Bandung Milestone Merawat Ingatan Asia Afrika dari Jantung Kota

4 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Walikota Muhammad Farhan mengamati koleksi buku yang dipamerkan dalam Bandung Milestone, yang menampilkan jejak sejarah dan semangat Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Walikota Muhammad Farhan mengamati koleksi buku yang dipamerkan dalam Bandung Milestone, yang menampilkan jejak sejarah dan semangat Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Delapan dekade setelah gaung Konferensi Asia Afrika menggema dari jantung Bandung, kota ini kembali menyalakan ingatan kolektif melalui sebuah pameran sejarah yang merajut masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu ruang refleksi.

Pemerintah Kota Bandung resmi membuka pameran bertajuk Bandung Milestone di Micro Library Perpustakaan Asia Afrika, kawasan Alun-Alun Kota Bandung, Jumat (24/4/2026). Pameran ini menjadi bagian dari peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika, sebuah momentum bersejarah yang menegaskan posisi Bandung di panggung dunia.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa pameran tersebut menghadirkan arsip sejarah yang tidak hanya dikurasi secara akademis, tetapi juga diperkaya melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan proses verifikasi oleh para ahli.

“Melalui pameran ini, masyarakat dapat menelusuri jejak perjuangan dan pergerakan kebangsaan yang berawal dari Bandung hingga mencapai puncaknya pada Konferensi Asia Afrika 1955,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran pameran ini juga menjadi respons atas peluncuran buku foto dan pameran serupa yang sebelumnya digelar di Hotel Homann oleh Menteri Kebudayaan.

Menurut Farhan, Bandung memiliki posisi strategis dalam lintasan sejarah nasional. Selain dikenal melalui peristiwa Bandung Lautan Api, kota ini juga menjadi titik temu negara-negara berkembang yang memperjuangkan solidaritas dan semangat anti-kolonialisme melalui Konferensi Asia Afrika.

Pameran ini turut menampilkan informasi mengenai tokoh-tokoh pergerakan nasional yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Kota Bandung, seperti Abdul Muis, Haji Juanda, dan Otto Iskandar di Nata. Melalui narasi yang disajikan, pengunjung dapat memahami latar belakang serta kontribusi mereka dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pameran Bandung Milestone terbuka untuk umum secara gratis hingga 16 Mei 2026, menjadikannya ruang belajar sejarah yang inklusif bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kenny Kaniasari, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada September 2025.

“Pameran ini bertujuan mendokumentasikan perjalanan sejarah Kota Bandung, khususnya peristiwa-peristiwa penting yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Panitia penyelenggara, Yudi Hamzah, menambahkan bahwa Bandung Milestone direncanakan menjadi agenda tahunan dengan tema berbeda. Setelah edisi April 2026, kegiatan serupa dijadwalkan kembali hadir pada September mendatang.

Pada pameran Bandung Milestone kali ini, koleksi media cetak penulis yang berupa surat kabar, majalah dan tabloid lawas yang berkaitan dengan peringatan Konferensi Asia Afrika diikutsertakan mengisi ruang pameran. Media cetak tersebut diantaranya surat kabar Berita Yudha terbitan tahun 1965 yang berisi peringatan 10 tahun KAA. Koleksi lainnya yaitu surat kabar Pikiran Rakyat dan Mingguan Mutiara terbitan tahun 1985, bertepatan peringatan 30 tahun KAA. Surat kabar Republika terbitan April 2015, bertepatan dengan peringatan 50 tahun KAA.

Serta beberapa edisi Majalah Mangle terbitan tahun 1965 yang berisi peringatan 10 tahun KAA dan penyelengaran Konferensi Islam Asia Afrika pertama yang juga diselenggarakan di kota Bandung.

Penulis berpose bersama koleksi media cetak lawas terkait Konferensi Asia Afrika yang turut ditampilkan dalam pameran Bandung Milestone. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Penulis berpose bersama koleksi media cetak lawas terkait Konferensi Asia Afrika yang turut ditampilkan dalam pameran Bandung Milestone. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Mengenal Microlibrary Alun-Alun Bandung, Ruang Literasi di Tengah Kota

Di tengah kawasan Alun-Alun Kota Bandung, berdiri sebuah perpustakaan kecil yang menjadi oase literasi publik, yakni Microlibrary Perpustakaan Asia Afrika. Fasilitas ini dikelola oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung dan diresmikan pada 28 Agustus 2023 oleh Ema Sumarna saat menjabat sebagai Pelaksana Harian Wali Kota Bandung.

Berlokasi di Jalan Alun-Alun Timur, Balonggede, Kecamatan Regol, perpustakaan ini buka setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00–15.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00–13.00 WIB. Kehadirannya terbuka gratis bagi masyarakat yang ingin membaca di ruang yang nyaman dan representatif.

Mengusung tema literasi antikorupsi, microlibrary ini memiliki sekitar 600 buku edukasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi, serta total koleksi mencapai lebih dari 7.000 eksemplar dari berbagai genre—mulai dari buku anak, sejarah, teknologi, hingga karya sastra.

Meski koleksi buku tidak dapat dipinjam, pengunjung dapat menikmati fasilitas membaca di tempat yang didukung sarana memadai, seperti ruang baca nyaman, area lesehan luas, akses internet gratis, hingga loker penyimpanan barang.

Dengan latar Masjid Raya Bandung dan hamparan Alun-Alun, suasana membaca di microlibrary ini menghadirkan pengalaman yang unik sekaligus menyegarkan. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu ikon literasi Kota Bandung yang mampu mendorong peningkatan minat baca masyarakat.

Melalui Bandung Milestone, Bandung tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat yang pernah menyatukan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Dari kota ini, dunia pernah belajar tentang keberanian, solidaritas, dan harapan nilai-nilai yang tetap relevan untuk menatap masa depan yang lebih setara. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)