Bandung Menjelang Sore di Kawasan Kopo Area

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Kemacetan di Kawasan Kopo, Senin, 22 September 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Kemacetan di Kawasan Kopo, Senin, 22 September 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Kemacetan memang permasalahan yang cukup krusial di Kota Bandung. Maraknya dealer yang menawarkan motor dengan angsuran murah membuat sebagian masyarakat terbuai untuk memilikinya. Memiliki motor bukan lagi berdasarkan kebutuhan mendesak untuk menunjang mobilitas tapi memenuhi gaya hidup malas.

Saya sering memperhatikan dalam satu anggota keluarga terdapat ayah, ibu dan kedua anak. Sebetulnya yang membutuhkan motor untuk mobilitas bekerja adalah sang ayah tapi ibu yang berdiam diri di rumah juga punya motor yang digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang sebetulnya bisa dijangkau dengan jalan kaki karena jaraknya yang hanya 500 m hingga 1 km.

Kemudian kedua anak yang masih di bawah umur juga memiliki motor yang digunakan untuk berangkat sekolah. Tak hanya itu motor juga digunakan untuk bepergian saat bermain dengan teman-teman. Kondisi inilah yang menurut saya sebagai salah satu peyumbang kemacetan di jalanan.

Dilansir dari ayobandung.com terdapat 8 jalan di ibu kota Jawa Barat yang seringkali terdampak macet dan yang salah satunya ada di Jalan Raya Kopo. Beberapa faktor seperti banyaknya jumlah pabrik, pasar dan jalanan yang berukuran kecil.

Saya setuju dengan pemaparan tersebut karena saya pribadi saat SMK sering kali melintasi kawasan tersebut menuju sekolah. Menurut saya Jalan Raya Kopo termasuk jalan yang sangat kompleks dengan permasalahan. Selain kemacetan, sejumlah jalan kopo tidak memiliki drainase air yang baik sehingga sering terdampak banjir saat hujan. Beberapa persimpangan jalan yang terdapat di kopo juga ikut memperparah hal ini.

Misalnya saat melintasi Biz Park Kopo yaitu kawasan pergudangan komersial multiguna. Keluar-masuknya mobil besar atau truk ke dalam kawasan tersebut akan memperlambat arus kendaraan yang berjalan dari kopo menuju soreang begitu juga sebaliknya.

Tidak jauh sekitar 100 meter terdapat Rumah Sakit Santosa Kopo yang menjadi penyumbang kemacetan. Di antara hilir mudik karyawan yang bergantian shift, sejumlah keluarga pasien yang menyebrang untuk membeli makanan, terpakirnya motor bagi pengguna jalan yang berhenti sejenak untuk membeli makanan pedagang kaki lima juga keluar-masuknya kendaraan menuju rumah sakit tersebut.

Menuju persimpangan Cibolerang pun tak kalah padat karena banyak anak sekolah dan karyawan pabrik yang bubaran saat sore hari. Kemudian menuju tol kopo kemacetan semakin tak terbendung. Kepadatan lalu lintas tak hanya dipenuhi oleh sejumlah kendaraan pribadi, motor atau angkot tapi sejumlah kendaraan truk dengan muatan sangat besar. Saking besarnya kadang saya bergidik ngeri saat melintasi jalanan kecil yang padat dengan kendaraan.

Kemacetan akan terus berlangsung hingga kawasan Miko Mall dan pasar sayati yang tentu lebih kompleks lagi dengan jumlah pengunjung ke sentra perbelanjaan. Sementara menuju jalan Margahayu biasanya kemacetan mengikuti jam bubaran anak sekolah.

Minimnya penghijauan di kawasan ini juga menjadi bumbu kemacetan yang sangat getir. Di tengah krisis lingkungan cuaca jadi tak menentu, cahaya matahari yang terpantul ke bumi menyengat begitu panas mengenai kulit.

Jika di daerah atas seperti Dago, Lembang dan Cimenyan-- Bandung menjelang sore disuguhkan warna senja yang dianggap romantis bagi sepasang kekasih.

Baca Juga: Solusi Kemacetan, Batasi Konsumtif Kendaraan Roda Dua atau Pelebaran Jalan Raya?

Bandung menjelang sore di Kopo Area tak lebih seperti perayaan pesta pora. Riuh dan meriah oleh sejumlah suara knalpot kendaraan, bergumulnya suara-suara keluhan kecil yang ingin segera sampai tujuan, berpeluh karena panasnya suhu udara hingga mengeluarkan aroma yang tidak nyaman bagi penciuman hingga perselisihan kecil di antara pengguna jalan yang tidak mau untuk saling mengalah.

Sampai kapan pun Kopo menjelang sore akan seperti itu, selama sejumlah kendaraan tidak dikurangi, selama jalan tak kunjung mendapat pelebaran dan minimnya penertiban jalan oleh petugas yang bersangkutan. Dan kemacetan bukan hanya masalah pemerintahan tapi kesadaran masyarakat juga mesti jadi penyumbang terhadap penyelesaiannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)