Pengalaman Memandu SMP Athirah Makassar (Bagian #2)

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Para pemandu CV Shakha Pesona dalam pemanduan SMP Athirah Makassar. (Foto: Malia)
Para pemandu CV Shakha Pesona dalam pemanduan SMP Athirah Makassar. (Foto: Malia)

Sebelum bercerita tentang pemanduan pada hari kedua, pada hari pertama kami semua tidak hanya menyambangi gedung MPR, DPR RI saja, tetapi juga menyambangi kediaman Bapak Anies Baswedan yang berada di Jalan Lebak Bulus Dalam II No. 42, RT 06/RW 04, Kelurahan Cilandak Barat, Kota Jakarta Selatan.

Pemandangan membumi langsung menyeruak ketika saya memandu anak-anak ke dalam hunian yang penuh pepohonan rindang. Bahkan, saya menemukan bunga anggrek indah di tempat parkirnya. Saat itu kami diterima di sebuah pendopo yang indah. Setelah saya riset lebih dalam, ternyata pendopo tersebut bukan pendopo sembarangan. Pendopo tersebut dibuat pada tahun 1743.

Ternyata pendopo tersebut adalah hadiah dari Pakubuwono II untuk pernikahan anaknya dengan seorang ulama ternama yang bernama Hasan Besari. Hasan Besari adalah seorang ulama besar pada abad ke-19 yang memimpin Pondok Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari di Jetis, Ponorogo. Ia adalah guru agama Islam bagi para raja dan kalangan keraton, bahkan hingga rakyat biasa. Beliau adalah sosok membumi yang harus dicontoh para pemimpin bangsa ini sekarang. Salah satu keturunan (cicit) dari pernikahan Hasan Besari dengan putri Pakubuwono II adalah H.O.S. Tjokroaminoto.

Saya sangat terkesima dengan arsitektur pendopo tersebut. Ternyata, setelah diriset lebih dalam, langgam arsitektur pendopo tersebut adalah Satria Pinayung Lembah Gantung. Satria artinya adalah kehormatan, Pinayung artinya tahan terhadap gempa, dan Lembah Gantung artinya konstruksi penguncian sistem usuk 1 penguncian yang khas di kalangan keluarga keraton.

Sampailah kami semua pada hari kedua, dan objek pada hari kedua adalah Istana Wakil Presiden RI yang ternyata memiliki dua gerbang, yaitu di Jalan Kebon Sirih dan Jalan Medan Merdeka Selatan. Ternyata, untuk pegawai, staf, dan kunjungan, hanya diperbolehkan masuk melalui gerbang Jalan Kebon Sirih saja. Gerbang Jalan Medan Merdeka Selatan ternyata hanya untuk kunjungan resmi kenegaraan.

Pagi itu, tanggal 6 Oktober 2026, para siswa SMP Athirah mulai memasuki gerbang pengamanan yang lumayan berlapis. Kami, para pemandu, pun memastikan semua keadaan berjalan lancar hingga rombongan kami diterima di sebuah aula besar dan megah untuk penerimaan resmi oleh pihak Istana. Selain itu, kami pun diberikan materi soal tema kunjungan, yaitu Leadership dan Public Speaking. Setelah pemaparan selesai, kami pun dipandu untuk berkeliling Istana Wakil Presiden RI didampingi para staf khusus.

Lagi-lagi jiwa riset saya selalu membara apabila menemukan objek-objek sejarah baru. Ditemukan data bahwa dahulu kompleks Istana Wakil Presiden RI dibangun pada masa penjajahan Belanda dan awalnya dibangun sebagai tempat tinggal resmi Presiden De Javasche Bank. De Javasche Bank adalah sebuah bank swasta zaman Hindia Belanda yang berdiri pada 24 Januari 1828 untuk mencetak dan mengatur sirkulasi mata uang gulden. De Javasche Bank kemudian, pada masa pascakemerdekaan, dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia.

Baca Juga: Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Ketika berkeliling istana, saya seperti memasuki dimensi abad ke-19. Pilar-pilar besar seperti mengucapkan selamat datang kepada kami. Marmer-marmer tua tempat kami memijakkan kaki terasa begitu anggun. Sepertinya, ruangan yang dipakai sebagai aula adalah tempat berkumpul kaum elite pada masa Hindia Belanda untuk berpesta dansa. Langit-langit yang tinggi dan ornamen ukiran dinding pada setiap sudutnya membuat saya sangat takjub. Bangunan setua ini masih bisa berdiri kokoh hingga sekarang, sebuah karya arsitektur yang sangat luar biasa.

