Wisata Rasa di Bumi Pasundan: Strategi Mengangkat Kuliner Lokal ke Panggung Gastronomi Dunia

4 menit baca
Badiatul Muchlisin Asti
Ditulis oleh Badiatul Muchlisin Asti diterbitkan
buku pola perjalanan gastronomi "Wisata Rasa di Bumi Pasundan". (Sumber: kemenpar.go.id)
buku pola perjalanan gastronomi "Wisata Rasa di Bumi Pasundan". (Sumber: kemenpar.go.id)

Dalam industri pariwisata saat ini, makanan telah bergeser peran dari kebutuhan dasar menjadi instrumen pengenalan budaya. Ragam kuliner tatar Sunda merepresentasikan filosofi dan identitas nasional yang kompleks. Pengalaman sensoris saat mencicipi hidangan tradisional seperti nasi tutug oncom atau peuyeum di atmosfer pegunungan Jawa Barat merupakan bentuk apresiasi terhadap warisan sejarah yang tetap relevan hingga kini.

Di sinilah urgensi dokumentasi menjadi penting. Tanpa narasi yang kuat, kekayaan rasa akan lenyap ditelan zaman. Buku Wisata Rasa di Bumi Pasundan (2025), sebuah karya kolaboratif dari Kementerian Pariwisata, hadir bukan sekadar sebagai katalog, melainkan sebagai visi strategis untuk menempatkan Indonesia di puncak peta gastronomi dunia.

Buku ini merupakan batu pijakan bagi visi besar "Pariwisata Naik Kelas", di mana formalitas birokrasi bertransformasi menjadi panduan taktis bagi industri kreatif untuk menyulap potensi lokal menjadi daya tarik global.

Lebih dari Sekadar Mencicipi

Buku ini melakukan dekonstruksi cerdas terhadap definisi "Wisata Gastronomi". Ia mendefinisikannya bukan lagi sebagai aktivitas konsumsi pasif, melainkan sebuah pengalaman budaya holistik. Meminjam pemikiran William Wongso (2020), buku ini juga menekankan bahwa di era pasca-pandemi, aspek higiene dan keamanan pangan telah bergeser dari sekadar standar teknis menjadi bagian dari kepercayaan dan kenyamanan emosional wisatawan.

Evaluasi terhadap lima pilar pengalaman—Edukasi, Rekreasi, Rasa, Sejarah, dan Budaya—mengungkapkan dampak transformatif terhadap psikis wisatawan. Ketika seorang pelancong memahami sejarah di balik sajian karedok, mereka berhenti menjadi sekadar konsumen; mereka bermutasi menjadi "pembelajar budaya". Ikatan emosional inilah yang melahirkan loyalitas jangka panjang.

Buku ini merangkum lima tema besar wisata gastronomi yang menjadi kompas bagi para perancang perjalanan dalam menciptakan itinerary yang lebih berjiwa dan terstruktur. Tema-tema tersebut meliputi eco-gastronomy tourism yang menautkan empati ekologis dengan kuliner berkelanjutan berbasis keanekaragaman hayati lokal; ethno-gastronomy tourism yang menghidupkan kembali tradisi komunitas etnis melalui pelestarian resep kuno; serta edu-gastronomy tourism yang mengajak wisatawan memahami proses pangan secara langsung dari hulu ke hilir.

Selain itu, terdapat heritage-gastronomy tourism yang memperlakukan kuliner sebagai warisan budaya tak benda dengan narasi sejarah yang kuat, serta modern-gastronomy tourism yang menawarkan eksplorasi eksperimental melalui teknologi digital dan teknik memasak mutakhir seperti molecular gastronomy.

Lanskap Ekonomi dan Market Outlook 2034

Membangun destinasi gastronomi kelas dunia membutuhkan lebih dari sekadar dapur yang mumpuni, melainkan sebuah ekosistem yang bernapas melalui instrumen "4A" yang dibedah secara aktif dalam buku ini.

Strategi tersebut mencakup Atraksi yang menghadirkan festival kuliner serta demonstrasi masak interaktif, Amenitas untuk memastikan standar layanan global pada restoran hingga warung lokal, Aksesibilitas guna menjamin kemudahan mobilitas wisatawan menuju titik-titik rasa yang tersembunyi, serta Ansilari yang melibatkan dukungan komunitas lokal dan pusat informasi sebagai penjaga gawang kenyamanan wisatawan.

