Bandung Milestone Merawat Ingatan Asia Afrika dari Jantung Kota

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Senin 27 Apr 2026, 09:40 WIB
Walikota Muhammad Farhan mengamati koleksi buku yang dipamerkan dalam Bandung Milestone, yang menampilkan jejak sejarah dan semangat Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Walikota Muhammad Farhan mengamati koleksi buku yang dipamerkan dalam Bandung Milestone, yang menampilkan jejak sejarah dan semangat Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Delapan dekade setelah gaung Konferensi Asia Afrika menggema dari jantung Bandung, kota ini kembali menyalakan ingatan kolektif melalui sebuah pameran sejarah yang merajut masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu ruang refleksi.

Pemerintah Kota Bandung resmi membuka pameran bertajuk Bandung Milestone di Micro Library Perpustakaan Asia Afrika, kawasan Alun-Alun Kota Bandung, Jumat (24/4/2026). Pameran ini menjadi bagian dari peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika, sebuah momentum bersejarah yang menegaskan posisi Bandung di panggung dunia.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa pameran tersebut menghadirkan arsip sejarah yang tidak hanya dikurasi secara akademis, tetapi juga diperkaya melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan proses verifikasi oleh para ahli.

“Melalui pameran ini, masyarakat dapat menelusuri jejak perjuangan dan pergerakan kebangsaan yang berawal dari Bandung hingga mencapai puncaknya pada Konferensi Asia Afrika 1955,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran pameran ini juga menjadi respons atas peluncuran buku foto dan pameran serupa yang sebelumnya digelar di Hotel Homann oleh Menteri Kebudayaan.

Menurut Farhan, Bandung memiliki posisi strategis dalam lintasan sejarah nasional. Selain dikenal melalui peristiwa Bandung Lautan Api, kota ini juga menjadi titik temu negara-negara berkembang yang memperjuangkan solidaritas dan semangat anti-kolonialisme melalui Konferensi Asia Afrika.

Pameran ini turut menampilkan informasi mengenai tokoh-tokoh pergerakan nasional yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Kota Bandung, seperti Abdul Muis, Haji Juanda, dan Otto Iskandar di Nata. Melalui narasi yang disajikan, pengunjung dapat memahami latar belakang serta kontribusi mereka dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pameran Bandung Milestone terbuka untuk umum secara gratis hingga 16 Mei 2026, menjadikannya ruang belajar sejarah yang inklusif bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kenny Kaniasari, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada September 2025.

“Pameran ini bertujuan mendokumentasikan perjalanan sejarah Kota Bandung, khususnya peristiwa-peristiwa penting yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Panitia penyelenggara, Yudi Hamzah, menambahkan bahwa Bandung Milestone direncanakan menjadi agenda tahunan dengan tema berbeda. Setelah edisi April 2026, kegiatan serupa dijadwalkan kembali hadir pada September mendatang.

Pada pameran Bandung Milestone kali ini, koleksi media cetak penulis yang berupa surat kabar, majalah dan tabloid lawas yang berkaitan dengan peringatan Konferensi Asia Afrika diikutsertakan mengisi ruang pameran. Media cetak tersebut diantaranya surat kabar Berita Yudha terbitan tahun 1965 yang berisi peringatan 10 tahun KAA. Koleksi lainnya yaitu surat kabar Pikiran Rakyat dan Mingguan Mutiara terbitan tahun 1985, bertepatan peringatan 30 tahun KAA. Surat kabar Republika terbitan April 2015, bertepatan dengan peringatan 50 tahun KAA.

Serta beberapa edisi Majalah Mangle terbitan tahun 1965 yang berisi peringatan 10 tahun KAA dan penyelengaran Konferensi Islam Asia Afrika pertama yang juga diselenggarakan di kota Bandung.

Penulis berpose bersama koleksi media cetak lawas terkait Konferensi Asia Afrika yang turut ditampilkan dalam pameran Bandung Milestone. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Penulis berpose bersama koleksi media cetak lawas terkait Konferensi Asia Afrika yang turut ditampilkan dalam pameran Bandung Milestone. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Mengenal Microlibrary Alun-Alun Bandung, Ruang Literasi di Tengah Kota

Di tengah kawasan Alun-Alun Kota Bandung, berdiri sebuah perpustakaan kecil yang menjadi oase literasi publik, yakni Microlibrary Perpustakaan Asia Afrika. Fasilitas ini dikelola oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung dan diresmikan pada 28 Agustus 2023 oleh Ema Sumarna saat menjabat sebagai Pelaksana Harian Wali Kota Bandung.

Berlokasi di Jalan Alun-Alun Timur, Balonggede, Kecamatan Regol, perpustakaan ini buka setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00–15.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00–13.00 WIB. Kehadirannya terbuka gratis bagi masyarakat yang ingin membaca di ruang yang nyaman dan representatif.

