Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

3 menit baca
Djoko Subinarto
Ditulis oleh Djoko Subinarto diterbitkan
Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

DI jagat sepak bola Tanah Air, Persib adalah tim elite. Maung Bandung sudah berkali-kali juara. Bahkan, mencatat pula sejarah sebagai klub pertama di Indonesia yang meraih hattrick (tiga kali berturut-turut) juara di era modern Liga Indonesia.

Trofi juara pun dipajang. Suporter marahmay merayakan kemenangan, dan nama Persib semakin berkibar dan diperhitungkan, baik kancah sepak bola nasional, maupun regional Asia. 

Namun, bagaimana dengan fasilitas untuk para pemainnya?

Thom Haye, baru-baru ini, melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Gelandang Persib berjuluk sang Profesor itu mengutarakan bahwa dirinya lebih memilih menjalani pemulihan di tempat milik Marc Klok ketimbang menggunakan fasilitas klub.

Tidak itu saja. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal, perjalanan yang melelahkan, dan minimnya perubahan dukungan manakala jumlah kompetisi yang dilakoni Pangeran Biru kian bertambah. 

Bukan sekadar atlet

Dalam industri sepak bola modern, pemain bukanlah sekadar atlet yang mengejar kemenangan. Mereka juga menjadi bagian utama dari produk yang dijual kepada penonton, broadcaster, sponsor, dan mitra komersial.

Rumus bisnisnya: pertandingan menghasilkan perhatian publik, perhatian menghasilkan nilai ekonomi, dan nilai ekonomi ikut membentuk daya tarik klub. 

Rumus bisnis seperti itu tidak dengan sendirinya bermasalah. Industri sepak bola membutuhkan pendapatan untuk membayar pemain, membangun fasilitas, dan menjaga kompetisi tetap berjalan. 

Persoalan bisa muncul ketika upaya memperbesar produk komersial tidak dibarengi perhatian yang sebanding terhadap kondisi individu yang menghasilkan produk tersebut.

Penambahan kompetisi memperlihatkan persoalan itu dengan cukup jelas. Lebih banyak pertandingan dapat membuka peluang pendapatan, memperluas jangkauan merek klub, dan meningkatkan pengalaman bertanding pemain. 

Namun, setiap pertandingan juga membutuhkan persiapan, perjalanan, tenaga, dan waktu pemulihan pemain. Dari kacamata bisnis, tambahan pertandingan mungkin terlihat sebagai peluang baru. Dari sudut pandang pemain, peluang yang sama bisa berarti waktu istirahat yang semakin sempit. 

Kedua kepentingan itu tidak selalu bertentangan, tetapi keduanya juga tidak otomatis berjalan seimbang.

Karena itu, kritikan Haye sebaiknya tidak dipersempit menjadi perbandingan antara fasilitas Persib dan fasilitas milik Marc Klok. Namun, pengakuan bahwa seorang pemain merasa lebih terbantu oleh fasilitas di luar klub merupakan sinyal yang layak menjadi perhatian. 

Maka, manajemen Persib perlu mengetahui ihwal kebutuhan seperti apa yang belum terpenuhi, apakah masalahnya terletak pada peralatan, tenaga profesional, prosedur, atau akses penggunaannya. 

Modal penting tim

Pemain yang mampu tampil konsisten merupakan modal penting bagi tim di mana pun. Pemulihan yang baik tidak menjamin seorang pemain bebas cedera, tetapi pengelolaan beban yang masuk akal dapat membantu mengendalikan risiko dan menjaga kesiapan bertanding.

Maka, dalam hal ini, ukuran profesionalisme klub perlu pula diperluas. Jumlah trofi, kualitas skuad, dan hasil pertandingan tetap penting, tetapi semuanya belum cukup untuk menggambarkan mutu pengelolaan klub. 

Klub juga perlu dinilai dari kemampuannya dalam merencanakan musim kompetisi, mengelola risiko kesehatan dan kebugaran pemain, menyediakan layanan pendukung, dan menyesuaikan sumber daya ketika beban kompetisi berubah. 

Prestasi merupakan hasil yang terlihat. Adapun kualitas sistem adalah salah satu hal yang menentukan apakah prestasi dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Klub yang berhasil bukan cuma klub yang mampu memenangi setiap laga, melainkan pula yang memiliki tata kelola apik dalam menjaga daya saingnya secara berkesinambungan.

Bagi manajemen Persib sendiri, langkah paling masuk akal bukan langsung menanggapi kritikan Haye dengan pembelaan atau janji muluk-muluk, melainkan mengevaluasi kebutuhan pemain secara terbuka dan terukur.

Manajemen dapat memetakan beban pertandingan, meninjau kualitas fasilitas dan layanan pemulihan bagi pemain, serta memastikan bahwa penambahan kompetisi diikuti perencanaan sumber daya yang sesuai. 

Hasil evaluasi tidak harus diuar-uar ke publik, apalagi hanya sebagai bentuk pencitraan. Yang lebih penting ialah apakah pemain memperoleh dukungan yang mereka butuhkan dan apakah keputusan operasional klub menunjukkan perubahan nan nyata. 

Baca Juga: Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Masukan berharga

Kritikan terbuka seperti yang dilontarkan Haye dapat menjadi masukan berharga untuk memperbaiki sistem, selama ditanggapi dengan data dan kesediaan untuk mendengar.

Persoalan yang disampaikan Haye sesungguhnya menggiring kita kembali pada persoalan ihwal arti keberhasilan dalam sepak bola profesional. 

Jika klub menikmati manfaat dari prestasi pemain, maka menjaga kemampuan pemain untuk terus berprestasi semestinya menjadi bagian dari tanggung jawab klub.  

Gelar juara membuktikan bahwa sebuah tim mampu berprestasi. Namun, kemampuan merawat pemain, mengelola risiko, dan menyediakan dukungan yang sepadan dengan tuntutan kompetisi menunjukkan apakah klub telah membangun fondasi yang cukup kuat untuk terus berprestasi dan meningkatkannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 16:51

Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Majalah Monitor edisi Oktober 1983 mengajak kita pulang sejenak ke masa ketika hiburan tak datang setiap saat dalam genggaman, tetapi justru dinanti dengan penuh antusias.

Majalah Monitor edisi Oktober 1983, majalah hiburan dan keluarga dengan sampul mojang Bandung, Reita Soebita. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 15:42

Tahun Berulang, MAMPUS Berulang Tahun

Ejaan setiap pemilihan diksi sangat relevan, sehingga menciptakan makna, bahkan pembacaan yang multitafsir sering disebut sebagai perspektif.

Berulang Tahun MAMPUS (Malam Minggu Puisi) (Foto: Ayu Maimun)
Seni Budaya 12 Okt 2026, 14:41

Mengubah Gerakan Erotis Tari-tarian Kerakyatan Melalui Tari Lidah Agni

Tari kerakyatan tradisional sunda, memang kerap mendapat stigma terdapat unsur erotis. Akan tetapi, para peneliti ISBI Bandung mengubahnya menjadi gerakan tari lidah agni.

Salah satu gerakan Tari Lidah Agni  yang dipentaskan oleh Sanggar Putri Ayu Bandung (Foto: mildan)