Semoga Abadi dalam Gejolak Api Neraka

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Jika kritik secara halus tak di dengar maka biarkan gejolak api dalam jiwa yang berbicara. (Sumber: Pexels)
Jika kritik secara halus tak di dengar maka biarkan gejolak api dalam jiwa yang berbicara. (Sumber: Pexels)

Semoga abadi dalam gejolak api neraka untuk semua dalang pembakaran karhutla di negeri ini. Pembakaran yang tak hanya membumi hanguskan hutan sebagai penyedia oksigen bagi seluruh manusia. Melainkan rumah bagi flora dan fauna yang tidak bisa mereka tuntut balik karena tidak memiliki legalitas tanah.

Semoga abadi dalam api neraka. Semua penguasa yang hanya diam membisu. Mereka yang paling punya kuasa untuk menetapkan karhutla sebagai bencana nasional tapi mereka memilih diam dan entah apa yang mereka tunggu. Mereka yang tak hanya punya kuasa dalam jabatan tapi mereka para tokoh yang diam padahal punya potensi meng-influence para follower yang telah menjadi kawan online setianya. Mereka yang punya suara besar dan sangat berpengaruh menggerakkan massa tapi diam juga barangkali karena merasa nyaman dalam ketidakadilan selama bukan mereka korbannya.

Semoga abadi dalam api neraka. Semua pengusaha yang memonopoli keadaan ini. Mereka yang tega membakar hutan tidak hanya untuk kepentingan lahan sawit. Namun mereka juga yang sengaja membakar karena nilai jual lahan kosongnya naik. Meraka yang hanya mementingkan isi perut dan membeli kemewahan tanpa memiliki kesadaran dari dampak yang ditumbulkan. Bagaimana masyarakat sekitar terdampak ISPA. Bagaimana ibu hamil dan janin yang dikandungnya terdampak asap karhutla. Bagaimana para lansia yang jangankan bisa bernapas normal karena penyakit bawaan di tengah udara segar, kini justru semakin sulit untuk bernapas.

Semoga abadi dalam api neraka. Mereka yang menyebabkan banyak anak tak masuk sekolah. Ditengah kualitas pendidikan kita yang jauh dari kata layak itu kini makin kehilangan kesempatannya untuk belajar. Kondisi yang tidak memungkinkan untuk berada di luar rumah, membuat sejumlah anak-anak terpaksa harus belajar dari rumah. Tak hanya akan kesulitan menerima materi karena tidak semua anak didampingi oleh orang tuanya di rumah. Anak-anak pun kehilangan berinteraksi bersama teman-temannya. Kehilangan masa bermain juga mengeksplorasi hal-hal yang hanya tersedia dalam interaksi sosial. Anak-anak yang terhambat akses belajar karena keterbatasan perangkat belajar juga ketersediaan internet yang mumpuni.

Semoga abadi dalam api neraka. Mereka yang membuat banyak keluarga menderita. Di tengah ekonomi negara kita yang tidak stabil, kejadin karhutla tentu menjadi penyebab utama terganggunya perekonomian masyarakat. Meski sebagian besar dari mereka memilih untuk tetap bekerja tapi nyawa menjadi taruhannya. Paru-paru yang semakin tersedak oleh udara yang berbahaya. Jarak pandang dalam berkendara yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Membuat keluarga pedagang menderita karena penurunan jumlah pembelian karena masyarakat membatasi mobilitas di luar rumahnya.

Semoga abadi dalam api neraka. Mereka yang membuat satwa dan keanekaragaman hayati kehilangan rumahnya. Mereka yang tak butuh berbagi luas tanah menggunakan sertifikat yang biasanya komoditas manusia perjual-belikan. Mereka yang tak butuh gedung tinggi untuk melakukan sejumlah aktifitas perkantoran. Mereka hanya butuh pohon untuk tempat mencari makan. Mereka hanya butuh rimbunan tanaman untuk melindungi mereka dari panas dan hujan. Mereka hanya butuh manusia tidak melewati batasnya karena sudah mendominasi hidup di bumi. Mereka hanya butuh tempatnya tidak diganggu. Kita kadang lupa mereka adalah bagian dari ekosistem yang membuat manusia masih eksis di muka bumi ini. Tanpa mereka perlahan manusia bisa kehilangan banyak hal dalam hidupnya.

