Keliling Kota Indonesia: Menjumpai Klub Baca di Cirebon x Gramedia Grage Mall

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Kegiatan Klub Baca Cirebon di Grage Mall Cirebon. (Sumber: Klub Baca Cirebon)
Kegiatan Klub Baca Cirebon di Grage Mall Cirebon. (Sumber: Klub Baca Cirebon)

Sejak lama saya selalu memimpikan bisa keliling dunia, bertemu bangsa baru, saling berbagi kisah budaya dan menyelami kehidupan sosial masyarakat di seluruh dunia. Namun beberapa waktu terakhir saya berpikir bahwa untuk menuju sesuatu yang besar perlu proses yang bertahap.

Cirebon menjadi kota pertama untuk saya banyak merenungi langkah-langkah kecil untuk menuju mimpi besar itu. Beberapa waktu tahun ke belakang saya mulai menyukai dunia literasi. Meski sebelumnya saat kuliah saya sudah mengikuti proses magang untuk menulis dan melanjutkan kegiatan itu dengan terus mencoba mengirim artikel di ayobandung. id. Menulis bagi saya adalah langkah terus belajar memahami diri, orang terdekat juga masyarakat secara luas. Maka setidak menarik pun tulisan saya akan terus mencoba untuk menulis karena bagi saya berhenti menulis membuat pikiran dan empati perlahan menumpul.

Maka ketika berkesempatan berkunjung ke Kota Cirebon untuk satu bulan saya cukup antusias. Meskipun lagi dan lagi saya tidak tahan dengan cuacanya tapi saya cukup senang karena kota dan budayanya yang sangat kaya. Semenjak itu juga saya menetapkan Kota Cirebon sebagai kota pertama saya dalam rangka keliling kota di seluruh Indonesia dan bertemu dengan para pegiat literasi di dalamnya. Bahkan langkah besar yang saya inginkan tidak hanya sekedar bertemu, mendengarkan dan berbagi kisah, justru saya ingin berbincang langsung dengan orang-orang hebat yang ikut turut serta dalam menggagas kegiatan literasi. Meski bagi saya sulit untuk menjalin komunikasi itu tapi saya ingin mencoba.

Perjumpaan dengan Klub Baca di Cirebon sudah saya nantikan informasinya sejak saya menginjakkan kaki di Cirebon. Perlu waktu dua minggu untuk menunggu dan akhirnya saya bisa pergi ke Gramedia Grage Mall Cirebon untuk bertemu dengan komunitas tersebut. Gramedia yang berada dalam mall ini tak sulit untuk ditemukan dan lokasinya berada di lantai 2. Begitu masuk menurut saya Gramedia ini unik karena menampilkan ornamen rak buku berwarna putih karena sejauh saya menjelajah gramedia yang ada di Kota Bandung rata-rata desain raknya berwarna krem atau coklat tua.

Menariknya lagi Gramedia Grage Mall ini memajang karya seni mewarnai dari anak-anak sekolah dasar yang jika berminat bisa pengunjung beli sebagai koleksi seni di rumah. Harga yang diberikan pun cukup bervariasi mulai dari Rp.150.000 hingga Rp.350.000. Sebagai orang Bandung tentu saya mendapatkan experience baru ketika berkunjung ke Gramedia.

Dari ujung saya melihat gelaran karpet berwarna abu dan sudah terpasang juga banner Klub Baca Cirebon dengan ornamen Mega Mendung yang menjadi ciri khas Kota Cirebon. Berhubung acaranya masih dimulai 15 menit ke depan saya memilih untuk berkeliling Gramedia melihat buku-buku yang sudah lama menjadi whislist. Tak terasa peserta yang mengikuti acara literasi ini makin banyak berdatangan dan saya pun segera menghampiri kumpulan tersebut.

Seperti biasa saya selalu suka bertemu dengan orang-orang baru dan saya menyapa orang disebelah saya untuk menanyakan apakah dirinya sedang menunggu teman yang lain yang duduk disebelahnya. Namun karena tidak ada saya pun berkesempatan duduk bersebelah dengan warga lokal Cirebon. Pemandu acara mulai menjelaskan tata tertib serta rangkaian acara dari mulai silent reading lalu berkenalan dan memberitahu buku bacaan yang dibawa serta disesi terakhir terdapat dua orang yang berkesempatan untuk merekomendasikan buku.