Mengusung tema literasi antikorupsi, microlibrary ini memiliki sekitar 600 buku edukasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi, serta total koleksi mencapai lebih dari 7.000 eksemplar dari berbagai genre—mulai dari buku anak, sejarah, teknologi, hingga karya sastra.

Meski koleksi buku tidak dapat dipinjam, pengunjung dapat menikmati fasilitas membaca di tempat yang didukung sarana memadai, seperti ruang baca nyaman, area lesehan luas, akses internet gratis, hingga loker penyimpanan barang.

Dengan latar Masjid Raya Bandung dan hamparan Alun-Alun, suasana membaca di microlibrary ini menghadirkan pengalaman yang unik sekaligus menyegarkan. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu ikon literasi Kota Bandung yang mampu mendorong peningkatan minat baca masyarakat.

Melalui Bandung Milestone, Bandung tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat yang pernah menyatukan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Dari kota ini, dunia pernah belajar tentang keberanian, solidaritas, dan harapan nilai-nilai yang tetap relevan untuk menatap masa depan yang lebih setara. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 27 Apr 2026, 16:22

Wisata Curug Cipanas Lembang dan Daya Tariknya, dari Kolam Hangat hingga Camping

Curug Cipanas Lembang menawarkan air terjun hangat alami dengan kolam berundak, cocok untuk relaksasi di udara sejuk pegunungan.

Curug Cipanas Nagrak, Lembang. (Sumber: Ayonetizen | Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)
Bandung 27 Apr 2026, 16:21

Strategi Batik Kina Menembus Pasar Global, Inovasi Motif Heritage Tanpa Merusak Ekosistem

Batik Kina bukan sekadar bisnis UMKM biasa, melainkan sebuah gerakan inovasi yang mengawinkan kelestarian lingkungan dengan kemajuan teknologi tekstil.

Rakha Wahyu, pendiri dan pencipta Batik Kina melihat bahwa pohon Kina bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang harus dipatenkan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 27 Apr 2026, 15:38

Menghidupkan Heritage Commodity, Cara Rakha Wahyu Menyelamatkan Sejarah Pohon Kina Lewat Sehelai Kain Batik

Jawa Barat, khususnya Bandung, pernah menjadi pusat Kina dunia sejak 1845, namun seiring waktu, kejayaan itu luntur dan pohonnya kian langka.

Rakha Wahyu, pendiri dan pencipta Batik Kina melihat bahwa pohon Kina bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang harus dipatenkan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Komunitas 27 Apr 2026, 15:27

Lari Malam di Kiara Artha Park Kian Ramai, DuduluRun Ajak Anak Muda Hidup Sehat

Komunitas DuduluRun meramaikan Kiara Artha Park dengan lari malam. Bukan sekadar olahraga, aktivitas ini jadi cara anak muda menjaga kesehatan fisik, mental, dan konsistensi hidup.

Bahrul Husaeni mendirikan DuduluRun sebagai wadah untuk memantau progres kesehatan dan perkembangan setiap pelari secara bertahap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 13:22

Gedung Sate Rapi di Depan, Kacau di Belakang?

Selama pembangunan berfokus pada yang tampak di depan, Bandung belum benar-benar berubah.

Spanduk dari Massa Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat dipasang di pagar Gedung Sate, Senin 21 Juli 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ikon 27 Apr 2026, 12:08

Sejarah Waduk Jatigede Sumedang, Proyek Warisan Kolonial yang Tenggelamkan 28 Desa

Dirancang sejak kolonial, Waduk Jatigede baru terwujud pada 2015, membawa manfaat besar sekaligus memicu relokasi warga dan hilangnya warisan budaya

Waduk Jatigede, Sumedang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 11:31

Wisata Rasa di Bumi Pasundan: Strategi Mengangkat Kuliner Lokal ke Panggung Gastronomi Dunia

Buku Wisata Rasa di Bumi Pasundan (2025), sebuah karya kolaboratif dari Kementerian Pariwisata.

buku pola perjalanan gastronomi "Wisata Rasa di Bumi Pasundan". (Sumber: kemenpar.go.id)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 09:40

Bandung Milestone Merawat Ingatan Asia Afrika dari Jantung Kota

Delapan dekade setelah gaung Konferensi Asia Afrika menggema dari jantung Bandung.

Walikota Muhammad Farhan mengamati koleksi buku yang dipamerkan dalam Bandung Milestone, yang menampilkan jejak sejarah dan semangat Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 27 Apr 2026, 08:49

Ambisi Transisi Energi Belum Menyentuh Akar Masalah, Warga Sekitar PLTU Tetap Menanggung Beban Lingkungan

Warga sekitar PLTU masih menanggung dampak lingkungan dan sosial, sementara kebijakan transisi energi dinilai belum menyentuh perlindungan dan keadilan di tingkat tapak.

