Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

5 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)

Pegunungan Sanggabuana yang membentang di Jawa Barat menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Kawasan ini menjadi benteng pertahanan terakhir bagi berbagai flora dan fauna langka. Kelestarian ekosistem di dalamnya sangat krusial bagi keseimbangan alam dan pasokan air masyarakat sekitar.

Namun, ancaman nyata seperti perburuan liar dan alih fungsi lahan terus membayangi kawasan ini. Aktivitas merusak tersebut lambat laun mengikis keindahan alam dan mengancam kepunahan satwa endemik. Oleh karena itu, diperlukan sebuah langkah hukum yang tegas dan strategis untuk melindungi masa depan paru-paru hijau yang berharga ini.

Pemerintah akhirnya mengambil langkah besar dengan merencanakan perubahan status Sanggabuana menjadi Taman Hutan Raya. Kebijakan strategis ini diharapkan mampu memperketat proteksi hukum sekaligus memulihkan ekosistem yang mulai rusak. Artikel ini akan mengulas dampak positif transisi status ini bagi kelestarian alam dan kesejahteraan warga lokal.

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Mengutip laman Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) dari detik.com   (31/03/2026) “Penantian panjang sejak 2021 akhirnya berbuah hasil. Kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana di Jawa Barat kini selangkah lebih dekat menuju status konservasi, setelah resmi disetujui untuk diproses menjadi kawasan pelestarian.

Membentang di empat kabupaten yakni Karawang, Bogor, Cianjur dan Purwakarta. Pegunungan Sanggabuana dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi. Pemerintah merencanakan kawasan ini akan dialihfungsikan menjadi Taman Hutan Raya (Tahura), sebagai bagian dari upaya perlindungan yang lebih komprehensif.”

Kawasan Pegunungan Sanggabuana sedang dalam proses penetapan status menjadi Taman Hutan Raya oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Fakta Utama Proses Penetapan Tahura Sanggabuana:

  • Luas wilayah sekitar 11.743 hingga 16.500 hektar yang meliputi wilayah Karawang,  Bogor, Cianjur dan Purwakarta.

  • Sempat diusulkan menjadi Taman Nasional sejak 2021, namun dalam kajian Tim Terpadu yang mulai bekerja pada April 2026, status yang dinilai paling ideal adalah Taman Hutan Raya.

  • Fungsi konservasi, menjadi benteng terakhir bagi satwa dilindungi, ratusan sumber mata air dan habitat burung pemangsa.

  • Pengelola sebelumnya merupakan kawasan hutan produksi dan hutan produksi terbatas di bawah Perum Perhutani (KPH Purwakarta, Bogor dan Cianjur).

Pegunungan Sanggabuana yang akan segera ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya untuk melindungi kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Langkah strategis ini diambil pemerintah guna menghentikan laju kerusakan hutan akibat aktivitas ilegal. Status baru ini diharapkan mampu memberikan perlindungan hukum yang jauh lebih kuat bagi kawasan pemangkuan hutan tersebut.

Kawasan pegunungan ini menjadi rumah bagi berbagai satwa langka dilindungi. Perubahan status menjadi Tahura akan memfokuskan area ini sebagai pusat konservasi, edukasi, sekaligus penelitian alam yang berkelanjutan. Upaya ini sangat penting demi menjaga keseimbangan ekologis serta menyelamatkan flora dan fauna dari ancaman kepunahan.

Selain fungsi konservasi, pengembangan Tahura Sanggabuana juga diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal melalui sektor ekowisata. Penataan zona wisata yang ramah lingkungan akan membuka lapangan kerja baru tanpa merusak keaslian alam. Sinergi antara perlindungan alam dan kesejahteraan warga menjadi kunci utama kesuksesan program penataan kawasan ini.

Gunung, Anak Gunung dan Bukit di Pegunungan Sanggabuana

  • Gunung Sejati di Pegunungan Sanggabuana terdapat 47 buah, yaitu: Gunung Pameungpeuk, Gunung Sanggbuana, Gunung Tapos, Gunung Pameungpeuk, Gunung Dingdinghari, Gunung Tumbal, Gunung Bedil, Gunung Soge, Gunung Bojonghalimun, Pasir Jublug, Gunung Pandan, Gunung Parengrang, Gunung Walang, Pasir Lame, Gunung Lumbuh, Pasir Gempong, Gunung Cijarab, Gunung Kendeng, Pasir Cadasmalang, Pasir Pamoyanan, Gunung Ayunan, Gunung Panggung, Gunung Malang, Pasir Cikuya, Gunung Gambir, Gunung Bugis, Gunung Golosor, Gunung Erang, Pasir Buluh, Gunung Jayanti, Gunung Congkrang, Pasir Cikiray, Gunung Gombong, Pasir Ipis, Gunung Jati, Pasir Cikadu, Gunung Picung, Gunung Ciawi Gede, Gunung Poreang, Gunung Seureuh, Gunung Kandang, Gunung Parangpang, Gunung Sopal, Pasir Weregu, Gunung Sirampog, Pasir Cigedogan, Gunung Putri.

