Sebagai warga Bandung yang bisa dibilang dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan gelapnya ruas jalan yang dilewati pada malam hari. Tentu ketika singgah di kota lain saya selalu berharap jalanannya memiliki fasilitas yang memadai terutama lampu jalannya. Namun siapa sangka kota Cirebon yang juga berada dalam provinsi yang sama yaitu Jawa Barat memiliki kondisi yang sama dengan Kota Bandung.
Menurut data yang dihimpun oleh Pemprov Jabar bahwa terdapat beberapa wilayah di Jawa Barat yang masih minim penerangan diantaranya Kota Bandung, Kabupaten Cirebon, Kota Bogor dan Depok. Untuk wilayah Kota Bandung sendiri masih mengalami kekurangan sekitar 30.042 titik PJU dari jumlah ideal 67.000 unit. Sementara untuk Kabupaten Cirebon masyarakat mengeluhkan kurangnya PJU di sejumlah jalur penghubung Jalan Raya Gebang-Ciledug. Sementara untuk daerah Kota Bogor dan Depok masyarakat melaporkan PJU yang mati untuk segera diperbaiki.
Malam itu sekitar pukul 19:30 saya turun di Terminal Harjamukti setelah sebelumnya melakukan perjalanan menggunakan elf dari Alun-alun Palimanan. Sebetulnya ada elf lanjutan menuju babakan yang akan melewati jalan rajawali hanya saja jaraknya terlalu dekat jadi sayang jika disambung menggunakan elf. Akhirnya saja jalan kaki selama 17 menit dan penasaran dengan bagaimana kondisi jalanan Cirebon di malam hari.
Baru saja tiga menit berjalan saya mendapati beberapa lampu mati dan bahkan di sepanjang ruas itu lebih banyak tidak terdapat lampu. Sedikit was-was karena pernah mendengar isu jam malam di Cirebon. Namun saya tetap berusaha berjalan dan berhati-hati agar tidak menginjak jalanan berlubang.
Sepanjang jalan saya hanya menemukan cahaya remang dari kios-kios yang terlihat menjajakan aneka minuman kemasan. Saya tidak tahu pasti mereka menjual produk apa selain minuman lagi karena tidak terlihat ada pengunjung. Satu hal yang jelas saya hanya melihat perempuan yang duduk di atas kursi diluar kios. Awalnya saya kira memang sedang ingin bersantai saja tapi pemandangan ini hampir selalu saya temui di sepanjang jalan yang terdapat kios-kios tersebut.
Dilansir dari media Cirebon masalah minimnya PJU di Kota Cirebon adalah keterbatasan anggaran daerah baik kota/kabupaten Cirebon. Sebagai contoh pada tahun anggaran 2026 yan teralokasikan hanya 270 titik lampu dari ribuan titik yang idelanya ditempatkan. Sementara Rencana Pemerintah Kota Cirebon untuk menutupi kekurangan anggaran PJU dengan sistem kerja sama pemerintah dengan badan usah (KBPU) senilai 16.5 Milyar sempat mendapat penolakan dan perdebatan dari sejumlah fraksi di DPR sehingga kegiatan tersebut belum terlaksana.
PJU di Bandung maupun di Kota Cirebon sudah seharusnya menjadi perhatian pihak terkait untuk menjaga keselamatan masyarakat sekitar. Selain mencegah terjadinya kecelakaan tunggal maupun tabrakan antar dua kendaraan atau lebih. Dengan Penerangan jalan yang ideal juga akan mengurangi kejadian kriminalitas yang sejauh ini kedua kota ini memiliki tingkat dan rupa yang sama terkait kejahatan. Pembegalan dan aksi kerumunan geng motor yang seringkali meresahkan dan tak hanya mengambil barang berharga tapi juga bisa meregang nyawa. (*)