Islam dengan Citra Rasa Lokal

3 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Indahnya Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Indahnya Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Seorang kawan pernah mengajukan pertanyaan, "Adakah Islam bercorak lokal yang menjunjung tinggi harmoni?"

Ku balik bertanya, "Kunaon emang?'" Laki-laki berbadan gemuk itu menjawab, "Karena Jawa Barat kerap diidentikkan dengan radikalisme dan dianggap kurang menghargai kearifan lokal"

Justru pertanyaan itu mengingatkan pada tulisan Sukron Abdilah, Sunda dan Kemajemukan Budaya yang dimuat di Kompas rubrik Forum Budaya edisi 6 Juni 2009, dan Jakob Sumardjo, Mencari Identitas Sunda (Forum Budaya, 13 Juni 2009).

Rasanya tak berlebihan bila kita membaca tulisan Mang Ukon sapaan akrabnya memberikan pesan sekaligus mengingatkan kepada kita ihwan semangat Ki Sunda yang sedari dulu selalu mencoba menjaga kebudayaan non-Sunda untuk hidup di daerahnya.

Pesan damai dan toleran Ki Sunda itu terlihat jelas dari rangkaian larik yang disusun almarhum Mang Koko, yang menjelaskan sikap someah kepada non-Sunda sebagai ciri dari kedewasaan (sawawa) Ki Sunda.

Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Pudarnya Ki Sunda

Mari belajar dari Mang Koko “Tanah Sunda, gemah ripah/Nu ngumbara suka betah/Urang Sunda sawawa/Sing toweksa perceka/Nyangga darma anu nyata//Seuweu Pajajaran/Muga tong kasmaran/Sing tulaten jeung rumaksa/Miara pakaya memang sawajibna/Geuten titen rumawat tanah pusaka//”

Kiranya, pameo Islam-Sunda dan Sunda-Islam (Endang Saefuddin Ansory) terus disebarluaskan ke seluruh penjuru Tatar Pasundan, hingga Nusantara ini. Tentunya dengan tidak berbuat ‘ulah’ pada kelompok yang berbeda agama (Hindu, Buddha, Katolik, Protestan, Konghucu), keyakinan (Sunda Wiwitan, Madrais, Perjalanan), keagamaan (Muhammadiyah, Persis, Nu, Al-Irsyad, Jama’ah Tablig). Upaya mengislamkan apalagi tak masuk kategori jatidiri Sunda.

Ingat, rumusan identitas Sunda selalu akan berubah dan bahkan akan saling bertentangan karena titik tolaknya pada hal-hal eksternal belaka. Padahal hal-hal eksternal muncul dari kedalaman internal.

Rupanya, kekhawatiran Jakob Sumardjo dalam tulisan “Mencari Identitas Sunda” sangatlah beralasan. Pasalnya, pola hubungan ini kerap searah. Apalagi wilayah ketidaksadaran kolektif (arketife) maupun personal malah semakin terkubur sekaligus jauh dari kehidupan keseharian masyarakat Priangan. Mengerikan bukan?

Kendati, Jakob menegaskan dengan adanya sistem hubungannya secara berulang menunjukan salah satu identitas kesundaannya. Cukupkah berhenti pada pola ini? Apalagi penduduk Tanah Sunda ini acap kali dikenal dengan sebutan ramah (someah) terhadap segala bentuk perbedaan.

Sampul buku Paradoks Cerita-Cerita Si Kabayan karya Jakob Sumardjo. (Sumber: Istimewa)
Sampul buku Paradoks Cerita-Cerita Si Kabayan karya Jakob Sumardjo. (Sumber: Istimewa)

“Ngeunteung” ka Si Kabayan

Lemah-lembutnya tutur bahasa Sunda pertanda kebudayaan beradab. Meski ada yang terkesan vulgar, cawokah, dan penuh jenaka mengisyaratkan rahayat Sunda memang terbentuk oleh watak beragam tersebut. Tengok saja, sosok si Kabayan yang sering dicitrakan urang Sunda. Pasalnya, sosok unik dan beragama dalam cerita folklore. Singkatnya, berbeda wataknya (lepas, cerdas, jenaka, tidak ambisius) saat bercerita dengan orang lain.

Sikap dan kepribadian ini ia praktiknya dalam kehidupan sehari-hari. Kala ia mempunyai keinginan (hanyang ngusep lauk) cukuplah memancing. Saat menang satu ikan berakhirlah ngusepnya. Prinsip ini sangat kuat dipegang Si Kabayan.