  • Bukit (Pasir) Sejati di Pegunungan Sanggabuana terdapat 63 buah, yaitu: Gunung Kembar, Gunung Aseupan, Pasir Sipadang, Gunung Gadung, Gunung Cibatu, Gunung Gelembung, Pasir Rambeng, Gunung Rungking, Pasir Salendra, Gunung Haur, Gunung Balukbuk, Pasir Panjang, Pasir Bago, Gunung Putri, Pasir Songgom, Gunung Lesang, Pasir Sawu, Gunung Wangun, Gunung Honje, Gunung Balubuk, Gunung Karadak, Gunung Butak, Gunung Tangkil, Pasir Karadak, Gunung Aseupan, Pasir Tajur Halang, Pasir Nangka, Gunung Gadung, Gunung Serut, Gunung Gedogan, Gunung Cengkik, Gunung Seureuh, Pasir Kancana, Pasir Muncang, Gunung Kuta, Gunung Kerud, Gunung Batutumpang, Gunung Terong, Gunung Kuta, Gunung Sinalanggeng, Gunung Cipicung, Pasir Gebang, Puncak Sempur, Gunung Kanaga, Gunung Kiangir, Gunung Bubut, Pasir Batu, Gunung Sampora, Gunung Gadung, Gunung Paseban, Pasir Buligir, Gunung Selamanik, Pasir Luhur, Gunung Haur, Gunung Kepuh, Pasir Kawungluwuk, Gunung Leutik, Gunung Haur, Gunung Jakub, Pasir Cimacan, Gunung Leutik, Pasir Kiararameh, Pasir Astana.

  • Gunung/Bukit (Pasir) Yang Belum Dapat Diketahui Elevasinya terdapat 14 buah, yaitu: Bukit Goong, Gunung Bintanggading, Gunung Canggah, Gunung Cimonyet, Gunung Kutamaneuh, Gunung Parigi, Gunung Tengah, Gunung Tonjong, Pasir Cakar, Pasir Jambe, Pasir Kolecer, Pasir Loji, Pasir Pete, Pasir Puntang.

Mata Air, Air Terjun dan Anak Sungai di Pegunungan Sanggabuana

  • Ekosistem Perairan Air di  Pegunungan Sanggabuana sebagaimana biasanya terdiri dari:
  • Hulu/Mata air, Air terjun, Anak sungai,  Sungai utama, Hilir dan Muara,

  • Titik Mata Air (TMA) di  Pegunungan Sanggabuana terdapat 339 buah, yaitu: 148 TMA di wilayah Kabupaten Karawang, 92 TMA di wilayah Kabupaten Purwakarta, 74 TMA di wilayah Kabupaten Bogor dan 25 TMA di wilayah Kabupaten Cianjur.
  • Pancuran dii Pegunungan Sanggabuana di wilayah Kabupaten Karawang terdapat 4 buah, yaitu: Pancuran Emas (Pancuran Mas), Pancuran Kahirupan, Pancuran Kejayaan (Pancuran Kejayan) dan Pancuran Sumur Tujuh,
  • Air Terjun/Curug di Pegunungan Sanggabuana di wilayah Kabupaten Karawang terdapat 6 buah, yaitu: Curug Bandung Loji, Curug Cigentis, Curug Cikarapyak, Curug Cikoleangkak, Curug Cipanundaan dan Curug Lisung.

  • Air Terjun/Curug di Pegunungan Sanggabuana di wilayah Kabupaten Purwakarta terdapat 6 buah, yaitu: Curug Cibodas, Curug Cicondong, Curug Cimata Indung, Curug Mahrom, Curug Tilu dan Curug Tonjong.

  • Air Terjun/Curug di Pegunungan Sanggabuana di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur terdapat 4 buah, yaitu: Curug Batu Kiara, Curug Cibeureum, Curug Cibodas Talaga Tonggoh dan Curug Lalay.