Keselarasan keempat elemen ini menjadi kunci utama dalam membedah kesiapan sebuah wilayah sebagai pusat kuliner global. Kesiapan infrastruktur bukan sekadar urusan kenyamanan domestik, melainkan prasyarat mutlak untuk mencicipi "kue" ekonomi gastronomi global yang kian menggiurkan.

Data pasar yang dipaparkan dalam buku ini sungguh menggugah kesadaran strategis. Pasar gastronomi global diproyeksikan meroket dari USD 96,5 miliar (2024) menjadi USD 4,7 triliun pada 2034. Dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 17,3%, Indonesia berdiri di ambang peluang emas untuk mengungguli pesaing regional seperti Thailand atau Korea Selatan.

Melalui lensa benchmarking di Asia Tenggara, buku ini menyarikan lesson learned yang tajam mengenai sinergi pentahelix—yang melibatkan pemerintah, bisnis, komunitas, akademisi, dan media—dalam memajukan pariwisata. Beberapa contoh keberhasilan yang disoroti antara lain adalah kota Kuching di Malaysia yang sukses mengintegrasikan komunitas lokal ke dalam rantai pasok pariwisata, Phetchaburi di Thailand yang menonjolkan kekuatan narasi kota kreatif dengan dukungan kebijakan infrastruktur pangan yang solid, serta Iloilo di Filipina yang berfokus pada pelestarian autentisitas resep sebagai modal utama dalam menjalankan diplomasi budaya.

Keselarasan antaraktor dalam ekosistem ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci dalam memperkuat daya saing destinasi di kancah regional. Visi global ini kemudian diterjemahkan ke dalam langkah nyata di wilayah Jawa Barat melalui proyek percontohan yang sangat spesifik.

Pilot Project Bandung, Garut, dan Tasikmalaya

Pemilihan Bandung, Garut, dan Tasikmalaya bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki kemapanan industri makanan dan minuman yang sudah teruji waktu. Proyek percontohan ini mengidentifikasi 147 unit usaha terkurasi yang diposisikan sebagai motor penggerak utama industri.

Kekuatan metodologis buku ini terletak pada penerapan Point Rating System (PRS). Metodologi ini memberikan validasi objektif dengan skala 1–10 untuk mengukur kesiapan usaha, yang kemudian dikomparasikan dengan rating digital dari Google Review atau TripAdvisor (skala 1–5). Sinkronisasi data ini menghilangkan bias subjektivitas, memberikan peta jalan yang jelas bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing digital mereka di mata dunia.

Alhasil, Wisata Rasa di Bumi Pasundan adalah literatur wajib bagi Travel Agent, Tour Operator, hingga akademisi yang ingin tetap relevan. Buku ini berhasil mematahkan paradigma lama dan membuktikan bahwa kuliner adalah penggerak ekonomi hulu-hilir yang masif—menghubungkan tangan petani di sawah hingga kreativitas UMKM di etalase kota.

Ia tidak hanya mendokumentasikan rasa, tetapi juga menjaga marwah dan kedaulatan budaya melalui piring-piring saji. Buku ini adalah kompas memahami masa depan pariwisata Indonesia: sebuah masa depan di mana identitas bangsa dirayakan melalui aroma, cerita, dan kehangatan rasa dari Bumi Pasundan yang melegenda. (*)

Data buku:

Judul Buku

Wisata Rasa di Bumi Pasundan

Tahun Terbit

2025

Penerbit

Kementerian Pariwisata

Pengarah/Penanggung Jawab

Hariyanto dan Itok Parikesit

Tim Penyusun

Ismayanti, Vita Datau, Ina G Djamhur, Akiko Nada Atsmara

ISBN

978-602-6551-56-6 (PDF)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Badiatul Muchlisin Asti
Penulis dan jurnalis warga. Peminat kajian sejarah lokal dan kuliner Indonesia. Buku terbarunya "Grobogan Untold Story: Tokoh, Tradisi, dan Kuliner" (2025).

