Cuanki: Semangkok Kehangatan dari Kota Bandung

3 menit baca
Harya Shadiqin
Ditulis oleh Harya Shadiqin diterbitkan
Foto semangkok cuanki (Sumber: Wikimedia Commons)
Foto semangkok cuanki (Sumber: Wikimedia Commons)

Cuanki sudah tidak asing bagi kita yang tinggal di Kota Bandung. Harganya yang murah, kuahnya yang hangat, dan isian yang bermacam-macam sudah menjadi ciri khas cuanki.

Lalu, bagaimana sejarah munculnya cuanki di Kota Bandung dari zaman dulu hingga zaman sekarang?

Apa itu cuanki?

Cuanki adalah makanan berkuah khas Bandung, Jawa Barat, yang terdiri dari aneka olahan berbahan dasar aci (tepung tapioka) dan tahu, disajikan dalam kuah kaldu gurih yang hangat. Sekilas cuanki mirip bakso, tetapi karakternya berbeda. Isiannya lebih beragam, teksturnya kenyal sekaligus renyah, dan kuahnya cenderung bening dengan rasa gurih yang ringan.

Di Bandung, cuanki identik dengan jajanan malam hari atau saat hujan turun. Makanan ini dijajakan dengan gerobak pikul atau dorong, dan sampai sekarang masih sering ditemui berkeliling di permukiman, sekolah, maupun pusat keramaian.

Sejarah Cuanki

Banyak orang mengira nama “cuanki” adalah singkatan dari “cari uang jalan kaki”. Penelusuran asal-usulnya menunjukkan bahwa anggapan itu tidak sepenuhnya tepat. Singkatan tersebut lebih mungkin berupa plesetan yang muncul belakangan, karena banyak pedagang cuanki memang berjualan dengan berkeliling.

Cuanki berasal dari istilah bahasa Hokkien Choan Kie (賺氣) yang artinya "rezeki" atau "keberuntungan". Makanan ini mulanya diproduksi oleh pabrik dimsum di wilayah Bandung dan Sekitarnya dengan konsumen utama warga Tionghoa. Karena menyasar konsumen tersebut, olahan ini pada awalnya dibuat dari daging babi.

Titik baliknya terjadi pada tahun 1980-an. Sejumlah mantan pegawai pabrik Choan Kie, yang sebagian besar berasal dari Bandung, Garut, dan Ciamis, mulai memproduksi dan menjual sendiri. Agar bisa dinikmati masyarakat umum, mereka mengganti daging babi dengan ikan tenggiri. Respons pasar ternyata baik, dan hidangan berkuah ini menjadi alternatif baru selain bakso dan mi ayam. Dari sinilah cuanki berkembang menjadi jajanan kaki lima yang kita kenal sekarang, dan nama “Choan Kie” perlahan berubah ejaan dan pelafalannya menjadi “cuanki”.

Isi Mangkok Cuanki

Isi semangkok cuanki bisa berbeda-beda tergantung penjualnya, tetapi umumnya terdiri dari:

  • Bakso: Bakso kenyal yang dibuat dari tepung tapioka, biasanya tidak ada isian
  • Siomay kukus: Siomay lembut yang berisi adonan ikan tenggiri
  • Siomay goreng: Siomay kering yang renyah dan gurih
  • Tahu: Tahu goreng atau tahu putih yang menyerap kuah dengan baik
  • Indomie: Pelengkap opsional, biasanya rasa Ayam Bawang atau Soto
  • Kuah kaldu: Kuah bening gurih, biasanya dari rebusan tulang dan daging ayam atau sapi.
  • Pelengkap: Seledri, bawang goreng, sambal, kecap, jeruk limau, dan cuka sesuai seler
Cuanki Laksana dari Cimahi. (Foto: Dok. Cuanki Laksana)
Cuanki Laksana dari Cimahi. (Foto: Dok. Cuanki Laksana)

Cuanki di Zaman Sekarang

Kini cuanki tetap bertahan sebagai kuliner favorit dan wujudnya makin beragam. Pedagang keliling dengan gerobak pikul masih ada, tetapi cuanki juga bisa ditemukan di kedai, food court, hingga restoran. Beberapa tempat sudah dikenal luas dan menjadi tujuan wisata kuliner, salah satunya Cuanki Serayu. Kawasan seperti Pusdai juga terkenal dengan cuanki kaki lima yang buka sore hingga dini hari.

