Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Islam dengan Citra Rasa Lokal

3 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Kamis 25 Sep 2025, 20:03 WIB
Indahnya Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Indahnya Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Seorang kawan pernah mengajukan pertanyaan, "Adakah Islam bercorak lokal yang menjunjung tinggi harmoni?"

Ku balik bertanya, "Kunaon emang?'" Laki-laki berbadan gemuk itu menjawab, "Karena Jawa Barat kerap diidentikkan dengan radikalisme dan dianggap kurang menghargai kearifan lokal"

Justru pertanyaan itu mengingatkan pada tulisan Sukron Abdilah, Sunda dan Kemajemukan Budaya yang dimuat di Kompas rubrik Forum Budaya edisi 6 Juni 2009, dan Jakob Sumardjo, Mencari Identitas Sunda (Forum Budaya, 13 Juni 2009).

Rasanya tak berlebihan bila kita membaca tulisan Mang Ukon sapaan akrabnya memberikan pesan sekaligus mengingatkan kepada kita ihwan semangat Ki Sunda yang sedari dulu selalu mencoba menjaga kebudayaan non-Sunda untuk hidup di daerahnya.

Pesan damai dan toleran Ki Sunda itu terlihat jelas dari rangkaian larik yang disusun almarhum Mang Koko, yang menjelaskan sikap someah kepada non-Sunda sebagai ciri dari kedewasaan (sawawa) Ki Sunda.

Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Pudarnya Ki Sunda

Mari belajar dari Mang Koko “Tanah Sunda, gemah ripah/Nu ngumbara suka betah/Urang Sunda sawawa/Sing toweksa perceka/Nyangga darma anu nyata//Seuweu Pajajaran/Muga tong kasmaran/Sing tulaten jeung rumaksa/Miara pakaya memang sawajibna/Geuten titen rumawat tanah pusaka//”

Kiranya, pameo Islam-Sunda dan Sunda-Islam (Endang Saefuddin Ansory) terus disebarluaskan ke seluruh penjuru Tatar Pasundan, hingga Nusantara ini. Tentunya dengan tidak berbuat ‘ulah’ pada kelompok yang berbeda agama (Hindu, Buddha, Katolik, Protestan, Konghucu), keyakinan (Sunda Wiwitan, Madrais, Perjalanan), keagamaan (Muhammadiyah, Persis, Nu, Al-Irsyad, Jama’ah Tablig). Upaya mengislamkan apalagi tak masuk kategori jatidiri Sunda.

Ingat, rumusan identitas Sunda selalu akan berubah dan bahkan akan saling bertentangan karena titik tolaknya pada hal-hal eksternal belaka. Padahal hal-hal eksternal muncul dari kedalaman internal.

Rupanya, kekhawatiran Jakob Sumardjo dalam tulisan “Mencari Identitas Sunda” sangatlah beralasan. Pasalnya, pola hubungan ini kerap searah. Apalagi wilayah ketidaksadaran kolektif (arketife) maupun personal malah semakin terkubur sekaligus jauh dari kehidupan keseharian masyarakat Priangan. Mengerikan bukan?

Kendati, Jakob menegaskan dengan adanya sistem hubungannya secara berulang menunjukan salah satu identitas kesundaannya. Cukupkah berhenti pada pola ini? Apalagi penduduk Tanah Sunda ini acap kali dikenal dengan sebutan ramah (someah) terhadap segala bentuk perbedaan.

Sampul buku Paradoks Cerita-Cerita Si Kabayan karya Jakob Sumardjo. (Sumber: Istimewa)
Sampul buku Paradoks Cerita-Cerita Si Kabayan karya Jakob Sumardjo. (Sumber: Istimewa)

“Ngeunteung” ka Si Kabayan

Lemah-lembutnya tutur bahasa Sunda pertanda kebudayaan beradab. Meski ada yang terkesan vulgar, cawokah, dan penuh jenaka mengisyaratkan rahayat Sunda memang terbentuk oleh watak beragam tersebut. Tengok saja, sosok si Kabayan yang sering dicitrakan urang Sunda. Pasalnya, sosok unik dan beragama dalam cerita folklore. Singkatnya, berbeda wataknya (lepas, cerdas, jenaka, tidak ambisius) saat bercerita dengan orang lain.

Sikap dan kepribadian ini ia praktiknya dalam kehidupan sehari-hari. Kala ia mempunyai keinginan (hanyang ngusep lauk) cukuplah memancing. Saat menang satu ikan berakhirlah ngusepnya. Prinsip ini sangat kuat dipegang Si Kabayan.

Walaupun mendapat caci, maki dari Si Iteng dan Abahnya. Uniknya, kisah-kisah si Kabayan selalu ‘diidentikan’ dengan (ajaran) Islam terutama dalam homor Lebe, marebot, santri dan puasa seperti yang ditulis oleh Moch. Fakhruroji. Perilaku orang-orang yang taat menjalankan ajaran Islam. (Asep S. Muhtadi, 2008)

Sosoknya seakan tak pernah mati, karena mampu “minda rupa” atau berganti peran secara eksistensial. Menyesuaikan diri dengan perkembangan horizon masyarakat Sunda yang kian kompleks. Ya bisa mancala putera, mancala puteri – dalam artian mampu meragamkan pribadi –menjadi sesosok manusia multi-fungsi yang mengasyikkan, menghibur dan menuntun, tulis Sukron Abdilah, Pegiat Sunda dan Kearifan Lokal (Kompas Jabar, Anjungan, 23 Juni 2007).

Inilah wajah Islam dengan citra rasa lokal. Kemanunggalan Sunda-Islam itu terpatri dalam Musyawarah Masyarakat Sunda II (1967). Islam hadir bukan hanya sebagai ajaran yang menata hubungan antara manusia dengan Allah, justru meresap dalam khazanah budaya dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

Saat Islam bersentuhan dengan kearifan lokal, lahirlah wajah Islam yang lembut, ramah, santun, toleran, damai dan membumi. Dengan demikian, jadi diri Ki Sunda (Islam lokal) ini haruslah dilafalkan dalam satu tarikan nafas, tanpa memperhatikan perbedaan.

Inilah bukti Islam tidak menghapus tradisi, melainkan menyapa dan memperkaya budaya lokal dengan nilai-nilai tauhid, kasih sayang, dan keadilan. Dengan citra rasa lokal, Islam menjadi agama yang mudah diterima, tidak kaku, dan selalu relevan dengan segala perubahan zaman. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)