Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Senin 30 Mar 2026, 14:43 WIB
Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Sore di pekan pertama setelah Lebaran 2026, suasana di Stasiun Kiaracondong tak lagi seramai puncak arus mudik. Namun, cerita tentang perjalanan pulang belum benar-benar usai.

Di sisi stasiun, barisan sepeda motor terlihat tertata rapi, berhimpitan di pinggir tenda posko. Bukan sekadar diparkir, kendaraan-kendaraan ini sedang menunggu untuk diambil oleh pemiliknya. Motor-motor itu telah menempuh ratusan kilometer, tapi bukan melalui jalan raya, melainkan lewat rel kereta.

Di tengah narasi mudik yang identik dengan kemacetan dan perjalanan melelahkan, pemandangan ini terasa berbeda. Sepeda motor tidak perlu dikendarai berjam-jam, melainkan “dititipkan” agar pemiliknya bisa pulang dengan lebih tenang. Pemilik sampai, sepeda motor pun tiba.

Motis, Solusi Kecelakaan Lalu Lintas Saat Lebaran?

Program mudik motor gratis atau Motis merupakan inisiatif pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) untuk mengurangi jumlah sepeda motor di jalan selama musim mudik.

Program ini sudah berjalan sejak sekitar 2015 dan mulai hadir di Bandung pada 2017. Sejak saat itu, Motis menjadi alternatif bagi pemudik yang ingin membawa sepeda motor tanpa harus menempuh perjalanan jauh dengan mengendarainya sendiri.

Melalui sistem ini, sepeda motor diangkut menggunakan kereta khusus, sementara pemiliknya menempuh perjalanan dengan kereta penumpang. Tujuannya sederhana, tetapi krusial: menekan angka kecelakaan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat.

“Tujuan utamanya adalah untuk menekan angka kecelakaan di jalan, lalu mengurai kemacetan sepeda motor di jalan raya juga,” kata Koordinator Posko Motis Kiaracondong, Rizky Agung (36).

Rizky Agung memastikan setiap perjalanan lewat Motis bukan sekadar memindahkan kendaraan, tapi juga mengurangi risiko kecelakaan di jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Rizky Agung memastikan setiap perjalanan lewat Motis bukan sekadar memindahkan kendaraan, tapi juga mengurangi risiko kecelakaan di jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Tahun ini, Motis kembali membawa kabar baik bagi para pemudik. Selain pengangkutan sepeda motor yang gratis, tiket penumpang juga tidak dipungut biaya. Satu unit motor bahkan bisa difasilitasi untuk dua orang dewasa.

“Satu motor itu dapat kuota gratis dua orang penumpang. Jadi bukan cuma motornya, orangnya juga difasilitasi,” ujar Rizky.

Namun, di balik kemudahan tersebut, keterbatasan tetap menjadi tantangan. Kuota harian yang tersedia masih belum mampu menampung tingginya minat masyarakat, terutama di kota seperti Bandung.

“Kalau Bandung sendiri, paling banyak kuotanya sekitar 70 unit per hari. Dan banyak yang tidak kebagian,” katanya.

Dari Kiaracondong, sepeda motor ini menempuh perjalanan panjang menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Rute tersebut melintasi sejumlah kota seperti Kroya, Kebumen, Yogyakarta, hingga berakhir di Madiun.

“Kalau arus balik ini, kurang lebih sudah sekitar 450 motor yang terangkut sampai hari ketiga,” ujar Rizky.

Ia menambahkan, tujuan terbanyak dari Kiaracondong adalah wilayah Kebumen dan sekitarnya di Jawa Tengah.

Perjalanan yang biasanya memakan waktu belasan hingga puluhan jam di jalan raya kini bisa dijalani tanpa kelelahan fisik. Pemudik cukup melengkapi dokumen dan menyerahkan kendaraan sehari sebelum keberangkatan, lalu mengambilnya kembali saat tiba di tujuan.

Suparjo Pelanggan Setia Motis

Bagi pasangan suami istri asal Magetan, Suparjo (51) dan Sulasmi (47), yang telah dua dekade tinggal di Bandung, Motis bukan lagi sekadar alternatif, melainkan solusi rutin setiap musim mudik.

Sejak 2017, keduanya hampir tidak pernah melewatkan program ini.

