Dari Pesantren ke Panggung Nasional: Perjalanan Hayyun Halimatul Ummah Menjadi Duta Santri

Muhamad Gojali
Ditulis oleh Muhamad Gojali diterbitkan Rabu 29 Apr 2026, 13:36 WIB
Hayyun Halimatul Ummah ketika dinobatkan sebagai Duta Santri Nasional pada malam grand final. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Hayyun Halimatul Ummah ketika dinobatkan sebagai Duta Santri Nasional pada malam grand final. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Tidak semua orang berani melangkah ketika rasa ragu masih mendominasi. Namun bagi Hayyun Halimatul Ummah, keraguan justru menjadi titik awal untuk mencoba. Perempuan asal Tasikmalaya ini membuktikan bahwa keberanian melangkah dapat membuka jalan yang tak terduga, hingga akhirnya ia dinobatkan sebagai Duta Santri Nasional.

Hayyun Halimatul Ummah lahir di Tasikmalaya pada 17 Januari 2004. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai kejujuran, ketulusan, dan adab dalam belajar. Ayahnya, Aedin Taryadin, bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Lina, merupakan ibu rumah tangga yang aktif mengajar ngaji dan pendidikan agama di lingkungan sekitar rumah.

Dari keseharian orang tuanya, Hayyun belajar bahwa pendidikan tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga tentang usaha yang sungguh-sungguh dan sikap hormat kepada guru serta orang tua. Nilai-nilai inilah yang kemudian menjadi fondasi dalam setiap langkah hidupnya.

Menempuh Pendidikan Sekolah dan Pesantren

Perjalanan pendidikan Hayyun dimulai di SDN Sindang, berlanjut ke MTsN 3 Tasikmalaya, lalu SMAN 1 Karangnunggal. Sejak jenjang MTs hingga SMA, ia tinggal di Pondok Pesantren Salafiyyah Almuawanah.

Lingkungan pesantren membentuknya terbiasa hidup disiplin, bertanggung jawab, dan menjaga niat dalam setiap aktivitas. Ritme kehidupan yang teratur tanpa ambisi berlebihan justru mengajarkannya konsistensi dan kesabaran dalam belajar.

Pada 2022, Hayyun diterima sebagai mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia memilih tetap tinggal di pesantren sambil menjalani perkuliahan. Setiap hari, ia harus menyesuaikan jadwal antara kewajiban akademik, kegiatan kampus, serta aktivitas mondok yang berlangsung dari subuh hingga malam.

Di tengah kesibukan tersebut, Hayyun bergabung dengan Unit Pengembangan Tilawatil Qur’an (UPTQ). sebuah wadah yang bukan hanya memperkuat kecintaannya terhadap Al-Qur’an, tetapi juga menjadi tempat ia mengembangkan potensi, dan kepercayaan diri dalam berdakwah.

Ketekunan Hayyun membuahkan hasil. Hingga kini, ia telah meraih lebih dari 35 prestasi di bidang dakwah dan keislaman. Pencapaian tersebut mengantarkannya meraih predikat Mahasiswa Berprestasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2024 dan 2025.

Meski demikian, Hayyun tidak pernah merasa pencapaian itu sebagai hasil kehebatan pribadi. Ia selalu menegaskan bahwa semua keberhasilan adalah buah dari doa orang tua dan keberkahan para guru. Ada satu prinsip yang selalu ia pegang, “Manusia akan maju kalau tidak membuat orang tuanya kecewa.”

Keputusan Hayyun mengikuti seleksi Duta Santri Nasional berawal dari rasa penasaran. Ia mengaku tidak datang dengan ambisi besar, justru diiringi rasa ragu dan overthinking. Dorongan dari guru pesantren dan dosen kampus yang melihat potensinya akhirnya membuat ia memberanikan diri untuk mendaftar.

Baginya, kesempatan yang datang adalah sesuatu yang patut dicoba, meskipun penuh keraguan.

Seleksi Panjang Selama Lima Bulan

Proses seleksi berlangsung sekitar lima bulan. Tahapannya meliputi pemberkasan, penulisan esai, pembuatan video elevator pitch, penyusunan visi–misi, hingga wawancara. Pada tahap ini, peserta diuji kemampuan bahasa Arab dan Inggris, pembacaan kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, tajwid, serta makharijul huruf.

Seleksi kemudian berlanjut ke tahap bootcamp, pembekalan, sidang program, karantina, hingga malam grand final yang mempertemukan 30 finalis terpilih dari sekitar enam ribu peserta dari seluruh Indonesia.

Di balik proses panjang tersebut, tantangan terbesar Hayyun bukan terletak pada kemampuan, melainkan manajemen waktu. Selama seleksi berlangsung, ia tetap harus menjalani perkuliahan, kewajiban pesantren dengan absensi lima waktu, amanah organisasi, serta program KKN.

Tidur larut dan belajar dalam kondisi lelah menjadi risiko yang harus ia hadapi. Tantangan semakin terasa ketika jadwal wawancara Duta Santri bertabrakan dengan lomba di Bank Indonesia Tasikmalaya. Sempat terlintas untuk mengundurkan diri, tetapi tekanan dan dorongan panitia–“Tidak bisa sempat 10 menit saja?”–menjadi tamparan halus yang membuatnya bertahan dan tidak menyerah.

Masa karantina menjadi pengalaman yang paling berkesan. Untuk pertama kalinya, Hayyun mengikuti ajang kedutaan yang menuntut hal-hal di luar kebiasaannya, mulai dari memakai heels setinggi 11 cm, belajar catwalk, make-up, hingga memahami gestur sebagai figur publik.

Meski sempat merasa canggung, Hayyun memaknai pengalaman tersebut sebagai proses belajar. Dari sanalah ia menarik satu kesimpulan sederhana yang terus menguatkannya:

Kalau mau hebat, harus nekat.

Malam Penobatan yang Mengubah Segalanya

Malam grand final menjadi momen yang sulit dilupakan. Ketika namanya diumumkan sebagai Juara Umum Duta Santri Nasional, Hayyun tak mampu menahan haru. Hadiah Umrah dan Trip ke Mesir terasa begitu besar baginya, terlebih karena ia merasa banyak finalis lain yang lebih hebat dan berpengalaman.

Baginya, pencapaian itu adalah bentuk kasih sayang Allah yang datang melalui doa orang tua dan keberkahan guru. Di hadapan banyak orang, ia hanya mampu mengucapkan, “Ya Allah, alhamdulillah.”

Setelah dinobatkan, Hayyun mengemban amanah baru sebagai Duta Santri Nasional. Ia tidak ingin gelar tersebut berhenti sebagai simbol semata. Bersama tim, ia mulai merancang program GEMASSH (Gerakan Edukatif Melalui Santri Sadar Hukum) yang akan berkolaborasi dengan bidang politik dan hukum.

Ke depan, Hayyun berencana aktif mengadakan seminar, pelatihan, kolaborasi desa, serta kegiatan sosial lainnya. Tujuannya adalah memberikan pemahaman hukum dasar yang praktis kepada masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan diri santri agar siap berkontribusi di berbagai bidang.

Bagi Hayyun, perjalanan ini bukan tentang seberapa jauh ia melangkah, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa ia berikan. Ia ingin menunjukkan bahwa kesederhanaan bukan penghalang untuk bermimpi besar, dan keberanian untuk mencoba adalah awal dari banyak pintu kebaikan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhamad Gojali
Mahasiswa ilmu komunikasi jurnalistik

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)
Ayo Netizen 18 Mei 2026, 20:54

Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu.

Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)