Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

4 menit baca
mufti wibowo
Ditulis oleh mufti wibowo diterbitkan
Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)

Anak kita adalah  kita adalah satu jutaan remaja di Indonesia yang setiap pagi kita antarkan ke sekolah, mengenakan seragam sekolah, melangkah ke ruang-ruang kelas menggendong beban di tas. Sebagian banyak dari mereka bahkan mungkin belum pernah mengenal nama Amir Hamzah, yang mempengaruhi Chairil yang eksentrik itu. Amir Hamzah inentik dengan “sunyi”, Nyanyi Sunyi (1937). 

JIka sunyi bagi Amir hamzah menjadi imaji dalam puisinya, kesunyian bagi anak-anak remaja kita menjadi penghayat kesunyian yang sesungguhnya. Di balik riuh rendah di kelas dan deretan angka di lembar jawaban ujian, mereka menyimpan sunyi yang luput dari perhatian guru dan kita. Sekolah yang secara ideal dirancang sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya potensi anak, tanpa disadari menjelma arena tekanan psikologis yang intens. Fenomena krisis kesehatan mental di kalangan pelajar bukan lagi isu rekaan atau sekadar riak emosi remaja biasa, melainkan ancaman riil bagi masa depan generasi muda.

Data memperlihatkan skala krisis yang mengkhawatirkan. Berdasarkan hasil skrining nasional Kementerian Kesehatan terhadap anak dan remaja usia 15–19 tahun, sekitar 10% atau hampir 700.000 siswa terindikasi mengalami masalah kesehatan jiwa. Rinciannya mencatat lebih dari 363.000 anak menunjukkan gejala depresi, sementara lebih dari 338.000 lainnya mengalami gangguan kecemasan. 

Yang lebih memprihatinkan, terjadi kesenjangan penanganan, lebih dari 97% dari siswa yang terindikasi tersebut tidak mendapatkan bantuan profesional. Angka-angka ini bukan sekadar statistik yang beku, melainkan alarm yang mengirim pesan bahwa ada yang keliru dalam ekosistem pendidikan kita.

konon, akar dari krisis ini bersumber dari budaya akademik yang sangat berorientasi pada hasil (performance-oriented culture). Di banyak sekolah, kriteria keberhasilan seorang siswa masih diukur secara tunggal melalui peringkat, angka ujian, dan tolok ukur kelulusan instan. Siswa dituntut untuk selalu unggul secara kognitif, sering kali dengan mengorbankan waktu istirahat, interaksi sosial, dan ruang mengekspresikan ketakutan mereka. 

Tekanan akademik itu masih diperparah oleh maraknya fenomena perundungan, baik secara fisik di area sekolah maupun cyberbullying di media sosial yang mengejar siswa hingga ke kamar tidur mereka. Kombinasi tekanan nilai dan lingkungan sosial yang rentan memicu ketakutan mendalam akan kegagalan (fear of failure) serta rasa terisolasi.

Tantangan ini menjadi semakin pelik berhadapan dengan bagaimana sistem di sekolah merespons masalah emosional siswa. Alih-alih menjadi ruang aman (safe space) dan tempat berlindung tempat siswa dapat menumpahkan beban pikiran tanpa rasa takut dihakimi, ruang BK kerap diposisikan sebagai "kantor polisi sekolah". Guru BK lebih sering diperankan sebagai penegak disiplin yang mengurusi rambut gondrong, rok menggantung, atau pelanggaran tata tertib. Di sisi lain, keterbatasan jumlah tenaga konselor terlatih yang tidak seimbang dengan jumlah murid membuat upaya deteksi dini serta penanganan kesehatan mental menjadi sangat terbatas. 

Sesungguhnya, pemerintah telah membaca persoalan ini. Hal itu dapat kita temukan pada kompetensi yang dituntut dikuasai oleh guru yang mengikuti program pendidikan profesi. Tapi, sudahkah 555.684  sekolah di seluruh Indonesia sudah mengakomodir, menjadikannya kebijakan, dan mengaplikasikannya.  Pertama, kurikulum pendidikan harus mengintegrasikan Pembelajaran Sosial-Emosional. Sekolah tidak boleh hanya mengajarkan matematika, sains, atau bahasa, tetapi juga harus secara eksplisit mengajarkan literasi emosional–bagaimana mengenali kecemasan, mengelola stres, membangun empati, dan meminta bantuan saat berada di titik terendah. Mengajarkan ketahanan mental harus menempati porsi yang sama pentingnya dengan pencapaian prestasi akademik.

Kedua, perlu ada reorientasi peran dan penguatan kapasitas ruang Bimbingan Konseling. Sekolah harus menggeser citra guru BK dari penegak hukum menjadi mitra tumbuh kembang siswa. Selain itu, pembentukan kelompok sebaya teredukasi di lingkungan sekolah menjadi sangat strategis. Remaja akan lebih nyaman bercerita kepada sesama temannya, dengan membekali siswa keterampilan mendengarkan dan empati, ekosistem saling menjaga dapat terbangun dari bawah.

Akhirnya, tema "Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change" di hari kesehatan mental tahun ini mengingatkan kita bahwa perubahan nyata hanya bisa dimulai dengan mau benar-benar mendengarkan suara dan pengalaman nyata para siswa. Sekolah tidak boleh lagi dinilai sukses hanya karena melahirkan lulusan berindeks prestasi tinggi, tetapi gagal melindungi jiwa anak-anak yang belajar di dalamnya. Merawat kesehatan mental di sekolah adalah investasi paling mendasar untuk memastikan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya diisi oleh manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga utuh, tangguh, dan sehat secara jiwa.

Kesunyian di tangan penyair mungkin saja akan menjadi syair yang indah dan puitik, tapi bagi anak-anak yang gagal menakhlukannya, ia akan sama membahayakannya dengan erupsi Anak Krakatau tanpa mitigasi yang baik. Atau, kita menjadi menonton permukaan air laut yang terus meninggi selagi  es abadi di kutub terus mencair alih-alih kita turut menyumbang emisi karbon. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)