Ketika Drainase Jalan Menjadi Hazard bagi Pemotor saat Banjir

3 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Luapan saluran drainase menyebabkan arus banjir deras menggenangi badan jalan di Cianjur. (Sumber: Dok. Satlantas Polres Cianjur)
Luapan saluran drainase menyebabkan arus banjir deras menggenangi badan jalan di Cianjur. (Sumber: Dok. Satlantas Polres Cianjur)

Kasus pemotor yang terperosok dan hanyut ke dalam drainase di berbagai daerah seperti Cianjur (2026), Bogor (2022), dan Bandung (2020) menunjukkan pola yang berulang. Dalam banyak kejadian, genangan air menutupi badan jalan dan menghilangkan batas visual antara permukaan jalan dan saluran di sekitarnya.

Dalam situasi tersebut, fungsi dasar jalan sebagai ruang yang aman bagi pergerakan justru terganggu. Bagi pemotor—yang merupakan kelompok pengguna jalan rentan—kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan dengan konsekuensi yang bisa fatal.

Data nasional menunjukkan bahwa sepeda motor merupakan moda dengan tingkat kecelakaan tertinggi di Indonesia. IRSMS Korlantas Polri mendata jumlah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor sebesar 76,42 persen dari jumlah total kecelakaan yang terjadi pada tahun 2024.

Curah hujan sering kali dianggap sebagai penyebab utama. Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa peningkatan risiko kecelakaan saat hujan terjadi karena kombinasi antara faktor cuaca dan kondisi infrastruktur.

Penurunan visibilitas, genangan air, serta hilangnya batas tepi jalan membuat pengendara—terutama pemotor—lebih sulit mempertahankan kendali dan orientasi. Dalam kondisi seperti ini, elemen infrastruktur yang tidak terlihat menjadi sumber risiko yang signifikan.

Ketika Solusi Berubah Menjadi Sumber Bahaya

Secara prinsip, drainase jalan dirancang sebagai solusi untuk mengurangi genangan dan menjaga fungsi jalan tetap optimal saat hujan. Dalam Pedoman Desain Drainase Jalan No. 15/P/BM/2021 dari Direktorat Jenderal Bina Marga, sistem drainase merupakan bagian penting dalam menjaga kinerja jalan sekaligus mendukung keselamatan pengguna.

Namun dalam praktiknya, fungsi ini tidak selalu berjalan sebagaimana mestinya. Pada beberapa kasus, drainase justru berubah menjadi sumber bahaya—terutama ketika saluran dibiarkan terbuka, tidak memiliki penutup, atau tidak dilengkapi pengaman tepi.

Ketika genangan air menutup permukaan jalan, batas antara badan jalan dan saluran drainase menjadi tidak terlihat. Dalam kondisi ini, pemotor tidak hanya menghadapi risiko tergelincir, tetapi juga risiko terperosok ke dalam saluran yang seharusnya menjadi solusi pengendalian air.

Paradoks ini menunjukkan bahwa infrastruktur tidak cukup hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga harus aman secara operasional.

Pendekatan keselamatan jalan global yang didukung oleh World Health Organization melalui konsep Safe System menekankan bahwa sistem transportasi harus dirancang untuk tetap aman bahkan ketika pengguna melakukan kesalahan.

Lokasi penemuan korban drainase di Cianjur. Ditemukan dekat Bendungan Cirata. (Sumber: Humas Polres Cianjur)
Lokasi penemuan korban drainase di Cianjur. Ditemukan dekat Bendungan Cirata. (Sumber: Humas Polres Cianjur)

Dalam pendekatan ini, kesalahan manusia dianggap tidak terhindarkan. Karena itu, infrastruktur harus mampu meminimalkan dampaknya. Namun, drainase terbuka di tepi jalan justru menciptakan kondisi yang berlawanan.

Alih-alih mengurangi risiko, desain seperti ini membentuk lingkungan jalan yang tidak toleran terhadap kesalahan kecil. Ketika pemotor sedikit keluar jalur akibat genangan, konsekuensinya bisa langsung fatal.

Indonesia sebenarnya telah memiliki berbagai regulasi dan pedoman teknis. Selain standar dari Direktorat Jenderal Bina Marga, prinsip penyediaan fasilitas perlengkapan jalan untuk mendukung keselamatan pengguna jalan juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Namun demikian, berbagai kasus menunjukkan bahwa implementasi di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan integrasi antara fungsi teknis dan keselamatan. Drainase masih sering diposisikan sebagai elemen hidrologi semata, bukan sebagai bagian dari sistem keselamatan jalan.

Mengapa Risiko Ini Terus Berulang?

Berulangnya kasus serupa di berbagai kota menunjukkan adanya pola risiko yang dapat diprediksi. Kombinasi antara drainase terbuka, genangan yang menurunkan visibilitas, serta minimnya pengaman tepi jalan menciptakan kondisi yang secara sistemik meningkatkan kemungkinan kecelakaan.

Dengan kata lain, ini bukan sekadar kejadian acak, melainkan risiko struktural yang terus berulang karena belum ditangani secara komprehensif.

Untuk mengurangi risiko ini, diperlukan perubahan pendekatan yang lebih mendasar.

Penggunaan penutup drainase di area lalu lintas perlu menjadi standar minimum. Pengaman tepi jalan seperti kerb atau barrier harus diterapkan secara konsisten. Selain itu, inspeksi dan pemeliharaan rutin perlu diperkuat untuk memastikan tidak ada elemen infrastruktur yang berada dalam kondisi berbahaya.

Lebih jauh lagi, dalam kondisi cuaca ekstrem, diperlukan manajemen lalu lintas serta penyampaian informasi yang lebih baik kepada pengguna jalan.

Baca Juga: Kisah Beberapa Perkampungan Kota Bandung (Bagian 1)

Kasus pemotor yang hanyut ke dalam saluran drainase jalan menunjukkan bahwa risiko ini sebenarnya dapat diprediksi. Dalam kerangka keselamatan jalan modern, tanggung jawab tidak hanya berada pada pengguna, tetapi juga pada perancang dan pengelola infrastruktur.

Drainase jalan seharusnya menjadi solusi saat banjir, bukan jebakan yang mengancam nyawa. Ketika infrastruktur justru menciptakan bahaya, yang perlu dipertanyakan bukan hanya cuaca ekstrem, tetapi juga cara kita merancang dan mengelola jalan.

Namun yang paling penting adalah perubahan cara pandang: drainase jalan bukan sekadar saluran air, melainkan bagian dari sistem keselamatan transportasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)