JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Sabtu 11 Apr 2026, 08:51 WIB
Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, arus kendaraan hampir tak pernah berhenti. Motor dan mobil melintas cepat sejak pagi hingga sore hari. Di tengah padatnya lalu lintas itu, sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO) berdiri sebagai jalur aman bagi pejalan kaki, terutama pelajar yang setiap hari harus menyeberang.

Namun, kondisi jembatan itu jauh dari kata aman.

Pelat besi di beberapa bagian lantai terlihat berkarat, berlubang, dan keropos. Saat hujan turun, permukaan lantai menjadi licin karena atap yang sudah rusak dan menganga dibiarkan terbuka. Di sisi lain, beberapa bagian jaring pengaman sudah terbuka dan berkarat. Ada lintangan kabel menjuntai yang entah milik siapa, menghalangi para pengguna JPO dan tidak estetis. Meski begitu, jembatan ini masih digunakan setiap hari.

Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Amir Machmud berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung sehingga membahayakan pengguna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Amir Machmud berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung sehingga membahayakan pengguna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Salah satu pengguna JPO tersebut adalah Nazril Gian Herdiana (17), siswa kelas XI yang kerap melewati jembatan itu sepulang sekolah.

“Kalau pulang sekolah dan lagi enggak bawa kendaraan, saya biasanya lewat sini. Lumayan sering lewat JPO ini,” kata Nazril saat ditemui di lokasi.

Ia mengaku kondisi jembatan sudah rusak sejak lama. Bahkan, menurutnya, kerusakan itu sudah ada sejak ia masih duduk di bangku SMP.

“Dari dulu juga sudah rusak. Waktu saya masih SMP, sekitar kelas satu, lubangnya sudah ada. Sekarang saya kelas dua SMA, jadi sudah sekitar tiga tahun lebih kondisinya begini,” ujarnya.

Menurut Nazril, bagian paling berbahaya adalah lantai jembatan yang berlubang.

“Yang paling bahaya jelas bagian yang berlubang ini. Sama jaring-jaringnya juga ada yang sudah terbuka. Kadang kalau orang enggak hati-hati bisa kepeleset,” katanya.

Ia bahkan pernah melihat seseorang hampir mengalami kecelakaan di jembatan itu.

“Saya pernah lihat ada orang hampir jatuh. Dia kepeleset, terus hampir masuk ke lubang itu. Kakinya hampir masuk ke dalam,” katanya.

Kondisi jembatan yang bergetar ketika kendaraan besar melintas di bawahnya juga membuat sebagian pengguna merasa khawatir.

“Kalau kendaraan di bawah lagi banyak, jembatan suka terasa getar. Itu yang kadang bikin takut juga,” ujarnya.

Meski demikian, Nazril tetap memilih menggunakan JPO dibanding menyeberang langsung di jalan raya.

“Soalnya di bawah mobil sama motor pada ngebut. Enggak ada zebra cross juga. Jadi kalau nyebrang langsung bahaya,” katanya.

Ia berharap pemerintah setempat memperbaiki kondisi jembatan tersebut.

“Kalau bisa diperbaiki lagi. Atapnya diganti, bagian yang rusak diperbaiki. Soalnya JPO ini penting, terutama buat orang tua atau anak kecil yang mau nyebrang,” ujarnya.

Kondisi JPO dengan kondisi atap yang memprihatinkan terutama saat hujan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Kondisi JPO dengan kondisi atap yang memprihatinkan terutama saat hujan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Hal serupa juga dirasakan Elisa Marum Bewas (17), seorang pelajar asal Raja Ampat yang kini bersekolah di Bandung. Ia mengatakan JPO tersebut menjadi jalur yang hampir setiap hari ia gunakan.

“Iya, saya sering lewat sini juga. Kalau lagi ke sekolah atau pulang biasanya lewat jembatan ini,” kata Elisa.

Meski begitu, kondisi jembatan yang sudah rusak membuatnya beberapa kali merasa khawatir, terutama ketika cuaca sedang hujan.

“Kadang-kadang sih takut juga kalau lewat sini. Apalagi kalau hujan, soalnya lantainya jadi basah dan licin,” ujarnya.

Menurut Elisa, bagian yang paling berbahaya justru berada di tangga jembatan yang sering menjadi sangat licin ketika terkena air hujan.

“Biasanya yang paling bahaya itu di tangganya. Waktu naik atau turun suka licin kalau habis hujan, jadi harus hati-hati banget,” katanya.

Elisa menilai kondisi jembatan saat ini sebenarnya sudah tidak layak dan butuh perhatian dari pemerintah untuk perbaikan.

“Menurut saya sudah tidak aman. Kalau bisa diperbaiki saja, karena sayang kalau dibiarkan rusak,” katanya.

Meski kondisinya memprihatinkan, jembatan itu masih menjadi satu-satunya pilihan bagi banyak warga untuk menyeberangi padatnya lalu lintas di Jalan Amir Machmud. Uniknya, jembatan ini berada tepat di perbatasan wilayah: sisi menuju Jalan Cimindi masuk wilayah Kota Cimahi, sementara arah sebaliknya masuk Kota Bandung.

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)