Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

4 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Kondisi geopolitik global saat ini menunjukkan bahwa nilai dan semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) masih relevan. Konferensi diadakan di kota Bandung pada tanggal 18-24 April 1955 merupakan momen bersejarah. Sejak saat itu Bandung bertransformasi menjadi pusat diplomasi internasional, atau sering disebut sebagai "Bandung Incorporated" dalam konteks kolaborasi antarnegara berkembang.

Pasca-KAA, Bandung memetik berkah sebagai kota konferensi internasional dan membentuk citra sebagai kota diplomasi dan konektivitas global. Konferensi melahirkan Dasasila Bandung, sebuah deklarasi mengenai prinsip-prinsip hubungan internasional, penghormatan hak asasi manusia, kedaulatan negara, dan kerja sama internasional.

KAA di Bandung menjadi kunci yang melahirkan Gerakan Non-Blok dan konsep Dunia Ketiga atau Selatan, sebagai respons terhadap Perang Dingin antara Barat dan Uni Soviet. Keberhasilan konferensi di Bandung ini menegaskan posisi penting Indonesia dalam diplomasi pascakolonial dan mengubah Bandung menjadi simbol perjuangan serta solidaritas negara-negara Asia-Afrika.

Penulis mengunjungi museum KAA di Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Penulis mengunjungi museum KAA di Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Urgensi Solidaritas Ekonomi Asia Afrika

KAA melahirkan solidaritas yang hebat diantara bangsa-bangsa di benua Asia dan Afrika. Pada saat itu buah dari solidaritas adalah terbebasnya banyak negara dari belenggu penjajahan. Setelah  penyelenggaraan KAA beberapa negara menyatakan kemerdekaannya.

Solidaritas KAA pada saat ini sebaiknya bertransformasi di bidang ekonomi. Kini bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada. Tetapi dalam bentuk yang lain. Masih banyak bangsa di Asia Afrika terpaksa menjadi penyedia sumber daya alam atau bahan mentah semata. Hak dan kekayaan alam dikuras pihak asing tanpa ada proses nilai tambah yang bisa memakmurkan rakyat.

KAA juga telah mencuatkan diplomasi kuliner. Karena  dalam konferensi disuguhkan menu makanan untuk delegasi konferensi menonjolkan kuliner Nusantara, khususnya masakan Sunda dan Madura, sebagai bagian dari diplomasi meja makan. Hidangan utama yang disajikan meliputi sate dan soto Madura dari RM Madrawi, nasi timbel, aneka lalapan, sambal terasi, serta colenak alias tape panggang.

Presiden Soekarno secara khusus menjamu delegasi dengan sate dan soto ayam, sate dan gulai kambing, serta rawon sapi. Menjelang siang hari pada 18 April 1955, beberapa peserta diajak oleh  Presiden Soekarno makan siang di Rumah Makan Madrawi. Restoran itu berlokasi di Jalan Dalem Kaum, dekat Masjid Agung Bandung.

Pemilik rumah makan Madrawi, Fadli Badjuri, mengingat Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri Burma (Myanmar) U Nu, dan putra mahkota Raja Arab Saudi saat itu, Faisal bin Abdul Aziz. Ada yang kejadian menarik dan lucu. Selain makanan yang dipesan, seperti biasa, di meja mereka disediakan air dalam mangkuk untuk cuci tangan alias kobokan. Di luar dugaan, Nehru dan Gamal meminum air untuk kobokan itu. Kepala pelayan pun sigap dan menjelaskan bahwa air itu bukan untuk diminum, melainkan untuk cuci tangan. Hal ini menimbulkan gelak tawa.

Saat ini perlu reinventing Bandung sebagai kota diplomasi yang mampu mendorong lahirnya kepemimpinan otentik di negara Asia Afrika untuk mengatasi eksploitasi gaya baru dan mencegah kolonialisme mencengkeram dunia. Perlu usaha untuk merumuskan dan menghasilkan kepemimpinan otentik yang lebih banyak lagi di Asia Afrika.

Kepemimpinan korporasi Asia Afrika

Reinventing Bandung sebagai kota diplomasi global perlu menekankan bahwa setiap diplomat, khususnya dari Indonesia harus mampu untuk mencari peluang perdagangan, investasi dan peluang kerjasama ekonomi lainnya. Pentingnya diplomat Indonesia mampu menjadi marketers bagi negaranya di luar negeri.

Perlu penguatan pemahaman terhadap aspek perdagangan internasional bagi setiap diplomat Indonesia agar menjadi marketers yang andal.

Selama ini data statistik mencatat bahwa volume perdagangan ekspor dan impor Indonesia dengan negara Asia dan Afrika baru mencapai belasan miliar US dollar  per tahun. Sementara itu, nilai ekspor Asia ke Afrika mencapai 26 % dari total ekspor Asia ke dunia, lebih besar dari ekspor Afrika ke Asia yang hanya 3 % dari ekspor mereka ke dunia. Melalui pelaksanaan AABS, diharapkan nilai perdagangan antara kedua kawasan tersebut dapat lebih ditingkatkan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Planet bumi saat ini sedang mengalami perubahan ekologi yang dramatis dan kapitalisme pasar global yang semakin disruptif dan mematikan. Kondisi diatas tentunya harus bisa diantisipasi oleh para CEO di Asia Afrika.

Kepemimpinan korporasi Asia Afrika juga masih terkendala oleh masalah konektivitas. Kendala tersebut juga dialami oleh Indonesia. Definisi konektivitas meliputi konektivitas fisik, institusi dan antar warga negara. Pada saat ini konektivitas bisa dianalogikan seperti pisau bermata dua bagi suatu bangsa. Disatu sisi sangat penting sebagai wahana untuk meningkatkan daya saing bangsa, namun disisi lain bisa dianalogikan mengundang liberalisasi jasa dan produk negara maju.

Peringatan KAA sebaiknya disertai dengan membenahi beberapa museum yang ada. Museum sebagai ikon peradaban dan kebudayaan sangat relevan menjadi objek kunjungan.

Pembenahan beberapa museum, terutama yang ada di kota Bandung harus segera dilakukan. Butuh  kreativitas dan inovatif dalam hal layout objek atau koleksi museum. Begitu juga membenahi sistem informasi koleksi yang dimiliki museum.

Eksistensi museum harus mampu menguatkan nilai-nilai koleksi yang tersimpan. Pentingnya mentransformasikan sistem pengelolaan dan SDM museum. Agar lebih adaptif dengan perkembangan zaman dan kompatibel dengan industri pariwisata global. Sistem pengelolaan museum harus bisa mengemas koleksi sehingga bisa mendongkrak segmentasi pasar, promosi serta nilai estetika dan ilmiahnya. Langkah transformasi yang penting disegerakan adalah menyangkut sistem pengelolaan museum yang berbasis digital dan teknologi virtual yang berkembang pada saat ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)