Inovasi terus bermunculan. Ada cuanki dengan isian lebih mewah, seperti bakso isi keju atau daging premium, serta pilihan level pedas bagi penggemar sambal. Cuanki pun hadir dalam bentuk kemasan instan, frozen food, dan paket yang bisa dikirim ke luar kota, sehingga orang di perantauan tetap bisa menikmatinya.

Kemudahan teknologi turut berperan. Lewat aplikasi pesan antar makanan dan media sosial, kedai cuanki kecil pun bisa dikenal lebih luas. Meski begitu, banyak penikmat tetap menganggap pengalaman terbaik adalah menikmati cuanki langsung dari pikul atau gerobak, ditemani suara tukang cuanki yang berkeliling di malam hari.

Baca Juga: Film Horor dan Komedi adalah Kita

Cuanki bukan sekadar makanan berkuah, tetapi bagaimana sebuah hidangan bisa bertransformasi mengikuti zaman dan selera masyarakatnya. Berawal dari produk pabrik dimsum di wilayah Bandung hingga menjadi jajanan rakyat sampai sekarang.

Bagi banyak orang Bandung, aroma kaldu dan bawang goreng dari semangkok cuanki bukan hanya soal rasa, tetapi juga pemantik kenangan masa kecil, nongkrong bersama teman, atau pulang larut malam dengan perut kenyang.

Kini, cuanki terus berkembang tanpa melupakan akarnya. Inovasi seperti isian keju, level pedas, hingga kemasan beku yang bisa dikirim ke luar kota memperluas jangkauannya jauh melampaui Bandung. Namun, di balik semua variasi itu, hal yang membuat cuanki dicintai tetap sama: perpaduan tekstur kenyal dan renyah, kuah gurih yang menghangatkan, dan kesederhanaan yang jujur.

Jadi, saat berkunjung ke Bandung, jangan lupa beli cuanki!

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Okt 2026, 20:31

Cuanki: Semangkok Kehangatan dari Kota Bandung

Bagaimana sejarah munculnya cuanki di Kota Bandung dari zaman dulu hingga zaman sekarang?

Foto semangkok cuanki (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 19:54

BRT Bandung Raya, Budaya Car-Centric, dan Nasib Pejalan Kaki

Jalan kaki di Bandung kerap terasa serba salah hingga dianggap cap ketidakmampuan ekonomi. Mampukah rencana BRT Bandung Raya mengubah budaya car-centric ini?

Suasana pembangunan halte on-corridor BRT Bandung Raya di Jalan Ahmad Yani Cicadas, Kota Bandung, Kamis (15/10/2026) sore. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Sarah Annisa Fadhila)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 15:23

Film Horor dan Komedi adalah Kita

Fenomena di industri film Indonesia.

Film Horor dan Komedi adalah Kita (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 11:46

Menata Rumah di Bantaran Rel Bandung Raya, Tanpa Mengabaikan Warga

Bandung Raya membutuhkan transportasi massal yang semakin andal, tetapi juga membutuhkan kebijakan perumahan yang tidak membiarkan masyarakat terjebak dalam hunian berisiko.

Gambar ilustrasi kondisi jalur rel di Bandung Raya yang perlu dibenahi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 10:32

Sangkanhurip, Mata Air Kehidupan yang Menguatkan Jiwa

Di Jawa Barat, kata sangkan banyak dijadikan toponim, dijadikan nama tempat, seperti nama geografis Sangkanhurip, Sangkanherang, dan Sangkanmulya.

Telaga yang dijadikan destinasi wisata ini akan terjaga airnya bila hutan di Gunung Cerémé tetap terjaga. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja