Ngabuburit bersama ‘Jalan Sama Malia’

5 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Berfoto di depan mesjid Al imtizaj jalan ABC kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Berfoto di depan mesjid Al imtizaj jalan ABC kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Selain meriset dan menulis, saya juga bekerja sebagai pemandu wisata sejarah sejak 2015. Dan pada tahun 2025 saya memberanikan diri untuk membuat wisata sejarah yang bertemakan kunjungan kepada objek-objek di dalam masa riset saya selama 12 tahun, dan tercetuslah “Jalan Sama Malia“ pada pertengahan 2025 lalu.

Animo para peserta ternyata cukup baik, dari rute ke rute peminatnya semakin banyak dan beragam. Dari ibu rumah tangga,  pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, pengusaha, anggota grup band, hingga guru. Kesemuannya bergabung menjadi satu karena kesukaan yang sama akan sejarah.

Awal bulan puasa lalu, saya membuat sebuah tur yang bertujuan untuk ngabuburit dan buka bersama, namun para peserta tetap diajak menyusuri kawasan–kawasan yang dahulu saya riset. Hingga terpilihlah kawasan “ Soeniaradja “ untuk menjadi rute kali ini.

Mengapa saya pilih kawasan Soeniaradja, karena kawasan ini jarang dibahas. Kawasan ini terhimpit dua objek sarat akan sejarah lainnya, yaitu kawasan pecinan Bandung dan kawasan Braga, padahal kawasan Soeniaradja adalah sebuah kawasan tua yang banyak meninggalkan jejak masa lalu.

Untuk sebagian besar warga Bandung mungkin kawasan Soeniaradja ini terkenal dengan jejeran toko–toko yang menjual perbengkelan hingga lampu–lampu hias dan serba–serbi barang pertukangan lainnya. Namun, sebetulnya kawasan ini telah ada sejak lama, bahkan saat penjara Banceuy pun belum didirikan.

Pertanyaan saya ketika mulai meriset sejarah kawasan Soeniaradja adalah, apa arti dari nama Soeniaradja itu sendiri, apakah mengandung sebuah arti tersendiri atau kah sebuah nama tokoh?

Saya terus berjuang menemukan beberapa narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan datanya pada saat masa riset, hingga akhirnya saya menemukan beberapa orang yang datanya saling mendukung dan berkesinambungan. Dan  saya  pun memperoleh data pendukung dari sebuah buku “Volksalmanak Soenda XII tahun 1930”. Volksalmanak adalah buku almanak tahunan ( terutama era kolonial) yang memuat kalender, data astronomi, catatan peristiwa, serta artikel budaya. Seringkali dalam bahasa daerah yaitu Jawa atau Sunda.

Ternyata nama Soeniaradja ini sangat erat kaitannya dengan Cirebon. Pada saat pangeran Diponegoro ditangkap pada tanggal 28 Maret 1830, di Magelang, banyak dari pengikut setianya yang mengungsi ke arah barat menuju Cirebon. Di Cirebon mereka menempati kawasan yang tidak jauh dari goa Sunyaragi. Dan, dalam Volksalmanak Soenda tersebut Soeniaradja adalah sebuah koloni dari orang – orang yang mengungsi tersebut. seharusnya penamaan Soeniaradja yang betul adalah Sunyaradja karena sangat identik dengan kawasan Sunyaragi, Cirebon.

Proses pemanduan. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Proses pemanduan. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Singkat cerita, mereka semua pun di Cirebon masih terdesak, masih takut ikut ditangkap, hingga harus terus mengungsi ke arah barat dan sampailah mereka di  Bandung di kawasan Babakan Soeniaradja ( kawasan Banceuy dan Soeniaradja sekarang).

Mereka menempati lahan yang sekarang menjadi Banceuy Permai ( bekas penjara Banceuy) hingga tahun 1870-an, karena pada 1871 pembangunan penjara Banceuy pun dilakukan sehingga mereka  lagi dan lagi harus terus mengungsi ke arah utara Bandung. 

Kawasan utara Bandung yang dipilih sebagai tempat tinggal mereka adalah kawasan Cikalintu, Hegarmanah, Cipaganti, hingga ada yang terus ke arah Lembang, membuka perkampungan baru di bagian timur Lembang.  Mereka merubah nama salah satu sungai di timur Lembang yang tadinya bernama sungai Cisaunggalah ( karena dekat dengan peradaban kerajaan Saunggalah yang nanti akan saya kisahkan terpisah ) menjadi sungai Maribaya yang hingga kini masih eksis dan kita kenal.