Setelah puas berkeliling istana, kami kembali ke aula pertama untuk menikmati kudapan. Sambil menikmati kudapan, saya pun terus meriset. Ternyata, ada bagian dari istana ini yang merupakan sebuah replika yang dibangun pada tahun 1988–1993, ketika itu Wakil Presiden RI-nya adalah Soedharmono.

Tiba di waktu rehat dan berfoto bersama, saya pun terus mencoba berkeliling sambil tetap mengarahkan anak-anak. Saya menemukan ruangan penuh bunga anggrek yang berwarna-warni. Sungguh indah! Ternyata, itu adalah hadiah karangan bunga untuk Ibu Wapres. Saya sempat bertanya kepada staf yang sedang berjaga di ruangan tersebut, dan staf itu mengatakan bahwa ruangan bunga ini dahulu pernah dipakai sebagai kantor maskapai Garuda Indonesia.

Baca Juga: Mewujudkan RTH Pasirwangi yang Berkelanjutan

Setelah acara selesai, kami pun langsung menggiring anak-anak kembali ke bus. Namun, saat melewati pintu pengamanan, alangkah bahagianya anak-anak karena ternyata diberikan cendera mata berupa tas sekolah berwarna biru muda dan hitam yang di dalamnya pun telah disediakan alat tulis. Senyum semringah anak-anak pada saat itu adalah warna pada kepulangan kami. Kami pun mulai bersiap untuk makan siang dan melanjutkan tur menuju Kota Bandung.

Di Kota Bandung, kami mengunjungi beberapa objek seperti Gedung Sate, Lab Bahasa Institut Teknologi Bandung, dan Kantor Wali Kota Bandung. Namun, di Bandung, tur diselingi dengan kunjungan ke Museum Gedung Sate, Museum ITB, dan Museum Geologi serta melihat UMKM di Lembang. Kunjungan pun tak hanya di situ saja. Anak-anak diberikan kesempatan mengenal budaya Sunda di Saung Angklung Udjo, bermain di arena Wisata Grafika Cikole, Lembang, dan berkeliling Bandung dengan Bus Bandros.

Tak terasa, lima hari kami menemani para siswa-siswi dan para staf pengajar SMP Athirah Makassar. Rasanya seperti memiliki keluarga baru. Bahkan, saat kami hendak berpisah di bandara, derai air mata mewarnai kepulangan para siswa. Kami saling berpelukan, dan semoga kami dapat bertemu kembali dalam kesempatan lain yang lebih menyenangkan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Okt 2026, 20:14

Pengalaman Memandu SMP Athirah Makassar (Bagian #2)

Ketika berkeliling istana, saya seperti memasuki dimensi abad ke-19. Pilar-pilar besar seperti mengucapkan selamat datang kepada kami.

Para pemandu CV Shakha Pesona dalam pemanduan SMP Athirah Makassar. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 18:15

Zona Merah, Konflik yang Tak Kunjung Usai: Ojol dan Opang Butuh Aturan yang Adil

Konflik ojol dan opang di Bandung menunjukkan pentingnya aturan zona merah yang jelas dan adil. Mediasi saja tidak cukup; keselamatan dan kepastian akses harus dijamin bagi semua pihak.

Ilustrasi pangkalan ojek konvensional di kawasan Bandung. (Sumber: Google Maps (Street View). | Foto: Google Street View)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 17:07

Mewujudkan RTH Pasirwangi yang Berkelanjutan

Merawat RTH Pasirwangi sebagai investasi jangka panjang.

Walikota Bandung M Farhan saat meresmikan RTH Pasirwangi. (Sumber: Bandung.go.id)
Seni Budaya 19 Okt 2026, 16:20

Yamko Rambe Yamko dan Teka-Teki Identitas Papua

Yamko Rambe Yamko dikenal sebagai lagu daerah Papua. Namun, sejumlah seniman Papua mempertanyakan bahasa, asal-usul, dan sejarah di balik lagu populer ini.

Tarian Yamko Rambe Yamko (Sumber: Enhanced from Indonesia Kaya)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 16:08

Mitigasi Banjir Cibiru Tak Cukup Diatasi dengan Drainase

Mitigasi banjir Cibiru mesti disesuaikan dengan persoalan tata ruang, ekologi, infrastruktur, dan koordinasi antar pemda.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru pada Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 15:37

Iklan Pengobatan Tradisional di Kota Bandung Era 1980–1990-an

Pada era 1980–1990-an, koran-koran yang terbit di Bandung, seperti Pikiran Rakyat, Bandung Pos, Mandala, dan Gala, cukup sering memuat iklan pengobatan tradisional.

