Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

7 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)

Sebelum rock Indonesia berkembang dengan beragam warna dan eksperimen musikal, Benny Soebardja telah lebih dulu menjelajahi jalur yang tidak mudah. Bersama The Peels, Shark Move, Giant Step, hingga Benny Soebardja & The Lizard, ia terus mencari kemungkinan baru dalam bermusik. Keberanian bereksperimen inilah yang menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam sejarah rock progresif Indonesia, sekaligus sosok yang dikenal dengan julukan Godfather Rock Progresif Indonesia.

Perjalanan musikal Benny kembali ditelusuri melalui buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie. Buku ini merangkum kiprahnya, mulai dari awal karier bersama The Peels, eksplorasi musikal Shark Move, dinamika Giant Step, hingga eksperimennya bersama The Lizard.

Lebih dari sekadar biografi musisi, buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana rock progresif tumbuh dan menemukan identitasnya di Indonesia.

Dari The Peels Menuju Dunia Progresif

Perjalanan Benny bermula bersama The Peels. Pengalaman bermusik, termasuk ketika berada di Singapura, menjadi bagian penting dalam pembentukan wawasan dan karakter musikalnya.

Pertemuannya dengan berbagai perkembangan musik pada masa itu mendorong Benny untuk melangkah lebih jauh dari pola musik populer yang lazim. Ia tertarik mengeksplorasi komposisi dan pendekatan musikal yang lebih luas.

Salah satu babak penting dalam perjalanan tersebut adalah Shark Move. Kelompok ini meninggalkan jejak berarti dalam perkembangan awal rock progresif Indonesia melalui album Ghede Chokra's.

Shark Move menunjukkan bahwa musik rock dapat berkembang melalui eksperimen dan keberanian menjajal bentuk-bentuk baru. Di tengah kuatnya pengaruh rock internasional, eksplorasi semacam ini turut membuka jalan bagi musisi Indonesia untuk membangun karakter musikalnya sendiri.

Baca Juga: Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Buku karya Zuhair Alyafie menelusuri proses terbentuknya Shark Move, perjalanan kreatif para personelnya, serta warisan yang ditinggalkan kelompok tersebut. Pembahasannya tidak hanya berpusat pada album, tetapi juga pada gagasan dan semangat yang melatarbelakangi kelahirannya.

Kisah Shark Move sekaligus memperlihatkan bahwa sejarah musik dibentuk oleh lebih dari sekadar popularitas. Di balik sebuah karya, terdapat pertemanan, pertukaran gagasan, dan keberanian untuk mengambil jalan berbeda dari arus utama.

Benny Soebardja dan Formasi Baru Giant Step (Sumber: Zuhair Alyafie)
Benny Soebardja dan Formasi Baru Giant Step (Sumber: Zuhair Alyafie)

Giant Step dan Dinamika Rock Progresif Indonesia

Setelah Shark Move, Giant Step menjadi babak penting berikutnya dalam perjalanan Benny Soebardja.

Bersama kelompok ini, Benny melanjutkan eksplorasi musikal di tengah berbagai tantangan, mulai dari pergantian personel hingga upaya menjaga kesinambungan kreativitas.

Kepergian Soman Lubis menjadi salah satu peristiwa penting dalam perjalanan Giant Step. Namun, kelompok ini terus bergerak dengan formasi baru dan menghasilkan karya yang mencerminkan perkembangan musikal mereka.

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years membahas perjalanan tersebut melalui sejumlah album, di antaranya Giant Step of Rhapsodia, Giant Step Mark I, Giant on the Move!, dan Kukuh nan Teguh.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Pembahasan juga mencakup Bob Dook, album Persada Tercinta, Dari Tinombala Hingga Geregetan, serta Life's Not the Same. Deretan karya ini memperlihatkan luasnya perjalanan Giant Step sekaligus perubahan yang mewarnai proses kreatifnya.

Kisah Giant Step menjadi gambaran bahwa perjalanan sebuah kelompok musik tidak selalu berjalan mulus. Pergantian personel dan perubahan keadaan merupakan bagian dari dinamika yang turut membentuk karakter sebuah band.

Di tangan para musisi yang terus mencari kemungkinan baru, rock progresif menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan, mengolah komposisi, dan mempertahankan kebebasan berekspresi.

The Lizard, Babak Baru Eksplorasi Musikal

Perjalanan Benny tidak berhenti bersama Giant Step. Melalui Benny Soebardja & The Lizard, ia kembali menjelajahi kemungkinan musikal yang berbeda.

Buku ini turut mengulas album Benny Soebardja & Lizard serta Gimme a Piece of Gut Rock & Night Train. Keduanya menjadi bagian dari perjalanan Benny dalam mengembangkan gagasan musikal di luar pengalaman bersama kelompok-kelompok sebelumnya.

Perubahan formasi dan lingkungan kreatif memberinya ruang untuk mencoba pendekatan baru. Bagi musisi yang terus bereksperimen, setiap fase bukan sekadar kelanjutan karier, melainkan kesempatan untuk memperluas cakrawala bermusik.

Perjalanan bersama The Lizard memperlihatkan bahwa Benny tidak terpaku pada satu formula. Ia terus mencari bentuk ekspresi yang sesuai dengan gagasan musikalnya.

Baca Juga: Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Sikap inilah yang menjadi salah satu daya tarik rock progresif. Struktur lagu, aransemen, dan perpaduan berbagai pengaruh dapat diolah menjadi karya yang menawarkan pengalaman mendengarkan berbeda.

