Cara Baru ASN Naik Kelas: Belajar Diakui, Karier pun Melaju

3 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Ilustrasi PNS di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi PNS di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sejak tahun 2023, pemerintah mendorong penerapan manajemen talenta ASN di seluruh instansi. Upaya ini bukan sekedar jargon, tetapi strategi besar untuk memastikan birokrasi punya SDM yang merata, andal, dan profesional. ASN Talent Fest 2024, rekrutmen khusus di IKN, hingga formasi di Daerah 3T jadi bagian dari ikhtiar tersebut.

Namun, di balik semangat itu, muncul pekerjaan rumah besar, Bagaimana memastikan setiap ASN bisa terus mengembangkan kompetensinya tanpa terhambat aturan, biaya, dan waktu?

Data Indeks Profesionalitas ASN menunjukan pemenuhan kompetensi baru menjangkau angka 35,23 persen. Angka pelatihan manajerial pun bahkan lebih kecil, hanya 8,77 persen dari 315.151 jabatan struktural yang telah mengikuti pelatihan kepemimpinan formal. Jurang ini hanya bisa dijembatani melalui transformasi sistem pembelajaran ASN. Jika tidak, angka ini akan terus menjadi hambatan utama manajemen talenta ASN.

Salah satu terobosan disampaikan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam Seminar Nasional pada 24 September 2025, bahwa transformasi pembelajaran ASN dilakukan melalui empat pilar yaitu integrasi, digitalisasi, inovasi, dan ekosistem kolaboratif.

Keempat pilar tersebut diwujudkan melalui kebijakan pengakuan dan relaksasi RPL, standarisasi konten, dan penyempurnaan tata kelola ekosistem pembelajaran ASN. “pembelajaran harus bisa diakses oleh 4.7 juta ASN dan gratis”, tegas Kepala LAN RI, Muhammad Taufiq.

ASN Corporate University (Corpu) hadir sebagai bentuk transformasi pranata pembelajaran modern. Corpu adalah ekosistem pembelajaran instansi yang terintegrasi. ASN bisa belajar melalui pembelajaran interaksi sosial, pembelajaran berbasis pengalaman, hingga jalur pembelajaran formal. Konsep Lombardo 70:20:10 jadi landasan pembelajarannya.

Lalu, muncul tantangan, bagaimana pembelajaran di Corpu bisa benar-benar diakui? Bagaimana jam pelatihan, pengalaman, dan portofolio ASN tidak berhenti sebagai arsip, melainkan diakui untuk memenuhi kompetensi jabatan bahkan studi lanjut di perguruan tinggi? Di sinilah Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) memainkan peran penting.

Bagi instansi pemerintah, RPL bak angin segar. Program ini menjadi solusi dari “bottle neck” tugas belajar formal yang dibatasi kuota, beasiswa yang terbatas, dan sering memaksa ASN meninggalkan pekerjaannya. Dengan RPL, instansi bisa tetap mendapatkan ASN yang bekerja penuh, sembari memastikan pegawai mereka tetap naik kelas secara akademik maupun profesional.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi ASN. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ada dua perspektif kebijakan RPL yang bisa dimanfaatkan untuk ASN.

Pertama, pengakuan pelatihan yang diatur dalam Peraturan LAN Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengakuan Pembelajaran. Regulasi ini mengatur penyetaraan dan RPL (pelatihan) untuk memenuhi standar kompetensi jabatan ASN.

Kedua, pengakuan pendidikan yang diatur dalam Permendikbudristek Nomor 41 Tahun 2021 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau. Regulasi ini memungkinkan pengakuan capaian pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja untuk melanjutkan studi atau menyetarakan kualifikasi dalam KKNI. Artinya, ASN tidak harus memulai kuliah dari nol.

Meski peluangnya besar, sinergi Corpu dan RPL tidak mudah. Tantangan keselarasan kurikulum dan materi pembelajaran adalah isu pertama yang harus diselesaikan. Kesenjangan antara materi Corpu yang seringkali hanya berorientasi pada kebutuhan birokrasi, sementara kampus menetapkan capaian akademik, keduanya harus disinergikan.

Tantangan kedua adalah standarisasi portofolio ASN. Banyak ASN yang belum terbiasa menyusun bukti capaian pembelajaran (sertifikat, laporan kinerja, evaluasi). Padahal portofolio adalah kunci pengakuan kompetensi.

Dengan portofolio dalam sistem Corpu yang standar, setiap pegawai tidak perlu repot mengumpulkan bukti capaian belajar untuk bisa dikonversi. Hasilnya? Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, biaya lebih hemat, dan yang terpenting jalur karier ASN bisa lebih fleksibel.

Tantangan terakhir adalah birokratis. Perlunya regulasi teknis yang menghubungkan secara penuh antara Corpu instansi dengan sistem rekognisi, baik LAN maupun perguruan tinggi, termasuk asesmen oleh asesor terlatih dalam infrastruktur digital yang memadai.

Corpu harus menjadi jembatan resmi agar ASN bisa naik kelas tanpa terhambat jalur formal yang panjang. Bagi instansi pemerintah, hal ini adalah peluang emas untuk memperkuat kapasitas pegawai sekaligus menjaga kinerja organisasi tetap prima.

Jika sinergi Corpu dan RPL ini berhasil, sistem pembelajaran bertransformasi semakin efisien, dan pelayanan publik lebih berkualitas diberikan oleh ASN yang profesional. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)