Pegunungan Sanggabuana yang membentang di Jawa Barat menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Kawasan ini menjadi benteng pertahanan terakhir bagi berbagai flora dan fauna langka. Kelestarian ekosistem di dalamnya sangat krusial bagi keseimbangan alam dan pasokan air masyarakat sekitar.
Namun, ancaman nyata seperti perburuan liar dan alih fungsi lahan terus membayangi kawasan ini. Aktivitas merusak tersebut lambat laun mengikis keindahan alam dan mengancam kepunahan satwa endemik. Oleh karena itu, diperlukan sebuah langkah hukum yang tegas dan strategis untuk melindungi masa depan paru-paru hijau yang berharga ini.
Pemerintah akhirnya mengambil langkah besar dengan merencanakan perubahan status Sanggabuana menjadi Taman Hutan Raya. Kebijakan strategis ini diharapkan mampu memperketat proteksi hukum sekaligus memulihkan ekosistem yang mulai rusak. Artikel ini akan mengulas dampak positif transisi status ini bagi kelestarian alam dan kesejahteraan warga lokal.
Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya
Mengutip laman Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) dari detik.com (31/03/2026) “Penantian panjang sejak 2021 akhirnya berbuah hasil. Kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana di Jawa Barat kini selangkah lebih dekat menuju status konservasi, setelah resmi disetujui untuk diproses menjadi kawasan pelestarian.
Membentang di empat kabupaten yakni Karawang, Bogor, Cianjur dan Purwakarta. Pegunungan Sanggabuana dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi. Pemerintah merencanakan kawasan ini akan dialihfungsikan menjadi Taman Hutan Raya (Tahura), sebagai bagian dari upaya perlindungan yang lebih komprehensif.”
Kawasan Pegunungan Sanggabuana sedang dalam proses penetapan status menjadi Taman Hutan Raya oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Fakta Utama Proses Penetapan Tahura Sanggabuana:
Luas wilayah sekitar 11.743 hingga 16.500 hektar yang meliputi wilayah Karawang, Bogor, Cianjur dan Purwakarta.
Sempat diusulkan menjadi Taman Nasional sejak 2021, namun dalam kajian Tim Terpadu yang mulai bekerja pada April 2026, status yang dinilai paling ideal adalah Taman Hutan Raya.
Fungsi konservasi, menjadi benteng terakhir bagi satwa dilindungi, ratusan sumber mata air dan habitat burung pemangsa.
Pengelola sebelumnya merupakan kawasan hutan produksi dan hutan produksi terbatas di bawah Perum Perhutani (KPH Purwakarta, Bogor dan Cianjur).
Pegunungan Sanggabuana yang akan segera ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya untuk melindungi kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Langkah strategis ini diambil pemerintah guna menghentikan laju kerusakan hutan akibat aktivitas ilegal. Status baru ini diharapkan mampu memberikan perlindungan hukum yang jauh lebih kuat bagi kawasan pemangkuan hutan tersebut.
Kawasan pegunungan ini menjadi rumah bagi berbagai satwa langka dilindungi. Perubahan status menjadi Tahura akan memfokuskan area ini sebagai pusat konservasi, edukasi, sekaligus penelitian alam yang berkelanjutan. Upaya ini sangat penting demi menjaga keseimbangan ekologis serta menyelamatkan flora dan fauna dari ancaman kepunahan.
Selain fungsi konservasi, pengembangan Tahura Sanggabuana juga diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal melalui sektor ekowisata. Penataan zona wisata yang ramah lingkungan akan membuka lapangan kerja baru tanpa merusak keaslian alam. Sinergi antara perlindungan alam dan kesejahteraan warga menjadi kunci utama kesuksesan program penataan kawasan ini.
Gunung, Anak Gunung dan Bukit di Pegunungan Sanggabuana
Gunung Sejati di Pegunungan Sanggabuana terdapat 47 buah, yaitu: Gunung Pameungpeuk, Gunung Sanggbuana, Gunung Tapos, Gunung Pameungpeuk, Gunung Dingdinghari, Gunung Tumbal, Gunung Bedil, Gunung Soge, Gunung Bojonghalimun, Pasir Jublug, Gunung Pandan, Gunung Parengrang, Gunung Walang, Pasir Lame, Gunung Lumbuh, Pasir Gempong, Gunung Cijarab, Gunung Kendeng, Pasir Cadasmalang, Pasir Pamoyanan, Gunung Ayunan, Gunung Panggung, Gunung Malang, Pasir Cikuya, Gunung Gambir, Gunung Bugis, Gunung Golosor, Gunung Erang, Pasir Buluh, Gunung Jayanti, Gunung Congkrang, Pasir Cikiray, Gunung Gombong, Pasir Ipis, Gunung Jati, Pasir Cikadu, Gunung Picung, Gunung Ciawi Gede, Gunung Poreang, Gunung Seureuh, Gunung Kandang, Gunung Parangpang, Gunung Sopal, Pasir Weregu, Gunung Sirampog, Pasir Cigedogan, Gunung Putri.
