Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

4 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Sore di pekan pertama setelah Lebaran 2026, suasana di Stasiun Kiaracondong tak lagi seramai puncak arus mudik. Namun, cerita tentang perjalanan pulang belum benar-benar usai.

Di sisi stasiun, barisan sepeda motor terlihat tertata rapi, berhimpitan di pinggir tenda posko. Bukan sekadar diparkir, kendaraan-kendaraan ini sedang menunggu untuk diambil oleh pemiliknya. Motor-motor itu telah menempuh ratusan kilometer, tapi bukan melalui jalan raya, melainkan lewat rel kereta.

Di tengah narasi mudik yang identik dengan kemacetan dan perjalanan melelahkan, pemandangan ini terasa berbeda. Sepeda motor tidak perlu dikendarai berjam-jam, melainkan “dititipkan” agar pemiliknya bisa pulang dengan lebih tenang. Pemilik sampai, sepeda motor pun tiba.

Motis, Solusi Kecelakaan Lalu Lintas Saat Lebaran?

Program mudik motor gratis atau Motis merupakan inisiatif pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) untuk mengurangi jumlah sepeda motor di jalan selama musim mudik.

Program ini sudah berjalan sejak sekitar 2015 dan mulai hadir di Bandung pada 2017. Sejak saat itu, Motis menjadi alternatif bagi pemudik yang ingin membawa sepeda motor tanpa harus menempuh perjalanan jauh dengan mengendarainya sendiri.

Melalui sistem ini, sepeda motor diangkut menggunakan kereta khusus, sementara pemiliknya menempuh perjalanan dengan kereta penumpang. Tujuannya sederhana, tetapi krusial: menekan angka kecelakaan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat.

“Tujuan utamanya adalah untuk menekan angka kecelakaan di jalan, lalu mengurai kemacetan sepeda motor di jalan raya juga,” kata Koordinator Posko Motis Kiaracondong, Rizky Agung (36).

Rizky Agung memastikan setiap perjalanan lewat Motis bukan sekadar memindahkan kendaraan, tapi juga mengurangi risiko kecelakaan di jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Rizky Agung memastikan setiap perjalanan lewat Motis bukan sekadar memindahkan kendaraan, tapi juga mengurangi risiko kecelakaan di jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Tahun ini, Motis kembali membawa kabar baik bagi para pemudik. Selain pengangkutan sepeda motor yang gratis, tiket penumpang juga tidak dipungut biaya. Satu unit motor bahkan bisa difasilitasi untuk dua orang dewasa.

“Satu motor itu dapat kuota gratis dua orang penumpang. Jadi bukan cuma motornya, orangnya juga difasilitasi,” ujar Rizky.

Namun, di balik kemudahan tersebut, keterbatasan tetap menjadi tantangan. Kuota harian yang tersedia masih belum mampu menampung tingginya minat masyarakat, terutama di kota seperti Bandung.

“Kalau Bandung sendiri, paling banyak kuotanya sekitar 70 unit per hari. Dan banyak yang tidak kebagian,” katanya.

Dari Kiaracondong, sepeda motor ini menempuh perjalanan panjang menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Rute tersebut melintasi sejumlah kota seperti Kroya, Kebumen, Yogyakarta, hingga berakhir di Madiun.

“Kalau arus balik ini, kurang lebih sudah sekitar 450 motor yang terangkut sampai hari ketiga,” ujar Rizky.

Ia menambahkan, tujuan terbanyak dari Kiaracondong adalah wilayah Kebumen dan sekitarnya di Jawa Tengah.

Perjalanan yang biasanya memakan waktu belasan hingga puluhan jam di jalan raya kini bisa dijalani tanpa kelelahan fisik. Pemudik cukup melengkapi dokumen dan menyerahkan kendaraan sehari sebelum keberangkatan, lalu mengambilnya kembali saat tiba di tujuan.