Semoga abadi dalam api neraka. Mereka yang membuat matahari kehilangan sinarnya karena asap pekat karhutla. Matahari yang tak sekedar menjadi penerang bagi bumi di siang hari. Matahari juga berguna dalam banyak hal dalam kehidupan manusia salah satunya pembangkit listrik tenaga surya yang ramah lingkungan. Matahari juga kehilangan kesempatannya untuk menyinari pepohonan dalam proses fotosintesis. Matahari pun kehilangan kesempatan memberikan nutrisi alami vitamin D kepada tubuh manusia.

Semoga lekas pulih ibu pertiwi. Semoga masyarakat masih tetap bisa hidup damai di negeri ini. Semoga kita selalu diberikan kekuatan yang dipaksa hidup sehat dan waras di negara yang sakit. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Nov 2026, 20:45

Potensi Desa yang Tak Ada di Peta Digital

Strategi publikasi digital potensi desa menggunakan peta digital.

Wisatawan menaiki wahana Kereta Dangdeur Van Java di Ciherang, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Mitra 06 Nov 2026, 20:30

Angola Jajaki Kerja Sama Pasokan Pupuk dan Investasi dengan Pupuk Kujang

Pemerintah Angola menjajaki peluang kerja sama di sektor pupuk dan pertanian dengan PT Pupuk Kujang Cikampek.

Direktur Utama Pupuk Kujang, Panji Winanteya Ruky saat menyambut Dubes Angola untuk Indonesia, Florencio Mariano da Conceciao e Almeida. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 19:56

Cikasungka, Semula Belantara Habitat Areuy Kasungka

Banyaknya toponim Cikasungka menandakan bahwa pada awalnya areuy kasungka tersebar dengan sangat baik di hutan hujan tropis pegunungan di Jawa Barat dan di Banten.

Bunga, buah, areuy kasungka. (Sumber: tropical.theferns.info)
Mayantara 06 Nov 2026, 19:05

Suara Kritis Masyarakat Jejaring

Ketika persoalan perempuan menjadi percakapan publik di ruang digital.

Ilustrasi pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Seni Budaya 06 Nov 2026, 18:56

Wayang Dari Panggung Rakyat Hingga Diakui Dunia

Dunia mungkin menyebutnya Puppet, akan tetapi bagi masyarakat Indonesia kesenian ini bukan hanya berupa boneka atau bentuk yang menyerupai manusia. Masyarakat di Nusantara mengenalnya dengan sebutan w

Ilustrasi Wayang di Indonesia (Foto: AI)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 17:12

Semoga Abadi dalam Gejolak Api Neraka

Jika kritikan secara halus tak jua di dengar maka biarkan bait-bait yang menusuk relung dan jiwa yang terlontar.

Jika kritik secara halus tak di dengar maka biarkan gejolak api dalam jiwa yang berbicara. (Sumber: Pexels)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 14:21

Duh! Bandung Kian Gemerlap tapi Sebagian Warganya Malah Turun Kelas

Kita perlu memastikan apakah segala fasilitas yang tersedia di Kota Bandung juga memperbesar ruang hidup segenap warganya.

Jembatan Pasupati, salah satu ikon Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Danny)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 10:22

Jangan Sepelekan Buah Sukun

Saat ini pohon Sukun di Kota Bandung sedang berbuah sementara pohon-pohonnya tersebar dan berada di pinggir jalan, raya,, di tempat-tempat umum dan perkantoran.

Buah sukun. (Sumber: Pexels | Foto: Quang Nguyen Vinh)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 08:49

Ngopi Tahun 1980-an

Banyak warung kopi sederhana yang menjadi tempat mangkal untuk menikmati secangkir kopi tubruk di Kota Bandung pada dekade tahun 1980-an.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 20:21

Potensi Hutan Babakan Siliwangi Bandung sebagai Destinasi Wisata

Bandung menjadi salah satu kota yang masih memiliki hutan kota. Hutan Babakan Siliwangi Bandung berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, selain penyeimbang udara bersih dari polusi.

Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 20:09

Karhutla dan Kabut Asap Menjadi Berita Utama Surat Kabar Daerah-Nasional hingga Internasional

Besarnya perhatian terhadap bencana ekologis tercermin dari pemberitaan berbagai surat kabar daerah, nasional, hingga internasional.

Sejumlah surat kabar daerah yang menyoroti peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 19:08

Dari Papua ke Jawa Barat: Karhutla dan Peran Warga Bandung

Dari karhutla Papua hingga kejadian di Bandung, mari jaga lingkungan lewat 4 langkah sederhana pencegahan kebakaran di sekitar rumah.

Ilustrasi kebakaran hutan di Papua. (Sumber: AI Generator | Foto: Ilustrasi AI)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 18:23

Hanya Sepekan: Asap Karhutla Kembali Penuhi Langit Palangkaraya

Baru saja genap sepekan langit Palangka Raya bersih karena sudah turun hujan. Namun kabar baik tersebut tidak berlangsung lama setelah pembakaran hutan kembali terjadi.

Asap Karhutla kembali penuhi langit Palangkaraya. (Sumber: Instagram| info.kalteng)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 17:25

10 Netizen Terpilih Oktober 2026: Menangkap Isu Hujan, Bencana, dan Wajah Kota Bandung

10 penulis terbaik Ayo Netizen Oktober 2026 diumumkan. Dari isu hujan dan bencana hingga wajah kota Bandung, total hadiah Rp1,5 juta.

Banjir yang menggenangi Jalan Raya Pluto, Margahayu, Kota Bandung, Rabu 14 Mei 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 16:45

Apakah Buku Fisik Mulai Menjadi Bagian dari Masa Lalu?

Analisis kebiasaan membaca digital mahasiswa Indonesia beserta tiga keterbatasan data yang perlu dicermati sebelum menyimpulkan nasib buku cetak.

Contoh buku fisik berjudul Pride and Prejudice karya Jane Austen. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Dila Ananda Pratama)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 13:57

Menemukan Manisnya Ketan Susu Bang Zul, Hidden Gem Kuliner di Ujung Berung

Ketan Susu Bang Zul, salah satu hidden gem kuliner di Ujung Berung, Bandung. Sajian ketan susu dengan beragam topping, menawarkan perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur yang menggugah selera.

Ketan Susu Bang Zul. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 12:24

Éling ka Wiwitan, Sadar ka Wekasan: Membangun Bandung Tangguh Bencana

Kota tangguh bencana tidak dibangun ketika bencana datang, melainkan jauh sebelumnya melalui kesadaran mengenali risiko dan keberanian melakukan mitigasi.

Pembangunan kota harus dimulai dengan kesadaran bersama terhadap risiko bencana. (Sumber: pexels | Foto: alfian light)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 11:11

Lagu ‘Halo-Halo Bandung’ Kala Persib Tandang di Negeri Orang

Tanpa harus merencanakan sebuah pertunjukan kebudayaan, para bobotoh Persib membawa salah satu simbol sejarah Bandung ke hadapan publik internasional.

Pemain Persib merayakan kemenangan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 07:57

Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor: Merawat Welas Asih dari Jalanan

Di tengah rezim yang sewenang-wenang, Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor kembali menyatukan suara korban yang diabaikan dan menjaga nyala welas asih sebagai napas panjang perlawanan di jalanan.

Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor di Braga, 29 Agustus 2026 (Foto: Iqa Kinanti Nandakasih)
Mitra 04 Nov 2026, 20:29

Dari 475 Pendaftar, 35 Jurnalis Terpilih Raih Beasiswa S2 BRI Fellowship Journalism 2026

BRI resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana lewat Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026.

BRI resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana lewat Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026. (Sumber: Dok. BRI)