Ngabuburit bersama ‘Jalan Sama Malia’

5 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan Senin 16 Mar 2026, 17:18 WIB
Berfoto di depan mesjid Al imtizaj jalan ABC kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Berfoto di depan mesjid Al imtizaj jalan ABC kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Selain meriset dan menulis, saya juga bekerja sebagai pemandu wisata sejarah sejak 2015. Dan pada tahun 2025 saya memberanikan diri untuk membuat wisata sejarah yang bertemakan kunjungan kepada objek-objek di dalam masa riset saya selama 12 tahun, dan tercetuslah “Jalan Sama Malia“ pada pertengahan 2025 lalu.

Animo para peserta ternyata cukup baik, dari rute ke rute peminatnya semakin banyak dan beragam. Dari ibu rumah tangga,  pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, pengusaha, anggota grup band, hingga guru. Kesemuannya bergabung menjadi satu karena kesukaan yang sama akan sejarah.

Awal bulan puasa lalu, saya membuat sebuah tur yang bertujuan untuk ngabuburit dan buka bersama, namun para peserta tetap diajak menyusuri kawasan–kawasan yang dahulu saya riset. Hingga terpilihlah kawasan “ Soeniaradja “ untuk menjadi rute kali ini.

Mengapa saya pilih kawasan Soeniaradja, karena kawasan ini jarang dibahas. Kawasan ini terhimpit dua objek sarat akan sejarah lainnya, yaitu kawasan pecinan Bandung dan kawasan Braga, padahal kawasan Soeniaradja adalah sebuah kawasan tua yang banyak meninggalkan jejak masa lalu.

Untuk sebagian besar warga Bandung mungkin kawasan Soeniaradja ini terkenal dengan jejeran toko–toko yang menjual perbengkelan hingga lampu–lampu hias dan serba–serbi barang pertukangan lainnya. Namun, sebetulnya kawasan ini telah ada sejak lama, bahkan saat penjara Banceuy pun belum didirikan.

Pertanyaan saya ketika mulai meriset sejarah kawasan Soeniaradja adalah, apa arti dari nama Soeniaradja itu sendiri, apakah mengandung sebuah arti tersendiri atau kah sebuah nama tokoh?

Saya terus berjuang menemukan beberapa narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan datanya pada saat masa riset, hingga akhirnya saya menemukan beberapa orang yang datanya saling mendukung dan berkesinambungan. Dan  saya  pun memperoleh data pendukung dari sebuah buku “Volksalmanak Soenda XII tahun 1930”. Volksalmanak adalah buku almanak tahunan ( terutama era kolonial) yang memuat kalender, data astronomi, catatan peristiwa, serta artikel budaya. Seringkali dalam bahasa daerah yaitu Jawa atau Sunda.

Ternyata nama Soeniaradja ini sangat erat kaitannya dengan Cirebon. Pada saat pangeran Diponegoro ditangkap pada tanggal 28 Maret 1830, di Magelang, banyak dari pengikut setianya yang mengungsi ke arah barat menuju Cirebon. Di Cirebon mereka menempati kawasan yang tidak jauh dari goa Sunyaragi. Dan, dalam Volksalmanak Soenda tersebut Soeniaradja adalah sebuah koloni dari orang – orang yang mengungsi tersebut. seharusnya penamaan Soeniaradja yang betul adalah Sunyaradja karena sangat identik dengan kawasan Sunyaragi, Cirebon.

Proses pemanduan. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Proses pemanduan. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Singkat cerita, mereka semua pun di Cirebon masih terdesak, masih takut ikut ditangkap, hingga harus terus mengungsi ke arah barat dan sampailah mereka di  Bandung di kawasan Babakan Soeniaradja ( kawasan Banceuy dan Soeniaradja sekarang).

Mereka menempati lahan yang sekarang menjadi Banceuy Permai ( bekas penjara Banceuy) hingga tahun 1870-an, karena pada 1871 pembangunan penjara Banceuy pun dilakukan sehingga mereka  lagi dan lagi harus terus mengungsi ke arah utara Bandung. 

Kawasan utara Bandung yang dipilih sebagai tempat tinggal mereka adalah kawasan Cikalintu, Hegarmanah, Cipaganti, hingga ada yang terus ke arah Lembang, membuka perkampungan baru di bagian timur Lembang.  Mereka merubah nama salah satu sungai di timur Lembang yang tadinya bernama sungai Cisaunggalah ( karena dekat dengan peradaban kerajaan Saunggalah yang nanti akan saya kisahkan terpisah ) menjadi sungai Maribaya yang hingga kini masih eksis dan kita kenal.