Ternyata setelah diriset lagi lebih dalam, mereka yang mengungsi terus ke timur Lembang adalah para pengikut Pangeran Diponegoro yang berasal dari Tegal. Dan di Tegal pun terdapat sungai Maribaya. Kemungkinan mereka kangen kampung halaman mereka hingga merubah nama sungai Ciaunggalah menjadi Maribaya yang lengkap juga dengan legendanya.

Kembali lagi ke kawasan Soeniaradja yang diapit oleh salah satunya kawasan pecinan. Karena yang ikut hijrah dengan mereka pada saat itu bukan hanya mereka saja, namun juga ada beberapa orang Tionghoa yang ikut serta ( hijrah dari Cirebon ). Salah satu pentolan warga Tionghoa Cirebon itu bernama Thiam Lung yang merupakan ahli membuat mebel dan ukiran kayu, para warga Tionghoa ini menempati kawasan timur yang nantinya kita kenal dengan kawasan Tamblong ( toponimi dari Thiam Lung).

Buka bersama di salah satu warung bakso bekas bengkel mobil tertua di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Buka bersama di salah satu warung bakso bekas bengkel mobil tertua di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Tetangga terdekat dari Thiam Lung adalah seorang indo jerman ( Betawi–Jerman ) yang merupakan ahli reparasi kereta kuda yang dikenal dengan sebutan “ bang Naripan, hingga sekarang kawasan tempat tinggalnya bernama jalan Naripan. Pentingnya kereta kuda saat itu hingga toko pertama di Bragaweg adalah toko Hellerman yang menjual kereta kuda.

Melihat ke bagian barat, kita akan sangat familiar dengan kawasan Banceuy yang artinya adalah istal ( kandang kuda dan kerbau untuk kereta kuda dan pedati pengangkut kopi ). Lalu apabila kita melihat ke bagian selatan disana terdapat kampung Arab yang sekarang familiar dengan kawasan jalan Alkateri dan Aljabri. Sebetulnya Alkateri adalah nama seorang arab yang ditunjuk sebagai letnan Arab untuk kawasan Bandung. 

Hingga tidaklah salah apabila ada keterangan yang mengatakan bahwa jalan ABC yang tidak jauh dari sana diambil dari istilah Arab, Bumiputra dan Cina, karena memang faktanya kehidupan di sekitar sana adalah akulturasi dari itu semua. Namun, ada keterangan lainnya yang mengatakan bahwa jalan ABC diambil dari nama salah satu toko di sebelah Pasar Baru Bandung. menurut saya kedua data itu sama benarnya.

Baca Juga: Zakat di Bandung Raya Abad ke-19

Setelah para peserta diberikan wawasan tentang seputaran kawasan Soeniaradja, kami pun salat Ashar di salah satu mesjid, Nama masjidnya adalah Al Imtizaj yang berada di jalan ABC. Uniknya arsitektur masjid itu dipadupadankan dengan arsitektur Tionghoa, hingga menjadi sebuah arsitektur yang unik. 

Hingga tidak terasa waktu sudah mulai mendekati waktu berbuka puasa, dan kami pun mulai berbuka di sebuah warung bakso yang dulunya adalah sebuah bengkel pertama di Bandung yang bernama N.V. J.K. van Leeuwarden.

Acara ngabuburit ala “Jalan Sama Malia” menyuguhkan cara berbeda dalam menunggu waktu berbuka tiba, kita akan dipandu untuk lebih mengenal kota dengan sejuta cerita di dalamnya. Jalan-jalan dengan melihat sejarah kota lebih dekat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Jul 2026, 13:01

Memahami Wajah Lain El Nino di Jawa Barat

El Nino bukan fenomena baru. Yang baru adalah intensitas dan dampaknya yang semakin terasa. Ini seharusnya menjadi dasar untuk membangun strategi jangka panjang.

Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir, membuat kekeringan melanda di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 31 Jul 2026, 12:01

Bandung, Kota dengan Budaya Sepak Bola yang Kental

Bandung memiliki budaya sepakbola yang kuat, mulai dari Monumen Sepakbola, Persib Bandung, hingga lapangan dan SSB yang tersebar di berbagai wilayah.

Monumen Sepak Bola di persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Lembong. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 11:01

Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata.

Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 10:18

Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi.

Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)