Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

3 menit baca
Aisyah Sukata
Ditulis oleh Aisyah Sukata diterbitkan
Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)

Konflik Iran–Israel yang kian memanas pada awal 2026 tidak hanya bergema di Timur Tengah, tetapi juga sampai ke kios makanan di pinggir jalan dan warung kopi di Bandung. Kenaikan harga minyak dunia menggeret naik harga plastik di Indonesia, dan UMKM kuliner di Jawa Barat mulai merasakan kenaikan harga kemasan plastik antara 30–80% dalam beberapa bulan terakhir.

Di Jawa Barat, terutama di Bandung, Bogor, dan Bekasi, kemasan plastik sekali pakai menjadi komponen pokok bagi banyak pelaku usaha kuliner. Ketika harga plastik naik dan tidak lagi murah, biaya bungkus makanan dan minuman ikut membengkak, padahal daya beli konsumen belum bergerak setara. Akibatnya, laba UMKM langsung tergerus dan sebagian pelaku usaha harus menunda rencana perluasan usaha atau aktivitas promosi yang lebih besar.

Situasi ini diperparah dengan ketergantungan industri plastik nasional pada bahan baku impor. Fajar Budiyono, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), mengatakan bahwa kenaikan harga minyak dan gangguan logistik akibat konflik geopolitik langsung memukul biaya produksi plastik di Indonesia. Artinya, kenaikan di tingkat hulu (bahan baku) harus ditanggung oleh sektor hilir, khususnya UMKM kuliner dan kemasan di Jawa Barat yang sangat bergantung pada plastik sekali pakai.

Menghadapi tekanan ini, industri kuliner Jabar perlu melakukan perubahan besar. Transformasi ini dapat dimulai melalui dua langkah strategis.

Pertama, inovasi kemasan berbasis bahan lokal.

Daripada hanya menahan kenaikan harga plastik, pelaku UMKM di Jabar mulai melirik bahan kemasan alternatif yang dekat dengan kultur dan ketersediaan bahan: besek bambu, daun pisang, dan kemasan berbasis singkong. Di Bandung dan sekitarnya, beberapa kedai kopi dan rumah makan sudah mengganti kemasan plastik dengan kemasan daun atau kardus ramah lingkungan. Tidak hanya lebih “Jawa Barat”, tapi juga mengurangi ketergantungan pada harga plastik internasional.

 (Sumber: Pixels | Foto: Mikhail Nilov)
(Sumber: Pixels | Foto: Mikhail Nilov)

Tidak hanya swasta, pemerintah pun mulai mendorong pengembangan bioplastik dan kemasan berbasis bahan lokal, khususnya singkong dan rumput laut, sebagai upaya diversifikasi bahan baku dan mengurangi ketergantungan pada minyak mentah impor. Menteri UMKM menyebut bahwa bahan nabati seperti rumput laut dan singkong memiliki potensi menjadi alternatif plastik sekaligus membuka ruang industri hijau berbasis bahan baku lokal.

Kedua, jualan “green story” kepada konsumen Jabar.

 (Sumber: Pixels | Foto: Artem Podrez)
(Sumber: Pixels | Foto: Artem Podrez)

Pergeseran dari plastik ke bahan kemasan lokal bukan sekadar soal harga atau estetika. Manajemen UMKM kuliner bisa mengubah krisis plastik menjadi peluang pemasaran:

· Menyertakan kemasan daun pisang atau besek bambu sebagai bagian dari identitas budaya Jawa Barat.

· Menjelaskan kepada pembeli bahwa penggunaan kemasan ramah lingkungan adalah bagian dari komitmen terhadap lingkungan dan ketahanan bisnis di tengah krisis global.

Dengan cara ini, krisis kemasan tidak lagi dilihat sebagai beban, melainkan sebagai alasan bagus untuk memperkuat branding lokal dan keberlanjutan.

Konflik Iran–Israel mengingatkan bahwa bisnis lokal sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Namun, di Jawa Barat, krisis plastik justru bisa dijadikan peluang untuk memperkuat rantai nilai operasional dan mengembalikan kuliner Jabar pada karakter yang alami dan kreatif. Dengan beralih ke bahan kemasan lokal, mengurangi ketergantungan pada plastik impor, dan menguatkan narasi “green”, UMKM kuliner Jabar tidak hanya menjaga keuntungan, tetapi juga membangun keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

Sudah saatnya kuliner khas Jabar menunjukkan: krisis kemasan bisa jadi katalis bagi bisnis yang lebih lokal, lebih hijau, dan lebih tangguh. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aisyah Sukata
Tentang Aisyah Sukata
Mahasiswi Manajemen Bisnis Syariah, Universitas Islam Tazkia.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 21 Jul 2026, 11:51

Debu Kapur Tak Kenal Batas Administratif, Derita Warga Cipatat Berlanjut

Sejauh ini, arah angin itu selalu membawa debu ke rumah-rumah warga, bukan ke meja rapat para pejabat yang seharusnya menanganinya sejak lama.

Pemandangan udara menunjukkan aktivitas pabrik pengolahan batu gamping di Kecamatan Cipatat, yang dilalui jalur utama penghubung Bandung menuju Padalarang dan Cianjur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 10:34

Adaptasi Batik terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Adaptasi kain batik terhadap tren di era modern.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 10:33

Tamasya ke Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda di Bungbulang

Panduan lengkap wisata Leuwi Jurig Garut, mulai dari harga tiket, jam buka, rute menuju lokasi, fasilitas, hingga peringatan keselamatan saat berenang.

Leuwi Jurig Bungbulang Garut. (Sumber: YouTube budi ahmadr)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 09:41

Belajar tentang Desain dari Monumen Jenderal Soedirman di Soreang

Di balik sebuah monumen, ternyata tumbuh ruang publik yang menghidupkan interaksi sosial, aktivitas ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Monumen Jenderal Soedirman di Jalan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Soreang. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 19:14

Urgensi Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Penciptaan lingkungan belajar yang berfokus pada daya dukung psikologis dan keterampilan sosial juga mampu dipenuhi praktik implementasi kerjasama dan empati.

Suasana MPLS di sekolah. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 18:01

Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

Bandung kini berbeda dan kenyamanan kotanya tak lagi sama. Kian hari tingkat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas kian menjamur tanpa ada solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)