Iklan ikonik era 1990-an yang menawarkan Firdaus Oil, minyak penyubur kumis, jambang, dan janggut. Produk ini dikenal hanya bisa diperoleh di tempat praktik tabib atau toko obat tertentu. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 13:58

Kemacetan di Jalan Cimincrang Akibat Perlintasan Kereta Api dan Aktivitas Kawasan Gedebage, Apa Solusinya?

Artikel ini membahas kemacetan di Jalan Cimincrang. Hal ini dikarenakan banyak faktor seperti perlintasan kereta api dan tingginya aktivitas di kawasan Gedebage. Kemudian, bagaimana solusinya?

Kemacetan pada waktu rush hour di Jalan Cimincrang. (Foto: Rahma Rumaisha Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 12:43

Kemacetan Paskal Tiada Henti: Sampai Kapan Pengendara Harus Saling Serobot?

Kemacetan di Jalan Pasirkaliki (Paskal) Bandung makin parah akibat kebiasaan saling serobot dan parkir sembarangan. Akses pejalan kaki pun ikut terkunci total.

Kondisi arus lalu lintas di kawasan Jalan Pasirkaliki (Paskal), Kota Bandung, yang mengalami kepadatan dan antrean panjang kendaraan. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Rahma Tsania Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 09:26

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar - Bagian 1

Pada saat kondisi ekonomi yang tidak menentu, apakah PHK karyawan menjadi solusi terbaik? Kenapa Jawa Barat sebagai pusat industri manufaktur bisa mengalami pengurangan tenaga kerja terbesar?

Sejumlah buruh perempuan disalah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 08:59

Keliling Kota Indonesia: Menjumpai Klub Baca di Cirebon x Gramedia Grage Mall

Keliling Kota Indonesia menjumpai para pegiat literasi menjadi rencana ekspedisi versi saya untuk mendapat pengalaman yang bermakna dalam hidup.

Kegiatan Klub Baca Cirebon di Grage Mall Cirebon. (Sumber: Klub Baca Cirebon)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 07:40

Bahasa Sunda Bukan Sekadar Urusan Orang Sunda

Bahasa Sunda dominan di banyak wilayah Priangan. Tapi, di pesisir utara, khususnya Indramayu, Cirebon, dan sebagian Karawang-Subang, bahasa Jawa sudah lama digunakan.

Ilustrasi 'Rumah Besar' Jawa Barat. (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 20:31

Cuanki: Semangkok Kehangatan dari Kota Bandung

Bagaimana sejarah munculnya cuanki di Kota Bandung dari zaman dulu hingga zaman sekarang?

Foto semangkok cuanki (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 19:54

BRT Bandung Raya, Budaya Car-Centric, dan Nasib Pejalan Kaki

Jalan kaki di Bandung kerap terasa serba salah hingga dianggap cap ketidakmampuan ekonomi. Mampukah rencana BRT Bandung Raya mengubah budaya car-centric ini?

Suasana pembangunan halte on-corridor BRT Bandung Raya di Jalan Ahmad Yani Cicadas, Kota Bandung, Kamis (15/10/2026) sore. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Sarah Annisa Fadhila)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 15:23

Film Horor dan Komedi adalah Kita

Fenomena di industri film Indonesia.

Film Horor dan Komedi adalah Kita (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 11:46

Menata Rumah di Bantaran Rel Bandung Raya, Tanpa Mengabaikan Warga

Bandung Raya membutuhkan transportasi massal yang semakin andal, tetapi juga membutuhkan kebijakan perumahan yang tidak membiarkan masyarakat terjebak dalam hunian berisiko.

Gambar ilustrasi kondisi jalur rel di Bandung Raya yang perlu dibenahi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 10:32

Sangkanhurip, Mata Air Kehidupan yang Menguatkan Jiwa

Di Jawa Barat, kata sangkan banyak dijadikan toponim, dijadikan nama tempat, seperti nama geografis Sangkanhurip, Sangkanherang, dan Sangkanmulya.

Telaga yang dijadikan destinasi wisata ini akan terjaga airnya bila hutan di Gunung Cerémé tetap terjaga. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)