“Alasannya Motis itu aman. Program pemerintah, gratis, dan cari tiketnya lebih gampang,” kata Suparjo.

Pengalaman masa lalu menjadi alasan kuat. Ia pernah menempuh perjalanan dari Bandung ke Magetan dengan sepeda motor selama sekitar 20 jam. Bagi Suparjo yang sudah memasuki usia lansia, perjalanan tersebut melelahkan dan penuh risiko.

Bagi Suparjo dan istrinya, Motis bukan sekadar fasilitas gratis, tetapi cara pulang yang lebih aman dan hemat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bagi Suparjo dan istrinya, Motis bukan sekadar fasilitas gratis, tetapi cara pulang yang lebih aman dan hemat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

“Kalau naik motor sendiri itu capek, bisa sampai 20 jam. Pernah tas jatuh, tidak terasa. Di dalamnya ada uang Rp20 juta,” ujarnya, mengingat kejadian tersebut.

Selain kenyamanan, faktor ekonomi juga menjadi pertimbangan penting. Tanpa Motis, biaya mudik bisa membengkak, mulai dari tiket kereta hingga ongkos pengiriman sepeda motor.

“Terbantu, tidak harus mengeluarkan biaya besar untuk mudik,” kata Suparjo.

Menurutnya, biaya pengiriman motor bisa mencapai Rp500 ribu, sementara tiket kereta untuk satu orang bisa lebih dari Rp300 ribu.

Penghematan ini memberi ruang bagi kebutuhan lain selama berada di kampung halaman

Mudik yang Lebih Manusiawi

Perubahan paling terasa bukan hanya pada biaya, tetapi juga kondisi fisik. Perjalanan yang dulu menguras tenaga kini bisa dijalani dengan lebih nyaman.

“Perjalanannya lebih enak, bisa tidur, bisa santai,” ujar Suparjo.

Dia mengatakan ada waktu untuk beristirahat, hal yang sulit didapat ketika dia harus berkendara langsung jarak jauh. Meski demikian, keterbatasan kuota masih menjadi catatan.

“Kalau bisa kuotanya ditambah,” timpal Sulasmi.

Harapan serupa juga muncul dari pihak penyelenggara. Penambahan kuota dan titik keberangkatan dinilai sebagai langkah realistis untuk menjawab tingginya permintaan di masa mendatang.

Petugas membungkus satu persatu motor pemudik dan memastikan aman untuk diangkut masuk dalam gerbong kereta api. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Petugas membungkus satu persatu motor pemudik dan memastikan aman untuk diangkut masuk dalam gerbong kereta api. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

News Update

Ayo Netizen 30 Mar 2026, 16:24

Anomali Saat Lebaran Tahun 1980-an

Pada hari Lebaran banyak orang-orang yang terlibat dalam permainan lotre atau judi padahal kbaru saja menjalani shaum Ramadan

Masjid Agung Bandung (Alun-Alun) pada tahun 1980-an. (Sumber: Twitter | Foto: @arbainrambey)
Linimasa 30 Mar 2026, 15:12

Jejak Serangan Berdarah Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Sejarah mencatat berbagai serangan terhadap UNIFIL di Lebanon, dari tragedi Qana 1996 hingga insiden terbaru yang menewaskan prajurit Indonesia.

Latihan bersama Kontingen Garuda dengan Lebanese Armed Forces. (Sumber: tniad.mil.id)
Beranda 30 Mar 2026, 14:43

Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

Mudik tak selalu identik dengan lelah di jalan. Lewat program Motis, ratusan sepeda motor diangkut dengan kereta dari Kiaracondong, menghadirkan perjalanan pulang yang lebih aman, ringan, dan manusiaw

Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 13:56

Kakarén dan Hidup Setelah Lebaran

Kakarén Lebaran bisa dibaca sebagai metafora yang menarik.

produksi kue kering di pabrik kue J&C Cookies, Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Rabu, 27 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 12:37

Transportasi Laut Pemudik: Antara Pelayaran Rakyat Anak Tiri dan Pelayaran Pelat Merah Anak Emas

Kegiatan penyeberangan dengan pelayaran rakyat sarat dengan bahaya.

Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 09:40

Ketika Utilitas Melanggar Ruang Manfaat Jalan

Utilitas seperti kabel menjuntai dan galian kabel di permukaan jalan di Bandung melanggar ruang manfaat jalan.

