Dua Wajah Zaman Berlari di Bandung

5 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Warga melakukan aktivitas lari pagi di kawasan Dago, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Djoko Subinarto)
Warga melakukan aktivitas lari pagi di kawasan Dago, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Djoko Subinarto)

Olahraga lari adalah aktivitas sederhana yang dapat dilakukan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Tidak memerlukan lapangan khusus, tidak butuh aturan rumit, dan bisa dilakukan secara individu maupun berkelompok. Justru karena kesederhanaannya, lari menjadi salah satu olahraga yang selalu hidup di berbagai zaman, termasuk di Kota Bandung.

Namun, meskipun aktivitas dasarnya sama, cara masyarakat Bandung berlari pada era tahun 1980-an dan 2020-an sangatlah berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh perubahan kondisi kota dalam ruang tata dan wilayah, perkembangan teknologi yang mengiringinya, serta transformasi gaya hidup Masyarakat yang dinamis berubah.

Dalam tulisan ini, saya mengajak pembaca untuk menengok perbedaan dua zaman tersebut, mulai dari suasana Kota Bandung pada masanya, lokasi favorit berlari, peralatan yang digunakan, hingga tradisi unik yang mengiringinya. Dengan menengok ke belakang dan membandingkannya dengan masa kini, kita bisa melihat bagaimana olahraga lari bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga cermin perubahan sosial dan budaya masyarakat Bandung yang modern.

Mereka yang pernah hidup di Bandung pada tahun 1980-an tentu masih mengingat betapa sejuk dan tenangnya kota ini. Jalanan belum seramai sekarang, kendaraan bermotor tidak sebanyak di masa sekarang, dan pepohonan besar  nan hijau masih tumbuh rimbun di banyak wilayah kota.

Suasana inilah yang membuat Bandung layak disebut sebagai kota yang nyaman untuk berjalan kaki maupun berlari menyusuri jalanan kota yang pernah menjadi tempat dilaksanakan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

Pada masa tersebut, olahraga lari bukanlah bagian dari gaya hidup modern seperti sekarang. Ia lebih merupakan aktivitas mingguan yang menyehatkan dan menyenangkan, sering kali dilakukan pada pagi hari di akhir pekan. Pelari tidak perlu khawatir akan macet atau polusi udara, karena jalanan masih lengang dan udara begitu bersih.

Gedung-gedung ikonik seperti Gedung Sate dan Alun-alun Bandung menjadi tujuan favorit, bukan hanya karena lokasinya strategis, tetapi juga karena area tersebut luas, asri, dan sering dijadikan titik kumpul warga. Masyarakat kota Bandung yang berada di Kawasan Tengah dan Barat cenderung berlari menuju Alun-alun Bandung. Sedangkan yang di kawasan  Timur berlari ke Gedung Sate atau Lapangan Gasibu.

Empat dekade sudah berlalu, penampakan Kota Bandung telah berubah drastis. Modernisasi dan pertumbuhan penduduk menjadikan kota ini padat, ramai, dan sering kali macet. Lalu lintas yang semerawut dan polusi udara membuat lari di sembarang tempat tak lagi senyaman dulu.

Kota Bandung dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia oleh TomTom Traffic Index 2024, hal ini terungkap melalui laporan yang baru dirilis pada pertengahan tahun 2025. Data tersebut menunjukkan waktu tempuh rata-rata 32 menit 37 detik untuk 10 km, di mana warga diperkirakan kehilangan waktu sekitar 108 jam per tahun karena kemacetan. Penyebab utamanya adalah jumlah kendaraan pribadi yang tinggi dan infrastruktur jalan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan kendaraan. 

Namun, perubahan ini tidak menyurutkan semangat warga Kota  Bandung untuk tetap berlari. Justru, lahirlah konsep baru bahwa olahraga lari sebagai gaya hidup sehat modern menyusuri jalanan di kota yang pernah dijuluki Paris Van Java ini.

Ilustrasi Foto Jogging. (Foto: Dok. Ayobandung.com)
Ilustrasi Foto Jogging. (Foto: Dok. Ayobandung.com)

Salah satu perbedaan paling mencolok antara lari di tahun 1980-an dan 2020-an adalah soal peralatan. Pada era 1980-an, pelari cukup mengenakan kaos oblong, celana pendek, dan sepatu olahraga seadanya. Tidak ada yang peduli merek, model, atau teknologi sepatu.

Bahkan sering juga memakai seragam olahraga sekolah yang penting nyaman dipakai, tidak memperhatikan gaya penampilan. Tidak ada para fotografer yang mengabadikan kegiatan para pelari mingguan ini sebab pada zaman itu, para fotografer hanya memotret orang-orang yang berkunjung ke alun-alun Bandung sebagai wisatawan bukan pelari mingguan.

Sebaliknya, pada tahun 2020-an, lari tidak lepas dari perangkat modern serba digital dan tercatat. Sepatu lari kini dilengkapi teknologi bantalan udara, material ringan, bahkan ada yang diklaim bisa meningkatkan kecepatan. Jam tangan pintar atau smartwatch menjadi teman wajib, lengkap dengan sensor detak jantung, GPS, hingga perhitungan kalori.

Aplikasi seperti Strava atau Garmin Connect merekam setiap langkah, jarak, dan kecepatan, menjadikan lari bukan hanya aktivitas fisik, melainkan juga kompetisi digital bahkan secara social sebagai eksistensi diri. Pada saat ini pelari-pelari sering diabadikan oleh para fotografer yang berjejer sepanjang jalan tempat berlari misalnya seperti yang sering terlihat di jalan dago bahkan sebagian ruas jalan dago selalu digunakan arena Car Free Day setiap dua minggu sekali.

Perbedaan lainnya adalah pada malam hari menjelang lari esok paginya merupakan hal menarik serta membedakan olahraga lari pada dua zaman tersebut tradisi yang menyertainya sangan berbeda. Pada 1980-an, malam sebelum lari sering kali diisi dengan kegiatan berkumpul di rumah teman. Malam minggu menjadi ajang menginap, bercanda, dan ngobrol hingga larut malam.

Keesokan paginya, meskipun badan masih tidak fit karena telat tidur atau bahkan belum mandi sekalipun, berlari di hari minggu pagi adalah keharusan jadi mereka tetap berlari bersama. Kesederhanaan dan kebersamaan menjadi ciri khasnya.

Sementara itu, pada 2020-an, tradisi berubah. Malam sebelum lari sering kali digunakan untuk mempersiapkan peralatan mengisi baterai smartwatch, memilih outfit yang sesuai, hingga menyiapkan aplikasi lari. Banyak pelari modern juga mengikuti komunitas resmi, yang mengatur jadwal latihan, target jarak, bahkan rencana ikut lomba maraton. Nuansa kebersamaan tetap ada, namun lebih terstruktur dan formal.

Terlepas dari semua perbedaan, ada tali koneksi yang menghubungkan lari di kedua zaman ini dalam hal tujuan yang sama, yaitu menjaga kesehatan tubuh. Pada tahun 1980-an, kesehatan dipahami secara sederhana, tubuh segar, bugar, dan bisa beraktivitas dengan baik.

Lari adalah cara murah dan mudah untuk mewujudkannya. Pada tahun 2020-an, meskipun ada tambahan target digital seperti “pace” atau “10 ribu langkah per hari,” esensinya tetap sama untuk mendapatkan tubuh yang sehat adalah modal utama untuk menjalani kehidupan.

Perbandingan wajah zaman antara olahraga lari di Bandung pada tahun1980-an dan 2020-an memperlihatkan dua wajah yang berbeda. Pada tahun 1980-an, lari adalah aktivitas sederhana, penuh kebersamaan, dan dilakukan tanpa peralatan canggih. Suasana kota yang sejuk dan lengang membuat aktivitas ini terasa natural.

Pada tahun 2020-an, lari menjadi bagian dari gaya hidup modern, dengan dukungan teknologi, outfit stylish, dan target terukur. Kota yang padat dan penuh polusi tak menyurutkan semangat, justru melahirkan komunitas-komunitas lari yang semakin berkembang. Beberapa komunitas lari di Bandung diantaranya  Indo Runners Bandung, Freerunners Bandung, Fakerunners Bandung dan PMS Running Club juga Sobat Sabtu.

Dua era ini berbeda dalam cara, tradisi, dan suasana, namun tetap memiliki tujuan yang sama: menjadikan tubuh sehat dan jiwa segar. Perubahan zaman hanya mengubah cara, bukan makna. Lari tetaplah lari, entah dilakukan dengan kaos oblong di pagi Bandung yang sejuk tahun 1980-an, atau dengan smartwatch canggih di tengah hiruk pikuk Bandung modern tahun 2020-an, yang terpenting, semangat bergerak tetap hidup dan diwariskan lintas generasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)