Ternyata setelah diriset lagi lebih dalam, mereka yang mengungsi terus ke timur Lembang adalah para pengikut Pangeran Diponegoro yang berasal dari Tegal. Dan di Tegal pun terdapat sungai Maribaya. Kemungkinan mereka kangen kampung halaman mereka hingga merubah nama sungai Ciaunggalah menjadi Maribaya yang lengkap juga dengan legendanya.

Kembali lagi ke kawasan Soeniaradja yang diapit oleh salah satunya kawasan pecinan. Karena yang ikut hijrah dengan mereka pada saat itu bukan hanya mereka saja, namun juga ada beberapa orang Tionghoa yang ikut serta ( hijrah dari Cirebon ). Salah satu pentolan warga Tionghoa Cirebon itu bernama Thiam Lung yang merupakan ahli membuat mebel dan ukiran kayu, para warga Tionghoa ini menempati kawasan timur yang nantinya kita kenal dengan kawasan Tamblong ( toponimi dari Thiam Lung).

Buka bersama di salah satu warung bakso bekas bengkel mobil tertua di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Buka bersama di salah satu warung bakso bekas bengkel mobil tertua di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Tetangga terdekat dari Thiam Lung adalah seorang indo jerman ( Betawi–Jerman ) yang merupakan ahli reparasi kereta kuda yang dikenal dengan sebutan “ bang Naripan, hingga sekarang kawasan tempat tinggalnya bernama jalan Naripan. Pentingnya kereta kuda saat itu hingga toko pertama di Bragaweg adalah toko Hellerman yang menjual kereta kuda.

Melihat ke bagian barat, kita akan sangat familiar dengan kawasan Banceuy yang artinya adalah istal ( kandang kuda dan kerbau untuk kereta kuda dan pedati pengangkut kopi ). Lalu apabila kita melihat ke bagian selatan disana terdapat kampung Arab yang sekarang familiar dengan kawasan jalan Alkateri dan Aljabri. Sebetulnya Alkateri adalah nama seorang arab yang ditunjuk sebagai letnan Arab untuk kawasan Bandung. 

Hingga tidaklah salah apabila ada keterangan yang mengatakan bahwa jalan ABC yang tidak jauh dari sana diambil dari istilah Arab, Bumiputra dan Cina, karena memang faktanya kehidupan di sekitar sana adalah akulturasi dari itu semua. Namun, ada keterangan lainnya yang mengatakan bahwa jalan ABC diambil dari nama salah satu toko di sebelah Pasar Baru Bandung. menurut saya kedua data itu sama benarnya.

Baca Juga: Zakat di Bandung Raya Abad ke-19

Setelah para peserta diberikan wawasan tentang seputaran kawasan Soeniaradja, kami pun salat Ashar di salah satu mesjid, Nama masjidnya adalah Al Imtizaj yang berada di jalan ABC. Uniknya arsitektur masjid itu dipadupadankan dengan arsitektur Tionghoa, hingga menjadi sebuah arsitektur yang unik. 

Hingga tidak terasa waktu sudah mulai mendekati waktu berbuka puasa, dan kami pun mulai berbuka di sebuah warung bakso yang dulunya adalah sebuah bengkel pertama di Bandung yang bernama N.V. J.K. van Leeuwarden.

Acara ngabuburit ala “Jalan Sama Malia” menyuguhkan cara berbeda dalam menunggu waktu berbuka tiba, kita akan dipandu untuk lebih mengenal kota dengan sejuta cerita di dalamnya. Jalan-jalan dengan melihat sejarah kota lebih dekat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 15:00

AI Art: Pencuri Masa Depan para Seniman

Jika AI mampu menghasilkan gambar secara massal, apa yang akan terjadi pada keberadaan dan masa depan para seniman masa kini?

Ilustrasi seni hasil AI. (Sumber: Pexels | Foto: Google DeepMind)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 12:51

1 Dolar Mencapai Rp 17.865 Rupiah: Apakah Kita Berada dalam Keadaan Baik-Baik Saja?

Pada 27 Mei 2026, nilai rupiah terhadap 1 dolar mencapai Rp 17.865.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Wisata & Kuliner 14 Jun 2026, 11:46

Kopi Joss Jogja, Tradisi Kuliner Unik yang Bertahan Lebih dari 60 Tahun

Kenali kopi joss khas Yogyakarta, kopi dengan bara arang panas yang kini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Simak sejarah dan keunikannya.

Kopi Joss, salah satu kuliner khas Jogja.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 11:12

Bagaimana Merek Lokal Membangun Branding dalam Multi-Platform

Aroma kopi menjadi identitas utama yang digunakan Implora Cosmetics untuk membangun branding Caffe Matte Lip Cream secara konsisten di berbagai platform komunikasi.

Penulis sedang menelaah kajian tentang merek lokal di Bandung.