Cikuntul, Lahan Basah Tempat Burung Kuntul Berburu Pakan

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Kuntul kerbau (Bubulcus ibis) pada saat musim berbiak, dengan bulu yang menarik lawan jenis, jingga keemasan, dan warna putih sesudah musim berbiak. (Sumber: John MacKinnon (1993))
Kuntul kerbau (Bubulcus ibis) pada saat musim berbiak, dengan bulu yang menarik lawan jenis, jingga keemasan, dan warna putih sesudah musim berbiak. (Sumber: John MacKinnon (1993))

Minggu terakhir bulan Maret 2026, burung kuntul kerbau (Bubulcus ibis) beterbangan di belakang traktor yang sedang menyungkal tanah sawah. Hamparan persawahan kelas satu di Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, yang sedang menghitung hari akan ditimbun. Kuntul berbulu putih berdiri di atas tanah yang disungkal matabajak traktor. Dengan jeli kuntul-kuntul itu mengamati setiap sungkalan tanah, apakah ada cacing, belut, larva capung, ikan, atau binatang air lainnya, jangkrik, bahkan kadal, semua biasa dimakannya. Kuntul kerbau dewasa terlihat seluruh bulunya putih, karena masih ada yang belum memasuki musim berbiak, yang berlangsung hingga Juli. Kuntul yang mulai memasuki musim berbiak, bulu kepala, leher, dada, dan punggunnya menjadi berwarna jingga keemasan. Boleh jadi, inilah cara alam mempersiapkan kuntul agar menarik bagi pasangannya, sehingga proses pembiakan dapat terus berlangsung.

Burung ini sering terlihat berdiri di punggung kerbau, banteng, atau sapi di padang rumput. Terdapat hubungan saling menguntungkan di antara keduanya. Kerbau diuntungkan karena lalat penggigit kerbau yang dipatuki oleh kuntul. Begitu pun burung kuntul, di selebar punggung kerbau, ia mendapatkan asupan pakan yang banyak. 

Di seluruh Pulau Jawa dan Pulau Bali terdapat kuntul kerbau, yang hidup di lahan basah, di persawahan, dan di padang rumput yang lembab. Burung ini hidup berkoloni, bersarang di pohon atau di rumpun bambu yang dekat dengan persawahan atau lahan basah, dan pada saat mencari makan. Karena hidupnya berkoloni inilah, burung kuntul terlihat menonjol. Pada saat terbang, pada saat akan bersarang, dan pada saat mencari pakan.

Para karuhun Sunda dapat mengamati lingkungan alam, burung, dan kehidupan sosial masyarakatnya dengan jeli. Hasil amatannya yang berulang kali tentang burung kuntul, misalnya, lalu disebandingkan dengan perilaku warga kampung dalam bermasyarakat. Kristalisasi perilaku burung dan kegiatan manusia di huma atau kebun, melahirkan peribahasa, pur kuntul kari tunggul, lar gagak kari tunggak. Peribahasa ini menggambarkan keadaan seseorang yang hartanya habis tak bersisa, kecuali kerugian, hutang, penyesalan, dan derita, karena perbuatannya yang salah.

Demikian juga para pinisepuh masyarakat Jawa yang melihat burung kuntul putih terbang di langit biru. Tampak berarak dengan formasi seperti serdadu yang berbaris rapi. Melihat hal itu, lalu dimaknainya sebagai perlambang kekompakan dalam satu gerakan yang sama, terbang dalam satu kesatuan, dan merupakan usaha bersama untuk mencapai tujuan. Keadaan formasi kuntul terbang itu lalu dikristalkan menjadi peribahasa holopis kuntul baris, yang bermakna ajakan untuk bekerja sama, bergotong-royong, dan bahu-membahu dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sementara di pantai utara Jawa Barat, di Kabupaten Karawang yang menjadi habitat burung kuntul, kawasan lahan basah dan sawah tempat burung kuntul berburu pakan itu menjadi khas. Kemudian menjadi penanda kawasan, lalu masyarakat menamai kawasan itu Kampung Cikuntul. Ada dua kampung dengan toponim Kampung Cikuntul, yaitu di Desa Cikuntul, Kecamatan Tempuran, dan di Desa Sindangkarya, Kecamatan Kutawaluya.

Peta Lembar Pengaritan yang terbit tahun 1910. (Sumber: KITLV Heritage Collection)
Peta Lembar Pengaritan yang terbit tahun 1910. (Sumber: KITLV Heritage Collection)

Bagaimana keadaan Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Kutawaluya sampai daerah itu ada daerah yang diberi nama Cikuntul? Untuk mendapatkan jawaban itu, harus diketahui keadaan lingkungan pada masa lalunya. Salah satu cara untuk memahami keadaan wilayah pada masa lalu, dengan cara membuka dokumen masa lalu, seperti peta topografi. Kawasan Cikuntul terdapat dalam peta Lembar Pengaritan yang terbit tahun 1910 (Peta: KITLV Heritage Collection), toponim Cikuntul belum dituliskan. Sangat mungkin karena di sana belum ada permukiman. Sedangkan toponim Tempuran sudah dituliskan, karena sudah terdapat permukiman yang cukup luas, yang dikelilingi rawa, lahan basah tanpa batas. Jadi sangat wajar, di kawasan yang masih berupa lahan basah yang sangat luas, tanpa gangguan yang berarti, di sana menjadi habitat burung kuntul. Koloni burung kuntul yang sangat banyak itu dapat terpenuhi pakannya dari lahan basah yang sangat luas. Koloni burung kuntul inilah yang menjadi penanda kawasan. Tempat burung kuntul berkoloni itu kemudian dinamai Cikuntul, dan abadi sampai saat ini.

Baca Juga: Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Keadaan itu dapat mewakili keadaan Pulau Jawa pada masa lalu. Di pulau itu banyak lahan basah, rawa, sabana, pengangonan kerbau atau sampi, dan persawahan yang luas, yang menjadi habitat burung kuntul. Kuntul tersebar secara luas, terdapat di Asia, Afrika, hingga Eropa.

Dalam penamaan daerah di Jawa Barat, nama binatang yang menjadi nama daerah, seperti Cikuntul, itu menandakan bahwa daerah tersebut menjadi habitat binatang yang menjadi nama daerah, yaitu banyak burung kuntul. Namun tidak semua nama binatang yang menjadi nama daerah menggambarkan bahwa di daerah tersebut menjadi habitatnya. Misalnya, di Kabupaten Garut ada pemandian air panas yang diberi nama Ciѐngang. Bukan karena di tempat air panas itu banyak ѐngang yang bila menyengat dapat menimbulkan demam, tapi, dinami Ciѐngang, karena airnya panas sekali, seperti sengatan ѐngang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)