Silaturahmi Lebaran di Bandung 1964 dalam Arsip Majalah Mangle

3 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Karikatur klasik yang menggambarkan suasana perayaan Idulfitri 1383 H tahun 1964 di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Karikatur klasik yang menggambarkan suasana perayaan Idulfitri 1383 H tahun 1964 di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di antara lembaran majalah lama, sering tersembunyi potongan kecil kehidupan sebuah kota. Kadang bukan berita utama yang paling menarik, melainkan iklan, pengumuman, atau catatan kecil yang memberi gambaran bagaimana masyarakat menjalani tradisinya.

Salah satu potongan kecil itu dapat ditemukan dalam arsip Majalah Mangle edisi Januari 1964. Di dalamnya terdapat sebuah pengumuman mengenai rencana pertemuan bertajuk “Silaturahmi Boboran Siam 1383 Hijriyah" yang diselenggarakan di Bandung.

Pada masa itu, istilah boboran siam cukup akrab di telinga warga Bandung dan masyarakat Sunda. Ungkapan tersebut merujuk pada suasana setelah berakhirnya bulan Ramadan masa Lebaran ketika orang-orang saling berkunjung, bermaaf-maafan, dan mempererat silaturahmi. Kini, praktik seperti itu lebih dikenal luas dengan istilah halal bihalal.

Pengumuman tersebut menyebutkan bahwa acara silaturahmi diselenggarakan oleh direksi dan karyawan Majalah Mangle bersama Percetakan Sumber Djaya serta para agen majalah tersebut. Para agen datang dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Bandung, tetapi juga dari Jakarta, sejumlah kota di Jawa Tengah, hingga Lampung.

Majalah Mangle edisi Januari 1964 yang memuat liputan Silaturahmi Boboran Siam 1383 Hijriah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Majalah Mangle edisi Januari 1964 yang memuat liputan Silaturahmi Boboran Siam 1383 Hijriah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bayangan suasana pertemuan itu menarik untuk dibayangkan. Bandung pada awal 1960-an masih dikenal sebagai kota yang hidup dengan denyut kebudayaan Sunda yang kuat. Majalah Mangle sendiri menjadi salah satu media penting yang merawat bahasa dan sastra Sunda di tengah perkembangan pers nasional.

Tidak sulit membayangkan para agen Mangle yang datang dari berbagai daerah berkumpul di Bandung setelah Lebaran. Mereka mungkin berbincang tentang peredaran majalah, bertukar kabar tentang pembaca di daerah masing-masing, sambil menikmati suasana silaturahmi khas Lebaran. Saling bersalaman, saling memaafkan, dan melepas rindu setelah lama tidak bertemu.

Sayangnya, pengumuman dalam majalah tersebut tidak mencatat secara rinci kapan tepatnya acara itu berlangsung ataupun di mana lokasinya diadakan. Namun keberadaan pengumuman tersebut menunjukkan bahwa tradisi berkumpul setelah Lebaran telah menjadi bagian dari kehidupan sosial di Bandung setidaknya sejak dekade 1960-an.

Karikatur klasik yang menggambarkan suasana perayaan Idulfitri 1383 H tahun 1964 di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Karikatur klasik yang menggambarkan suasana perayaan Idulfitri 1383 H tahun 1964 di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Tradisi yang kini dikenal sebagai halal bihalal sendiri memiliki jejak sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Sebagian sumber mengaitkannya dengan praktik pertemuan istana pada masa Mangkunegara I, ketika raja mengadakan pertemuan dengan para punggawa dan prajurit setelah Idulfitri.

Sementara itu, pada masa awal kemerdekaan istilah halal bihalal mulai populer setelah ulama Nahdlatul Ulama Abdul Wahab Chasbullah mengusulkan kepada Presiden Soekarno untuk mengadakan pertemuan silaturahmi nasional guna meredakan ketegangan politik pada tahun 1948.

Sejak saat itu, halal bihalal berkembang menjadi tradisi sosial yang luas, dari lingkungan keluarga hingga lembaga pemerintahan.

Baca Juga: Kawasan Terpadu Situ Aksan dan Perumahan Bergaya Taman Villa

Fenomena ini juga pernah disoroti oleh pakar komunikasi Deddy Mulyana dalam kolomnya di harian Pikiran Rakyat. Ia menyebut halal bihalal sebagai fenomena sosial tahunan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus temu kangen atau dalam istilah Sunda disebut tepang sono.

Jika pada tahun 1960-an kabar pertemuan seperti itu diumumkan melalui majalah, kini cara orang berkumpul telah berubah. Undangan halal bihalal lebih sering beredar melalui aplikasi pesan dan media sosial. Foto-foto reuni, temu kangen, dan silaturahmi keluarga hampir setiap hari muncul di linimasa.

Namun esensinya tetap sama. Baik di halaman majalah pada tahun 1964 maupun di layar ponsel masa kini, Lebaran selalu menjadi waktu untuk kembali bertemu, mempererat hubungan, dan membersihkan hati.

Dari sebuah pengumuman kecil di majalah Mangle, kita dapat melihat bagaimana tradisi silaturahmi itu telah lama hidup di Bandung menjadi bagian dari denyut sosial kota ini, dari masa ke masa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)