Membaca buku bersama dalam waktu 1 jam rasanya cukup singkat karena halaman yang terbaca belum sepenuhnya menuju halaman terakhir. Selanjutnya perkenalan nama, domisili serta buku bacaan yang di bawa. Bagi saya ini bagian yang paling seru karena bisa mengetahui antusiasme kedatangan seseorang dari jarak tempuhnya. Beberapa diantaranya ada yang berasal dari Perumnas, Penggambiran, Gunung Djati, Kota Cirebon, Majalengka, Brebes, Palimanan hingga Kuningan. Beberapa dari mereka yang jauh tertarik dengan kegiatan ini karena di domislinya masing-masing belum banyak bahkan tidak ada kegiatan literasi.

Yang menarik dari kegiatan literasi yang saya temui kali ini adalah jumlah laki-laki yang datang. Sejauh ini jumlah mereka memang selalu sedikit dalam kegiatan literasi tapi jumlah yang ada kali ini jauh lebih banyak dari biasanya. Tak hanya itu beberapa dari mereka juga membaca buku-buku dengan isu perempuan salah satunya Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer. Tentu sebagai seseorang yang giat menyuarakan isu perempuan saya sangat berterima kasih dengan kehadiran dan keikutsertaan mereka untuk membaca isu-isu mengenai perempuan.

Baca Juga: Bahasa Sunda Bukan Sekadar Urusan Orang Sunda

Tak hanya itu ada seorang peserta ibu rumah tangga yang sudah memiliki beberapa anak. Dari apa yang dibagikannya saya tentu terinspirasi dengan tujuan mulianya yang ingin memperkenalkan literasi sejak dini kepada anak-anaknya.

Dari kegiatan bincang buku kali ini saya tertarik dengan dua rekomendasi buku yang diberikan oleh peserta lain. Satu buku berjudul Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari dan satu buku terjamahan dari The Cat Who Saved Books karya Sosuke Natsukawa. Ini menjadi kolaborasi yang ciamik dari Klub Baca Cirebon x Gramedia yang tak hanya memberikan experience membaca tapi juga diskon 20% untuk buku-buku keluaran Gramedia. Tentu saya tidak ingin melewatkan kesempatan menarik ini dan langsung meminang kedua buku di atas.

Dan saya selalu menantikan momen ini akan terjadi kembali di hidup saya untuk menjumpai dan berkunjung dan bertemu dengan pegiat literasi di kota-kota lainnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Okt 2026, 20:14

Pengalaman Memandu SMP Athirah Makassar (Bagian #2)

Ketika berkeliling istana, saya seperti memasuki dimensi abad ke-19. Pilar-pilar besar seperti mengucapkan selamat datang kepada kami.

Para pemandu CV Shakha Pesona dalam pemanduan SMP Athirah Makassar. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 18:15

Zona Merah, Konflik yang Tak Kunjung Usai: Ojol dan Opang Butuh Aturan yang Adil

Konflik ojol dan opang di Bandung menunjukkan pentingnya aturan zona merah yang jelas dan adil. Mediasi saja tidak cukup; keselamatan dan kepastian akses harus dijamin bagi semua pihak.

Ilustrasi pangkalan ojek konvensional di kawasan Bandung. (Sumber: Google Maps (Street View). | Foto: Google Street View)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 17:07

Mewujudkan RTH Pasirwangi yang Berkelanjutan

Merawat RTH Pasirwangi sebagai investasi jangka panjang.

Walikota Bandung M Farhan saat meresmikan RTH Pasirwangi. (Sumber: Bandung.go.id)
Seni Budaya 19 Okt 2026, 16:20

Yamko Rambe Yamko dan Teka-Teki Identitas Papua

Yamko Rambe Yamko dikenal sebagai lagu daerah Papua. Namun, sejumlah seniman Papua mempertanyakan bahasa, asal-usul, dan sejarah di balik lagu populer ini.

Tarian Yamko Rambe Yamko (Sumber: Enhanced from Indonesia Kaya)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 16:08

Mitigasi Banjir Cibiru Tak Cukup Diatasi dengan Drainase

Mitigasi banjir Cibiru mesti disesuaikan dengan persoalan tata ruang, ekologi, infrastruktur, dan koordinasi antar pemda.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru pada Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 15:37

Iklan Pengobatan Tradisional di Kota Bandung Era 1980–1990-an

Pada era 1980–1990-an, koran-koran yang terbit di Bandung, seperti Pikiran Rakyat, Bandung Pos, Mandala, dan Gala, cukup sering memuat iklan pengobatan tradisional.

