JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

3 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, arus kendaraan hampir tak pernah berhenti. Motor dan mobil melintas cepat sejak pagi hingga sore hari. Di tengah padatnya lalu lintas itu, sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO) berdiri sebagai jalur aman bagi pejalan kaki, terutama pelajar yang setiap hari harus menyeberang.

Namun, kondisi jembatan itu jauh dari kata aman.

Pelat besi di beberapa bagian lantai terlihat berkarat, berlubang, dan keropos. Saat hujan turun, permukaan lantai menjadi licin karena atap yang sudah rusak dan menganga dibiarkan terbuka. Di sisi lain, beberapa bagian jaring pengaman sudah terbuka dan berkarat. Ada lintangan kabel menjuntai yang entah milik siapa, menghalangi para pengguna JPO dan tidak estetis. Meski begitu, jembatan ini masih digunakan setiap hari.

Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Amir Machmud berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung sehingga membahayakan pengguna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Amir Machmud berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung sehingga membahayakan pengguna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Salah satu pengguna JPO tersebut adalah Nazril Gian Herdiana (17), siswa kelas XI yang kerap melewati jembatan itu sepulang sekolah.

“Kalau pulang sekolah dan lagi enggak bawa kendaraan, saya biasanya lewat sini. Lumayan sering lewat JPO ini,” kata Nazril saat ditemui di lokasi.

Ia mengaku kondisi jembatan sudah rusak sejak lama. Bahkan, menurutnya, kerusakan itu sudah ada sejak ia masih duduk di bangku SMP.

“Dari dulu juga sudah rusak. Waktu saya masih SMP, sekitar kelas satu, lubangnya sudah ada. Sekarang saya kelas dua SMA, jadi sudah sekitar tiga tahun lebih kondisinya begini,” ujarnya.

Menurut Nazril, bagian paling berbahaya adalah lantai jembatan yang berlubang.

“Yang paling bahaya jelas bagian yang berlubang ini. Sama jaring-jaringnya juga ada yang sudah terbuka. Kadang kalau orang enggak hati-hati bisa kepeleset,” katanya.

Ia bahkan pernah melihat seseorang hampir mengalami kecelakaan di jembatan itu.

“Saya pernah lihat ada orang hampir jatuh. Dia kepeleset, terus hampir masuk ke lubang itu. Kakinya hampir masuk ke dalam,” katanya.

Kondisi jembatan yang bergetar ketika kendaraan besar melintas di bawahnya juga membuat sebagian pengguna merasa khawatir.

“Kalau kendaraan di bawah lagi banyak, jembatan suka terasa getar. Itu yang kadang bikin takut juga,” ujarnya.

Meski demikian, Nazril tetap memilih menggunakan JPO dibanding menyeberang langsung di jalan raya.

“Soalnya di bawah mobil sama motor pada ngebut. Enggak ada zebra cross juga. Jadi kalau nyebrang langsung bahaya,” katanya.

Ia berharap pemerintah setempat memperbaiki kondisi jembatan tersebut.

“Kalau bisa diperbaiki lagi. Atapnya diganti, bagian yang rusak diperbaiki. Soalnya JPO ini penting, terutama buat orang tua atau anak kecil yang mau nyebrang,” ujarnya.

Kondisi JPO dengan kondisi atap yang memprihatinkan terutama saat hujan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Kondisi JPO dengan kondisi atap yang memprihatinkan terutama saat hujan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Hal serupa juga dirasakan Elisa Marum Bewas (17), seorang pelajar asal Raja Ampat yang kini bersekolah di Bandung. Ia mengatakan JPO tersebut menjadi jalur yang hampir setiap hari ia gunakan.

“Iya, saya sering lewat sini juga. Kalau lagi ke sekolah atau pulang biasanya lewat jembatan ini,” kata Elisa.

Meski begitu, kondisi jembatan yang sudah rusak membuatnya beberapa kali merasa khawatir, terutama ketika cuaca sedang hujan.

“Kadang-kadang sih takut juga kalau lewat sini. Apalagi kalau hujan, soalnya lantainya jadi basah dan licin,” ujarnya.

Menurut Elisa, bagian yang paling berbahaya justru berada di tangga jembatan yang sering menjadi sangat licin ketika terkena air hujan.

“Biasanya yang paling bahaya itu di tangganya. Waktu naik atau turun suka licin kalau habis hujan, jadi harus hati-hati banget,” katanya.

Elisa menilai kondisi jembatan saat ini sebenarnya sudah tidak layak dan butuh perhatian dari pemerintah untuk perbaikan.

“Menurut saya sudah tidak aman. Kalau bisa diperbaiki saja, karena sayang kalau dibiarkan rusak,” katanya.

Meski kondisinya memprihatinkan, jembatan itu masih menjadi satu-satunya pilihan bagi banyak warga untuk menyeberangi padatnya lalu lintas di Jalan Amir Machmud. Uniknya, jembatan ini berada tepat di perbatasan wilayah: sisi menuju Jalan Cimindi masuk wilayah Kota Cimahi, sementara arah sebaliknya masuk Kota Bandung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)