Lakalantas tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan akibat bekas galian kabel PLN, Kamis (26/3/2026). (Sumber: Instagram/@im.bethh___)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 08:40

Jabar Mesti Berani Revolusi untuk Mencetak SDM Terbarukan

SDM terbarukan memiliki etos kerja, kompetensi, daya literasi, kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman

Ilustrasi revolusi ketenagakerjaan di Jabar (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 18:16

Prospek Usaha Florikultura saat Lebaran dan Reinventing Kota Kembang

Prospek usaha bunga potong atau Florikultura saat lebaran bisa reinventing predikat kota kembang.

Pasar kembang Wastukencana kota Bandung (Sumber: pasarbungawastukencana.com)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 14:03

Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

Menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci.

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 12:06

Syawal adalah Harapan

Bulan Syawal—sebuah fase yang bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah sebulan penuh, melainkan awal dari harapan yang diperbarui.

Pemudik sepeda motor melintasi Kota Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2025, dengan pilihan perjalanan hemat dan berbagai konsekuensinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mar 2026, 09:43

Sejarah Tahu Gejrot, Legenda Kuliner yang Berawal dari Pabrik di Pesisir Cirebon

Tahu gejrot lahir dari industri tahu di Cirebon, berkembang dari makanan buruh menjadi jajanan jalanan legendaris di banyak kota.

Tahu gejrot khas Cirebon.
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 09:20

Jalan Gelap di Bandung Memperbesar Risiko Keselamatan bagi Semua Pengguna Jalan

Jalan gelap di Bandung meningkatkan risiko kecelakaan dan kejahatan.

Jalan 'miskin lampu' di Bandung. (Sumber: Instagram @infobandungkota)
Beranda 28 Mar 2026, 11:07

Pedagang Mengenang Terminal Cicaheum yang Tak Lagi Ramai

Terminal Cicaheum di Bandung kini tak lagi seramai dulu. Pedagang lama bertahan di tengah penurunan penumpang, perubahan transportasi, dan kenangan masa lalu yang masih membekas.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 28 Mar 2026, 10:29

Kemacetan Pacira Saat Lebaran Ubah Pola Wisatawan

Kemacetan parah di jalur Pacira saat Lebaran berdampak pada kunjungan wisata, sebagian naik signifikan, sebagian lainnya justru turun.

Satlantas Polresta Bandung mengurai kemacetan di jalur Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 22:02

Jejak Bahasa, Dakwah, dan Tradisi Lebaran di Jawa dalam Kata ‘Ketupat

Sejak kapan ketupat menjadi simbol Idul Fitri? Dan benarkah kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat”—mengakui kesalahan?

Warga menganyam daun kelapa menjadi cangkang ketupat di kawasan Blok Ketupat, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 18:01

Mengenang Sambas Mangundikarta, Penyiar RRI–TVRI dan Pencipta Lagu Manuk Dadali

Nama Sambas Mangundikarta tidak dapat dipisahkan dari Kota Bandung.

Sambas Mangundikarta, sosok panutan dalam dunia penyiaran Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ikon 27 Mar 2026, 17:33

Sejarah Salak Pondoh, Buah Ikon Jogja dari Empat Biji Pemberian

Salak pondoh yang kini menjadi ikon pertanian Sleman berawal dari empat biji yang ditanam di lereng Merapi sekitar 1917. Dari kebun kecil desa, buah ini berkembang menjadi komoditas besar.

Ilustrasi salak Pondoh.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 16:27

Lebaran Telah Usai, Keselamatan Kerja Industri Distribusi BBM Tidak Boleh Kendor

Musim pancaroba menyebabkan temperatur ekstrim, ancaman puting beliung dan sambaran petir setiap saat mengancam aktivitas industri distribusi BBM.

Ilustrasi kasus kebakaran akibat kecelakaan kerja pada industri distribusi BBM (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 14:48

Anno Horribilis: Cegah Gangguan Jantung Akibat Stress Kerja

Ternyata stress akibat kerja bisa menyebabkan gangguan jantung dan sakit jiwa.

Iliustrasi gangguan jantung akibat stress kerja. (Sumber: Pexels | Foto: freestocks.org)