat di perbatasan wilayah: sisi menuju Jalan Cimindi masuk wilayah Kota Cimahi, sementara arah sebaliknya masuk Kota Bandung.

News Update

Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)