Karena itu, fase The Lizard penting untuk memahami Benny secara utuh. Jejaknya tidak hanya terikat pada satu band atau satu periode, tetapi terbentang melalui rangkaian eksplorasi yang terus berkembang.

Benny Soebardja dan Shark Move: Awal Eksplorasi Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Benny Soebardja dan Shark Move: Awal Eksplorasi Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)

Album sebagai Jejak Sejarah Musik

Salah satu aspek menarik dari Benny Soebardja: The Progressive Years adalah penelusurannya terhadap album, pergantian formasi, peristiwa penting, serta pengakuan dan perilisan ulang karya-karya terdahulu.

Dokumentasi semacam ini penting bagi sejarah musik Indonesia, terutama untuk genre yang berkembang di luar arus utama. Tanpa penelusuran dan pencatatan yang memadai, kisah para musisi beserta karya mereka berisiko terputus dari ingatan publik.

Album bukan sekadar kumpulan lagu. Di dalamnya tersimpan jejak zaman, gagasan artistik, perkembangan teknologi rekaman, serta interaksi antarmusisi yang membentuk proses kreatif.

Dengan menelusuri The Peels, Shark Move, Giant Step, dan The Lizard, pembaca dapat melihat hubungan antara perjalanan Benny dan perkembangan rock Indonesia pada masanya.

Baca Juga: SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Perhatian terhadap perilisan ulang karya-karya lama juga membuka kesempatan bagi generasi pendengar baru untuk mengenal musik yang sebelumnya lebih akrab bagi penggemar lama. Di tengah perkembangan industri musik digital, rekaman dari masa lalu dapat kembali menjangkau pendengar lintas generasi.

Dengan demikian, mendokumentasikan sejarah musik bukan sekadar mengenang masa lalu. Upaya ini juga menjaga kesinambungan pengetahuan dan memberi ruang bagi generasi baru untuk menemukan kembali karya-karya yang pernah mewarnai perjalanan musik Indonesia.

Mengabadikan Warisan Rock Progresif Lewat Ilustrasi

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years merupakan karya Zuhair Alyafie, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dengan peminatan ilustrasi.

Karya ini mengangkat tema Perancangan Buku Ilustrasi Pengaruh Benny Soebardja dan Peranannya dalam Musik Progresif Indonesia. Melalui pendekatan desain komunikasi visual, perjalanan Benny diolah menjadi dokumentasi sejarah musik dalam bentuk buku ilustrasi.

Pilihan medium tersebut menawarkan cara lain untuk mengenalkan sejarah musik kepada pembaca. Selain melalui tulisan dan rekaman suara, ilustrasi dapat membantu menghadirkan sosok, suasana, dan perjalanan kreatif yang membentuk sebuah periode musik.

Baca Juga: Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Bagi pembaca yang belum mengenal rock progresif Indonesia, buku ini dapat menjadi pintu masuk untuk memahami kiprah Benny dan kelompok-kelompok musik yang mewarnai kariernya. Sementara bagi penggemar lama, pendekatan visual tersebut menawarkan kesempatan untuk menelusuri kembali perjalanan musikal Benny dari sudut pandang berbeda.

Meski demikian, kekuatan dokumentasi sejarah tetap bertumpu pada ketepatan informasi, kronologi, dan kedalaman riset. Ilustrasi dan desain berperan memperkuat penyampaian cerita, sedangkan fakta sejarah menjadi fondasi utamanya.

Perpaduan sejarah musik dan pendekatan visual ini memperlihatkan pentingnya mencari cara baru untuk memperkenalkan warisan musik kepada generasi berikutnya. Masa lalu tidak harus terasa jauh ketika disampaikan melalui medium yang dekat dengan pengalaman pembaca masa kini.

Bukan Sekadar Nostalgia

Perjalanan Benny Soebardja bersama The Peels, Shark Move, Giant Step, dan The Lizard memperlihatkan konsistensinya dalam mengeksplorasi musik. Ia tidak sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi turut mencari kemungkinan baru melalui eksperimen dan keberanian musikal.

Melalui buku Benny Soebardja: The Progressive Years, Zuhair Alyafie berupaya merangkum perjalanan tersebut sekaligus membuka ruang bagi pembaca untuk mengenal lebih dekat sosok dan karya-karyanya.

Bagi penggemar rock progresif, buku ini menjadi bahan penelusuran atas perjalanan seorang musisi yang memiliki tempat penting dalam sejarah genre tersebut di Indonesia. Bagi generasi muda, kisah Benny dapat menjadi pintu masuk untuk memahami bahwa perkembangan musik lokal juga dibangun oleh keberanian berpikir berbeda dan kesediaan mengambil risiko kreatif.

Sebab, sejarah musik tidak hanya ditentukan oleh popularitas atau angka penjualan album. Ada musisi yang meninggalkan jejak melalui gagasan, eksperimen, dan keberanian membuka jalan ketika arah yang ditempuh belum tentu menjanjikan kesuksesan.

Baca Juga: Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Benny Soebardja adalah salah satu sosok yang membuktikan bahwa musik bukan sekadar mengikuti zaman, melainkan juga tentang keberanian melampauinya. Karya-karyanya menjadi jejak dari pencarian tanpa henti, sementara pengaruhnya mengingatkan bahwa rock progresif Indonesia tumbuh berkat mereka yang berani mendobrak batas dan memperluas kemungkinan. Waktu boleh berganti, tetapi keberanian musikal yang ia wariskan akan selalu memiliki tempat dalam sejarah musik Indonesia.***

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)