Walaupun mendapat caci, maki dari Si Iteng dan Abahnya. Uniknya, kisah-kisah si Kabayan selalu ‘diidentikan’ dengan (ajaran) Islam terutama dalam homor Lebe, marebot, santri dan puasa seperti yang ditulis oleh Moch. Fakhruroji. Perilaku orang-orang yang taat menjalankan ajaran Islam. (Asep S. Muhtadi, 2008)

Sosoknya seakan tak pernah mati, karena mampu “minda rupa” atau berganti peran secara eksistensial. Menyesuaikan diri dengan perkembangan horizon masyarakat Sunda yang kian kompleks. Ya bisa mancala putera, mancala puteri – dalam artian mampu meragamkan pribadi –menjadi sesosok manusia multi-fungsi yang mengasyikkan, menghibur dan menuntun, tulis Sukron Abdilah, Pegiat Sunda dan Kearifan Lokal (Kompas Jabar, Anjungan, 23 Juni 2007).

Inilah wajah Islam dengan citra rasa lokal. Kemanunggalan Sunda-Islam itu terpatri dalam Musyawarah Masyarakat Sunda II (1967). Islam hadir bukan hanya sebagai ajaran yang menata hubungan antara manusia dengan Allah, justru meresap dalam khazanah budaya dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

Saat Islam bersentuhan dengan kearifan lokal, lahirlah wajah Islam yang lembut, ramah, santun, toleran, damai dan membumi. Dengan demikian, jadi diri Ki Sunda (Islam lokal) ini haruslah dilafalkan dalam satu tarikan nafas, tanpa memperhatikan perbedaan.

Inilah bukti Islam tidak menghapus tradisi, melainkan menyapa dan memperkaya budaya lokal dengan nilai-nilai tauhid, kasih sayang, dan keadilan. Dengan citra rasa lokal, Islam menjadi agama yang mudah diterima, tidak kaku, dan selalu relevan dengan segala perubahan zaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 13:19

Merayakan Keragaman, Memupuk Kerukunan 

Keragaman, kerukunan, toleransi sejatinya tidak hanya lahir dari ruang-ruang dialog, seminar, regulasi negara.

Warga mengikuti Upacara Adat Tutup Taun 1956 Ngemban Taun 1 Sura 1957 Saka Sunda di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu 5 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 11:48

Museum Kretek Kudus: Sejarah, Harga Tiket, Koleksi, dan Jam Buka

Museum Kretek Kudus merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Simak sejarah, koleksi, harga tiket, jam buka, dan daya tariknya di sini.

Museum Kretek Kudus. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 11:15

Budaya NG.O.P.I Anak Muda Sekarang: NGeluarin Opini 'Pragmatis vs Idealis'

Ketika pola pikir pragmatis dan idealis pada generasi muda yang memengaruhi orientasi dalam proses beropini.

Ilustrasi ngopi. (Sumber: Pexels | Foto: Thanh Bui)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 10:59

Pengaruh Pembangunan Rel Kereta di Ciwidey untuk Mata Pencaharian Pribumi (1917-1924)

Sedikit gambaran mengenai mata pencaharian masyarakat ketika pembangunan rel kereta di Ciwidey.

 (Sumber: ebay.com | Foto: ebay.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 09:07

Perjuangan Pustakawan Menghadirkan Buku Bergizi Gratis

Pustakawan tidak bisa dianggap sebagai profesi yang mudah.

Ilustrasi buku-buku di perpustakaan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 08:58

Urgensi Koperasi untuk Sektor Mekanisasi Pertanian Berkelanjutan

KDMP mestinya tumbuh menjadi koperasi yang mendukung peningkatan produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Ilustrasi Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 (Sumber: Kreasi dengan bantuan Gemini | Foto: dokpri Totok Siswantara)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 18:01

Dekonstruksi Strategi Komunikasi Persib dan Teka Teki Kedatangan Peralta

Persib kenalkan 6 pemain baru lewat kampanye 'positive movement' yang inovatif. Kini, Bobotoh menanti kejutan pamungkas: Peralta!

Mariano Peralta. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 16:11

Koperasi Desa Merah Putih, Akankah Menjadi Solusi Pemerataan Ekonomi Tingkat Desa?

Program nasional Koperasi Desa Merah Putih resmi diluncurkan pemerintah sebagai upaya percepatan kemandirian ekonomi desa. Namun, program ini dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Koperasi Desa Merah Putih. (Sumber: blorakab.go.id)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 12:11

Di Tengah Kenaikan Harga Bahan Bakar: Strategi Komunikasi Digital Perusahaan Energi Menjaga Kepercayaan Konsumen

Kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi pada 4 Mei 2026 menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari.

banner ilustrasi kenaikan harga bbm.