Suparjo Pelanggan Setia Motis

Bagi pasangan suami istri asal Magetan, Suparjo (51) dan Sulasmi (47), yang telah dua dekade tinggal di Bandung, Motis bukan lagi sekadar alternatif, melainkan solusi rutin setiap musim mudik.

Sejak 2017, keduanya hampir tidak pernah melewatkan program ini.

“Alasannya Motis itu aman. Program pemerintah, gratis, dan cari tiketnya lebih gampang,” kata Suparjo.

Pengalaman masa lalu menjadi alasan kuat. Ia pernah menempuh perjalanan dari Bandung ke Magetan dengan sepeda motor selama sekitar 20 jam. Bagi Suparjo yang sudah memasuki usia lansia, perjalanan tersebut melelahkan dan penuh risiko.

Bagi Suparjo dan istrinya, Motis bukan sekadar fasilitas gratis, tetapi cara pulang yang lebih aman dan hemat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bagi Suparjo dan istrinya, Motis bukan sekadar fasilitas gratis, tetapi cara pulang yang lebih aman dan hemat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

“Kalau naik motor sendiri itu capek, bisa sampai 20 jam. Pernah tas jatuh, tidak terasa. Di dalamnya ada uang Rp20 juta,” ujarnya, mengingat kejadian tersebut.

Selain kenyamanan, faktor ekonomi juga menjadi pertimbangan penting. Tanpa Motis, biaya mudik bisa membengkak, mulai dari tiket kereta hingga ongkos pengiriman sepeda motor.

“Terbantu, tidak harus mengeluarkan biaya besar untuk mudik,” kata Suparjo.

Menurutnya, biaya pengiriman motor bisa mencapai Rp500 ribu, sementara tiket kereta untuk satu orang bisa lebih dari Rp300 ribu.

Penghematan ini memberi ruang bagi kebutuhan lain selama berada di kampung halaman

Mudik yang Lebih Manusiawi

Perubahan paling terasa bukan hanya pada biaya, tetapi juga kondisi fisik. Perjalanan yang dulu menguras tenaga kini bisa dijalani dengan lebih nyaman.

“Perjalanannya lebih enak, bisa tidur, bisa santai,” ujar Suparjo.

Dia mengatakan ada waktu untuk beristirahat, hal yang sulit didapat ketika dia harus berkendara langsung jarak jauh. Meski demikian, keterbatasan kuota masih menjadi catatan.

“Kalau bisa kuotanya ditambah,” timpal Sulasmi.

Harapan serupa juga muncul dari pihak penyelenggara. Penambahan kuota dan titik keberangkatan dinilai sebagai langkah realistis untuk menjawab tingginya permintaan di masa mendatang.

Petugas membungkus satu persatu motor pemudik dan memastikan aman untuk diangkut masuk dalam gerbong kereta api. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Petugas membungkus satu persatu motor pemudik dan memastikan aman untuk diangkut masuk dalam gerbong kereta api. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Wisata & Kuliner 07 Jul 2026, 15:29

Jelajah Waduk Saguling, PLTA Surga Budidaya Ikan dan Wisata Favorit Pemancing

Waduk Saguling tidak hanya memasok listrik, tetapi juga menjadi sentra perikanan air tawar dengan puluhan ribu keramba jaring apung di Bandung Barat.

Waduk Saguling. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 10:49

Mengepakkan Sayap Ekonomi Kerakyatan Ketika Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Semenjak dinamakan Husein Sastranegara menjadi bandara komersial telah memberikan manfaat yang luas bagi penerbangan domestik maupun internasional.

Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 09:06

Menjahit Harapan di Tengah Sepinya Pasar Thrifting Gedebage

Di tengah sepinya Pasar Cimol Gedebage, Dedi tetap bertahan sebagai penjahit pakaian thrifting. Feature ini mengangkat perjuangannya menghidupi keluarga sekaligus menjaga profesi warisan orang tuanya.

Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)