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Jun 2026, 09:28

Ayobandung sebagai Inspirasi Literasi di Era Digitalisasi

Di era digitalisasi, apakah literasi semakin bagus atau kian redup.

Ilustrasi website Ayobandung.id. (Sumber: Pexels/gravity cut)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:58

Pengembangan Mainan Anak Bercorak Tradisional

Perlu strategi komersialisasi produk mainan tradisional dengan  menerapkan kemasan  yang menarik.

Permainan tradisional Sunda di halaman Gedung Pakuan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:42

Menerobos Aturan di Simpang: Salah Pengendara atau Desain Jalan?

ATCS Dishub Kota Bandung mencatat ratusan pelanggaran di 10 lokasi simpang dengan tingkat pelanggaran tertinggi setiap bulan.

Dua pengendara sepeda motor kedapatan berhenti di zebra cross (4/5/2026). (Sumber: Instagram/@atcs.kotabandung)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 18:54

Panduan Wisata Waduk Jatiluhur, Bendungan Terbesar Indonesia yang jadi Destinasi Favorit

Panduan lengkap Waduk Jatiluhur Purwakarta, mulai dari sejarah bendungan terbesar di Indonesia, aktivitas wisata, kuliner khas, hingga tips berkunjung terbaru.

Waduk Jatiluhur. (Sumber: Disparbud Purwakarta)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 18:11

Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

Kekerasan dan Pelecehan Seksual hari ini tidak memandang gender karena bisa terjadi kepada perempuan maupun laki-laki.

Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 17:56

Membedah Konsistensi Pesan Promo Launching Brand oleh Perusahaan Sportswear di Berbagai Platform

Kolaborasi Nike dan NAKED Copenhagen menghadirkan produk yang menggabungkan unsur fashion dan sneakers dalam satu desain yang unik.

Diambil dari Website Resmi Nike
Ayo Biz 23 Jun 2026, 17:38

'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari.

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 16:04

Trotoar, PKL, dan Keadilan Ruang Kota

Kebutuhan trotoar, PKL yang tertata dan berkelanjutan hingga adanya keadilan ruang kota.

Warga berjalan di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 15:11

Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:55

Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

Di balik semrawutnya Pasar Cicadas, membuat PKL terpaksa menutup akses toko. Namun justru memunculkan simbiosis sebagai jalan tengah keduanya tetap hidup.

Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:37

Fenomena Live Shopping, Mengapa Mahasiswa Sulit Menahan Godaan Belanja?

Menilik fenomena live shopping dari sudut pandang mahasiswa. Mengapa diskon temporal dan live shopping begitu adiktif hingga memicu gaya hidup konsumtif?

ilustrasi live shopping. (Sumber: gemini)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 12:26

World Cup TVRI

Selain tahun ini, TVRI pernah melakukannya pada tahun 1970.

Bola Piala Dunia 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: UKinUSA)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 11:51

Panduan Wisata Kota Lama Semarang: Riwayat Jejak Kolonial di Jantung Kota Pelabuhan

Kota Lama Semarang menawarkan pengalaman berjalan kaki di antara bangunan kolonial, museum, galeri seni, dan kuliner legendaris Jawa Tengah.

Kota Lama Semarang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 11:40

Jejak Keemasan Majalah Vista

Jejak Keemasan Majalah Vista: Menelusuri Dunia Hiburan Era 1980-90-an

Pebulutangkis nasional Hastomo Arbi menghiasi sampul depan Majalah Vista edisi Juni 1985. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 10:48

Menelisik Bisnis Jastip Fashion, Antara Peluang Ekonomi dan Celah Kebocoran Pajak

Jastip fashion membuka peluang ekonomi, tetapi berisiko menimbulkan kebocoran pajak jika tidak diatur.

Ilustrasi jastip fashion. (Sumber: gemini.ai | Foto: gemini.ai)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 09:50

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Ritual Upacara Ngeurtakeun Bumi Lamba di Tangkuban Parahu adalah upacara adat Sunda untuk menjaga harmoni manusia dan alam, sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas budaya.

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu. (Sumber: Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 08:06

Menelusuri Jejak Selabintana, Hotel Tua di Sukabumi dari Masa Kolonial

Sekilas sejarah mengenai Hotel Selabintana, hotel legendaris dari masa kolonial yang masih bertahan hingga masa kini

Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.