  • Anak Sungai dan Sungai /Kali Yang Mengalir dari Pegunungan Sanggabuana terdpat 82 buah, yaitu: Ciangsana, Cibadak, Cibalisuk, Cibangkok, Cibarat, Cibarengkok, Cibatukarut, Cibatulawang, Cibayangbang, Cibeureum, Cibodas, Cibogo, Cibojonggede, Cibojongleutik, Cibojongmanggu, Cibule, Cibuleud, Cibuluh, Cicaban, Cicangor, Cicunangan, Cidadap, Cidepok, Cigadung, Cigambir, Cigarunggang, Cigelembung, Cigempol, Cigeuntis, Cigombong, Cigulingan, Cigunungherang, Cihonje, Cihuni, Cijati, Cijayanti, Cikabuyutan, Cikalapa, Cikanjayan, Cikatulampa, Cikelug, Cikelutar, Cikembar, Cikepuh, Cikerud, Cikiarabandung, Cikobang, Cikompeni, Cikudapuh, Cilangkob, Cileuleuy, Cimacan, Cimahi, Cimanyeuseup, Cimapag, Cimuncang, Cinagajati, Ciomas, Cipacar, Cipagadungan, Cipanggih, Cipari, Ciparik, Cipeuteuy, Cipicung, Cipinang, Cipondokpeuteuy, Cirangkong, Cirawarampe, Ciririp, Cisaat, Cisalam, Cisaur, Ciseureuh, Ciseuseupan, Cisimenyan, Cisutak, Citalahab, Citangkil, Citegalsari, Citumpeng dan Ciwangun.

  • Anak Sungai dan Sungai/Kali Utama Terbesar dari Pegunungan Sanggabuana terdapat 4 buah, yaitu: Cidadap, Cigentis, Cikanjayan dan Ciomas.

  • Sungai/Kali Besar Yang Mengalir di Kaki Pegunungan Sanggabuana terdapat 2 buah, yaitu: Cibeet dan Citarum

  • Lubuk/Palung (Bahasa Indonesia), Leuwi (Bahasa Sunda), Kedung (Bahasa Jawa) di Pegunungan Sanggabuana terdapat 3 buah, yaitu: Leuwi Baeud, Leuwi Loa dan Leuwi Pentogan,

  • Danau/Telaga dan Rawa di Pegunungan Sanggabuana terdapat 3 buah, yaitu: Rawa Dewa/Rawa Sanggabuana, Situ Cibayat dan Situs Rengas, (bersambung ke Bagian 2)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 16:51

Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Majalah Monitor edisi Oktober 1983 mengajak kita pulang sejenak ke masa ketika hiburan tak datang setiap saat dalam genggaman, tetapi justru dinanti dengan penuh antusias.

Majalah Monitor edisi Oktober 1983, majalah hiburan dan keluarga dengan sampul mojang Bandung, Reita Soebita. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 15:42

Tahun Berulang, MAMPUS Berulang Tahun

Ejaan setiap pemilihan diksi sangat relevan, sehingga menciptakan makna, bahkan pembacaan yang multitafsir sering disebut sebagai perspektif.

Berulang Tahun MAMPUS (Malam Minggu Puisi) (Foto: Ayu Maimun)
Seni Budaya 12 Okt 2026, 14:41

Mengubah Gerakan Erotis Tari-tarian Kerakyatan Melalui Tari Lidah Agni

Tari kerakyatan tradisional sunda, memang kerap mendapat stigma terdapat unsur erotis. Akan tetapi, para peneliti ISBI Bandung mengubahnya menjadi gerakan tari lidah agni.

Salah satu gerakan Tari Lidah Agni  yang dipentaskan oleh Sanggar Putri Ayu Bandung (Foto: mildan)
Beranda 12 Okt 2026, 14:18

Menari dan Berbagi untuk Sesama Lewat Bhakti Nṛtya Pertiwi

Lebih dari sekadar pertunjukan, Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ruang perjumpaan untuk merayakan keberagaman budaya.

Pertunjukan tari Kalimantan dalam Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi bagian dari perayaan keberagaman budaya Nusantara sekaligus ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 14:01

Semrawut Parkir Liar Pasar Ujungberung: Jalan Sempit, Pejalan Kaki Terpaksa 'Nyempil' di Antara Kendaraan

Parkir liar di bahu jalan dan trotoar depan Pasar Ujungberung bikin ruas jalan menyempit. Pejalan kaki terpaksa nyempil di antara kendaraan

Kondisi parkir liar sepeda motor di bahu jalan depan Pasar Ujungberung yang menyebabkan penyempitan jalan. (Foto: Rahayu)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 13:22

Aksa Cafe Cirebon tempat Nongkrong Cozy di Cirebon

Aksa Cafe Cirebon menjadi salah satu tempat nongkrong anak muda yang punya tempat yang nyaman dan rasa makanan yang enak

Menu Aksa Cafe Cirebon (11/10/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)