Iklan ikonik era 1990-an yang menawarkan Firdaus Oil, minyak penyubur kumis, jambang, dan janggut. Produk ini dikenal hanya bisa diperoleh di tempat praktik tabib atau toko obat tertentu. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 13:58

Kemacetan di Jalan Cimincrang Akibat Perlintasan Kereta Api dan Aktivitas Kawasan Gedebage, Apa Solusinya?

Artikel ini membahas kemacetan di Jalan Cimincrang. Hal ini dikarenakan banyak faktor seperti perlintasan kereta api dan tingginya aktivitas di kawasan Gedebage. Kemudian, bagaimana solusinya?

Kemacetan pada waktu rush hour di Jalan Cimincrang. (Foto: Rahma Rumaisha Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 12:43

Kemacetan Paskal Tiada Henti: Sampai Kapan Pengendara Harus Saling Serobot?

Kemacetan di Jalan Pasirkaliki (Paskal) Bandung makin parah akibat kebiasaan saling serobot dan parkir sembarangan. Akses pejalan kaki pun ikut terkunci total.

Kondisi arus lalu lintas di kawasan Jalan Pasirkaliki (Paskal), Kota Bandung, yang mengalami kepadatan dan antrean panjang kendaraan. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Rahma Tsania Putri)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 09:26

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar - Bagian 1

Pada saat kondisi ekonomi yang tidak menentu, apakah PHK karyawan menjadi solusi terbaik? Kenapa Jawa Barat sebagai pusat industri manufaktur bisa mengalami pengurangan tenaga kerja terbesar?

Sejumlah buruh perempuan disalah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 08:59

Keliling Kota Indonesia: Menjumpai Klub Baca di Cirebon x Gramedia Grage Mall

Keliling Kota Indonesia menjumpai para pegiat literasi menjadi rencana ekspedisi versi saya untuk mendapat pengalaman yang bermakna dalam hidup.

Kegiatan Klub Baca Cirebon di Grage Mall Cirebon. (Sumber: Klub Baca Cirebon)
Ayo Netizen 19 Okt 2026, 07:40

Bahasa Sunda Bukan Sekadar Urusan Orang Sunda

Bahasa Sunda dominan di banyak wilayah Priangan. Tapi, di pesisir utara, khususnya Indramayu, Cirebon, dan sebagian Karawang-Subang, bahasa Jawa sudah lama digunakan.

Ilustrasi 'Rumah Besar' Jawa Barat. (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 20:31

Cuanki: Semangkok Kehangatan dari Kota Bandung

Bagaimana sejarah munculnya cuanki di Kota Bandung dari zaman dulu hingga zaman sekarang?

Foto semangkok cuanki (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 19:54

BRT Bandung Raya, Budaya Car-Centric, dan Nasib Pejalan Kaki

Jalan kaki di Bandung kerap terasa serba salah hingga dianggap cap ketidakmampuan ekonomi. Mampukah rencana BRT Bandung Raya mengubah budaya car-centric ini?

Suasana pembangunan halte on-corridor BRT Bandung Raya di Jalan Ahmad Yani Cicadas, Kota Bandung, Kamis (15/10/2026) sore. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Sarah Annisa Fadhila)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 15:23

Film Horor dan Komedi adalah Kita

Fenomena di industri film Indonesia.

Film Horor dan Komedi adalah Kita (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 11:46

Menata Rumah di Bantaran Rel Bandung Raya, Tanpa Mengabaikan Warga

Bandung Raya membutuhkan transportasi massal yang semakin andal, tetapi juga membutuhkan kebijakan perumahan yang tidak membiarkan masyarakat terjebak dalam hunian berisiko.

Gambar ilustrasi kondisi jalur rel di Bandung Raya yang perlu dibenahi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 17 Okt 2026, 10:32

Sangkanhurip, Mata Air Kehidupan yang Menguatkan Jiwa

Di Jawa Barat, kata sangkan banyak dijadikan toponim, dijadikan nama tempat, seperti nama geografis Sangkanhurip, Sangkanherang, dan Sangkanmulya.

Telaga yang dijadikan destinasi wisata ini akan terjaga airnya bila hutan di Gunung Cerémé tetap terjaga. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)