Kisah Pendatang yang Tak Sengaja Ciptakan ‘Batagor’ Makanan Favorit Kota Bandung

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Pedagang batagor. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Pedagang batagor. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)

HAJI ISAN--jika ia masih ada—sebenarnya patut dan pantas mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota Bandung. ide dan kebaikan sederhananya—memberikan sisa bakso tahu jualannya yang kemudian ia goreng dan diberikan kepada para tetangganya—tak disangka dan tak ia duga kelak bisa menjadi makanan khas dan favorit Kota Bandung, Batagor.

H. Isan bukan pituin Bandung asli. Ia merupakan pedagang bakso tahu asal Purwokerto, Jawa Tengah, yang merantau ke Bandung. “Kebaikan sederhanaannya” ternyata menjadi berkah bagi orang banyak. Perlahan tapi pasti makanan yang tak sengaja diciptakannya itu disukai dan dikenal banyak orang--dari semula berupa makanan yang dijual recehan di pinggir jalan hingga kini jadi makanan favorit dan oleh-oleh wajib khas Bandung. 

Bahkan dalam daftar “100 Best Seafood Dishes in the World” versi TasteAtlas yang diperbarui 21 September 2025, Batagor berhasil menduduki posisi ke-3 di antara seluruh hidangan laut dari berbagai negara.

Ya, Batagor sudah menjadi salah satu makanan ikonik Kota Bandung. Singkatan dari "Bakso Tahu Goreng", Batagor adalah makanan jalanan yang memikat--perpaduan antara rasa gurih dan tekstur renyah yang menggoda selera. 

Bila Anda berkunjung ke Bandung, rasanya wajib mencicipi sajian kuliner yang menggoda lidah dan melegenda ini. Tak berasa ke Bandung jika Anda tak mencicipinya. Anda bisa menemukannya di berbagai tempat di Bandung--di pinggir jalan berupa roda sederhana dengan harga receh hingga kelas gerai restoran dengan harga premium.

Batagor Kingsley (Foto: GMAPS)
Batagor Kingsley (Foto: GMAPS)

Batagor pertama kali muncul di Bandung pada tahun 1970-an. Konon, ditemukan oleh seorang pendatang asal Purwokerto, Jawa Tengah--seorang pedagang bakso tahu keliling yang murah hati dan kreatif. Dagangan bakso tahunya selalu tak habis. Hampir setiap hari. Lalu, bakso tahu yang tak habis itu ia goreng dan dibagikan kepada tetangganya. Tetapi, justru bakso tahu goreng yang dibagikannya itu banyak disukai orang.

Batagor—seperti bakso tahu, asalnya--tidak akan lengkap tanpa saus kacangnya yang lezat. Saus kacang warna cokelah keemasa dengan rasa manis dan gurih, dicampur dengan bawang goreng dan kerupuk, melengkapi sensasi rasa Batagor.

Bagi wisatawan yang datang ke Bandung, mencicipi Batagor adalah salah satu cara terbaik untuk merasakan budaya dan kuliner lokal Bandung. Batagor adalah pilihan yang sempurna, baik sebagai makanan ringan di sore hari atau sebagai hidangan utama menemani waktu Santai Anda.

Kini, mencicipi Batagor di Bandung tidak hanya sekadar mencicipi makanan, tetapi juga pengalaman yang mengajak Anda untuk merasakan cita rasa dan budaya kota ini.

Tak terhitung pedagang Batagor di Kota Bandung ini. Dari batagor H. Isan—sang pelopor--di daerah Bojongloa, Batagor Yunus di daerah Kopo, Batagor Riri di daerah Burangrang, Batagor Kingsley di daerah Veteran, hingga merek lainnya yang mudah dijumpai di pinggir jalan dengan rasa dan kekhasannya masing-masing.

Mencicipi Batagor adalah pengalaman kuliner yang menggairahkan--bagian tak terpisahkan dari budaya kota ini. Banyak gerai Batagor juga menyediakan opsi takeaway, sehingga Anda dapat membawa pulang kelezatan ini sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan teman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)