Dari Pesantren ke Panggung Nasional: Perjalanan Hayyun Halimatul Ummah Menjadi Duta Santri

4 menit baca
Muhamad Gojali
Ditulis oleh Muhamad Gojali diterbitkan
Hayyun Halimatul Ummah ketika dinobatkan sebagai Duta Santri Nasional pada malam grand final. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Hayyun Halimatul Ummah ketika dinobatkan sebagai Duta Santri Nasional pada malam grand final. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Tidak semua orang berani melangkah ketika rasa ragu masih mendominasi. Namun bagi Hayyun Halimatul Ummah, keraguan justru menjadi titik awal untuk mencoba. Perempuan asal Tasikmalaya ini membuktikan bahwa keberanian melangkah dapat membuka jalan yang tak terduga, hingga akhirnya ia dinobatkan sebagai Duta Santri Nasional.

Hayyun Halimatul Ummah lahir di Tasikmalaya pada 17 Januari 2004. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai kejujuran, ketulusan, dan adab dalam belajar. Ayahnya, Aedin Taryadin, bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Lina, merupakan ibu rumah tangga yang aktif mengajar ngaji dan pendidikan agama di lingkungan sekitar rumah.

Dari keseharian orang tuanya, Hayyun belajar bahwa pendidikan tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga tentang usaha yang sungguh-sungguh dan sikap hormat kepada guru serta orang tua. Nilai-nilai inilah yang kemudian menjadi fondasi dalam setiap langkah hidupnya.

Menempuh Pendidikan Sekolah dan Pesantren

Perjalanan pendidikan Hayyun dimulai di SDN Sindang, berlanjut ke MTsN 3 Tasikmalaya, lalu SMAN 1 Karangnunggal. Sejak jenjang MTs hingga SMA, ia tinggal di Pondok Pesantren Salafiyyah Almuawanah.

Lingkungan pesantren membentuknya terbiasa hidup disiplin, bertanggung jawab, dan menjaga niat dalam setiap aktivitas. Ritme kehidupan yang teratur tanpa ambisi berlebihan justru mengajarkannya konsistensi dan kesabaran dalam belajar.

Pada 2022, Hayyun diterima sebagai mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia memilih tetap tinggal di pesantren sambil menjalani perkuliahan. Setiap hari, ia harus menyesuaikan jadwal antara kewajiban akademik, kegiatan kampus, serta aktivitas mondok yang berlangsung dari subuh hingga malam.

Di tengah kesibukan tersebut, Hayyun bergabung dengan Unit Pengembangan Tilawatil Qur’an (UPTQ). sebuah wadah yang bukan hanya memperkuat kecintaannya terhadap Al-Qur’an, tetapi juga menjadi tempat ia mengembangkan potensi, dan kepercayaan diri dalam berdakwah.

Ketekunan Hayyun membuahkan hasil. Hingga kini, ia telah meraih lebih dari 35 prestasi di bidang dakwah dan keislaman. Pencapaian tersebut mengantarkannya meraih predikat Mahasiswa Berprestasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2024 dan 2025.

Meski demikian, Hayyun tidak pernah merasa pencapaian itu sebagai hasil kehebatan pribadi. Ia selalu menegaskan bahwa semua keberhasilan adalah buah dari doa orang tua dan keberkahan para guru. Ada satu prinsip yang selalu ia pegang, “Manusia akan maju kalau tidak membuat orang tuanya kecewa.”

Keputusan Hayyun mengikuti seleksi Duta Santri Nasional berawal dari rasa penasaran. Ia mengaku tidak datang dengan ambisi besar, justru diiringi rasa ragu dan overthinking. Dorongan dari guru pesantren dan dosen kampus yang melihat potensinya akhirnya membuat ia memberanikan diri untuk mendaftar.

Baginya, kesempatan yang datang adalah sesuatu yang patut dicoba, meskipun penuh keraguan.

Seleksi Panjang Selama Lima Bulan

Proses seleksi berlangsung sekitar lima bulan. Tahapannya meliputi pemberkasan, penulisan esai, pembuatan video elevator pitch, penyusunan visi–misi, hingga wawancara. Pada tahap ini, peserta diuji kemampuan bahasa Arab dan Inggris, pembacaan kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, tajwid, serta makharijul huruf.

Seleksi kemudian berlanjut ke tahap bootcamp, pembekalan, sidang program, karantina, hingga malam grand final yang mempertemukan 30 finalis terpilih dari sekitar enam ribu peserta dari seluruh Indonesia.

Di balik proses panjang tersebut, tantangan terbesar Hayyun bukan terletak pada kemampuan, melainkan manajemen waktu. Selama seleksi berlangsung, ia tetap harus menjalani perkuliahan, kewajiban pesantren dengan absensi lima waktu, amanah organisasi, serta program KKN.

Tidur larut dan belajar dalam kondisi lelah menjadi risiko yang harus ia hadapi. Tantangan semakin terasa ketika jadwal wawancara Duta Santri bertabrakan dengan lomba di Bank Indonesia Tasikmalaya. Sempat terlintas untuk mengundurkan diri, tetapi tekanan dan dorongan panitia–“Tidak bisa sempat 10 menit saja?”–menjadi tamparan halus yang membuatnya bertahan dan tidak menyerah.

Masa karantina menjadi pengalaman yang paling berkesan. Untuk pertama kalinya, Hayyun mengikuti ajang kedutaan yang menuntut hal-hal di luar kebiasaannya, mulai dari memakai heels setinggi 11 cm, belajar catwalk, make-up, hingga memahami gestur sebagai figur publik.

Meski sempat merasa canggung, Hayyun memaknai pengalaman tersebut sebagai proses belajar. Dari sanalah ia menarik satu kesimpulan sederhana yang terus menguatkannya:

Kalau mau hebat, harus nekat.

Malam Penobatan yang Mengubah Segalanya

Malam grand final menjadi momen yang sulit dilupakan. Ketika namanya diumumkan sebagai Juara Umum Duta Santri Nasional, Hayyun tak mampu menahan haru. Hadiah Umrah dan Trip ke Mesir terasa begitu besar baginya, terlebih karena ia merasa banyak finalis lain yang lebih hebat dan berpengalaman.

Baginya, pencapaian itu adalah bentuk kasih sayang Allah yang datang melalui doa orang tua dan keberkahan guru. Di hadapan banyak orang, ia hanya mampu mengucapkan, “Ya Allah, alhamdulillah.”

Setelah dinobatkan, Hayyun mengemban amanah baru sebagai Duta Santri Nasional. Ia tidak ingin gelar tersebut berhenti sebagai simbol semata. Bersama tim, ia mulai merancang program GEMASSH (Gerakan Edukatif Melalui Santri Sadar Hukum) yang akan berkolaborasi dengan bidang politik dan hukum.

Ke depan, Hayyun berencana aktif mengadakan seminar, pelatihan, kolaborasi desa, serta kegiatan sosial lainnya. Tujuannya adalah memberikan pemahaman hukum dasar yang praktis kepada masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan diri santri agar siap berkontribusi di berbagai bidang.

Bagi Hayyun, perjalanan ini bukan tentang seberapa jauh ia melangkah, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa ia berikan. Ia ingin menunjukkan bahwa kesederhanaan bukan penghalang untuk bermimpi besar, dan keberanian untuk mencoba adalah awal dari banyak pintu kebaikan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)