Bukit (Pasir) Sejati di Pegunungan Sanggabuana terdapat 63 buah, yaitu: Gunung Kembar, Gunung Aseupan, Pasir Sipadang, Gunung Gadung, Gunung Cibatu, Gunung Gelembung, Pasir Rambeng, Gunung Rungking, Pasir Salendra, Gunung Haur, Gunung Balukbuk, Pasir Panjang, Pasir Bago, Gunung Putri, Pasir Songgom, Gunung Lesang, Pasir Sawu, Gunung Wangun, Gunung Honje, Gunung Balubuk, Gunung Karadak, Gunung Butak, Gunung Tangkil, Pasir Karadak, Gunung Aseupan, Pasir Tajur Halang, Pasir Nangka, Gunung Gadung, Gunung Serut, Gunung Gedogan, Gunung Cengkik, Gunung Seureuh, Pasir Kancana, Pasir Muncang, Gunung Kuta, Gunung Kerud, Gunung Batutumpang, Gunung Terong, Gunung Kuta, Gunung Sinalanggeng, Gunung Cipicung, Pasir Gebang, Puncak Sempur, Gunung Kanaga, Gunung Kiangir, Gunung Bubut, Pasir Batu, Gunung Sampora, Gunung Gadung, Gunung Paseban, Pasir Buligir, Gunung Selamanik, Pasir Luhur, Gunung Haur, Gunung Kepuh, Pasir Kawungluwuk, Gunung Leutik, Gunung Haur, Gunung Jakub, Pasir Cimacan, Gunung Leutik, Pasir Kiararameh, Pasir Astana.
Gunung/Bukit (Pasir) Yang Belum Dapat Diketahui Elevasinya terdapat 14 buah, yaitu: Bukit Goong, Gunung Bintanggading, Gunung Canggah, Gunung Cimonyet, Gunung Kutamaneuh, Gunung Parigi, Gunung Tengah, Gunung Tonjong, Pasir Cakar, Pasir Jambe, Pasir Kolecer, Pasir Loji, Pasir Pete, Pasir Puntang.
Mata Air, Air Terjun dan Anak Sungai di Pegunungan Sanggabuana
- Ekosistem Perairan Air di Pegunungan Sanggabuana sebagaimana biasanya terdiri dari:
Hulu/Mata air, Air terjun, Anak sungai, Sungai utama, Hilir dan Muara,
- Titik Mata Air (TMA) di Pegunungan Sanggabuana terdapat 339 buah, yaitu: 148 TMA di wilayah Kabupaten Karawang, 92 TMA di wilayah Kabupaten Purwakarta, 74 TMA di wilayah Kabupaten Bogor dan 25 TMA di wilayah Kabupaten Cianjur.
- Pancuran dii Pegunungan Sanggabuana di wilayah Kabupaten Karawang terdapat 4 buah, yaitu: Pancuran Emas (Pancuran Mas), Pancuran Kahirupan, Pancuran Kejayaan (Pancuran Kejayan) dan Pancuran Sumur Tujuh,
Air Terjun/Curug di Pegunungan Sanggabuana di wilayah Kabupaten Karawang terdapat 6 buah, yaitu: Curug Bandung Loji, Curug Cigentis, Curug Cikarapyak, Curug Cikoleangkak, Curug Cipanundaan dan Curug Lisung.
Air Terjun/Curug di Pegunungan Sanggabuana di wilayah Kabupaten Purwakarta terdapat 6 buah, yaitu: Curug Cibodas, Curug Cicondong, Curug Cimata Indung, Curug Mahrom, Curug Tilu dan Curug Tonjong.
Air Terjun/Curug di Pegunungan Sanggabuana di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur terdapat 4 buah, yaitu: Curug Batu Kiara, Curug Cibeureum, Curug Cibodas Talaga Tonggoh dan Curug Lalay.
Anak Sungai dan Sungai /Kali Yang Mengalir dari Pegunungan Sanggabuana terdpat 82 buah, yaitu: Ciangsana, Cibadak, Cibalisuk, Cibangkok, Cibarat, Cibarengkok, Cibatukarut, Cibatulawang, Cibayangbang, Cibeureum, Cibodas, Cibogo, Cibojonggede, Cibojongleutik, Cibojongmanggu, Cibule, Cibuleud, Cibuluh, Cicaban, Cicangor, Cicunangan, Cidadap, Cidepok, Cigadung, Cigambir, Cigarunggang, Cigelembung, Cigempol, Cigeuntis, Cigombong, Cigulingan, Cigunungherang, Cihonje, Cihuni, Cijati, Cijayanti, Cikabuyutan, Cikalapa, Cikanjayan, Cikatulampa, Cikelug, Cikelutar, Cikembar, Cikepuh, Cikerud, Cikiarabandung, Cikobang, Cikompeni, Cikudapuh, Cilangkob, Cileuleuy, Cimacan, Cimahi, Cimanyeuseup, Cimapag, Cimuncang, Cinagajati, Ciomas, Cipacar, Cipagadungan, Cipanggih, Cipari, Ciparik, Cipeuteuy, Cipicung, Cipinang, Cipondokpeuteuy, Cirangkong, Cirawarampe, Ciririp, Cisaat, Cisalam, Cisaur, Ciseureuh, Ciseuseupan, Cisimenyan, Cisutak, Citalahab, Citangkil, Citegalsari, Citumpeng dan Ciwangun.
Anak Sungai dan Sungai/Kali Utama Terbesar dari Pegunungan Sanggabuana terdapat 4 buah, yaitu: Cidadap, Cigentis, Cikanjayan dan Ciomas.
Sungai/Kali Besar Yang Mengalir di Kaki Pegunungan Sanggabuana terdapat 2 buah, yaitu: Cibeet dan Citarum
Lubuk/Palung (Bahasa Indonesia), Leuwi (Bahasa Sunda), Kedung (Bahasa Jawa) di Pegunungan Sanggabuana terdapat 3 buah, yaitu: Leuwi Baeud, Leuwi Loa dan Leuwi Pentogan,
Danau/Telaga dan Rawa di Pegunungan Sanggabuana terdapat 3 buah, yaitu: Rawa Dewa/Rawa Sanggabuana, Situ Cibayat dan Situs Rengas, (bersambung ke Bagian 2)