Suasana diskusi “Transisi Energi Berkeadilan: Peluang, Tantangan, dan Strategi Implementasi Multi Pihak” di Kota Bandung, Minggu (26/4), yang mempertemukan warga, pemerintah, dan pakar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 08:00

Tumbuhkan Cinta Membaca, Bangun Keberanian Menulis

Mari kita tumbuhkan cinta pada kebiasaan membaca, bangun keberanian untuk tradisi menulis, dan keyakinan setiap anak punya cerita untuk dibagikan, direnungkan bersama.

Aa Akil anak kedua dan Kakang anak ketiga asyik membaca buku, Ahad (26/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Linimasa 26 Apr 2026, 20:21

Melawan Lupa Sesar Lembang Lewat Festival Ngabandungan Bandung

Festival Ngabandungan Bandung hadirkan edukasi mitigasi Sesar Lembang lewat seni imersif dan pendekatan budaya.

Festival Ngabandungan Bandung di Balaikota Bandung, Minggu, 26 April 2026. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 18:52

Pemain Persib Asal Luar Kota Bandung Tahun 1980-an

Para pendatang yang kemudian menjadi pemain Persib karena memiliki kebanggaan menjadi pemain Persib Bandung

Persib Piala Soeratin 1980 diperkuat Ade Mulyono, Yusuf Bachtiar, Ajat Sudrajat, Wawan Hermawan(kiper), Wawan Karnawan, dll. (Sumber: Facebook | Foto: Planet Bola)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 16:36

Jika Masuknya Curang, Jangan Harap Ilmunya Jujur

UTBK yang seharusnya menjadi tolak ukur kemampuan, justru berubah menjadi ruang yang menunjukkan bahwa ambisi untuk “lolos”, sering kali lebih diutamakan daripada kejujuran dalam prosesnya.

Ruang ujian bukan hanya soal soal dan jawaban, tapi juga tentang sejauh mana integritas diuji. (Sumber: UPN VETERAN JAWA TIMUR | Foto: UPN HUMAS)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 14:43

Masa Depan Transportasi Udara, Teknologi Pesawat Listrik Unjuk Gigi di Forum MVPN dan UBSI Sukabumi

Pembahasan pesawat listrik AAM di UBSI Sukabumi jadi sorotan, dinilai berpotensi jadi solusi transportasi masa depan untuk konektivitas dan logistik di Indonesia.

Alessandro Arraniry Pritajaya (kiri) usai menerima sertifikat dalam Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026 di UBSI Sukabumi.
Wisata & Kuliner 26 Apr 2026, 13:58

7 Jajanan Kue Tradisional yang Cocok Disantap saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kue tradisional seperti putu, pancong, surabi, hingga ketan bakar yang paling nikmat disantap saat cuaca dingin.

Pisang goreng. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 13:03

Sudut Kecil ala Jepang ‘Haha Kohi’ di Bandung

Haha Kohi beroperasi mulai jam 8 pagi sampai 6 sore, jadi kamu bisa menyesuaikan jadwal datang sesuai selera dan kebutuhan.

Cafe ala Jepang cocok untuk nongkrong bersama teman, atau pasangan, spot foto yang aestetik dan instragramable. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Arini Nabila Ramadhani)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 12:00

Urbanisasi Humanis ala Shenzhen

Best pactice pengelolaan urbanisasi ala Shenzhen, China yang berhasil menjadikan pendatang sebagai aset, bukan sebagai beban

Shenzhen, China. (Sumber: wikimedia.org)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 10:49

Bandung Tahun 80-an: Saat Angkot dan DAMRI Jadi Cerita

Dulu, perjalanan bukan sekadar berpindah  tempat. Ia adalah ruang perjumpaan dengan teman, dengan orang asing, bahkan dengan diri sendiri.

Ilustrasi angkutan kota dan bus DAMRI di tahun 80-an. (Sumber: Ilustrasi gambar hasil dari AI)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 09:34

Bosscha Lembang dan Jejak Astronomi Indonesia

Bosscha Observatory Lembang, sebagai ruang ilmu pengetahuan dan penelitian astronomi.

Di tengah wisata Lembang, Bosscha Observatory hadir sebagai ruang ilmu pengetahuan. (Sumber: Institut Teknologi Bandung (ITB))
Beranda 25 Apr 2026, 18:58

Merawat Ingatan di Tanah Pasundan, Alasan Warga Tetap Tegak dalam Aksi Kamisan Bandung

12 tahun konsisten, Aksi Kamisan Bandung tetap jadi ruang bagi warga untuk merawat ingatan kolektif dan menyuarakan ketidakadilan lewat payung hitam yang tak pernah lelah membentang.

Memasuki tahun ke-12, Aksi Kamisan Bandung terus menjaga konsisten menyampaikan aspirasi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Ahmad Nazar)